You are on page 1of 45

MOTOR LISTRIK

Disusun oleh :
Aulia Furqan
Daya Wulandari
Lusiana Apridayani
Yosua Ferian Olga

Konversi Energi

M
O
TO

G
EN

Energi
Listrik

R
TO
O
R
M
TO
RA
NE
GE

ER
AT
O

Energi
Mekani
s

TRANSFORMATO
R
TRANSFORMATO
R

Energi
Listrik

MOTOR LISTIK

Motor
listrik
merupakan
sebuah
perangkat
elektromagnetis (akuator) yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan
untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau
blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll.
Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan
angin) dan di industri. Motor listrik kadangkala disebut
kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa motormotor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di
industri.

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum


adalah:
1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan
gaya
2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan
menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu
pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya
pada arah yang berlawanan.
3. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque
untuk memutar kumparan.
4. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya
untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan
medan magnetnya dihasilkan oleh susunan

Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang


dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran
tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan.
Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok:
1. Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan
keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun
torque nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan torque konstan
adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
2. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque
yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan
variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi
sebagai kwadrat kecepatan).
3. Beban dengan energi konstan adalah beban dengan
permintaan torque yang berubah dan berbanding terbalik dengan
kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah
peralatan-peralatan mesin.

Prinsip Kerja Motor Listrik


Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini
dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai
elektro magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa: kutub-kutub dari magnet yang
senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka
kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada
sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan
yang tetap.

Panasonic

Peristiwa Elektromagnetik pada


batang silinder
Bila ada sebatang besi
yang dialiri arus listrik
maka pada besi tersebut
akan terbentuk sebuah
magnet

Peristiwa Elektromagnetik pada


batang silinder
Panasonic

Bila ada sebatang besi


yang dialiri arus listrik
maka pada besi tersebut
akan terbentuk sebuah
magnet

Peristiwa Elektromagnetik pada


batang silinder
Panasonic

Bila ada sebatang besi


yang dialiri arus listrik
maka pada besi
tersebut akan terbentuk
sebuah magnet

Pergantian medan magnet yang membuat


rotor bergerak
Stator
S
N

Stator
Coils

S
Rotor
Rotor
N

S
S
N

INDUKSI MAGNET PADA MOTOR

INDUKSI MAGNET PADA MOTOR

Induksi elektromagnetik
F

F
S

I
N

B
Bila ada sebuah kawat yang dialiri arus listrik dan berada diantara
kedua kutub magnet yang berbeda maka akan menimbulkan gerak
pada kawat tersebut sesuai dengan HUKUM FLEMING yaitu kaidah
tangan kiri

Momen putar pada rotor


netral

Momen putar pada rotor


netral

PERISTIWA MOMEN PUTAR

Arus Dalam Motor DC

Medan Magnet dalam


Motor DC

Torsi dalam Motor Listrik

KOMPONEN-KOMPONEN MOTOR
LISTRIK

KOMPONEN-KOMPONEN MOTOR LISTRIK


SECARA UMUM
STATOR
ROTOR
KOMUTATOR
TERMINAL BOX
SIKAT ARANG
KIPAS ANGKER

Jenis-Jenis Motor Listrik

Motor Listrik DC

MOTOR LISTRIK DC
Motor Listrik DC merupakan sebuan mesin
elektromekanik yang menggunakan arus listrik
searah.

KONTRUKSI MOTOR DC

PENENTUAN ARAH ARUS PADA


MOTOR DC

Motor Listrik DC
MOTOR DC EKSITASI SENDIRI

Motor DC eksitasi sendiri mempunyai sumber


tegangan yang sama antara kumparan medan dan
belitan jangkar. Motor DC eksitasi sendiri ini dibagi
lagi menjadi tiga macam
berdasarkan
konstruksinya
Motor Dc
Motor Dc
Eksitasi
sendiri

Motor DC
Seri

Motor DC
Shunt

Motor DC
Kompoun
d

MOTOR LISTRIK DC
Motor DC Eksitasi Terpisah
Motor DC eksitasi terpisah mempunyai sumber tegangan
yang terpisah antara kumparan medan (pada stator) dan
belitan jangkar (pada rotor). Umumnya, pada motor DC
eksitasi terpisah, stator terbuat dari magnet permanen dan
ukurannya kecil. Motor ini mengubah energi listrik menjadi
mekanis melalui interaksi kedua medan magnet. Satu
medan dihasilkan oleh magnet permanen, sedangkan
medan yang lain dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir
pada kumparan rotor. Interaksi kedua medan ini akan
menghasilkan gaya magnetik (gaya Lorentz) yang
menimbulkan torsi untuk dapat menggerakkan motor.

Prinsip kerja motor DC eksitasi


terpisah

Motor DC Seri
Motor DC seri mempunyai torsi awal yang sangat
tinggi sehingga dapat memutar beban yang sangat
berat disaat awal. Oleh karena itu, salah satu
kegunaannya adalah sebagai motor starter, motor
keran, atau sebagai pengungkit, dimana yang
dipentingkan adalah torsi awal yang kuat. Dari
gambar dibawah dapat dilihat bahwa kumparan
medan dihubungkan secara seri dengan kumparan
armature / rotor. Maka arus yang mengalir melalui
kumparan medan dan rotor sama

Diagram rangkaian elektronis motor


DC seri

Kumparan
Seri

Armature

Sumber
teg DC

MOTOR DC SHUNT

Motor DC shunt bebeda dengan motor DC seri,


yaitu pada kumparan medannya yang dihubungkan
secara paralel dengan kumparan rotor.

