You are on page 1of 22

ASUHAN KEPERAWATAN

KO MUNITAS RW 10 ,
KOTA BAMBU,JAKARTA
BARAT
KELOMPOK : II
lukman, Ketut arya, Lalan H, Lestari H,
Ikom S, Rakhmat B, Nuraini, Selly S, M
Nurdin, N Esih, R Evi siti M,Rinii E, Siti
Maulia, Rika A, Neneng SF, Rina W

DATA DEMOGRAFI
Jenis

kelamin
laki-laki
: 402 jiwa (51,5 %)
Perempuan
: 377 jiwa (48,4%)
Agama
Islam
: 663 jiwa (85,1%)
Kristen katolik : 47 jiwa ( 6%)
Budha
: 30 jiwa (3,9%)
Kristen protestan : 39 ( 5%)

Cont,,,
Pekerjaan

Tidak bekerja : 45 kk (20,5 %)


Pensiun
: 9 kk ( 4,1 % )
Karyawan
: 41 kk (18,6%)
Wiraswasta : 65 kk(29,5%)

CONT
Pendidikan

Belum sekolah
: 68 jiwa (8,7 % )
Tidak tamat SD
: 12 jiwa (1,5% )
SD
: 218 ( 28 % )
SMP
: 180 jiwa (23,1% )
SMA
: 276 jiwa (35,4%)
PT
: 25 jiwa ( 3,2 % )

CONT
Pendapatan

> ump :109 kk (49,5%)


< ump : 65 kk ( 29,5%)
Tidak tetap
: 46 kk (20,9%)

Data penyakit berdasarkan usia


1. Bayi dan balita
Ispa
: 24 jiwa (35,3%)
Diare
: 8 jiwa (11,8%)
Tbc
: 5 jiwa (7,4%)
Sehat: 21 jiwa ( 30,9 % )
Kurang Gizi : 10 Jiwa ( 14,7
%)

Cont
2. Anak usia sekolah
* Karies gigi : 25 jiwa (40,3%)
* Ispa
: 19 jiwa (30,6%)
* Pruritus
: 2 jiwa (3,2%)
3. Remaja
* Anemia
: 32 jiwa (33,3%)
* Gastritis : 28 jiwa ( 29,2%)
* Tidak ada keluhan : 36 jiwa (37,55)

CONT
4. Lansia
* Rematik
:21 jiwa (31,3%)
* Diabetes
: 17 jiwa (25,4%)
* Hipertensi
: 22 jiwa (32,8%)
* Tbc
: 4 jiwa (4%)
* Sehat
: 3 jiwa ( 4,5 % )

GAYA HIDUP PADA BAYI DAN


BALITA
a. M

enimbang bayi :
* Rutin
: 51 jiwa (75 %)
* Tidak rutin : 17 jiwa (25%)
b. Pola makan
* 3 kali / hari : 38 jiwa (55,9%)
* < 3 kali/ hari : 30 jiwa (44,1%)
c. Makanan tambahan
* Tidak diberikan
: 15 jiwa (22,1%)
* Belum diberikan : 15 jiwa (22,1%
d. ASI eksklusif
* Diberikan : 12 jiwa (17,6%)
* Tidak ekslusif : 56 jiwa (82,4%)

CONT
e. Porsi makan
* Habis : 18 jiwa (26,6%)
* Tidak
: 50 jiwa (73,5%)
f. Pengetahuan ibu ttg gizi bayi dan
balita
* < baik : 45 jiwa (66,2%)
* Baik : 23 jiwa (33,8%)

CONT
2. Anak usia sekolah
a. Kebiasaan jajan
suka
: 44 jiwa (71%)
tidak : 18 jiwa (29%)
3. remaja
a. Kebiasaan nongkrong
nongkrong : 40 jiwa (41,7%)
tidak : 56 jiwa (58,3%)
b. Merokok
merokok : 56 jiwa (58,1%)
tidak : 40 jiwa (41,7 )
c. Pengetahuan remaja ttg dampak narkoba/miras/gaul bebas
baik : 56 jiwa (58,3%)
kurang
: 40 jiwa (41,7%)

CONT

d. Informasi ttg kesehatan


Belum didapat
: 71 jiwa (74%)
Pernah
: 25 jiwa (26 %)
Kebiasaan cuci tangan warga
Tidak biasa
: 453 jiwa (58,2%)
Biasa
: 326 jiwa (41,8%)
lingkungan
Sinar matahari masuk : 78 kk (35,5%)
Tidak masuk
: 142 kk (64,5%)

Penggunaan

fasilitas pelayanan

kesehatan
Puskesmas
:39 jiwa (17,7%)
Dokter
: 14 jiwa (6,4 %)
Obat warung
: 108 jiwa (49,1%)
Dibiarkan
: 59 jiwa (26,8%)

Masalah
A.

