You are on page 1of 40

ASUHAN KEPERAWATAN TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIC TRAINING PADA Nn.

T DENGAN POST APENDIKTOMI DI RUANG PRABU KRESNA RSUD KOTA SEMARANG

TITIS HIJRIARTI 09.093


AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV DIPONEGORO SEMARANG

Latar Belakang

Apendiktomi adalah pembedahan untuk mengangkat apendiks dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. (Smeltzer Suzanne, C., 2001). Berdasarkan data yang diperoleh dari catatan medik diruang Cempaka Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, klien dengan apendiktomi dalam periode Juni 2006 hingga Maret 2007 diperoleh data-data sejumlah 103 kasus (Mahakam, 2009). Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Kota Semarang, terdapat 176 kasus apendiktomi, (61,30 %) dari seluruh kasus pembedahan yang ada ( RSU Kota Semarang, 2010).

Pelaksanaaan menejemen nyeri non farmakologi di rumah sakit belum sepenuhnya dilakukan oleh perawat dalam mengatasi nyeri. Kebanyakan perawat melaksanakan program terapi hasil kolaborasi dengan dokter, diantaranya adalah pemberian analgesik yang memang mudah dan cepat dalam pelaksanaanya dibandingkan dengan penggunaan intervensi manajemen nyeri non-farmakologi ( Ikhsan, 2012).

TINJAUAN PUSTAKA A. KONSEP DASAR 1. Apendiktomi Apendiktomi adalah tindakan pembedahan untuk mengangkat apendiks, yang dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi. (Smeltzer Suzanne, C., 2001).

2. Relaksasi Relaksasi merupakan kebebasan mental dan fisik dari ketegangan dan stres. Teknik relaksasi memberikan individub kontrol diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri, stres fisik dan emosi pada nyeri. Teknik relaksasi dapat digunakan, saat individu dalam kondisi sehat atau sakit. Klien yang menggunakan teknik relaksasi dengan berhasil akan mengalami beberapa perubahan fisiologis dan perilaku seperti penurunan nadi, tekanan darah dan pernapasan, penurunan ketegangan otot, perasaan damai dan sejahtera, dan lain sebagainya (Perry dan Potter, 2006).

Autogenic Training Autogenic Training merupakan suatu prosedur relaksasi dengan membayangkan (imagery) sensasi-sensasi yang menyenangkan pada bagian-bagian tubuh seperti kepala, dada, lengan, punggung, ibu jari kaki atau tangan pergelangan tangan. Sensasi-sensasi yang dibayangkan itu seperti rasa hangat, lemas, atau rileks pada bagian tubuh tertentu, juga rasa lega karena nafas yang dalam dan pelan. Sensasi yang dirasakan ini diiringi dengan imajinasi yang menyenangkan misalnya tentang pemandangan yang indah, danau yang tenang dan sebagainya (Lutfi Fauzan,2009).

EVIDANCE BASED TEKNIK RELAKSASI : AUTOGENIC TRAINING PADA POST OPERASI APPENDIKTOMY
Diagnosa yang muncul pada apendiktomi dengan teknik relaksasi autogenic training adalah gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan putusnya kontinuitas jaringan akibat pembedahan yaitu suatu kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan yang lebih dari sekedar sensasi tunggal disebabkan oleh stimulus yang berasal dari luka post operasi ( Perry dan Potter, 2006). Intervensi yang ditegakkan untuk mengatasi diagnosa keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputusnya continuitas jaringan adalah :

a. Kaji skala nyeri Perawat dapat menanyakan kepada klien tentang nilai nyerinya dengan menggunakan skala 0 sampai 10 atau skala yang serupa lainnya yang mampu menerangkan bagaimana intensitas nyeri nya jika 0; tidak nyeri, 1-3; nyeri ringan, 4-6; nyeri sedang, 7-9; nyeri berat terkontrol, 10; nyeri berat tidak terkontrol, nyeri yang ditanyakan pada skala tersebut adalah sebelum dan sesudah dilakukan intervensinya nyeri untuk mengevaluasi keefektifannya ( Me Kinney, 2003).

