You are on page 1of 47

ARTHROPODA

• Kunny kunhertanti
XII IA 2/21
Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah
Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida,
contohnya adalah Peripatus di Afrika Selatan
Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas dan podos
yang berarti kaki. Hewan yang termasuk filum ini mempunyai kaki
CIRI yang beruas-ruas. Misalnya udang, kepiting, laba-laba dan kaki
seribu.
INSECTA

CRUSTACEA

ARACHNIDA

MYRIAPODA

LATIHAN SOAL
1. Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (Abdomen)
2. Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin.
3. Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradaptasi untuk
mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh
4. Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradap- tasi untuk
mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh .
5. Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung)
rongga tubuh.
6. Sistem pernafasan: Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan
yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.
7. Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.
8. Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata
tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta) dan
statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.
9. Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.
10. Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi kebanyakan internal (di dalam tubuh).
Insecta disebut juga serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari
kata heksa yang artinya enam (6) dan kata podos yang berarti kaki. Insecta
mempunyai ciri khas yaitu berkaki 6 (tiga pasang). Diperkirakan oleh para
ahli zoologi, insecta mempunyai jumlah lebih dari 70.000 jenis. Insecta
berhabitat hampir di seluruh bagian biosfer, kecuali di laut.
CIRI

ORGAN

KLASIFIKASI

KEUNTUNGAN

KERUGIAN INSECTA
Tubuh insecta beruas-ruas, terdiri atas segmen kepala (cephalo), dada
(toraks) dan perut (abdomen). Kepala insecta terdiri atas satu segmen
yang sebenarnya merupakan persatuan dari enam segmen. Pada bagian
kepala terdapat :
A. Sepasang mata faset (majemuk), yaitu mata yang memiliki
beberapa ommatidia (mata tunggal)
B. Sepasang antena/alat peraba.
C. Tiga pasang alat mulut, yaitu : rahang muka, rahang tengah,
rahang belakang

Dada (toraks) terdiri dari tiga segmen, yaitu


prototoraks, mesotoraks dan metatoraks. Pada
bagian dada terdapat tiga pasang kaki yang
beruas-ruas. Pada beberapa insecta, di bagian
kakinya terdapat keranjang serbuk sari. Pada
umumnya insecta mempunyai dua pasang
sayap.
Menurut tipe mulutnya, Insecta digolongkan menjadi empat (4)
tipe mulut, yaitu :
a) mulut menggigit dan mengunyah, misalnya jangkrik dan
berbagai macam belalang.
b) mulut menggigit dan menjilat, misalnya berbagai macam
lebah.
c) mulut menusuk dan mengisap, misalnya nyamuk.
d) mulut mengisap, misalnya kupu-kupu
Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula),
rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir
bawah (labium).
Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya
yakni:
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)
b. kaki untuk meloncat (belalang)
c. kaki untuk berenang (kumbang air)
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)
Sistem Organ Keterangan

Sistem Organ pernapasan berupa trakea berspirakel yang


terletak di kanan-kiri pada tiap ruas, sebagian larva
pernapasan bernapas dengan insang trakea pada bagian perutnya.
Sistem Sistem pencernaan makanan pada beberapa jenis
pencernaan serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung
makanan depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus dan anus
(dubur). Makanan dicerna secara mekanis di lambung
otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar.
Sistem Tipe sistem peredaran darahnya adalah terbuka
peredaran (lakunair), tidak mempunyai pembuluh balik (vena).
Darah tak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak
darah mengangkut oksigen atau karbondioksida tetapi hanya
berfungsi mengangkut makanan
Sistem syarafnya disebut tangga tali dengan penerima
Sistem syaraf rangsangan berupa :
a. mata faset (majemuk)
b. antena
c. alat pembuat suara (misalnya pada Orthoptera dan
Hemiptera) dan alat pendengar.
d. alat yang menimbulkan cahaya (kunang-kunang)
Sistem Keterangan
Organ
Sistem
Pengeluaran zat sisa melalui pembuluh Malpighi.
ekskresi
Sistem Insecta kadang-kadang mengalami
partenogenesis maupun paedogenesis. 1. Metamorfosis tak Sempurna.
reproduksi Partenogenesis ialah perkembangan embrio
tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya Telur  hewan muda (nimfa) 
lebah. Sedangkan paedogenesis ialah hewan dewasa (imago)
partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva, Contoh : Jangkrik, belalang
misalnya Diptera. Dalam perkembangan menuju
dewasa, Insecta mengalami perubahan bentuk 2. Metamorfosis Sempurna
luar dan dalam dari fase telur ke tingkat dewasa Telur  Larva (Ulat)  kepompong
yang disebut metamorfosis. Fertislisasinya (pupa)  hewan dewasa (imago)
internal, artinya pembuahan sel telur oleh
spermatozoid berlangsung di dalam tubuh induk Contoh : Kupu-kupu
betina.
Kelas Sub Kelas Ordo

