You are on page 1of 3

ABSTRAKSI

PERISTIWA NANKING 1937-1938: MILITERISME JEPANG DI CINA

Cristine Mandasari Dwijayati

Skripsi ini membahas militerisme Jepang yang terjadi pada akhir 1937 hingga awal 1938 di Nanking, ibukota Cina saat itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang, proses, dan dampak yang ditimbulkan dari Peristiwa Nanking. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang dijabarkan dalam enam bab. Bab pertama adalah pendahuluan. Bab kedua membahas historiografi Peristiwa Nanking dari era 1940 hingga era 2000. Bab ketiga menjelaskan situasi internasional dan keadaan dalam negeri Cina-Jepang sebelum 1930an, insideninsiden yang mendahului, serta intervensi Soviet. Bab keempat menguraikan kota Nanking yang dideskripsikan secara politis dan geografis, jatuhnya kota Nanking, dan Zona Aman Nanking sebagai zona bebas militer. Bab kelima menggambarkan pengadilan internasional dan rekonsiliasi setelah Peristiwa Nanking terjadi. Bab keenam merupakan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan Peristiwa Nanking sebagai puncak eskalasi konflik Cina-Jepang sebelumnya. Benturan kepentingan antara Cina komunis-nasionalis, Jepang, dan Soviet membuat militerisme Jepang di Nanking menjadi perang skala penuh. Secara taktis Nanking jatuh pada 13 Desember 1937, tetapi Chiang Kai Shek, pemimpin Cina, memindahkan ibukota ke Chungking dan meneruskan perlawanan terhadap Jepang. Tidak adanya embargo negara-negara adidaya terhadap Jepang membuat Cina bertarung sendirian hingga dimulainya babak perang yang baru, yakni Perang Pasifik.

Kata kunci: Peristiwa Nanking, Cina, militerisme

xv

ABSTRACT

NANKING INCIDENT 1937-1938: JAPANESE MILITARISM IN CHINA

Cristine Mandasari Dwijayati

This paper examines Japanese militarism at the end of 1937 untill the beginning of 1938, in Nanking, capital city of China at that time. This research aims to explain background, process, and impact of Nanking Incident. The research uses data analysis method and consists of six chapters. The first chapter is introduction. Second chapter explains historiography of Nanking Incident from 1940s untill 2000s. Third chapter discusses international situation and Chinese-Japanese domestic situation before 1930s, previous incidents, and Soviet intervension. Fourth chapter describes Nanking city politically and geographically, fall of Nanking, and Nanking Safety Zone as neutral zone. Fifth chapter depicts international tribunal dan reconciliation after Nanking Incident. The sixth chapter is conclusion. This result reveals Nanking Event as the top of escalation of previous China-Japan conflicts. Clash of interests between China nationalist-communist, Japan, and Soviet, changed Japanese militarism in China into full scale war. Tactically Nanking was fallen on December 13th, 1937, yet Chiang Kai Shek, leader of China, removed capital into Chungking and kept on resisting against Japan. Superpower nations didnt give embargo to Japan and made China fought alone untill the new stage of war, namely Pacific War.

Keywords: Nanking Incident, China, militarism

xvi

1937-1938 . 1937 1938 6 1 1940 2000 3 1930 4 5 6 1937 12 13

xvii