b. Memonitor TTV Mengetahui tanda-tanda vital terutama memantau tekanan darah, nadi, pernafasan, dan suhu. Nilainya normal atau tidak dan nilai normal tanda-tanda vital adalah: tekanan darah antara 120/70 130/70 mmhg, Suhu: 36-37 derajat celcius, Nadi : 88-100 x/menit dan pernafasan 20-24 x/menit ( Nn )

C. Teknik tarik nafas dalam Memberikan rasa nyaman pada seluruh otot tubuh dan mengatur pernafasan dengan cara bernafas dengan hidung dan mengeluarkan dari mulut secara perlahan dengan merasakan perubahan sensasi pada dada dan seluruh anggota tubuh yang lain , ulangi prosedur tesebut sampai nyeri terasa berkurang ( Priharjo,2003).

d. Mengajarkan teknik relaksasi autogenic training Untuk menurunkan rasa nyeri yang dirasakan klien dengan cara membayangkan (imagery) sensasi-sensasi yang menyenangkan pada bagian-bagian tubuh seperti kepala, dada, lengan, punggung, ibu jari kaki atau tangan pergelangan tangan. Sensasi-sensasi yang dibayangkan itu seperti rasa hangat, lemas, atau rileks pada bagian tubuh tertentu, juga rasa lega karena nafas yang dalam dan pelan. Sensasi yang dirasakan ini diiringi dengan imajinasi yang menyenangkan misalnya tentang pemandangan yang indah, danau yang tenang dan sebagainya (Lutfi Fauzan,2009).

BAB III RESUME KASUS


Pengkajian dilakukan tanggal 19 juni 2012 pukul 11.00 wib pada Nn.T dengan kasus post apendiktomi. Klien berumur 22 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Gayamsari Semarang, pendidikan terkhir SLTA, suku Jawa bangsa Indonesia, status lajang, agama Islam, tanggal masuk rumah sakit 17 juni 2012, dan nomor register 083031. Keluhan utama saat pengkajian ditemukan data, bahwa pasien mengatakan nyeri pada luka operasi . Nyeri seperti tersayat, nyeri dirasakan di daerah perut kanan bawah, skala nyeri 8, waktu nya terus menerus, Nn.T meringis kesakitan saat di sentuh, pada daerah perut kanan bawah terdapat luka jahitan sepanjang 15 cm. Klien mendapatkan injeksi ketorolax 3 x 30 mg, gentamicin 2 x 80 mg, ceftriaxon 1 x 1 gr, dan metronidazol 3 x 500 mg. Tanda tanda vital pasien : tekanan darah 107/54 mmHg, suhu : 36,4oC, nadi : 82x/ menit, respirasi : 24 x/ menit, terpasang infuse RL 500 ml 20 tpm dilengan kanan. Diagnosa keperawatan yang muncul pada Nn. T adalah Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan adalah diagnosa keperawatan berdasarkan data fokus diatas.

Rencana keperawatan yang disusun mempunyai tujuan yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam nyeri dapat terkontrol dengan kriteria hasil : skala nyeri berkurang menjadi 4 atau 3, Pasien secara verbal mengatakan nyeri berkurang, pasien dapat menggunakan teknik non faramakologi secara mandiri untuk mengurangi nyeri, TTV dalam batas normal TD : 100-130 mmHg, suhu : 36- 37o C, nadi : 60-80 x / menit, respirasi : 18 20 x / menit . Intervensi yang disusun adalah antara lain, Pertama kaji nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi menggunakan skala nyeri numerik. Kedua, memberikan posisi yang nyaman. Ketiga, memonitor tanda-tanda vital. Keempat, melatih teknik relaksasi autogenic Training. Kelima memonitor TTV. Keenam, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik sebagai golongan obat yang mempunyai indikasi untuk mengurangi nyeri.

No

Hari /jam

Tindakan

Respon pasien

Selasa, 19 juni 2012 jam 11.00 wib

memonitor KU pasien

S : Klien mengatakan sakit pada luka operasi O : Klien tampak lemah dan menangis.