Thysanura

Collembola

Apterygota Protura
(tak bersayap)
Lepidoptera

Endo- Siphonoptera
Insecta
pterygota Hymenoptera

Coleoptera
Pterygota
(bersayap)
Odonata

Ekso- Isoptera
pterygota
Plecoptera

Dermaptera
Berdasarkan metamorfosisnya, serangga dibedakan atas dua
kelompok, yaitu: Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna) dan
Holometabola (metamorfosis sempurna).

HEMIMETABOLA HOLOMETABOLA

ISOPTERA NEUROPTERA

ORTHOPTERA LEPIDOPTERA

ODONATA DIPTERA

HEMIPTERA COLEOPTERA

HOMOPTERA SIPHONOPTERA
Klik Ordo yang dikehendaki untuk
keterangan lebih lanjut HYMENOPTERA
Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di
dalam satu spesies terdapat bermacam-
Ciri-ciri Ordo Isoptera / Archyptera (sayap tipis): macam bentuk dengan tugas yang
Metamorfosis tidak sempurna. berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam
koloni ini terjadi pembagian tugas kerja,
Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama yaitu:
bentuknya.
 Ratu, yakni laron (rayap betina fertil).
Kedua sayap tipis seperti jaringan / selaput.
Biasanya tubuh gemuk dan tugasnya
ipe mulut menggigit. adalah bertelur.
Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)
 Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil),
tugasnya melestarikan keturunan.
 Serdadu, rayap yang bertugas memper-
tahankan sarang dan koloni dari
gangguan hewan lain.
 Pekerja, rayap yang bertugas memberi
makan ratu dan raja, serta menjaga
sarang dari kerusakan. Sifat rayap
pekerja dan rayap serdadu bersifat
steril.
Ciri-ciri Ordo Orthoptera (sayap lurus) :
 Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal
dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis
berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak
pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai
belakangnya yang lebih kuat dan besar.
 Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai
belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik
betina atau mengusir saingannya.
 Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan
dapat digunakan untuk meletakkan telur.
 Tipe mulut menggigit.

Contoh:
 Belalang (Dissostura sp)
 Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
 Belalang sembah (Stagmomantis sp)
 Kecoak (Blatta orientalis)
 Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
 Jangkrik (Gryllus sp)
Ciri-ciri Ordo Odonata:
 Mempunyai dua pasang sayap
 Tipe mulut mengunyah
 Metamorfosis tidak sempurna
 Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
 Antenanya pendek
 Larva hidup di air
 Bersifat karnivora

Contoh:
 Capung (Aeshna sp)
 Capung besar (Epiophlebia)
Ciri-ciri Ordo Hemiptera (bersayap stengah):
Mempunyai dua pasang sayap, sepasang
tebal dan sepasang lagi seperti selaput.
Tipe mulut menusuk dan mengisap
Metamorfosis tidak sempurna.

Contoh :
Walang sangit (Leptocorixa acuta)
Kumbang coklat (Podops vermiculata)
Kutu busuk (Eimex lectularius)
Kepinding air (Lethoverus sp)
Ciri-ciri Ordo Homoptera (bersayap sama) :
Tipe mulut mengisap
Mempunyai dua pasang sayap
Metamorfosis tidak sempurna.
Sayap depan dan belakang sama, bentuk
transparan.

Contoh :
Tonggeret (Dundubia manifera)
Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
Wereng coklat (Nilapervata lugens)
Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
Kutu daun (Aphid sp)
Ciri-ciri Ordo Neuroptera (sayap jala) :
Tipe mulut menggigit
mempunyai dua pasang sayap yang urat-
uratnya berbentuk seperti jala.
Mengalami metamorfosis sempurna

