You are on page 1of 2

Abstrak: Hubungan Keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Stabil dengan Disfungsi Ereksi Ginting RR, Keliat

EN, Abidin A

Latar belakang: Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) tidak hanya mengalami gejala respiratorik tetapi juga menunjukkan manifestasi ekstrapulmoner, salah satu diantaranya adalah disfungsi ereksi (DE). Kejadian DE pada pasien PPOK dapat sangat mengganggu kebahagiaan pasien dan keluarganya sehingga akan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Untuk mengetahui frekuensi disfungsi ereksi (DE) pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) stabil dan hubungan keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) stabil dengan disfungsi ereksi (DE). Metode: Pasien PPOK stabil yang berkunjung ke poliklinik pulmonologi rawat jalan dilakukan pemeriksaan klinik. Kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri untuk menentukan keparahan PPOK stabil dan penilaian fungsi ereksi menggunakan kuesioner International Index of Erectile Function (IIEF) untuk menentukan skor fungsi ereksi. Hasil: Dari 58 subyek yang diperiksa ditemukan frekuensi DE pada pasien PPOK stabil sebesar 77,59% (n=45), yang terdiri dari DE berat (32,76%;n=19), DE sedang (20,69%;n=12), DE ringan-sedang (13,79%;n=8) dan DE ringan (10,35%;n=6). Masalah seksual lain yang ditemukan pada pasien PPOK stabil adalah disfungsi kepuasan ketika berhubungan seksual (94,83%, n = 55), disfungsi orgasme (82,76%, n = 48), disfungsi hasrat seksual (87,93%, n = 51), disfungsi kepuasan seksual secara keseluruhan (91,38%, = 53), dan disfungsi kepercayaan diri untuk ereksi (94,83%, n = 55). Ditemukan hubungan bermakna (p<0,05) antara tingkat keparahan (stadium) PPOK stabil dengan derajat disfungsi ereksi, dikuatkan oleh ditemukannya hubungan bermakna (p<0,05) antara perbedaan FEV1prediksi dengan derajat disfungsi ereksi. Akhirnya, ditemukan tidak ada hubungan bermakna (p>0,05) antara perbedaan umur dengan derajat disfungsi ereksi. Kesimpulan: DE merupakan masalah yang sering dijumpai pada pasien PPOK stabil. Ada hubungan keparahan PPOK stabil dengan DE, dan perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk membuktikan dugaan adanya peran sitokin pro-inflamasi terhadap kejadian disfungsi ereksi pada pasien PPOK stabil. Kata kunci: PPOK, disfungsi ereksi, spirometri, IIEF.

Universitas Sumatera Utara

Abstract: Relation of Stable Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Severity with Erectile Dysfunction Ginting RR, Keliat EN, Abidin A

Background: Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) present not only respiratory symptoms but also showed extrapulmonary manifestations, including erectile dysfunction (ED). Incidence of ED in patients with COPD can be very annoying happiness of patients and their families so that will reduce the quality of life of patients. Objective: To determine the frequency of ED in patients with stable COPD and the relation of stable COPD severity with ED. Methods: Patients with stable COPD who visited the outpatient clinic of Pulmonology performed clinical examination. Furthermore, we carried out lung function examination using spirometry to determine the severity of stable COPD and erectile function assessment using a questionnaire of International Index of Erectile Function (IIEF) to determine erectile function score. Results: Of the 58 subjects tested found the frequency of ED in patients with stable COPD amounted to 77.59% (n = 45), which consists of severe ED (32.76%, n = 19), moderate ED (20.69%, n = 12), mild to moderate ED (13.79%, n = 8), and mild ED (10.35%, n = 6). Other sexual problems that are found in patients with stable COPD is intercourse satisfaction dysfunction (94.83%, n = 55), orgasm dysfunction (82.76%, n = 48), sexual desire dysfunction (87.93%, n = 51), overall satisfaction dysfunction (91.38 %, n = 53), and erectile confidence dysfunction (94.83%, n = 55). We found significant correlation (p <0.05) between the severity (stage) of stable COPD with the degree of erectile dysfunction, strengthened by the discovery of a significant association (p <0.05) between the difference of FEV1predicted with the degree of erectile dysfunction. Finally, we found no significant association (p> 0.05) between the difference of age with the degree of erectile dysfunction. Conclusion: ED is a problem commonly encountered in patients with stable COPD. There is a relationship between the severity of stable COPD with ED, and requisite for further research to prove the allegation of the role of pro-inflammatory cytokines on the incidence of erectile dysfunction in patients with stable COPD. Key words: COPD, erectile dysfunction, spirometry, IIEF.

Universitas Sumatera Utara