You are on page 1of 11

Astra Agro Lestari, Tbk

Tugas Manajemen Keuangan Kelompok 1

Hera Sadiati IGP Gunawan Indria Larassati

4059-hektar perkebunan kelapa sawit

Profil Singkat
PT. Astra Agro Lestari, Tbk merupakan anak cabang dari astra international yang bergerak dibidang agribusiness. PT Astra Agro Lestari, Tbk

minyaknya terletak di Kalimantan Selatan dan pabrik minyak goreng berlokasi di Sumatera Utara, Indonesia. Pabrik pengolahan Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kapasitas produksi 1.050 ton efektif (31 Desember 2010: 1,050 ton) dari tandan buah segar (TBS) per jam, 700 ton (31 Desember 2010: 700 ton)

merupakan satu satu nya anak cabang


astra internasional yang bergerak di bidang agribusiness ( perkebunan) yang terletak di Pulo Ayang Raya St, Blok OR-1 Pulo Gadung Industrial Area Jakarta13930. PT. Astra Agro Lestar,i Tbk adalah perusahaan minyak Indonesia

ofkernel per hari, dan 300 ton minyak sawit


mentah (CPO) per hari.Perusahaan dan anak perusahaan memiliki 24.472 karyawan tetap (30 Juni2010:25.335karyawan). Perkebunan anak perusahaan dan pabrik berlokasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

yang berbasis di perusahaan perkebunan


kelapa sawit.

Pendapatan Bersih (Rp Miliar)

Laba Bruto(Rp Miliar)

Laba * (Rp Miliar)

Pada tahun 2012, Perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 11,56 Trilyun atau naik 7,3% dari Rp 10,77 Trilyun pada tahun 2011. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan volume penjualan CPO yang mencapai 1,42 juta ton, meningkat 13,4% dibandingkan dengan 1,26 juta ton pada tahun 2011. Dari penjualan CPO keseluruhan, sekitar 96,9% atau 1,38 juta ton diserap oleh pasar domestik sementara yang lain 3,1% atau 44.260 ton diekspor. Peningkatan pendapatan bersih ini juga didukung oleh kernel volume penjualan yang meningkat sebesar 17% menjadi 232.340 ton pada 2012 dari 198.560 ton pada tahun 2011.

Komposisi Pendapatan Penjualan Berdasarkan Jenis Produk

Komposisi Pendapatan Penjualan Berdasarkan Tujuan Pemasaran

Rp 11,56 tn

Domestik Ekspor

Minyak Sawit Rp 10,77 tn Kernel dan turunannya Lain-lain

Jenis Rasio
Rasio Likuiditas CR QR Cash Ratio Working Capital Rasio Aktivitas Inventory Turnover Day's Sales in Inventory Account Receivable Turnover Average Collection Periode Total Asset Turnover Fixed Asset Turnover Rasio Leverage Debt Ratio Debt to Equity Ratio Rasio Profitabilitas Gross Profit Margin Operating Profit Margin Net Profit Margin ROA ROE

Tahun 2010
1.9316 1.3433 1.1680

2011
1.265 0.582 0.571 389 -

2012
0.684 0.107 0.088 820 5.770 62.389 230.820 1.557

8.3790 43.5612 174.5425 2.0911 1.0059 3.2914 0.1797 0.4910 0.4081 0.3390 0.2281 0.2294 0.2797

8.881 40.538 656.870 0.535

1.056 1.290 0.174 0.218 0.365 0.309


0.232 0.327 0.301

0.931 1.087 0.246 0.338 0.377 0.305


0.218 0.284 0.289

ANALISA Keuangan Tahun 2012


1. Aspek Likuiditas Pada tahun 2012 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya menjadi current ratio 0.684 dan quick ratio 0.107 yang dimana hasil penghitungan keduanya < 1 sehingga perusahaan kurang mampu membayar hutang tepat waktu dan proses pembayaran dari debitur menjadi kurang lancar. Dtambah lagi dengan cash ratio yang senilai 0.088 yang dimana hasilnya < 1 menjadikan keadaan perusahaan agak menurun. 2. Aspek Efisiensi Perputaran persediaan mengalami penurunan di tahun 2012 menjadi 5.770 maka keadaan ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai memburuk. Days sales in inventory mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 62 kali tapi masih tergolong sangat cepat dalam penjualan. PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk mengalami peningkatan dibanding tahun 2011 dalam menagih kreditnya dengan jangka waktu 1.5 hari. Karena tingkat pengembalian kredit agak melambat, maka dapat disimpulkan perusahaan mengalami kesalahan dalam memilih debitur. 3. Aspek Laverage Pada PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk memiliki kondisi yang kurang baik dalam pendanaan aktivitas perusahaan, karena debt ratio atau pembiayaan dengan hutang hanya senilai 24.589 % ditambah debt to equity ratio juga meningkat menjadi 33.8% sehingga resiko yang dihadapi perusahaan menjadi semakin besar. 4. Aspek Profitability mengalami penurunan meski tidak signifikan, namun perusahaan tetap memperoleh keuntungan karena dapat memproduksi biaya yang rendah sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. Keuntungan dapat dilihat dari operating profit margin senilai 30.47 %. Dalam kemampuan perusahaan meningkatkan keuntungan bagi pemegang