Contoh :
Undur-undur
Ciri-ciri Ordo Lepidoptera ( sayap sisik) :
 Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
 Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup:
telur – larva – kepompong (pupa) – imago
 Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu:
a. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari
luar
b. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
 Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa
belalai yang dapat dijulurkan.
Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:
a.Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)
Contohnya:
•Hama kelapa (Hidari irava)
•Hama daun pisang (Erlonata thrax)
•Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
b.Sub ordo Heterocera (kupu malam/ ngengat)
Contohnya:
•Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
•Kupu ulat sutra (Bombyx mori)
•Ulat jengkol (Plusia signata)
Ciri-ciri Ordo Diptera (sayap sepasang):
 Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu
pasang sayap belakang berubah menjadi alat
keseimbangan yang disebut halter.
 Mengalami metamorfosis sempurna.
 Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap
atau menjilat dan mengisap, membentuk alat Contohnya:
mulut seperti belalai disebut probosis. Lalat (Musca domestica)
Nyamuk biasa (Culex natigans). Larvanya
tegak dengan permukaan air, jika hinggap
tidak menungging.
Nyamuk Anopheles (vektor penyakit
malaria). Larvanya sama rata dengan
permukaan air, jika hinggap menungging.
Aedes aegypti (inang virus demam
berdarah). Larvanya berkedudukan tegak di
permukaan air.
Ciri-ciri Ordo Coeleoptera (sayap perisai):
 Mengalami metamorfosis sempurna.
 Mempunyai dua pasang sayap.
 Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat
tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang
seperti selaput.
 Tipe mulut menggigit.

Contoh:
o Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros)
menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa
sawit dan lain-lain.
o Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
o Kumbang beras (Calandra oryzae)
Ciri-ciri Ordo Siphonoptera (pinjal):
 Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat
kuat dan berguna untuk meloncat.
 Mempunyai mata tunggal.
 Tipe mulut mengisap.
 Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan
antara kepala – dada dan perut tidak
jelas).
 Metamorfosis sempurna.

Contoh:
 Pinjal manusia (Pubex irritans).
 Pinjal anjing (Ctenocephalus canis).
 Pinjal kucing (Ctenocephalus felis).
 Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal
pada tikus dapat menularkan kuman pes /
sampar.
Ciri-ciri Ordo Hymenoptera (sayap selaput):
 Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
 Tipe mulut menggigit dan menjilat.
Contoh:
 Apis indica (lebah madu, biasa dipelihara manusia)
 Apis dorsata (lebah madu yang hidup di lubang
kayu)
 Apis melifera (lebah madu terbesar, biasa disebut
lebah gung)
 Oecophyla smaragdina (semut rangrang)
Pembagian tugas dalam masyarakat Hymenoptera
adalah sebagai berikut :
o Ratu, hewan betina fertil tugasnya bertelur.
o Raja, hewan jantan terjadi karena partenogenesis
(telur yang tak dibuahi oleh sperma jantan) dan
bertugas mengawini ratu. Setelah kawin lebah
jantan diusir dari sarang dan kemudian mati.
Sementara itu ratu telah menyimpan spermatozoid
di dalam spermateka.
o Pekerja, adalah betina mandul yang berasal dari
telur yang dibuahi sperma. Tugasnya menyediakan
makanan, memberi makan larva ratu, membuat
sarang dan membersihkan sarang.
1. Insecta yang menguntungkan :
a. Insecta terutama golongan kupu-kupu dan
lebah sangat membantu para petani karena
dapat membantu proses penyerbukan pada
bunga.
b. Insecta dibudidayakan karena dapat
menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis
mellifera).
c. Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera
membuat kepompong yang dapat
menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).
d. Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva
lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara
musiman.
e. Merupakan mata rantai makanan yang amat
penting bagi kehidupan.
f. Beberapa Insecta tanah berperan sebagai
“predator alami".
1. Insecta yang merugikan :
a. Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti
tifus, kolera dan disentri oleh lalat dan kecoak.
Penyakit demam berdarah dan malaria di sebarkan
oleh nyamuk.
b. Merusak tanaman budidaya manusia, misal:
belalang, kumbang kelapa, ulat.
c. Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal:
Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit
virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap
cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi
puso.
d. Parasit pada manusia (mengisap darah), misal:
nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk.
e. Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung,
kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang
beras, kepik.
f. Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak
maupun ikan.
g. Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang
kayu dan rayap.
Dalam bahasa Latin, crusta berarti cangkang. Crustacea disebut juga
hewan bercangkang. Telah dikenal kurang lebih 26.000 jenis Crustacea
yang paling umum adalah udang dan kepiting. Habitat Crustacea sebagian
besar di air tawar dan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat.

