You are on page 1of 3

PERANCANGAN LABORATORIUM CAMPURAN SEMI FLEXIBLE PAVEMENT DENGAN MENGUNAKAN ADDITIVE VISCOCRETE-10 PADA MORTAR SEMEN DAN BGA

PADA ASPAL
Tesis untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2

Program Studi Magister Sistem dan Teknik Transportasi Jurusan Ilmu-Ilmu Teknik

Diajukan oleh :

Eren Eulogia Chrisli Haba Radja 19672/PS/MSTT/06

kepada PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2008

INTISARI Lapisan semi flexiblePavement dirancang untuk menjawab kendala dan memenuhi kebutuhan peningkatan struktur perkerasan jalan secara tepat, baik dari segi teknik, ekonomi, lingkungan dimana perkerasan lentur sering terjadi kerusakan dini atau tidak tercapainya masa pelayanan yang direncanakan serta kenaikan harga aspal yang semakin mahal sebagai dampak akhir daripadanya adalah tingginya biaya total (life cicle cost) perkerasan jalan dan biaya transportasi, perkerasan kaku relative mahal dan diikuti oleh kenaikan harga semen yang semakin hari semakin mahal. Lapisan semi flexible Pavment yaitu campuran aspal porus yang rongga udaranya (air void) diinjeksi (grouting) dengan mortar semen, dengan modulus mendekati perkerasan rigid namun masih memiliki kelenturan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh penggunaan bahan tambah (additive) Viscocrete-10 untuk mortar semen dan additive BGA untuk aspal pada campuran semi flexible pavement dengan pengujian Marshall (Marshall Test) dan Indirect Tensile Strength (ITS). Penelitian lapisan semi flexible ini dilaksanakan dengan penelitian laboratorium untuk meneliti pengaruh kadar aspal dengan variasi kadar aspal 2,5%, 3%, 3,5% dengan additive BGA 0,3% dalam campuran aspal dan masingmasing kadar aspal digroting mortar semen dengan variasi kadar additive Viscocrete-10 dalam mortar 0,8%, 0,9%, 1,0%, 1,1%. Jumlah benda uji untuk masing-masing kadar aspal dengan variasi kadar additive Viscocrete-10 sebanyak 3 buah untuk pengujian Marshall dan ITS dengan jumlah 72 buah. Benda uji dibuat dalam mold berukuran tinggi 7,5 cm dan diameter 10 cm. Hasil penelitian menggunakan pengujian Marshall benda uji semi flexible Pavement menghasilkan nilai stabilitas yang tinggi bila dibandingkan dengan SMA 0/11.Pengaruh kenaikan kadar additive Viscocrete-10 stabilitas meningkat. Nilai flow untuk kadar aspal 2,5% cendrung menjadi lapisan rigid dan cendrung menjadi flexible karena nilai flow mendekati 2 mm. Kadar aspal 3% cenderung menjadi lapisan semi flexible sedangkan kadar aspal 3,5% cendrung menjadi lapisan semi flexible dan cenderung menjadi lapisan flexible dengan nilai flow mendekati dan sama dengan nilai flexible sebesar 2 mm. Hasil uji ITS pada pada kadar aspal 2,5% lebih rendah dari kadar aspal 3% dan 3,5% dan kadar aspal 3% lebih tinggi dari kadar aspal 2,5% dan 3,5%, menggambarkan bahwa ketahanan terhadap tarik pada kadar aspal 2,5% lebih rendah dan ketahanan tarik pada kadar aspal 3% lebih tinggi. Untuk perancangan dapat menggunakan perancangan pada campuran kadar aspal 3%, kadar BGA 0,3%, kadar additive Viscocrete-10 1% dengan perbandingan mortar semen 1 semen:0,24 pasir:0,36 air . Kata kunci : semi flexible, Viscocrete-10, stabilitas, flow, ITS

ABSTRACT Semi-flexible pavement is designed to fulfill the need to enhance a proper road pavement structure based on technical, economic as well as environmental aspects. Premature damage and failed service period often occur due to bending pavement, in addition to increasing price of asphalt. Consequently, the final impact would be high cost pavement life cycle and transportation. Rigid pavement is quite expensive, following the increasing cement price. Semi flexible pavement, which is composed from pores asphalt with air void, is injected (grouting) with cement mortar and modulus approximating to rigid pavement but with bending characteristics. The objective of this study is to identify the characteristics and influence of the use of additive Viscocrete-10 for cement mortar and BGA for asphalt mix in semi flexible pavement using the Marshall and Indirect Tensile Strength tests. The experiment was carried out in laboratory to examine the influence of asphalt concentration variances, which were 2,5%, 3%, 3,5% with 0,3% BGA additive substance in the asphalt mix. Each of the asphalt concentration was grouted with cement mortar with Additive Viscocrete-10 concentration in the mortar of 0,8%, 0,9%, 1,0%, and 1,1%. The samples for every asphalt concentration with Viscocerte-10 concentration were three for Marshall test and 72 ones for ITS. Samples were made using a mold with a dimension of 7,5 cm height and 10 cm diameter. Under the Marshall test, results showed that semi flexible pavement sample yielded higher stability value than SMA 0/11. Increasing concentration of Additive Viscocrete-10 also increased the stability. With 2,5% asphalt concentration flow value, the pavement tended to become rigid, but to become flexible pavement if the flow value was approximate 2 mm. Three percent asphalt concentration tended to become semi flexible pavement and flexible pavement at 3,5% asphalt concentration with flow value closed or equal to flexible value, which is 2 mm. Results of ITS test samples at 2,5% asphalt concentration was lower than the 3% and 3,5% concentration, and 3% asphalt concentration was higher than the 2,5% and 3,5% concentration. These figures explained that tensile strength of 2,5% asphalt concentration was lower than the 3% concentration. The design can use 3% asphalt concentration, 0,3% BGA concentration, 1% Viscocrete-10 additive substance, and with mortar cement concentration of 1 cement: 0,24 cement: 0,36 water. Keywords: semi flexible, Viscocrete-10, stability, flow, ITS.

xi