11.30 wib

Mengkaji skala nyeri

S: Klien mengatakan nyeri pada luka operasi

O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis. P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 8 T: Nyeri terus menerus

11.45 wib

Memonitor TTV

S : Klien Mengatakan Sakit sekali pada lauka operasi. O : Klien menangis TD : 110/90Mmhg N : 98 x/menit S : 36,4 RR : 26x/menit

11.55 wib

Atur posisi yang senyaman mungkin

S: Klien mengatakan posisi yang nyaman adalah dengan terbaring. O: Klien nyaman dengan posisi berbaring dengan bantal menyokong leher. S:Klien mengatakan masih nyeri pada luka operasi. O: Klien kooperatif, klien masih kesakitan , wajah menangis dan tidak konsentrasi

12.00 wib

Mengajarkan teknik relaksasi autogenic taining. 1. Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujung-ujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas.

2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri saya, ujung-ujung jari tangan kiri saya merasa kesemutan dan panas. 3. Kedua lengan saya merasa berat dan rileks. 4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali.

12.30 wib

Observasi kembali skala nyeri dan TTV

S: Klien mengatakan nyeri tidak berkurang O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis. P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dannyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 8 T: Nyeri terus menerus TD : 110/80 mmhg N : 95

13.00 wib

Memberikan injeksi ketorolax ( 30 mg/8 jam/hari)

S : Klien mengatakan sakit pada saat disuntik. O : Klien tidak mual, muntah ataupun diare S : Klien mengatakan nyeri pada luka operasi O : klien tampak kesakitan dan klien menangis

13.15 wib

Menganjurkan klien untuk tarik nafas dalam

13.30 wib

Mengkaji skala nyeri

S: Klien mengatakan nyeri pada luka operasi O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis.

P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 8 T: Nyeri terus menerus 13.45 wib Mengukur TTV S:O : TD : 110/70 Mmhg N : 90 x/menit S : 36 derajat celcius RR : 24 x/ menit 13.50 wib Observasi reaksi verbal S : Klien mengatakan masih sakit sekali pada luka operasi O : Klien tampak kesakitan, menangis dan gelisah.

14.00 wib

Mengobservasi kembali tingkat nyeri klien.

S: Klien mengatakan nyeri pada luka operasi


O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis. P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 8 T: Nyeri terus menerus

14.10 wib

Menganjurkan klien untuk tarik nafas dalam -Anjurkan pasien menarik nafas dalam hingga udara mengisi paru- paru.

S : klien mengatakan masih sakit pada luka operasinya. O : klien tampak kesakitan dan klien menangis.

Kemudian perlahan lahan udara di


hembuskan sambil membiarkan tubuh menjadi rileks dan merasakan betapa nyamannya hal tersebut. - Anjurkan klien bernafas beberapa kali dengan irama normal. - Kemudian sambil bernafas dalam pasien mengkonsentrasikan pikirannya pada bagian yang nyeri. - Setelah merasa rileks pasien di anjurkan bernafas secara perlahan lahan . 14.40 wib Mengukur TTV

S:O : TD : 100/90 mmhg RR : 25 x/menit N : 86 x/menit S : 36 S: Klien mengatakan nyeri pada luka operasi

14.50 wib

Mengkaji skala nyeri

O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis. P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 8 T: Nyeri terus menerus

15.00 wib

1. Mengajarkan teknik relaksasi autogenic taining Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujung-ujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas. 2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri say, ujung-ujung jari tangan kiri say merasa kesemutan dan panas. 3. Kedua lengan say merasa berat dan rileks. 4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya.

S : Klien mengatakan masih sakit pada luka operasinya O : Klien mengikuti tetapi kurang berkonsentrasi

6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali.

Saya menemukan kedamaian..., saya merasakan kedamaian..., merasakan ketenangan diseluruh tubuh..., tenang. Pikiran saya tenang..., tubuh saya merasa rileks yang dalam sekali..., saya hayati rahmat Tuhan. Saya hayati rasa puas... Tarik napas dalam dan perlahanlahan keluarkan .... perlahan-lahan buka mata

15.30 wib

Mengobservasi kembali tingkat nyeri klien.

S: Klien mengatakan nyerinya sedikit berkurang. O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis. P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 7. T: Nyeri hilang timbul.