CIRI

ORGAN

KLASIFIKASI

PERANAN

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
MAPEL BIOLOGI KELAS X SEMESTER II
SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG
Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala
dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung
depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung
belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut,
yaitu:

1. 2 pasang antena
1. 1 pasang mandibula, untuk
menggigit mangsanya
2. 1 pasang maksilla
3. 1 pasang maksilliped

Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan


makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen)
dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.
Sistem Organ Keterangan
Makanannya berupa bangkai atau tumbuhan dan hewan lain. Namun ada juga yang
bersifat parasit pada organisme lain. Alat pencernaannya terdiri atas tiga bagian,
yaitu :
a. Tembolok
b. Lambung otot
Sistem c. Lambung kelenjar
pencernaan Di dalam perut Crustacea terdapat gigi-gigi kalsium yang teratur berderet secara
longitudinal. Selain gigi kalsium ini terdapat pula batu-batu kalsium gastrolik yang
makanan berfungsi mengeraskan eksoskeleton (rangka luar) setelah terjadi eksdisis
(penegelupasan kulit). Urutan pencernaan makanannya dimulai dari mulut,
kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus dan anus. Hati (hepar)
terletak di dekat lambung. Sisa-sisa metabolisme tubuh diekskresikan lewat kelenjar
hijau.
Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka karena beredar
Sistem peredaran tanpa melelui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin (Hb) melainkan
darah hemosianin yang daya ikatnya terhadap oksigen rendah.
Crustacea bernapas umumnya dengan insang, kecuali yang bertubuh sangat kecil
Sistem respirasi / dengan seluruh permukaan tubuhnya dan memiliki sebuah jantung untuk memompa
pernapasan darah.
Alat indera berupa sepasang mata majemuk (faset) bertangkai yang berkembang
Alat indera dan dengan baik. Alat pencium dan peraba berupa dua pasang antena. Sistem syarafnya
sistem syaraf berupa tangga tali. Pada sistem syarafnya terjadi pengumpulan dan penyatuan
ganglion dan dari pasangan-pasangan ganglion keluar syaraf yang menuju ke tepi.
Sistem reproduksinya bersifat diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara
Sistem reproduksi eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan
bersilia.
Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan menjadi 2
subkelas, yaitu : Entomostraca (udang tingkat rendah) dan
Malacostraca (udang tingkat tinggi)

ENTOMOSTRACA MALACOSTRACA

BRANCHIOPODA ISOPODA

OSTRACODA STOMATOPODA

COPEPODA DECAPODA

CIRRIPEDIA

Klik Ordo yang dikehendaki untuk


keterangan lebih lanjut
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun
zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak
dengan antena.
Contoh: Argulus indicus, Cyclops.
Hidup di air laut dan air tawar, dan merupakan plankton dan parasit,
segmentasi tubuhnya jelas.
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina.
Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup
di laut melekat pada batu atau benda lain.
Cirripedia ada yang bersifat parasit
Cara hidup Cirripedia beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel
yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut
atau mengapung di laut.
Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama.
Contoh:
- Onicus asellus (kutu perahu)
- Limnoria lignorum
Keduanya adalah pengerek kayu.
Contoh: Squilla empusa (udang belalang).
Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang
mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan
dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.
Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh
kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi
kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang
kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.
Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh
mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki
sepuluh. Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut.
Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal, antara lain:
1) Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan
kepiting.
2) Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber
makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.
Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:
1) Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.
2) Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.
3) Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.
Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak.
Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan
dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat
hidupnya adalah di darat.

CIRI

ORGAN

KLASIFIKASI

PERANAN

BIO RISET ARACHNIDA

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
MAPEL BIOLOGI KELAS X SEMESTER II
SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG
Tubuh bersegmen terdiri atas sefalotoraks
serta abdomen yang tak beruas. Di
bagian sefalotoraks terdapat organ-
organ berikut ini :
1. Empat (4) pasang kaki
2. Delapan (8) buah mata sederhana di
bagian depan
3.Satu (1) pasang kalisera (taring pisau
mengandung racun berbentuk gunting
atau catut untuk melumpuhkan mangsa)
4.Sepasang pedipalpus yang berfungsi
sebagai indera, tangan maupun alat untu
melakukan kopulasi.
5.Suatu organ di depan anus yang
menghasilkan sutera disebut spinerets.

Alat gerak Arachnida berupa empat pasang


kaki dan satu pasang pedipalpus untuk
memegang makanan.
Sistem
Keterangan
Organ
Sistem Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan
respirasi
Makanan ditangkap dengan jaring tepi dan ada pula yang diisap dari inangnya
oleh Arachnida yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-
Sistem
turut mulai dari mulut --> perut --> usus halus --> usus besar --> kantung -->
Pencernaan
feses --> anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang
terletak dibagian depan dan hati di bagian abdomen.
Sistem Sistem peredaran darahnya terbuka dan menggunakan jantung pembuluh serta
peredaran arteri. Jantung pembuluh terdiri dari kantung otot yang memiliki ostium di
darah setiap ruas
Sistem Sistem syarafnya berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem
syaraf syaraf tangga tali.
Alat indera terdiri atas delapan buah mata sederhana dan sepasang pedipalpus
Alat indera
yang fungsinya mirip antena.
Reproduksi terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma
Sistem
yang terjadi dalam tubuh betinanya (fertilisasi internal). Hewan jantan dan
reproduksi
betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar.
Arachnida dibagi menjadi 3 ordo :
1. Scorpionida
Contohnya:
- Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
- Ketonggeng (Buthus)
Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.
2. Arachnoida
Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain :
- Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
- Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
- Laba-laba penjerat (di Malaysia)
- Laba-laba pemburu (di Meksiko)
- Laba-laba srigala
- Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa
- Tarantula (Rhechostica hentz)

