You are on page 1of 31

ARTHROPODA

Disusun oleh : Difa Reynikha F (11) Elyna Widiani Sandra Adinda (22) Ulil Hikmah Fauziah (28)

(12)

Pendahuluan

Arthropoda (Latin, arthros = ruas atau sendi, podos =kaki)adalah hewan yang memiliki kaki dan tubuh beruas-ruas atau berbuku-buku, tiploblastik, dan selomata (berongga tubuh sejati) Merupakan filum yang terbesar di dunia animalia dan mencakup serangga, labalaba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya.

Cara Hidup dan Habitat Arthropoda

Cara hidup arthropoda berbeda-beda, ada yang hidup bebas sebagai herbivor atau karnivor, parasit pada organisme lain, dan ada pula yang bersimbiosis komensalisme. Arthropoda hidup di berbagai habitat, di darat, perairan tawar, maupun laut. Arthropoda memiliki daerah penyebaran yang paling luas dibandingkan kelompok hewan lainnya

Ciri Ciri Tubuh Arthropoda

Ukuran dan Bentuk Tubuh Arthropoda Ukuran tubuh bervariasi dari 0,1 mm sampai > 3cm. Tubuhnya simetri bilateral dan dilindungi eksoskeleton. Mempunyai mata majemuk (faset) atau mata tunggal (oselus).

Ciri Ciri Tubuh Arthropoda

Struktur dan Fungsi Tubuh Arthropoda o Terdiri atas segmen-segmen dengan jumlah yang bervariasi. o Dapat dibedakan menjadi bagian kepala (kaput), dada (toraks), dan perut (abdomen). o Mempunyai kerangka luar dari zat kitin. o Eksoskeleton tidak membesar sehingga harus melepas eksoskeleton dan mengekskresi yang baru (molting atau ekdisis). o Sistem pencernaan lengkap, mulai mulut, esofagus, lambung, usus dan anus. o Sistem peredaran darah terbuka (jantung, arteri pendek, dan sinus) o Bernafas dengan insang, trakea, paru-paru buku, atau permukaan tubuh o Alat ekskresi berupa Tubulus Malphigi atau kelenjar ekskresi. o Sistem syaraf berupa tangga tali yang dilengkapi ganglia atau

Cara Reproduksi Arthropoda

Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual dengan perkawinan (kopulasi). Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). Menjadi individu jantan yang memiliki kromosom separuh dari betina. Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua). Hasil fertilisasi berupa telur. Pembuahan bisa terjadi di dalam (gonokoris) atau terjadi diluar (diesis)

Klasifikasi Arthopoda

Arthropoda merupakan kelompok hewan dengan jumlah anggota spesies terbesar dibanding filum lainnya. Filum Arthropoda dibagi menjadi 4 subfilum, yaitu : Crustacea Hexapoda Arachnida Myriapoda

Crustacea

Crustacea (Romawi, crusta = kulit keras atau kerak) Memiliki eksoskeleton berupa kulit tubuh atau kutikula yang keras (mengandung zat kapur dan kitin) Hidup sebagai herbivor, karnivor, pemakan bangkai, atau parasit Berukuran 0,1mm 60cm Terdiri dari sefalotoraks (ditututpi karapas di bagian dorsal) dan abdomen bersegmen Ujung anterior karapas lancip seperti duri disebut rostrum Terdapat sepasang mata majemuk (faset) tersusun dari banyak unit optik omatidium Sepasang antenula yang pendek & sepasang antena yang panjang Sepasang mandibula (rahang bawah) dan 2 pasang maksila (rahang atas) Bagian dada dari sefalotoraks adalah gabungan 8 segmen (terdapat maksiliped, sepasang keliped atau kaki capit, dan 4 pasang pereipod atau kaki jalan) Reproduksi secara seksual (fertilisasi internal) Bernafas dengan insang dan permukaan tubuh Dibagi menjadi 6 kelas

6 Kelas Crustacea
1. Remipedia Merupakan udang purba dengan ukuran 30 mm Hidup di perairan gelap seperti gua yang berhubungan dengan air laut Terdiri atas kepala (sepal), badan memanjang (trunk) dengn 32 ruas Kepala ditutupi pelindung & memiliki tonjolan preantenula sebagai peaba Memiliki alat sengat yang tajam dan beracun Contoh : Speleonectes atlantida, Speleonectes tanumekes, dan Godzillognomus schrami 2. Branchiopoda Hidup di air tawar Jumlah segmen tubuh dan bagian luar tubuh bervariasi Tidak memiliki maksila Kaki berbentuk seperti daun Contoh : Artemia salina, Lepidocaris rhyniensis, dan