saham dapat dilihat dari ROE senilai 28.93 % yang dimana mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan Perseroan tahun 2012 Audited dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Pendapatan bersih Perseroan meningkat 7,3% dari Rp. 10,77 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp. 11,56 triliun
tahun 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan CPO Perseroan. Selain itu, usaha Perseroan untuk meraih keunggulan operasional melalui peningkatan efisiensi dan efektifitas telah menghasilkan produktifitas yang tinggi dan kinerja bisnis yang baik selama tahun 2012. Hasilnya, beban pokok

penjualan per output menurun dan laba bruto Perseroan di tahun 2012 meningkat sebesar 10,7%, menjadi Rp.
4,36 triliun dengan tingkat margin laba bruto sebesar 37,7% atau naik sebesar 1,2%.

2. Perseroan membukukan total aset sebesar Rp. 12,42 triliun sepanjang tahun 2012, meningkat 21,7%

dibandingkan dengan total aset pada tahun 2011. Peningkatan aset ini disebabkan oleh peningkatan aset tidak
lancar Perseroansebesar 27,5% dari Rp. 8,35 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp. 10,64 triliun pada tahun 2012, terutama karena peningkatan aset tetap sesuai dengan jumlah keseluruhan investasi Perseroan. Sedangkan keseluruhan liabilitas Perseroan meningkat 71,8% dari Rp. 1,78 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp.

3,05 triliun pada tahun 2012, hal ini disebabkan oleh meningkatnya liabilitas jangka pendek Perseroan sebesar
77,2% menjadi Rp. 2,60 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar 46,0% menjadi Rp. 453,9 miliar. Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik Perusahaan sampai dengan akhir tahun 2012 mencapai Rp. 9,03 triliun atau naik sebesar 10,9% dibanding Rp. 8,14 triliun di tahun 2011 sebagai akibat dari kenaikan laba yang

dicapai Perseroan.

Analisis pergerakan harga saham januari-juni 2013

Posisi harga saham pada bulan Januari 2013 dimulai pada harga 19.000, dari grafik disamping terlihat dibulan selanjutnya harga saham mengalami penurunan secara

berkelanjutan. Selama bulan Januari didominasi oleh


penurunan harga saham dan titik terendah terjadi pada pertengahan bulan mei 2013 pada harga 17.000. Selain penurunan di bulan mei juga terjadi peningkatan kembali di bulan juni, pergerakan harga saham masih tetap mengalami perubahan yang tidak teratur terlihat dari grafik yang bergerak naik turun. Pola grafik yang dihasilkan menunjukkan bahwa setiap beberapa hari terjadi peningkatan atau penurunan dan akan terus berubah secara berkebalikan yang artinya jika sudah mengalami peningkatan beberapa hari kemudian akan mengalami perubahan yang bersifat menurun. Melihat data grafik selama 5 bulan rata-rata harga saham berada di antara harga 18.000 sampai 19.000, maka pada saat harga saham berada di harga 17.000 itu merupakan harga terburuk yang pernah terjadi di semester pertama tahun 2013.

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN PERGERAKAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN

Berdasarkan atas data laporan harga saham PT. Astra Agro Lestari, Tbk periode bulan January 2013-Juni 2013
dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan tahun terakhir (tahun 2010) pada aspek Profitability dapat dilihat PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk pada tahun 2010 mengalami peningkatan cukup tinggi dalam memperoleh keuntungan karena dapat memproduksi biaya yang rendah sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. Keuntungan dapat dilihat dari operating

profit margin senilai 17.546 % . Dalam kemampuan perusahaan meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham dapat
dilihat dari ROE senilai 27,97% yang dimana mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Hal ini merupakan hal yang bagus pada kondisi saham PT. Astra Agro Lestari, Tbk karena dapat menciptakan keuntungan bagi para pemegang saham. Jika keuntungan para pemegang saham tinggi hal tersebut akan berdampak pada:

Ketertarikan para pemegang saham yang lain. Saham PT. Astra Agro Lestari, Tbk yang dinilai kondisinya baik akan menjadi
daya tarik bagi para investor untuk menanamkan investasi disana dan harga saham PT. Astra Agro Lestari, Tbk pun akan naik dan mengalami pelonjakan harga.

Kesimpulan
Dari hasil analisis laporan keuangan perusahaan PT. Astra Agro Lestari dapat diketahui bahwa aspek Liquiditas perusahaan sempat mengalami penurunan yang cukup tajam pada tahun 2010. Kondisi keuangan pt. Astra Agro Lestari dari tahun 2010 sampai 2012 mengalami naik turun. Sedangkan untuk aspek efisiensi, keefisienan perputaran penjualan semakin meningkat. Untuk aspek laverage, lebih banyak menunjukkan penurunan. Untuk aspek profitability tidak terlalu mengalami peningkatan. Jika dilihat dari laporan keuangan terakhir (tahun 2012) dan pergerakan harga saham tahun 2013 maka dapat disimpulkan perusahaan agro lestari sedang dalam keadaan prima dan punya kesempatan untuk bisa menarik investor untuk menanamkan sahamnya di perusahaan Astra Agro Lestari