You are on page 1of 9

Resume: Ratih Sakti

ASKEB Pada bbl umur 5 hari BBLC CB SMKdengan Ikterus Neonatorum di Ruang Perinatologi

Latar Belakang
AKB di Provinsi DIY tahun 2010 sebesar 34/1000

kelahiran hidup, butuh kerja u/ AKB tahun 2015 (Profil Kesehatan D. I. Yogyakarta, 2011). satu penyebab mortalitas pd BBL adalah ensefalopati bilirubin (kern ikterus). kejadian dari bulan Januari sampai bulan Oktober 2012 sebanyak 73 kasus dari 389 (18,75 %) seluruh bayi yang dirawat di ruang perinatologi RSUD Sleman

Salah

angka

Tinjauan Pustaka
Ikterus adalah keadaan pada Bayi Baru Lahir (BBL)

dimana kadar bilirubin serum total lebih dari 10 mg% pada minggu pertama ditandai dengan ikterus

Jenis: Ikterus fisiologis Ikterus patologis

Perbedaan ikterus fisiologis dan patologis


Ikt/fisiologis Timbul pada hari kedua dan ketiga dan menghilang pada minggu pertama selambat-lambatnya adalah 10 hari pertama setelah lahir. Kadar bilirubin indirek tidak melebihi 10 mg% pada neo aterm dan 12,5 mg% pada neo preterm Kecepatan peningkatan kadar bilirubinemia tidak melebihi 5 mg% setiap hari. Kadar bilirubin direk tidak melebihi 1 mg% Ikt/patologis Ikterus yang terjadi pada 24 jam pertama umur bayi. Kadar bilirubin serum yang melebihi 10 mg% pada neonatus cukup bulan dan melebihi 12,5 mg% pada neonatus yang kurang bulan. Terjadi peningkatan bilirubin lebih dari 5 mg% perhari. Ikterus menetap sesudah 2 minggu pertama. Kadar bilirubin direk melebihi 1 mg%

Penyebab Ikterus Patologis


Infeksi bakteri berat Penyakit hemolitik yang disebabkan oleh

ketidakcocokan golongan darah atau defisiensi G6PD

Sifilis kongenital atau infeksi intrauterin lainnya Penyakit hati misalnya hepatitis atau atresia bilier Hipotiroidisme.

Derajat Krammer
Luas Ikterus Kepala dan leher Badan atas sampai di atas umbilikus badan bawah hingga tungkai atas (di atas lutut) Sampai lengan (tungkai bawah lutut) Sampai telapak tangan dan kaki Kadar Bilirubin 5 9 11 12 16

Evidence Based

Faktor resiko terbesar terjadinya hiperbilirubinemia meliputi: incompatibilitas darah, umur kehamilan 35-36 minggu, cephalhematoma, ras asia timur, ikterus muncul pada 24 jam pertama (AAP, 2004).

Visual inspeksi dilakukan pada bayi telanjang dengan cahaya yang terang dan alami. Pemeriksaan pada sklera, gusi, dan kulit (NICE, 2010).

Fototherapy diberikan dengan menggunakan sumber cahaya tunggal yang diposisikan di atas bayi (AAP, 2004).

Kuning harus dipantau dan diukur setiap 8-12 jam (AAP, 2004). Jika Total Serum Bilirubin (TSB) terus meningkat atau tidak menurun meskipun fototherapy intensif, kemungkinan terjadi hemolisis. Sebaiknya fototherapy dihentikan (AAP, 2004).

Pembahasan
Data subyek didapatkan bayi yang lahir tanggal 21 11 2012 lahir

sc atas indikasi letak lintang, dengan diagnosa awal suspek pnemoni kongenital, riwayat pemberian cefotaxime 2x160 mg, infus D10 %.
Data objektif didapatkan pada hari ke 5 bayi Ny R menunjukkan

tanda klinis kuning pada muka, dada, perut sampai lutut, tampak latergis kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui kadar bilirubin sebagai indikasi terjadinya ikterus pada bayi baru lahir. Pada hasil pemeriksaan laboratorium darah didapatkan nilai bilirubin total bayi 15,53 mg/dl dan bilirubin indirek 15,0 mg/dl, HB 11gr%.

Pembahasan
Kebutuhan nutrisi bayi yang diberi fototherapy

ditambah 10% dari jumlah kebutuhan bayi per hari u/menghindari terjadinya dehidrasi

Penatalaksanaan dilapangan telah sesuai dengan

SOP RSUD Sleman untuk dilakukan fototerapi bila kadar billirubin > 15 mg/dl.