16.00 wib

Mengukur tanda-tanda vital

S : Klien kooperatif O : TD : 100/90 mmhg N : 85 x/ menit S : 35,6 derajat celcius RR : 23 x/menit

17.00 wib

Memberikan injeksi Ketorolax 3 x 30 mg ( 30 mg/8jam/hari) Mengobservasi tingkat nyeri klien

S : Klien mengatakan reaksi obatnya Cuma sebentar ya mbak O : obat masuk, klien tidak mual, muntah ataupun diare. S: Klien mengatakan nyerinya sedikit berkurang. O: Klien memegangi perut, klien kesakitan,wajah klien meringis. P: Nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: Di sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri masih 6 T: Nyeri hilang timbul.

19.00 wib

20.00 wib

Mengajarkan teknik relaksasi autogenik Training 1. Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujung-ujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas. 2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri say, ujung-ujung jari tangan kiri say merasa kesemutan dan panas. 3. Kedua lengan say merasa berat dan rileks.

S:O : Klien tertidur Monitor skala nyeri ditunda saat klien terbangun. N : 72 x/menit

4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali Saya menemukan kedamaian..., saya merasakan kedamaian..., merasakan ketenangan diseluruh tubuh..., tenang. Pikiran saya tenang..., tubuh saya merasa rileks yang dalam sekali..., saya hayati rahmat Tuhan. Saya hayati rasa puas... Tarik napas dalam dan perlahanlahan keluarkan .... perlahan-lahan buka mata 21.00 wib Memberikan injeksi Ketorolax 3x 30 mg (30 mg/8 jam/hari ) S:O : Klien tidur

Rabu, 20 Juni 2012 08.00 wib 08.30 wib

Memonitor KU pasien

S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang O : Kondisi cukup S: Klien mengatakan posisi yang nyaman adalah dengan terbaring. O: Klien nyaman dengan posisi berbaring dengan bantal menyokong leher. S: Klien mengatakan nyeri masih terasa tapi sedikit berkurang O: Klien memegangi perut, klien sedikit kesakitan dan klien meringis P:Nyeri adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: nyeri seperti disayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 5 T: Nyeri hilang timbul. S: Klien mengatakan nyeri masih terasa tapi sedikit berkurang O: Klien memegangi perut, klien sedikit kesakitan dan klien meringis

Atur posisi klien senyaman mungkin

09.00 wib

Mengkaji skala nyeri

P:Nyeri adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: nyeri seperti disayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 5 T: Nyeri hilang timbul.

09.15 wib

Memonitor TTV

S:O : TD : 100/60 mmhg RR : 23 x/menit N : 88 x/menit S : 35,7 derajat Celcius S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkur O : Klien kooperatif

11.00 wib

Melatih pasien teknik relaksasi Autogenik Training 1. Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujung-ujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas. 2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri say, ujung-ujung jari tangan kiri say merasa kesemutan dan panas 3. Kedua lengan say merasa berat dan rileks. 4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya.

6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali Saya menemukan kedamaian..., saya merasakan kedamaian..., merasakan ketenangan diseluruh tubuh..., tenang. Pikiran saya tenang..., tubuh saya merasa rileks yang dalam sekali..., saya hayati rahmat Tuhan. Saya hayati rasa puas... Tarik napas dalam dan perlahan-lahan keluarkan .... perlahan-lahan buka mata 11.30 wib Memonitor TTV S:O : TD : 110/90 mmhg RR : 23 x/ menit N : 69x/menit S : 36,4 derajat S : Klien mengatakan nyeri berkurang O : Klien tampak rileks dan nyaman P:Nyeri adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: nyeri seperti disayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 4 T: Nyeri hilang timbul. O : Klien Kooperatif, klien tidak muntah ataupun diare

12.00 wib

Observasi kembali skala nyeri

13.00 wib

Memberikan injeksi Ketorolax 3 x 30 mg ( 30 mg/8 jam/hari )

14.30 wib

Mengkaji skala nyeri dan monitor TTV

S : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang dari yang sebelumnya O : Klien tidak tampak gelisah P:Nyeri adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: nyeri seperti disayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 4 T: Nyeri hilang timbul.

TD : 100/90 mmhg N : 75 x/menit


15.00 wib Melatih autogenic taining 1. Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujung-ujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas. 2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri say, ujung-ujung jari tangan kiri say merasa kesemutan dan panas. 3. Kedua lengan say merasa berat dan rileks 4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. S : Klien mengatakan nyeri berkurang. O : Klien kooperatif

5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya.