Kumparan
Shunt

Armature

Sumber
teg DC

Diagram rangkaian motor DC shunt

Motor DC Kompound
Motor DC kompound merupakan kombinasi dari
motor DC shunt dan seri, sehingga mempunyai dua
buah kumparan medan, yaitu medan seri dan
medan paralel.
MOTOR DC
KOMPOUND

KOMULATIF

DIFFERENTIALS

MOTOR LISTRIK AC
Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik
yang membalikkan arahnya secara teratur pada
rentang waktu tertentu. Motor listrik AC memiliki
dua buah bagian dasar listrik: "stator" dan "rotor.
MOTOR
LISTRIK AC
INDUKSI

SINKRON
Satu
phase

Tiga
Phase

MOTOR LISTRIK AC SINKRON


Motor sinkron adalah motor AC yang bekerja pada
kecepatan tetap pada sistim frekwensi tertentu.
Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk
pembangkitan daya dan memiliki torque awal yang
rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok
untuk penggunaan awal dengan beban rendah,
seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan
generator motor. Motor sinkron mampu untuk
memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering
digunakan pada sistim yang menggunakan banyak
listrik.

Motor Listrik AC INDUKSI


Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak
balik (ac) yang paling luas digunakan Penamaannya
berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja
berdasarkan induksi medan magnet stator ke
statornya, dimana arus rotor motor ini bukan
diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan
arus yang terinduksi sebagai akibat adanya
perbedaan relatif antara putaran rotor dengan
medan putar (rotating magnetic field) yang
dihasilkan oleh arus stator.

MOTOR INDUKSI 1 PHASE


Sesuai dengan namanya motor induksi satu fasa
dirancang untuk beroperasi menggunakan suplai
tegangan satu fasa. Motor induksi satu fasa sering
digunakan sebagai penggerak pada peralatan yang
memerlukan daya rendah dan kecepatan yang
relatif konstan. Hal ini disebabkan karena motor
induksi satu fasa memiliki beberapa kelebihan yaitu
konstruksi yang cukup sederhana, kecepatan putar
yang hampir konstan terhadap perubahan beban,

MOTOR INDUKSI 3 PHASE


Motor tiga phase sesui dengan namanya adalah
motor yang menggunakan supliai tegangan tiga
phase, dan jarak antar phase adalah 120 derajat
listrik. Motor jenis ini banya digunakan di kalangan
industry.
Perputaran motor pada mesin arus bolak balik
ditimbulkan oleh adanya medan putar (fluks yang
berputar) yang dihasilkan dalam kumparan
statornya. Medan putar ini terjadi apabila kumparan
stator dihubungkan dalam fasa banyak, umumnya
fasa 3

APLIKASI MOTOR LISTRIK DALAM


KEHIDUPAN SEHARI-HARI
mesin cuci

KIPAS ANGIN

Baling baling kipas : Berfungsi sebagai penghasil angin. Komponen ini cukup vital pada
kipas angin. Semakin kencang baling baling berputar, semakin kencang juga angin yang di
hasilkan
Motor kipas : Berfungsi untuk menggerakan baling baling.
Rumah motor : Adalah tempat untuk motor kipas
Frame/ kawat penutup : Berfungsi sebagai pelindung baling baling kipas dari barang
atau benda yang masuk.
Tiang dan dudukan kipas : Berfungsi sebagai penyangga rumah motor, motor kipas dan
baling baling
Switch ON/OFF : Berfungsi untuk menyalakan, mematikan dan mengontrol kecepatan
baling baling

PRINSIP KERJA KIPAS ANGIN


Adanya arus bolak-balik masuk menuju kipas angin.
Dalam kipas angin terdapat motor listrik yang mengubah energi listrik menjadi
energi gerak.
Kumparan besi di dalam motor listrik yang terletak pada bagian yang bergerak
beserta sepasang pipih berbentuk magnet U pada bagian yang diam.
Adanya listrik yang mengalir pada lilitan kawat di dalam kumparan besi membuat
kumparan besi tadi menjadi sebuah magnet.
Karena sifat magnet yang saling tolak menolak pada kedua kutubnya maka gaya
tolak menolak magnet antara kumparan besi di dalam motor listrik dan sepasang
magnet tersebut membuat gaya berputar secara periodik pada kumparan besi
tersebut.
Oleh karena baling-baling kipas angin dikaitkan ke poros kumparan tersebut. Ada
penambahan tegangan listrik pada kumparan besi dan menjadi gaya kemagnetan
yang ditujukan untuk memperbesar hembusan angin pada kipas angin.

MESIN CUCI
Mesin cuci bekerja dengan menggunakan tenaga
mekanik dari motor untuk menggerakkan screw
pulsator pada bak cuci dan dan memutar bak peras/
penggering. Motor yang digunakan pada bak
pencucian adalah motor dengan kecepatan rendah
sedangkan untuk bak peras/ pengering
menggunakan motor dengan kecepatan tinggi.

POMPA AIR
Saat keran dibuka, maka air keluar karena masih
ada tekanan sisa di dalam pipa dan juga dalam
akumulator. Seiring kuantitas air yang keluar maka
tekanan tersebut akan turun dan dirasakan oleh
pressure switch. Pada akhirnya kontak arus listrik
dari pressure switch akan bekerja dan membuat
motor start dan pompa air berputar sehingga air
tanah dihisap dan dikeluarkan dengan tekanan
tertentu. Saat keran ditutup, maka mesin pompa air
tidak langsung stop seketika karena air tersebut
terkumpul dalam pipa hingga akumulator, hingga
mencapai tekanan tertentu yang membuat pressure

SELESAI
TERIMA KASIH