You are on page 1of 33

KONSEP HUKUM ADAT

OLEH J. KELABORA, S.SiT.,M.Kes

APA ITU
HUKUM ADAT

PENGERTIAN ADAT
Menurut Hazairin :
Renapan (endapan) kesusilaan
dalam masy. yaitu bahwa kaidah
kaidah adat itu berupa kaidah
kaidah
kesusilaan
yang
telah
mendapat pengakuan umum dalam
masyarakat itu

PENGERTIAN ADAT
Menurut Kusumadi Pudjosewojo
Adat adalah tingkah laku yang oleh dan
dalam suatu masyarakat ( sudah , sedang ,
akan )
di-adatkan
Adat = kebiasaan normatif yang
dipertahankan oleh masyarakat, walaupun
tidak terus terulang, pada saat-saat tertentu
akan berulang dan harus dilaksanakan, apabila
tidak dilaksanakan maka masyarakat akan
mengadakan reaksi

ADAT ISTIADAT
ATURAN YANG BERASAL DARI
KETETAPAN LELUHUR, YAITU
KETETAPAN YANG DIBUAT OLEH
PEMUKA ADAT DI JAMAN PURBA,
DIMASA NENEK MOYANG YANG
MENURUNKAN KEPADA MASYARAKAT
SEKARANG

Istilah Hukum Adat


Adat Kebiasaan Masyarakat
Adat kebiasaan yang pada
umumnya harus berlaku dalam
masyarakat
tertentu/bersangkutan.
Adat Jawa kebiasaan berprilaku
dalam masyarakat Jawa.

Istilah Adat Istiadat


Adat
kebiasaan
Adat
atau wujud
budaya,
satu
sistem.
Adat Istiadat
dan

berasal dari bahasa Arab yaitu dari


kata ADAH, yang berati kebiasaandari masyarakat.
aturan yang sudah menjadi kebiasaan
gagasan kebudayaan yang terdiri dari
norma, hukum dan aturan-aturan yang
dengan lainnya berkaitan menjadi satu
kebiasaan atau tradisi yang baik

Istilah Hukum Adat Istilah teknis ilmiah,


menunjukkan aturan-aturan kebiasaan
berlaku di kalangan masyarakat yang
berbentuk
peraturan
perundangan
dibentuk oleh penguasa pemerintahan.

yang
yang
tidak
yang

Hukum Kebiasaan Kebiasaan yang dibenarkan


(diakui) di dalam perundangan.
Hukum Adat Hukum kebiasaan di luar
perundangan.
Hukum Adat Aturan kebiasaan manusia dalam
hidup bermasyarakat.
Hukum Adat Adat yang diterima dan harus
dilaksanakan dalam masyarakat bersangkutan.

MANUSI
A

Pikiran
Kehenda
P
k rilaku

Hukum
Negara

KEBIASAAN

ADAT

( Pribadi )

( Masyarak
at )

HUKUM
ADAT

Hukum
Rakyat

TERBENTUKNYA ADAT
Cara
Suatu bentuk perbuatan yang dilakukan orang di
dalam mengadakan perhubungan pamrihnya
Kebiasaan
Cara yang dilakukan orang dalam mengadakan
perhubungan
pamrihnya itu terjadi secara berulang-ulang
Tata Kelakuan
Menata kelakuan orang dengan suatu pola tertentu,
artinya menghendaki agar para warga masyarakat
melakukan
penyesuaian diri dengan tata kelakuan
Adat
Tata kelakuan yang telah melembaga atau telah sampai
pada proses institusionalisasi

tiga prasyarat untuk menjadikan


kebiasaan sebagai hukum yaitu :
masyarakat meyakini adanya keharusan
yang harus dilaksanakan,
pengakuan
atau
keyakinan
bahwa
kebiasaan tersebut bersifat mengikat
atau kewajiban yang harus ditaati dan
adanya pengukuhan yang dapat berupa
pengakuan dan/atau penguatan dari
keputusan
yang
berwibawa
(atau
pendapat umum, yurisprudensi dan
doktrin) sehingga timbul harapan agar
dapat
dilekatkan
sanksi
terhadap
pelanggaran-pelanggaran atas kebiasaan
tersebut.