6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali.

Saya menemukan kedamaian..., saya merasakan kedamaian..., merasakan ketenangan diseluruh tubuh..., tenang. Pikiran saya tenang..., tubuh saya merasa rileks yang dalam sekali..., saya hayati rahmat Tuhan. Saya hayati rasa puas... Tarik napas dalam dan perlahan-lahan keluarkan .... perlahan-lahan buka mata

15.40 wib

Monitor TTV

S:O : TD : 110/90 mmhg RR : 23 x/ menit N : 69x/menit S : 36,4 derajat celcius S : Klien mengatakan nyerti berkurang skala nyeri 4 O : Klien tampak rileks S: Klien mengatakan nyeri masih terasa tapi sedikit berkurang O: Klien memegangi perut, klien sedikit kesakitan

16.00 wib

Mengkaji Skala nyeri

P:Nyeri adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: nyeri seperti disayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 3 T: Nyeri hilang timbul. 21.00 wib Memberikan injeksi Ketorolax 3x 30 mg (30 mg/8 jam/hari ) Monitor TTV S:O : Obat masuk dan klien kooperatif

21.15

S:O : TD : 100/80 mmhg N : 68 x/menit RR : 23 x/menit S : 36 S : Klien mengatakan nyeri sudah tidak begitu terasa O : Klien sudah tidak begitu gelisah dan meringis P:Nyeri adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat bergerak dan di sentuh. Q: nyeri seperti disayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 3 T: Nyeri hilang timbul. S:O : Klien tertidur

21. 20 wib

Mengkaji skala nyeri

21.30 wib

Melakukan teknik relaksasi autogenic Training. 1. Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujungujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas.

2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri say, ujung-ujung jari tangan kiri say merasa kesemutan dan panas. 3. Kedua lengan say merasa berat dan rileks.

4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya.

5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali. Saya menemukan kedamaian..., saya merasakan kedamaian..., merasakan ketenangan diseluruh tubuh..., tenang. Pikiran saya tenang..., tubuh saya merasa rileks yang dalam sekali..., saya hayati rahmat Tuhan. Saya hayati rasa puas... Tarik napas dalam dan perlahan-lahan keluarkan .... perlahan-lahan buka mata

22.00 wib 3 Kamis, 21 Juni 2012 05.00 wib 08.00 wib

Observasi nadi klien Memberikan injeksi ketorolax 3 x 30 mg ( 30 mg/8jam/hari)

S:O : Nadi : 65 x/menit S: Klien mengatakan obatnya reaksi nya Cuma sebentar ya mbak nyeri nya tidak terasa hanya setengah jam setelah itu nyeri nya terasa lagi. O: Klien kooperatif. S: klien mengatakan nyerinya berkurang. O: wajah klien rileks, klien tidak gelisah klien tidak memegangi perut nya lagi P:nyeri diakibatkan adanya luka operasi nyeri bertabah jika disentuh dan bergerak. Q: disayat R:nyeri pada daerah perut kanan bawah. S:skala nyeri 3 T:nyeri hilang timbul.

Observasi tingkat nyeri klien.

08.30

Monitor TTV

S:O : TD : 100/80 mmhg N : 89 x/menit RR : 24 x/menit S : 35,5 S : Klien mengatakan posisi yang nyaman adalah posisi terlentang O : Klien tampak nyaman S : Klien mengatakan nyeri berkurang O : klien tampak rileks dan tidak gelisah

08.45

Memposisikan klien senyaman mungkin

09.00 wib

Melatih pasien teknik relaksasi Autogenik Training 1. Lengan kanan yang merasa berat dan rileks, saya merasakan panas di lengan kanan kanan saya, ujung-ujung jari tangan kanan saya merasa kesemutan dan panas.

