You are on page 1of 21

MENIERE DISEASE

Definisi

Penyakit Meniere adalah gangguan dengan suatu pembengkakan


rongga endolimfatik. Proses patologik ini disebut sebagai hidrops
(leavine, 1997)
1938 Hallpike dan Caim menemukan hidrops endolimfa di tulang
temporal pasien (Hadjar,2007)

Prosieper Meniere pada 1861

Epidemiologi

(leavine, 1997)

<

ETIOLOGI

??? Menieres disease = Idiopathic


Gangguan biokimia cairan
endolimfa dan gangguan klinik pada
membran labirin
Diduga terkait faktor:
Anatomi sakus endolimfatikus
lebih kecil, lebih sedikit epitel
tubular absorbtif,duktus
vestibularis lebih kecil

Infeksi

Imunologi

(Hadjar,2007)

PATOFISIOLOGI
Hidrops yang terjadi mendadak dan hilang timbul
diduga disebabkan oleh :
1. Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung
arteri,
2. Berkurangnya tekanan osmotik didalam kapiler,
3. Meningkatknya tekanan osmotik ruang
ekstrakapiler,
4. Jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat,
sehingga terjadi penimbunan cairan endolimfa
(Hadjar,2007)

PATOFISIOLOGI

pembengkakan
pada kompartemen
endolimfatik

penonjolan keluar
dari labirin
membranasea
pada kanal
ampula
tingginya tekanan
endolimfatikus.

ruptur
membran
Reissner

gangguan
terhadap
krista
Tinitus dan
perasaan penuh di
dalam telinga

endolimfe
bercampur
dengan
perilimfe
Pelebaran skala media
dimulai dari bagian apeks
kemudian ke bagian tengah
dan basal koklea

Tuli sensorineural
nada rendah
(Hadjar,2007)

Pembesaran skala media. Membran


Reissner tampak teregang hingga ke
tempat perlekatannya pada dinding
posterior koklea (leavine, 1997)

GEJALA KLINIS

1.
2.
3.

Trias atau syndrom meniere


Vertigo
Tinitus
Tuli sensorineural nada rendah

Tanda khusus : Rasa penuh di telinga


(Hadjar,2007)

Berdiri merasa berputarmual dan terus muntah


Vertigo periodik makin lama makin mereda

DIAGNOSIS

DIAGNOSIS
Pemeriksaan
fisik
diperlukan
hanya
untuk
menguatkan diagnosis penyakit ini. Bila dalam
anamnesis terdapat riwayat fluktuasi pendengaran,
sedangkan pada pemeriksaan pendengaran terdapat
tuli sensorineural, maka kita sudah dapat
mendiagnosis penyakit Meniere, sebab tidak ada
penyakit lain yang bisa menyebabkan adanya
perbaikan dalam tuli sensorineural, kecuali pada
penyakit Meniere.
Pemeriksaan tes gliserin: untuk tau adanya hidrops
endolimfa
Tes garputala (rinne, webber, swabach)

AAO-HNS (1995)
AMERICAN ACADEMY OF
OTOLARYNGOLOGYHEAD AND NECK
Sangat Pasti
SURGERY
Diagnosa pasti + histopatologi

Pasti
2

episode vertigo 20 menit setiap serangan


Tinitus dan rasa penuh pada telinga

Kemungkinan besar
1

episode vertigo
Audiometri: kehilangan pendengaran
Tinitus dan rasa penuh pada telinga

Kemungkinan kecil
Episodik

vertigo tanpa kehilangan pendengaran


Tuli sensorineural, fluktuatif atau menetap, dengan
disertai gangguan keseimbangan tapi tanpa episode yang
jelas

DIZZINESS
Fisiologik
1.Mabuk gerakan
2.Mabuk angkasa
3.Vertigo ketinggian

Patologik

Vestibuler
(True Vertigo)
Perifer
a. Labirin
1. BPPV
2. Menieres
3. Ototoxik
4. labirinititis
b. Saraf Vestibuler
1. Neuritis
2. neuroma acustikus

Sentral
1. Infark Brainstem
2. Tumor Otak
3. Radang Otak
4. Insufisiensi a
vertebro basiler
5. Epilepsi
6. MS

Non Vestibuler
(Pseudo
Vertigo)
Syncope
1. Aritmia jtg
2. Hipotensi
orotostatik
3. Vasovagal
syncope
4. Hipoglikemia

Diseguilibrian
1. Parkinsons
2. Kel.serebelum
3. Atrofi
mulfisistem

Syncope
1. Ansietas
2. Hiperventilasi
3. Histeria
4. Agoratobia
5. Depresi

PERBEDAAN KLINIS VERTIGO


VESTIBULAR & VERTIGO NONVESTIBULAR
Gejala

Vertigo
Vestibular

Sifat vertigo

Rasa berputar
(true vertigo)

Serangan
Mual/muntah
Ggn pendengaran
Gerakan pencetus
Situasi pencetus

Episodik
(+)
(+)/(-)
Gerakan kepala
(-)

Vertigo Nonvestibular
Melayang, hilang
keseimbangan
Lightheaded
Kontinyu
(-)
(-)
Gerakan obyek visual
Ramai orang, lalu lintas
macet, supermarket

DIAGNOSIS BANDING
tumor N.VIII,

Vertigo

Progresif

Sklerosis

Neuritis

multiple

vestibuler

intensitas sama Tidak


setiap serangan periodik,
vertigo lamalama hilang

BPPV

Tiba2, karena
brubah posisi
kepala, berat
(mual muntah)

(virus)

(Hadjar,2007)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan audiometri
Elektronistagmografi (ENG) dan tes keseimbangan
Elektrokokhleografi (ECOG)

TATALAKSANA

PENATALAKSANAAN

A.
B.

Penatalaksanaan pasien dengan meniere s disease terbagi


atas penanganan secara umum, pada seragan akut dan fase
kronik
Penanganan secara umum Penenangan kecemasan pasien dan
mengatur pola hidup sehat
Penanganan pada serangan akut
Tirah baring
Obat-obatan sedatif vestibular untuk mengurangi vertigo
diantaranya Dimenhydrinate(Dramamine), Promethazine
theoclate(Avomine),Prochlorperazine(stemetil)
Diazepam (Valium atau Calmpose) 5-10 mg(IV) Obat ini
memiliki efek sedatif dan juga penekanan dari nukleus
vestibular medial
Vasodilator :Histamin Drip. Histamin diphosphate 2,75 mg
dicampur kedalam 500 ml glukosa(IV) tetesan lambat.

C. Penanganan pada fase kronis

Obat sedatif vestibular.


Prochlorperazine(stemetil) 10 mg , 3 X sehari, ( 2 Bln) kemudian diturunkan menjadi 5
mg , 3 X sehari pada bulan berikutnya

Vasodilator.
Asam Nikotinik , 50 mg satu jam sebelum makan 3 X sehari .
Betahistine(vertin) 8-16 mg, 3 X sehari

Diuretik.
Furosemid tablet 40 mg,

PENATALAKSANAAN BEDAH

Endolimfe shunt

Terima Kasih