Resiko tinggi penyebaran ispa pada bayi


dan balita di RW 10 kelurahan kota bambu
jakbar berhubungan dengan kurangnya
informasi tentang kesehatan yang ditandai
dengan informasi yang belum di dapat 74
% (71jiwa), 66,2 % ( 45 jiwa ) ibu balita
kurang pengetahuan tentang gizi, 58,2%
( 56 jiwa) tidak biasa cuci tangan, sinar
matahari tidak masuk rumah 64,5% ( 142
KK )

CONT
B.Resiko tinggi terjadinya kurang gizi pada
balita. di RW 10 Kel. Kota bambu
berhubungan dgn kurangnya
pengetahuan kesehatan yg ditandai dgn
82.4 % (56 jiwa) tdk memberikan ASI
scra eklusiif, 73,5 % (50 jiwa) balita
tidak menghabiskan porsi makanannya,
22,1% (15 jiwa) balita tdk diberi
makanan tambahan, 14,7 % ( 10 jiwa )
kurang gizi, 75 % ( 51 Jiwa ) rutin
menimbang

CONT
C.Resiko terjadinya kenakalan remaja di.
RW 10 Kel. Kota bambu Jak Bar b.d.
Kurangnya pengetahuan ttg dampak
miras, narkoba,pergaulan bebas ditandai
dg 41,7% (40 jiwa) pengetahuan yang
kurang baik, remaja kebiasaan nongkrong
41,7 % ( 40 jiwa), kebiasaan merokok
58.3% ( 56 jiwa )

CONT
D. Resiko tinggi terjadinya caries gigi
pada anak usia sekolah di RW 10 Kel kota
bambu JakBar bd kurangnya informasi
tentang kesehatan dan penggunaan
fasilitas pelayanan kesehatan di tandai
dengan caries gigi anak usia sekolah
40,3%, kebiasaan jajan 71%,informasi
yang belum di dapat sebanyak 74%,
penggunaan puskesmas 17,7% dan
dokter 6,4%

CONT
E. Resiko tinggi terjadinya penyakit
Hypertensi pada lansia di RW 10 Kel Kota
Bambu Jak Bar bd kurangnya informasi
tentang kesehatan dan penggunaan
fasilitas dan pelayanan kesehatan di
tandai dengan hypertensi lansia 32,8%,
informasi kesehatan yang belum di dapat
74%, penggunaan puskesmas 17,7% dan
dokter 6,4%

CONT
F. Resiko tinggi terjadinya anemia pada
anak usia remaja di RW 10 Kel Kota
Bambu Jak Bar bd kurangnya informasi
tentang kesehatan dan penggunaan
fasilitas pelayanan kesehatan di tandai
dengan anemia pada usia remaja 33,3%,
informasi kesehatan yang belum di dapat
74%, penggunaan puskesmas 17,7% dan
dokter 6,4%

SKORING
d
x

Ses
uai
per
an
CHN

Resi
ko
terj
adi

Resi
ko
para
h

pote
nsi
untu
k
pen
kes

Min
at
mas
yara
kat

Ses
uai
prog
ram
pem
erin
tah

Kem
ung
kina
n
diat
asi

tem
pat

dan
a

wak
tu

fasil
itas

petu
gas

Tota
l
scor
e

50

43

40

SKORING
d
x

Ses
uai
per
an
CHN

Resi
ko
terj
adi

Resi
ko
para
h

pote
nsi
untu
k
pen
kes

Min
at
mas
yara
kat

Ses
uai
prog
ram
pem
erin
tah

Kem
ung
kina
n
diat
asi

tem
pat

dan
a

wak
tu

fasil
itas

petu
gas

Tota
l
scor
e

46

42

40

n
o

dx

Kegia Sasara wakt


tan
n
u

temp sumb Nara Pena


at
erdan sum ngun
a
ber
g jwb

Resiko tinggi
penyebaran
ispa pada bayi
dan balita di
kelurahan galur
johor baru
jakpus
berhubungan
dengan
kurangnya
informasi
tentang
kesehatan
yang ditandai
dengan 66,2 %
ibu balita
kurang
pengetahuan
tentang gizi,
58,2% tidak
biasa cuci
tangan, sinar
matahari tidak
masuk 35,5%.

Penkes
kepada
keluarga
binaan
ttg
informasi
kesehata
n,kebersi
han
lingkung
an dan
cuci
tangan

balai
warga
masyara
kat

Memotiv
asi
keluarga
untuk
menjaga
kebersih
an
lingkung
an
Memasa
ng poster
ttg
kebersih
an
lingkung
an dan

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawata
n selama 5
minggu
diharapkan
1. Pengeta
huan
masyara
kat ttg
informas
i
kesehat
an,
kebersih
an
lingkung
an
meningk
at
2. Masyara
kat
termotiv
asi
untuk
menjaga
lingkung
an dan
cucitang
an

Semingg
u 2 kali
yaitu
Senin
dan
kamis
sore

Swadaya
masyarak
at

Mahasis
wa umj

Ketua rw