3. Aracina
Acarina dipelajari dalam Acarologi, contohnya:
- Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
- Caplak unggas (Dermanyssus)
- Caplak sapi (Boophilus annulatus)
- Tungau (Dermacentor sp.)
Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga
terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak
hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan
Acarina misalnya:

a. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia


b. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak
domba, kelinci, kuda.
c. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang
anjing dan kucing.
Amatilah bagaimana laba-laba membuat sarang. Biasanya sore
hari. Apa saja fungsi benang sutera sarangnya itu ? Abadikan
pengamatan Anda dengan memfotonya.
Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan
tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua
pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan
abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan
habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah,
misal kebun dan di bawah batu-batuan.
CIRI

ORGAN

KLASIFIKASI

PERANAN

BIO LAB MYRIAPODA

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
MAPEL BIOLOGI KELAS X SEMESTER II
SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG
Tubuh terdiri atas kepala (cephalo) dan perut
(abdomen) tanpa dada (toraks), dan beruas-
ruas, terdiri atas ± 10 hingga 200 segmen.
Dibagian kepala terdapat satu pasang antena
sebagai alat peraba dan sepasang mata
tunggal (ocellus). Penambahan jumlah segmen
terjadi pada tiap pergantian kulit.
Alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda adalah satu
pasang kaki di tiap segmen perut kaki, sedangkan pada
Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen
perut, kecuali segmen terakhirnya. Eksoskeleton terdiri dari
kulit keras dari zat kitin yang berfungsi melindungi alat-alat
dalam, tempat melekatnya otot dan memberi bentuk tubuh.
Zat kitin tidak larut dalam air, alkohol, alkalis, asam maupun
getah pencernaan hewan lain. Kulit kitin yang tipis terletak
pada perbatasan antara dua segmen, yaitu di bawah kulit
kitin yang tebal. Dengan adanya kulit kitin yang tipis inilah
maka hewan ini dapat bergerak leluasa. Kulit kitin ini
mengalami eksdisis
Sistem Organ Keterangan
Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda
Sistem
bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen pertama, sedangkan
pencernaan
Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan.
Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di
Sistem
kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap
respirasi
ruasnya.
Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasiberupa
jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh.
Pada Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada
Sistem
Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Darah tidak berwarna
peredaran
merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin
darah
yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap
segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang
mengambil bagian dalam peredaran darah).
Sistem Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang bertugas
ekskresi mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N).
Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang
Sistem syaraf berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat
peraba.
Sistem Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma
reproduksi (fertilisasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.
Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua
subkelas, yakni:
Ciri-cirinya :
Kelas Chilopoda # Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang
Contoh: kelabang : Lithobius beruas-ruas (15 –173 ruas). Tiap ruas memiliki satu
pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala
forticatus dan Scolopendra dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang
morsitans. kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped)
yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada
kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri
atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.
Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta,
mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga
bersifat karnivora.
# Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya
dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah
saluran malphigi.
# Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-
cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap
ruas.
# Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan
tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut
Sentipede.
Kelas Diplopoda
Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)

Ciri-cirinya Diplopoda:
# Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100
segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen
(ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak
mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke
tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi
sebagai organ kopulasi.
# Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek,
dua kelompok mata tunggal.
# Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak
mengandung tumbuhan yang telah membusuk.
# Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
# Alat respirasi dua buah saluran Malpighi
Myriapoda dapat dikatakan tidak
memberi keuntungan bagi manusia,
bahkan ada beberapa yang
dianggap mengganggu meski tidak
membahayakan. Namun Myriapoda
ternyata mempunyai andil dalam
memecah bahan-bahan organik
atau serasah untuk membentuk
humus. Serasah ialah lapisan daun
dan ranting-ranting di dasar hutan
atau kebun. Proses penghancuran
serasah tidak langsung ditangani
mikroorganisme, karena
mikroorganisme justru menguraikan
kotoran hewan-hewan.