You are on page 1of 14

ERITRASM

A
LLUTHFAN DIO S B
1310211089

DDefinisi
Adalah suatu infeksi dangkal kronik yg
biasanya menyerang daerah daerah yg
berkeringat banyak

Penyebab &
Epidemiologi
Penyebab : Corynebacterium
minutissimum
Umur : dewasa muda
Jenis kelamin : frekuensinya sama pada
pria dan wanita

Corynebacterium
minutissimum
Kingdom:Bacteria
Phylum:Actinobacteria
Class:Actynobacteria
Ordo:Actinomycetes
Familia:Corynebacteriaceae
Genus:Corynebacterium
Spesies:corynebacterium-minutissimum

Faktor Faktor yang


Mempengaruhi Timbulnya
Penyakit
Bangsa / ras : orang orang yg banyak
berkeringat, kegemukan, peminum alkhohol,
dan debilitas lebih sering terkena penyakit
ini
Daerah / musim / iklim : daerah beriklim
panas lebih sering daripada daerah dingin
Kebersihan / higiene : higiene buruk
berperan penting dalam menimbulkan
penyakit
Lingkungan : panas dan lembab
mempermudah timbulnya penyakit

Corynebacterium
minutissimum
Bakteri ini adalah bakteri gram positif
Bakteri ini tidak membentuk spora dan merupakan
basil yang bersifat aerob atau anaerob yang
fakultatif.
Corynebacterium minitussismum merupakan flora
normal di kulit yang dapat menyebabkan infeksi
epidermal superfisial pada keadaan-keadaan
tertentu.
Corynebacterium minutissimum dalam siklus
hidupnya tidak membutuhkan inang jadi
penularannya langsung dari manusia ke manusia.
Berkembang biak dalam darah dengan baik pada
suhu 35 -37C

Gejala Penyakit
Lokalisasi : lipat paha bagian dalam
sampai skrotum, aksila, dan
intergluteal
Efloresensi / sifat sifatnya : eritema
luas berbatas tegas dengan skuama
halus dan terkadang erosif

Gambaran
Histopatologi
Hiperkeratosis, parakeratosis,
akantosis, serta pelebaran ujung
ujung pembuluh darah dan serbukan
sel sel polinuklear

Pemeriksaan
Laboratorik
1.Sedian langsung kerokan kulit
dengan pewarnaan gram :
tampak batang gram positif
2.Sinar wood : fluoresensi merah
bata

Diagnosis Banding
1.Tinea kruris : biasanya gatal dengan
papula papula eritematosa
2.Kandidiasis : eritema dengan lesi
satelit, erosi

Penatalaksanaan
Mencegah agar jangan banyak keringat, serta
menghilangkan faktor faktor pencetus
Sistemik : eritromisin 15 mg/kgBB, 4 kali sehari
selama 5 10 hari
Mekanisme kerja : Kerja dari makrolid ini adalah
berikatan pada ribosome sub unit 50 S dan
mencegah pemanjangan rantai peptida
Dapat juga diberikan tetrasiklin dengan dosis yg
sama memberikan hasil yg baik
Mekanisme kerja : Cara kerjanya adalah
menghambat atau menginhibisi sintesis protein
pada bakteri dengan cara mengganggu fungsi
subunit 30 S ribosom

Prognosis
Baik