You are on page 1of 18

Model Pembelajarn ASSURE

Model ASSURE merupakan langkah merancanakan


pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas secara
sistematis dengan memadukan penggunaan
terknologi dan media.
AtaumodelASSURE adalah salah satu petunjuk dan
perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana
cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan
tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi.
Dapat disimpulkan bahwa ASSURE adalah jembatan
antara peserta didik, materi dan semua bentuk
media untuk kelancaran proses pembelajaran.

Tahapan-Tahapan Model ASSURE


menurut Smaldino
1. Analyze learner (menganalisis
pebelajar)
Langkah yang pertama adalah
mengidentifikasi karakteristik
pebelajar.Media dan teknologi dikatakan
efektif bila ada kesesuaian antara
karakteristik pebelajar dengan metode
media dan karakteristik pebelajar.

Yang dibahas dalam analisis pembelajar adalah sebagai


berikut :
General characteristict ( Karakteristik Umum )
Karakteristik umum meliputi faktor-faktor usia , tingkat
pendidikan , pekerjaan /posisi, kebudayaan dan sosial
ekonomi .
Spesifik entri competencies ( kompetensi tertentu )
Sebuah komponen penting dari merancang pelajaran
adalah untuk mengidentifikasi kompetensi spesifik dari
siswa.
Learning Style ( Gaya belajar )
Gaya belajar berkenaan dengan pengelompokan sifat-sifat
psikologis yang menentukan bagaimana seseorang
individu merasakan berinteraksi dengan dan merespon
secara emosional pada lingkungan belajar .
Gardner (1999) mengemukakan 3 jenis gaya belajar
seseorang yaitu : visual , auditory , dan kinestetik.

2. State Standards and Objacctives


Langkah berikutnya adalah merumuskan tujuan
pembelajaran secara khusus. Tujuan ini dijabarkan
dari silabus , buku teks, kurikulum atau
dikembangkan sendiri oleh gurunya. Suatu
pernyataan tujuan , bukan apa yang direncanakan
oleh guru dalam pembelajaran melainkan apa
yang harus dicapai pebelajar dengan
pembelajaran itu. Suatu tujuan merupakan
pernyataan tentang apa yang akan dicapai, bukan
bagaimana tujuan itu akan dicapai .

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perumusannya adalah :


Tetapkan ABCD untuk menyatakan tujuan (Mager, 1997) :
A (Audience) instruksi yang diajukan harus fokus kepada apa yang harus
dilakukan/ dikerjakan oleh pembelajar bukan apa yang harus
dilakukan
pengajar.
B (Behavior) kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan baru yang harus
dimiliki pembelajar setelah melalui proses pembelajaran dan
harus dapat
diukur.
C (Conditions) pernyataan tujuan yang meliputi kondisi dimana kinerja itu
diamati.
D (Degree) pernyataan tujuan yang mengidentifikasi standar atau kriteria yang
menjadi dasar pengukuran tingkat keberhasilan pembelajar.
Mengklasifikasikan Tujuan
Suatu tujuan diklasifikasikan menurut jenis belajar utama yang akan dicapai .
Meskipun ada rentangan pendapat mengenai cara terbaik untuk mendiskripsikan
dan menorganisasikan jenis-jenis belajar, ada 3 kategori (domain) yang secara
luas diterima yaitu : ketrampilan kognitif, afektif, dan psikomotor.
Perbedaan Individu
Berkaitan dengan kemampuan individu pebelajar dalam menuntaskan atau
memahami sebuah materi yang diberikan (kecepatan dalam menuntaskan
materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap individu).

3. Select Strategies , Technology, Media ,


and Materials
Strategi pembelajaran dapat terlebih
dahulu menentukan metode yang
tepat.Beberapa metode yang dianjurkan
untuk digunakan ialah (Dewi Salma
Prawiradilaga, 2007):

Belajar Berbasis Masalah (problem-based


learning)
Belajar Proyek (project-based learning)
Belajar Kolaboratif

Rencana untuk penggunaan media dan


teknologi menuntut pemilihan yang
sistematis.
Memilih bentuk media yang cocok
dengan metode yang akan disajikan
Mendapatkan materi khusus
Memodifikasi materi yang ada
Merancang materi baru

4. Utilize Tachnology ,Media , and Materials


Untuk mengaplikasikan media dan meteri ,
baik untuk teacher-centered maupun studentcentered, perlu melakukan 5 P yaitu :
a. Preview the materials (mengkaji bahan ajar)
b. Prepare the materials (siapkan bahan ajar)
c. Prepare Environment (siapkan lingkungan)
d. Prepare the learners (siapkan pebelajar)
e. Provide the learning experience (tentukan
pengalaman belajar)

5. Require Learner Participation


(mengembangkan peran serta
pebelajar)
Pendidik yang merealisasikan
partisipasi aktif pada pebelajar dalam
pembelajaran, maka akan meningkatkan
kegiatan belajar .

6. Evaluate and Revise (menilai dan memperbaiki)


a. Menilai hasil pebelajar (Cara menilai pencapaian hasil
belajar
tergantung pada hakekat tujuan)
b. Menilai metode dan media
c. Revisi
Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain :
o
o
o
o
o
o

Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.
Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana
ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan.
Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program
kurikulum.
Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual
dalam mengambil keputusan.
Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam
menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai
Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang
tua,guru,pengembang kurikulum,pengambil kebijakan .