Prof Van Dijk


Adat adalah istilah dari bahasa
arab yang berarti KEBIASAAN
Hukum adat adalah istilah untuk
menunjukkan hukum yang tidak
dikodifikasikan
dalam
kalangan
orang Indonesia asli dan kalangan
orang Timur Asing

DEFINISI HUKUM ADAT


Menurut MR. B. TERHAAR
Hukum Adat adalah keseluruhan
peraturan
yg
menjelma
dalam
keputusan2 para fungsionaris hukum
(meliputi: eksekutif; legislatif; yudikatif)
mempunyai wibawa yg berlaku dalam
masy. dan dipatuhi sepenuh hati.

DEFINISI HUKUM ADAT


Menurut Soekanto
Keseluruhan adat yang (tdk
tertulis ) dan hidup didalam
masyarakat berupa kesusilaan,
kebiasaan, dan kelaziman yang
mempunyai akibat hukum

PENGERTIAN HUKUM ADAT


Menurut PROF. MR. C. VAN VOLLEN
HOVEN
Hukum adat adalah aturan-aturan
perilaku yang berlaku bagi orangorang pribumi dan timur asing, yang di
satu pihak mempunyai sangsi (maka
dikatakan hukum) dan di lain pihak
tidak dikodifikasi (maka dikatakan
adat) [Hilman Hadikusuma, Pengantar
Ilmu Hukum Adat]
Hk.Adat =adat / kebiasaan yang
bersangsi

PENGERTIAN HUKUM ADAT


Menurut MR. B. TERHAAR
Hukum Adat adalah keseluruhan
peraturan
yg
menjelma
dalam
keputusan2x para fungsionaris hukum
(meliputi: eksekutif; legislatif; yudikatif)
yg
mempunyai
wibawa
(Macth
Authority)
yg
berlaku
dalam
masyarakat dan dipatuhi sepenuh hati.

PENGERTIAN HUKUM ADAT


Menurut Prof. Dr. Supomo, SH
Hukum adat adalah hukum yg tidak
tertulis di dalam peraturan2 legislatif
meliputi peraturan2 hidup yg ditaati
oleh masyarakat berdasarkan
keyakinan bahwa peraturan tsb
mempunyai kekuatan hukum.

PENGERTIAN HUKUM ADAT


Menurut Soerojo Wignjodipoero
Suatu kompleks norma-norma yg
bersumber pd perasaan keadilan rakyat
yg selalu berkembang serta meliputi
peraturan2 tingkah laku manusia dalam
kehidupan sehari2, sebagian besar tdk
tertulis, senantiasa ditaati dan
dihormati oleh rakyat krn mempunyai
akibat hukum (sanksi).

Karakteristik Hukum Adat


A. Wujud Hukum Adat
Sebagian besar tidak tertulis
Sebagian kecil berupa hukum tertulis seperti
peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh
raja-raja
Uraian-uraian hukum secara tertulis, seperti
hasil penelitian yang dibukukan
Hukum adat cenderung selalu disebut
sebagai hukum tidak tertulis
B. Hukum adat bersifat dinamis (tidak statis)
C.
Hukum
adat
berasal
langsung
dari
kebudayaan rakyat, yakni berupa kebiasaankebiasaan serta nilai-nilai yang hidup dalam
masyarakat

Dua Unsur Berlakunya Hukum Adat


1. Unsur kenyataan
(pada kenyataannya) adat itu dalam
keadaan yang sama selalu dipatuhi
oleh masyarakat.
2. Unsur psikologis
terdapat adanya keyakinan rakyat
bahwa adat tersebut mempunyai
kekuatan
hukum,
sehingga
menimbulkan adanya kewajiban
hukum

NILAI-NILAI UNIVERSAL ATAU


SIFAT UMUM HUKUM ADAT

Asas gotong-royong
Fungsi sosial manusia dan milik dlm masy.
Asas persetujuan sbg dasar kekuasaan
umum.
Asas perwakilan dan permusyawaratan.