2. Lengan kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh lengan kiri say, ujung-ujung jari tangan kiri say merasa kesemutan dan panas. 3. Kedua lengan say merasa berat dan rileks. 4. Tungkai kanan saya merasa berat dan rileks, saya merasakan panas diseluruh tungkai kanan saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 5. Tungkai kiri saya merasa berat dan rileks, saya merasakan berat dan panas diseluruh tungkai kiri saya, saya merasakan panas dan kesemutan diseluruh jari-jari tungkai kiri saya. 6. Kedua tungkai saya merasa berat dan rileks yang dalam sekali. Saya menemukan kedamaian..., saya merasakan kedamaian..., merasakan ketenangan diseluruh tubuh..., tenang. Pikiran saya tenang..., tubuh saya merasa rileks yang dalam sekali..., saya hayati rahmat Tuhan. Saya hayati rasa puas... Tarik napas dalam dan perlahan-lahan keluarkan .... perlahan-lahan buka mata

09.45 wib

Memonitor TTV

S:O : TD : 100/80 mmhg N : 80 x/menit RR : 24 x/menit S : Klien mengatakan nyeri sudah tidak begitu terasa O : Klien tampak tidak gelisah dan menangis lagi P:nyeri diakibatkan adanya luka operasi nyeri bertabah jika disentuh dan bergerak. Q: disayat R:nyeri pada daerah perut kanan bawah. S:skala nyeri 3 T:nyeri hilang timbul.

09.50 wib

Observasi tingkat nyeri

11.00 wib

Mengajarkan kepada keluarga tentang cara teknik relaksasi autogenic Training

S : Keluarga klien mengatakan sudah paham dan mau mencobanya. O : Keluarga klien mau memperhatikan S: klien mengatakan nyeri berkurang dan sudah tidak begitu dirasakan. O: klien kooperatif, wajah rileks, klien tenang P:nyeri diakibatkan adanya luka operasi dan nyeri bertambah saat disentuh. Q:di sayat sayat R:nyeri pada daerah perut kanan bawah S:skala nyeri 3 T:nyeri hilang timbul.

13.00 wib

Observasi tingkat nyeri klien setelah dilakukan tindakan, relaksasi autogenic Training dan pemberian obat analgetik

18.00 wib

Menanyakan kepada klien apakah sudah melakukan teknik ini secara mandiri Memberikan injeksi ketorolax 3 x 30 mg ( 30mg/8 jam/hari )

S : Klien mengatakan belum mencobanya dikarenakan susah. Dan klien minta dibimbing lagi. O : Klien tampak senang dan klien sudah tau caranya tapi harus dibimbing kembali.. S:O : Klien kooperatif, klien tidak mual, muntah ataupun diare

21.00 wib

Jumat 22 juni 2012 09.00 wib

Monitor tanda tanda vital

S:O: keadaan umum klien : sedang Kesadaraan : compos mentis E:4 m:6 v:5 TD : 100/80 mmhg N : 72 x/ menit R :23x/ menit S: 36 oC

Evaluasi dilakukan tanggal 22 juni 2012 jam 11.00 wib


No 1
Hari tanggal Evaluasi

Jumat 22 Juni 2012

S: Klien mengatakan nyeri pada daerah luka operasi di perut kanan bawah sudah berkurang dan sudah tidak begitu dirasakan, dan klien juga mengatakan belum bisa melakukan teknik relaksasi autogenik secara mandiri. O: Klien kooperatif, wajah rileks, klien tenang, klien tidak gelisah,. P: nyeri bertambah saat disentuh, nyeri berkurang saat beristirahat Q: Di sayat-sayat R: Nyeri pada daerah perut kanan bawah S: Skala nyeri 3 T: Nyeri hilang timbul.sekali timbul kurang lebih 10-15 menit keadaan umum klien : cukup Kesadaraan : compos mentis E:4 m:6 v:5 TD : 100/80 mmhg N : 72 x/ menit RR : 23 x/menit, S:36 derajat celcius Klien belum bisa berlatih secara mandiri A: Masalah teratasi sebagian. P: Lanjutkan intervensi, mengajarkan kembali kepada klien tentang relaksasi autogenic training dan menganjurkan kepada klien untuk melakukan relaksasi autogenik Training secara mandiri. .

BAB IV PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis akan membahas kesenjangan antara teori dan kasus selama penulis melakukan Asuhan Keperawatan Teknik Relaksasi Autogenic Training pada Nn.T dengan Apendiktomi di Ruang Prabu Kresna RSUD Kota Semarang serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat dan solusi alternatif dalam pemecahan masalah yang ditemui selama pemberian asuhan keperawatan ini.