6 Kelas Crustacea
3. Cephalocarida Merupakan kelompok udang kecil paling primitif yang masih hidup Panjang tubuh 2-4mm Maksila tidak berkembang Pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan) Contoh : Lightiella monniotae dan Hutchinsoniella macracantha 4. Maxillopoda Berukuran kecil (kecuali teritip) Tubuh pendek terdiri dari kepala (5ruas), dada (6ruas), perut (4ruas), dan telson Ada yang memiliki karapas ada yang tidak Mata memiliki 3 mangkuk disebut naupliar eyes Contoh : Cyclops bicuspidatus, Austromegabalanus psicattus, dan Stygotantulus stocki

6 Kelas Crustacea
5. Ostracoda Berbentuk bulat atau lonjong dengan ruas tubuh tampak tidak jelas (ukuran 0,2-30mm) Memiliki sepasang antena panjang untuk alat gerak dan berenang Memiliki karapas berkeping 2 yang menyatu di dorsal yang menutupi badan dan kepala Sebagai zooplankton dengan kedalaman 700 m, melekat di dasar perairan atau membuat liang Merupakan herbivor, karnivor, predator, atau pemakan detritus Ada yang hidup komensalisme dengan Echinodermata atau Crustacea lainnya Contoh : Cypridina mediterranea, Azygocypridina lowryi, dan Gigantocypris pellucida 6. Malacostraca Terdiri atas 5ruas kepala, 8ruas dada, 6ruas perut (kecuali Leptostraca 7ruas), telson Karapas menutupi toraks dan memiliki seflotoraks Dibagi menjadi beberapa ordo : Isopoda (Asellus sp.), Amphipoda (Alicella gigantea), Stomatopoda (Odontodactylus latirostris), Decapoda (Penaeus monodon, Pagurus bernhardus, Porturnus)

Hexapoda

Hexapoda (Yunani, hexa = enam, podos = kaki) Memiliki kaki berjumlah enam Dibagi menjadi 2 kelas Entognatha Entognatha (Yunani, ento = di dalam, gnatha = rahang) Alat mulut tidak tampak jelas Hidup di tanah Tidak memiliki sayap Dibagi 3 ordo = Collembola (Papirius fuscus), Diplura (Japyx sp), Protura (Acerentulus sp)

Kelas Insecta

Insecta (insectum=terpotong menjadi bagianbagian) Ada yang berukuran mikroskopis, ada pula yang berukuran sekitar 260 mm Tubuh terdiri atas 3 bagian. Yaitu kepala (kaput), dada (toraks), dan perut (abdomen) Kaki berjumlah tiga pasang atau enam buah Pada kepala terdapat sepasang mata majemuk, mata tunggal, sepasang antena dan alat mulut

Kelas Insecta

Serangga yang memiliki suara, memiliki organ timpanum atau alat dengar pada tubuh bagian tertentu Pada umumnya memiliki sepasang atau dua pasang sayap Tubuh ditutupi oleh kutikula yang mengandung zat tanduk Metamofosis serangga dibagi menjadi dua. Yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis sempurna

Metamorfosis tidak sempurna

Kelas Insecta

Sistem pencernaan lengkap, yaitu mulut, faling, esofagus, tembolok (untuk menyimpan makanan), lambung, usus, rektum, dan anus Tipe mulut serngga bervariasi

Kelas Insecta

Pada umumnya insecta bernafas dengan sistem trakea. Beberapa larva/nimfa insecta air bernafas dengan insang trakea. Udara masuk ke dalam trakea melalui lubanglubang di kulit yang disebut spirakel. Alat ekskresi berupa tubulus Malpighi yang berjumlah 2-250 helai. Sisa ekskresi berupa asam urat Insect bereproduksi secara seksual, diesis, dan pembuahan terjadi dalam tubuh.

Klasifikasi Insecta
1. Apterygota (a=tidak, pteron=sayap) merupakan kelompok insecta yang tidak memiliki sayap, sedikit atau tidak mengalami metamorfosis Hidup di tempat lembab yang mengandung humus atau sampah organik, dan ada pula yang memakan buku atau pakaian contoh: Lepisma saccharina (kutu buku)

