You are on page 1of 42

HIDRAULIKA

TERAPAN DAN
ANGKUTAN SEDIMEN
1

BAGUS ADITYAWAN PH.D.

ALIRAN TERBUKA

ALIRAN TERBUKA

Permukaan bebas (free surface) bersentuhan


dengan gas/udara

Aliran di alam, sungai, banjir, tsunami dll

Aliran buatan, irigasi, drainase dll

Rome, Italy

Rome, Italy
aqueduct

Rome's first aqueduct supplied a water fountain sited at the city's cattle market. By the third century AD, the city had eleven
aqueducts, sustaining a population of over a million in a water-extravagant economy; most of the water supplied the city's many
public baths. Cities and municipalities throughout the Roman Empire emulated this model, and funded aqueducts as objects of
public interest and civic pride, "an expensive yet necessary luxury to which all could, and did, aspire.")
Most Roman aqueducts proved reliable, and durable; some were maintained into the early modern era, and a few are still partly in
use. Methods of aqueduct surveying and construction are noted by Vitruvius in his work De Architectura (1st century BC).

Rome, Italy
aqueduct

Rome's first aqueduct supplied a water fountain sited at the city's cattle market. By the third century AD, the city had eleven
aqueducts, sustaining a population of over a million in a water-extravagant economy; most of the water supplied the city's many
public baths. Cities and municipalities throughout the Roman Empire emulated this model, and funded aqueducts as objects of
public interest and civic pride, "an expensive yet necessary luxury to which all could, and did, aspire.")
Most Roman aqueducts proved reliable, and durable; some were maintained into the early modern era, and a few are still partly in
use. Methods of aqueduct surveying and construction are noted by Vitruvius in his work De Architectura (1st century BC).

Kitakami River
Tsunami of 2011

Severely eroded

Before the 2011 tsunami (6/25/2010)

After the 2011 tsunami (3/14/2010)

Laboratory Experiment

Scale 1:330
8

Laboratory Experiment

Scale 1:330
Water level were measured at various
locations, including sea, river mouth,
river, and land

Results

10

Results
Tsunami intrusion into the river
Experiment

Numerical

Numerical
Experiment

Numerical

Tsunami intrusion into the river


Well comparison between computed results
and experimental data

Experiment

Design

12

1. Pengantar

Aliran dalam saluran dapat berupa aliran saluran terbuka dan aliran pipa.
Aliran dalam saluran terbuka memiliki permukaan bebas yang dipengaruhi
oleh tekanan udara. Sementara aliran pipa terkurung dalam saluran
tertutup yang dipengaruhi oleh tekanan hidrolika.

Gambar 1 Aliran pipa dan aliran saluran terbuka

2. Karakteristik Aliran

Sifat aliran saluran terbuka ditentukan oleh pengaruh kekentalan dan gravitasi
berkaitan dengan gaya-gaya inersia aliran. Tegangan permukaan air dalam
kondisi tertentu dapat mempengaruhi perilaku aliran, biasanya dapat diabaikan.

Pengaruh kekentalan (viskositas), aliran dapat bersifat laminar, turbulen atau


peralihan, tergantung pengaruh kekentalan sehubungan dengan inersia. Aliran
laminar bila gaya kekentalan relatif sangat besar dibandingkan dengan gaya
inersia, sehingga kekentalan berpengaruh besar terhadap perilaku aliran. Aliran
turbulen bila gaya kekentalan relatif kecil dibandingkan dengan gaya inersia.
Sementara aliran peralihan diantara aliran laminar dan aliran turbulen.

Pengaruh kekentalan relatif terhadap iinersia dinyatakan dengan bilangan


Reynolds sebagai berikut:

VL

dimana
V = kecepatan ,

m/det

L = panjang karakteristik, m

= kekentalan kinematik , m2/dt

Aliran saluran terbuka adalah laminar jika bilangan Reynolds R kecil, dan
turbulen bila R besar.

Aliran saluran terbuka adalah laminar jika bilangan Reynolds R kecil, dan
turbulen bila R besar.

500 12500 (Chow, 1995)

Jenis/Klasifikasi aliran pada saluran terbuka berdasarkan perubahan


kedalaman aliran sesuai dengan ruang dan waktu sebagai berikut:

Terhadap waktu, steady / unsteady

Terhadap jarak uniform / varied

A. Aliran steady
1. Aliran seragam Uniform
2. Aliran berubah Varied
a. Aliran berubah lambat laun
b. Aliran berubah tiba-tiba
B. Aliran tidak steady
1. Aliran seragam tidak steady (jarang)
2. Aliran tidak steady (aliran berubah tidak steady)
a. Aliran tidak steady berubah lambat laun
b. Aliran tidak steady berubah tiba-tiba.