CORAK/SIFAT KHUSUS HUKUM ADAT


Komunal/kebersamaan:
artinya
manusia
mrpkan mahluk dlm ikatan kemasyarakatan yg
erat (kebiasaan tolong menolong,dsb.).
Religio-magis: mempercayai dan menghormati
Kekuatan luar biasa yg ada di luar manusia
(upacara2 adat).
Konkrit : pemikiran penataan serba nyata,
satunya perkataan dengan perbuatan.
Visual : perhubungan hukum hanya terjadi dgn
adanya ikatan yg dpt dilihat tanda yg terlihat

KEGUNAAN MEMPELAJARI HUKUM ADAT

Menumbuhkan rasa persatuan dan


kesatuan bangsa.
Kesadaran akan harga diri semakin
bertambah.
Kesadaran terhadap kepribadian
bangsa semakin tebal.
Memberikan dasar corak tersendiri
terhadap hukum nasional.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Faktor Faktor-Faktor yang


Mempengaruhi Proses Perkembangan
Hukum Adat:
1. Faktor magis dan animisme
2. Faktor agama
3. Faktor kekuasaan kekuasaan-kekuasaan
yang lebih tinggi dari persekutuan
hukum adat
4. Hubungan dengan orang-orang ataupun
kekuasaan asing

DASAR HUKUM BERLAKUNYA


HUKUM ADAT
1. UUD 1945 : pasal 18B(2); pasal 24;
pasal 32.
2. UU No. 14 th. 1970 : pasal 23 (1) &
pasal 27 (1) jo. UU No. 4 tahun
2004 pasal 25 (1) & 28

UU No. 14 th. 1970 : pasal


23 (1)
Segala putusan Pengadilan selain
harus memuat alasan2x dan dasar2x
putusan itu, juga harus memuat
pasal2x tertentu dari peraturan2x
ybs. atau sumber hukum tak tertulis
yg dijadikan dasar untuk mengadili.

UU No. 14 th. 1970 : pasal


27 (1)
Hakim sebagai penegak hukum dan
keadilan wajib menggali, mengikuti
dan memahami nilai-nilai hukum yg
hidup dalam masyarakat.

UUD 1945 : pasal 18B(2)


Negara mengakui dan menghormati
kesatuan-kesatuan masyarakat
hukum adat beserta hak-hak
tradisionalnya sepanjang masih
hidup dan sesuai dengan
perkembangan masyarakat dan
prinsip NKRI.

UUD 1945 : pasal 32 (1) (2).


Negara memajukan kebudayaan
nasional Indonesia di tengah
peradaban dunia dengan menjamin
kebebasan masyarakat dalam
memelihara dan mengembangkan
nilai-nilai budayanya.

SEJARAH PERTUMBUHAN HUKUM


ADAT
Istilah Hukum Adat ptama kali:
Dikenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje
dlm bukunya De Atjehers.
Dipakai sbg teknis yuridis di akademis
oleh Mr. Van Vollenhoven.
Van Dijk : istilah adat dr bhs Arab
artinya kebiasaan.
Unsur Hukum Adat : unsur asli dan
unsur agama.

HUB. HK ADAT DGN HK AGAMA


Menurut Van Den Berg & Solomon Keyser
Hukum Adat = Hukum Agama
Teori Receptio in Complexu (penerimaan
seluruhnya hukum agama yg dianut masy.
Setempat.
Teori ini mdpat tentangan dr tokoh hk adat
lainnya
Prof. Soepomo,
Hk adat mrpk hk non statutair yg sebag
besar hukum kebiasaan dan sebag kecil
hukum agama.

Pendapat Prof. Soekanto


Dasar Hukum Adat di Indonesia:
1. Hukum Asli penduduk yakni
hukum Melayu Polinesia
2. Ditambah pengaruh Hukum
Agama