Klasifikasi Insecta
2. Pterygota merupakan kelompok insecta yang memiliki sayap atau tidak bersayap, dan mengalami metamorfosis. Pterygota dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: a. Exoptrygota

memiliki sayap, mengalami metamorfosis tidak sempurna Contoh: Ephemeroptera sp. (lalat), Gryllus (jangkrik) Memiliki sayap yang berkembang di bawah kutikula dalam bentuk lipatan, mengalami metamorfosis sempurn Contoh: Oryctes rhinoceros (kembang

b. Endopterygota

Arachnida

Arachnida (dalam bahasa yunani, arachne = laba-laba) Ukuran antara 0,1 mm 18 cm Struktur tubuh arachnida : Kepala dan dada yang bersatu (sefalotoraks) dan abdomen Terdapat 4 pasang kaki Beberapa pasang mata tunggal Tidak memiliki antena Memiliki bulu di seluruh tubuh sebagai indra peraba Mulut dilengkapi sepasang kelisera (alat sengat) dan sepasang pedipalpus (alat capit) Bernafas dengan paru-paru buku Bereproduksi secara seksual (pembuahan internal) Dibagi menjadi 3 ordo : Araneae, Scorpiones, dan Acarina

3 Ordo Arachnida
1. Araneae Kelompok hewan laba-laba Terdiri atas sefalotoraks bentuk oval dan abdomen yang bulat tak bersegmen) Di dalam abdomen terdapat kelenjar sutra untuk membuat sarang Bereproduksi secara seksual (kopulasi) dengan fertilisasi internal Contoh : Nephila maculata, Latrodectus mactans, Misumena,

3 Ordo Arachnida
2. Scorpiones Kelompok kalajengking dan ketunggeng Terdiri atas sefalotoraks pendek dan abdomen bersegmen Segmen terakhir adalah ekor melengkung ke atas punggung dilengkapi alat sengat Bulu di kaki sebagai indra peraba. Contoh : Uroctonus mordax, Typhlochactas mitchelli, Hadogenes troglodytes

3 Ordo Arachnida
3. Acarina Kelompok tungau, ceplak, dan kutu Tubuh bulat hingga lonjong, sefalotoraks dan abdomen menyatu tak bersegmen Mempunyai 4 pasang kaki dengan ruas 6-7 Bernafas dengan permukaan tubuh atau trakea Contoh : Dermatophagoides farinae dan Hydracarina

Myriapoda

Myriapoda (Yunani, myria = banyak, podos kaki) Memiliki kaki berjumlah banyak Berbentuk panjang dan langsing dengan segmen-segmen Bagian tubuh terdiri atas kepala (kaput) dan perut (abdomen) Terdapat sepasang antena Mata terdiri atas sekumpulan oseli Mempunyai sepasang mandibula dan dua pasang maksila Bernafas dengan trakea dan spirakel (lubang di permukaan tubuh) Alat ekskresi berupa tubulus Malphigi Bereproduksi secara seksual, gonokoris atau diesis Bernafas menggunakan sistem trakea dan spirakel Dibagi menjadi 2 kelas

2 Kelas Myriapoda
1. Diplopoda Dikenal sebagai luing atau kaki seribu Tubuh silindris panjang Segmen berjumlah sekitar 25-100 Setiap segmen abdomen terdapat 2 pasang kaki Spirakel setiap segmen terdapat 2 pasang Memiliki sepasang antena pendek Ovipar Memakan tumbuhan serta sisa-sisa tumbuhan Contoh : Trigoniulus corallinus

2 Kelas Myriapoda
2. Chilopoda Dikenal sebagai kelabang atau lipan Berbentuk pipih Setiap segmen terdapat sepasang kaki Kaki pada belakang kepala menjadi cakar beracun Terdapat sepasang antena Ovipar Predator atau karnivor Contoh : Scutigera coleoptrata, Scolopendra gigantea

Peranan Arthropoda dalam Kehidupan Manusia


A. Peranan Menguntungkan Sumber makanan yang mengandung protein tinggi seperti udang windu (Penaeus monodon), lobster (Panulirus homarus), kepiting (Scylla serrata), rajungan (Portunus), laron, dan gangsir Menghasilkan madu, contohnya lebah madu (Apis mellifera) Bahan pakaian sutera, contohnya kepompong ulat sutera (Bombyx mori) Membantu penyerbukan tanaman Serangga predator sebagai pemberantas hama tanaman secara biologi

Peranan Arthropoda dalam Kehidupan Manusia


B. Peranan Merugikan Perusak tanaman, yaitu semua larva atau ulat peakan daun, wereng dan belalang Inang perantara (vektor) penyakit, misalnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah, Anopheles sebagai vektor penyakit malaria dan lalat rumah (Musca domestica) sebagai vektor penyakit tifus Parasit pada manusia contohnya caplak penyebab kudis (Sarcoptes scabiei), nyamuk dan kutu rambut (Pediculus humanus capidis) Merusak kayu bangunan, misalnya rayap Pengebor kayu gelangan kapal atau perahu, seperti Crustacea kelompok Isopoda

Terima Kasih