Masalah keperawatan yang muncul pada pasien dengan Apendiktom i salah satunya yaitu gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan. Pasien membutuhkan intervensi yang tepat terhadap respon yang tidak nyaman, baik respon fisik dan psikis yang dialami. Profesionalisme perawat untuk mencapai kondisi terbaik pada pasien yang mengalami gangguan rasa nyaman nyeri diwujudkan dalam berbagai peran perawat seperti memberi perawatan, advokat, komunikator dan memberi kenyamanan.

Intervensi yang pertama dilakukan adalah mengkaji tingkat nyeri yang di alami oleh pasien.. Perawat dapat menanyakan kepada klien tentang nilai nyerinya dengan menggunakan skala 0 sampai 10.Intervensi yang kedua adalah Berikan dan ajarkan teknik relaksasi autogenik training yaitu untuk memberikan sensasi rileks pada tubuh agar nyeri dapat berkurang. Terakhir intervensi yang bisa di lakukan adalah pantau tanda-tanda vital dan observasi tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan tindakan relaksasi autogenik training.

Perawat mengimplementasikanya dalam tindakan pemberian terapi relaksasi autogenic training. Sebelum memberikan terapi ini, pasien perlu diajarkan teknik relaksasi nafas dalam. Teknik relaksasi dalam hal ini bersifat menenangkan dengan posisi pasien senyaman mungkin, lalu menghela nafas dalam dan membiarkan suara kelegaan yang dalam seperti udara mengalir ke luar dari paru-paru pasien. Pasien diinstruksikan untuk tidak memikirkan tentang menghirup udara, namun biarkan pasien bernafas secara alamiah. Setelah itu pasien diinstruksikan untuk membayangkan sesuatu yang indah atau tempat yang tenang dan damai.

Setelah pasien memahami teknik relaksasi yang diajarkan, kemudian pasien di anjurkan saat merasakan nyeri pasien dapat melakukan teknik relaksasi autogenik Training. setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam dapat menunjukkan perubahan dari skala nyeri yang awalnya 8 dapat berubah menjadi skala nyeri 3 dengan dilakukan 7 kali tindakan. Keuntungan dari relaksasi autogenik training selain bisa mengurangi nyeri pasien juga bisa merasa lebih tenang dan lebih rileks. Memberikan posisi senyaman mungkin bagi pasien, menganjurkan pasien untuk melakukan relaksasi autogenik, observasi tanda-tanda vital, kemudian observasi tingkat nyeri pasien setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi autogenik Training

Penurunan Nyeri selama 3 x 24 jam


25

20

15 Seri 3 Seri 2 10 Seri 1

0 19 juni 2012 20 juni 2012 21 juni 2012 22 juni 2012

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Apendiktomi 2. Konsep Relaksasi autogenik 3. Konsep penurunan nyeri 4. Kemandirian klien dalam melakukan teknik relaksasi autogenik B. SARAN 1. Bagi Penulis Karya tulis ilmiah ini dapat dipakai sebagai informasi dan gambaran untuk mengembangkan terapi relaksasi autogenic training sebagai tindakan mandiri perawat untuk mengatasi gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien apendiktomi. 2. Klien Mengetahui teknik relaksasi nafas dalam, terapi relaksasi autogenic training untuk mengatasi gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien apendiktomi secara mandiri. 3. Bagi Institusi Pendidikan Dapat mengembangkan kurikulum dalam pembelajaran tentang gangguan rasa nyaman nyeri dengan menggunakan teknik relaksasi autogenic training pada pasien dengan apendiktomi.

4. Bagi Rumah Sakit dan Ruangan Autogenik traning dapat dipakai sebagai intervensi dan implementasi dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami gangguan rasa nyaman nyeri
5. Bagi Perawat Klinik Disarankan perawat dapat menerapkan tindakan secara non farmakologi dalam memberikan asuhan keperawatan secara mandiri dengan menggunakan teknik relaksasi autogenic training pada pasien yang mengalami gangguan rasa nyaman nyeri.