Gambar 2.2 Aliran seragam steady dan tdak steady

Open-channel flow

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

Open-channel flow

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

UF GVF

RVF
RVF
GVF

UF GVF
RVF

RVF

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

Rheine River Heidelberg, Germany


Open-channel flow

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow
Cheonggyecheon, Korsel

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow
Sendai, Japan
Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow

Steady flow
Seine River Paris, France
Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady flow

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow
Shiroishi Japan

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow
LAB EXPERIMENTS
Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Varied flow

Unsteady flow

Unsteady
Varied flow

NUMERICAL WORKS
Gradually
Rapidly
Varied flow
Varied
Unsteady
flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

APAKAH KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI


ALIRAN ALIRAN BERIKUT
Open-channel flow

Steady flow

Uniform flow

Rapidly
Varied flow

Unsteady flow

Varied flow

Gradually
Varied flow

Laminar Transisi Turbulent

Unsteady
Varied flow

Rapidly
Varied
Unsteady
flow

Unsteady
Uniform flow

Gradually
Varied
unsteady flow

3. Karakteristik Hidrolika Saluran


3.1 Jenis Saluran

Saluran yang mengalirkan air dan memiliki suatu permukaan bebas disebut saluran
terbuka. Berdasarkan asalnya, saluran dapat digolongkan menjadi saluran alam
(natural) dan saluran buatan (artificial).

Saluran alam meliputi alur air yang terdapat secara alamiah di bumi seperti saluran
alam di pegunungan, kali, sungai kecil dan sungai besar sampai ke muara sungai.
Aliran air di bawah tanah dengan permukaan bebas dapat dianggap sebagai
saluran terbuka alamiah.

Sifat-sifat hidrolika saluran alam dapat menggunakan pedekatan, sehingga dapat


diterima dalam analisis hidrolika teoritis. Perilaku aliran pada saluran alam
memerlukan pengetahuan hidrologi, geomorfologi, angkutan sedimen dsb, yang
merupakan ilmu tersendiri yaitu hidrolika sungai.

Saluran buatan dibentuk oleh manusia, seperti saluran pelayaran, saluran


pembangkit listrik, saluran irigasi dan talang, parit pembuangan, pelimpah tekanan,
saluran banjir, saluran pengangkutan kayu, selokan, dsb termasuk model saluran
yang dibuat di laboratorium untuk keperluan penelitian. Penerapan teori hidrolika
pada saluran buatan dapat memberikan hasil yang sesuai untuk keperluan desain.

Saluran terbuka buatan dapat berupa saluran (canal), talang (flume), got
miring (chute), terjunan (drop), gorong-gorong (culvert), terowongan air
terbuka (open-flow tunnel) dan sebagainya.

Saluran biasanya panjang dan berupa selokan landai, dapat dilapisi


pasangan batu maupun tidak, atau beton, semen, kayu maupun aspal.
Talang merupakan selokan dari kayu, logam, beton atau pasangan batu,
biasanya disangga atau berada diatas permukaan tanah, untuk
mengalirkan air berdasarkan perbedaan tinggi tekanan. Got miring
merupakan selokan yang curam. Terjunan hampir sama dengan got miring,
namun perubahan tinggi air dalam jarak pendek. Gorong-gorong
merupakan selokan tertutup yang pendek, biasanya mengalirkan air
melalui tanggul jalan kereta api dan jalan. Terowongan air terbuka,
merupakan selokan tertutup yang cukup panjang, untuk mengalirkan air
menembus bukit atau setiap gundukan tanah.

Gambar 3.5 Unsur-unsur geometri penampang saluran

ZA DA

A
T

ZA DA

A
T

Penampang saluran
hidrolik terbaik
Beberapa penampang saluran lebih efisien daripada
penampang alinnya karena memberikan luas yang
lebih besar untuk keliling basah tertentu.
Pada pembangunan saluran seringkali diperlukan
penggalian saluran.
Penampang saluran hidrolik terbaik :

Penampang yang mempunyai keliling basah terkecil


atau ekuivalennya, luas terkecil untuk tipe
penampang yang bersangkutan.

Memberikan penggalian yang minimum

PENAMPANG HIDRAULIS
TERBAIK

Q=VA

: Debit (m3/detik)

: Kecepatan (m/detik)

: Luas Penampang Basah

Penampang hidraulis terbaik

Paling efisien

Penampang ekonomis

A max, disaat P (keliling basah) minimum

P minimum

Galian minimum,

Bahan minimum,

Saluran segi empat

TUGAS

TURUNKAN SALURAN TRAPESIUM PENAMPANG


HIDRAULIS TERBAIK