Manfaat Model Pembelajaran


ASSURE

Karena sederhana, maka dapat


dikembangkan sendiri oleh pengajar.
Komponen KBM (Kegiatan Belajar
Mengajar) lengkap.
Peserta didik dapat dilibatkan dalam
persiapan untuk KBM.

Model Pembelajaran IDI


Pengembangan instruksional model
IDI (Instruksional Development Institute),
model ini menggunakan model
pendekatan sistim yang meliputi tiga
tahapan, yakni;
- Penentuan atau pembatasan (define)
- Pengembangan (develop)
- Penilaian (evaluate).

Pengertian Model Pembelajaran IDI


-Suatu proses yang kompleks dan
terpadu dari manusia,prosedur, ide,alat
dan organisasi untuk mengelola usaha
pemecahan masalah dalam situasi
belajar dan terkontrol.
-Pemecahan masalah pengajaran dengan
pendekatan sistem berdasarkan konsepsi
tehnologi intruksional yang merupakan
bagian dari teknologi pendidikan.

-Pemecahan masalah berbentuk sistem intruksional yang


lengkap,merupakan kombinasi dari komponen sistem intruksional
yang sengaja dirancang dipilih dan digunakan secara terpadu.
Terdapat tiga alasan pengembangan model instruksional yang
dilakukan dalam teknologi pendidikan, yaitu:
o

o
o

Pertama, sebagai alat untuk dikomunikasikan kepada calon peserta


didik dan pihak lainnya;
Kedua, sebagai rancangan yang digunakan dalam pengelolaan
pembelajaran;
Ketiga, model yang sederhana memudahkan untuk dikomunikasikan
kepada calon peserta didik, serta model yang rinci akan memudahkan
dalam pengelolaan dan pembuatan keputusan penggunaannya.
Desain instruksional ini dirancang untuk menjawab tiga pertanyaan :
Apa yang dikuasai (kompetensi dasar)
Apa/bagaimana prosedur (indikator pencapaian hasil belajar), sumbersumber belajar apa yang tepat untuk mencapai hasil belajar yang
diinginkan.
Bagaimana kita tahu bahwa hasil belajar yang diharapkan telah tercapai
(evaluasi).

Tahapan Model Pembelajaran IDI


1. Define (Penentuan)
a) Identifikasi masalah
Identifikasi masalah diawali dengan menentukan tingkat kebutuhan siswa akan kebutuhan
pengalaman belajar yang akan diberikan.
b) Analisis Latar
Dalam model perencaan pengajaran model IDI adalah hal-hal berikut :
-Karakteristik siswa
Melihat karakteristik yang berbeda-beda maka program pengelolaan dan pendekatan pengajaran
juga harus memperhatikan segi-segi perbedaan tersebut termasuk sistem instruksional yang
dikembangkan.
-Kondisi
Kondisi adalah keadaan lingkungan baik fisik mapun sosial yang ada di sekitar siswa dan sekitar
sekolah. semuanya diupayakan dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan pengajaran.
-Sumber-sumber yang relevan
Sumber-sumber belajar baik yang dirancang maupun tidak dirancang, baik human maupun nonhuman semuanya harus di manfaatkan secara baik dan optimal.
-Pengelolaan organisasi
Pengembangan model perencanaan pada dasarnya bagaimana mengorganisasikan
pekerjaan
yang harus dikerjakan, siapa saja yang akan mengerjakan, kapan serta dimana model
perencanaan pengajaran harus dikerjakan.

2. Develop (pengembangan)
a.Identifikasi tujuan
Tujuan instruksional khusus atau indikator hasil belajar sangat
diperlukan dalam pengembangan model instruksional.
b.Penentuan dan pemilihan metode
Metode sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai
ukuran dalam memilih dan menggunakan metode mengajar adalah:
-Urutan/ isi bahan mata pelajaran yang akan disajikan,
-Bentuk dan tempat kegiatan yang akan dilakukan,dalam
penentuan metode pengajaran yang dipilih disesuaikan dengan
karakteristik dan kondisi pembelajaran yang ada.
c.Penyusunan protipe
Protipe model perencanaan pengajaran dikembangkan sesuai tujuan
instruksional yang telah dirumuskan. Dan harus ada relevansi antara
tujuan instruksional khusus dengan bahan pengajaran.

3. Evaluate (evaluasi)
a) Tes uji-coba
Uji coba bisa dilakukan terhadap teman-teman guru atau mahasiswa, dapat
juga langsung terhadap siswa sebagai sampel. Ujicoba dimaksudkan untuk
mengetahui kelemahan dan kelebihan serta efektivitas dan efisiensi program
pengajaran yang telah disusundan dibuat.
b) Analisis hasil
Setelah di ujicobakan kemudian dianalisis berkenaan tiga hal sebagai berikut :
-Apakah tujuan pengajaran yang ditetapkan telah tercapai. Bila tidak
tercapai apakah rumusan tujuan yang telah dibuat sudah cukup operasional
atau belum.
-Apakah metode/teknik atau pendekatan dan sumber belajar yang
digunakan sudah sesuai dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang
telah dirumuskan, mengingat adanya perbedaan karakteristik pada diri siswa.
-Apakah terdapat kesalahan dalam pembuatan instrumen evaluasi. Dan
ada hal-hal yang perlu dievaluasi secara keseluruhan dengan baik dan benar.