You are on page 1of 27

Mitigasi dan Evakuasi Benca

Gempa Bumi dan Tsunami

Kelompok 2
Dian Tri Widya
Febriani Rahayu
Febrina Annisha
Fitria Haryani
Humairoh Sari Omar
Weni Widya Ningsih

Definisi
Mitigasi

Tujuan Mitigasi

Jenis-jenis
Mitigasi

Tsunami

Kegiatan
Mitigasi

Gempa Bumi

Mitigasi
Bencana

Evakuasi
Gempa Bumi
dan Tsunami

MANAJEMEN
BENCANA ??
WHAT IS IT ?

Manajemen bencana merupakan


bagian utama dan strategis dalam
penanganan suatu bencana.
Tujuannya : untuk meningkatkan
kesadaran seluruh umat manusia akan
bencana alam, khususnya melalui
pemahaman yang lebih baik
mengenai bencana alam tersebut.
Salah satu bagian terpenting
manajemen bencana adalah mitigasi.

MITIGAS
I

Pengertian Mitigasi
Mitigasi merupakan mengambil tindakantindakan untuk mengurangi pengaruhpengaruh dari satu bahaya sebelum
bahaya itu terjadi yang dilakukan oleh
segala pihak terkait pada negara,
masyarakat dan individu.

Alat Komunikasi terhadap


Tanda Bencana

Radio
Komunikasi

Telepon

Kentongan

Pengeras
Suara

Jenis-jenis Mitigasi
Mitigasi Struktural
Mitigasi strukural merupakan
upaya untuk meminimalkan
bencana yang dilakukan melalui
pembangunan berbagai
prasarana fisik dan
menggunakan pendekatan
teknologi, seperti pembuatan
kanal khusus untuk pencegahan
banjir, alat pendeteksi aktivitas
gunung berapi, bangunan yang
bersifat tahan gempa, ataupun
Early Warning System yang
digunakan untuk memprediksi
terjadinya gelombang tsunami.

Mitigasi Non
Struktural
Mitigasi non struktural adalah
upaya mengurangi dampak
bencana selain dari upaya yang
dilakukan mitigasi struktural.
Contoh : Pembuatan tata
ruang kota, capacity building
masyarakat, bahkan sampai
menghidupkan berbagai
aktivitas lain yang berguna bagi
penguatan kapasitas
masyarakat

Tujuan Mitigasi Bencana


Mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan
oleh bencana khususnya bagi penduduk, seperti
korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi
(economy costs) dan kerusakan sumber daya
alam.
Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan
pembangunan.
Meningkatkan pengetahuan masyarakat (public
awareness) dalam menghadapi serta mengurangi
dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat
dapat hidup dan bekerja dengan aman.

Kegiatan Mitigasi

Pengenalan dan pemantauan risiko bencana


Perencanaan partisipatif penanggulangan bencana
Pengembangan budaya sadar bencana
Penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan
penanggulangan bencana
Identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau
ancaman bencana
Pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam;
Pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi;
Pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan
pengelolaan lingkungan hidup
Kegiatan mitigasi bencana lainnya. Robot sebagai perangkat
bantu manusia, dapat dikembangkan untuk turut melakukan
mitigasi bencana. Robot mitigasi bencana bekerja untuk
mengurangi resiko terjadinya bencana.

Berdasarkan siklus waktunya,


kegiatan penanganan bencana dapat
dibagi 4 kategori:
Kegiatan sebelum bencana terjadi
(mitigasi)
Kegiatan saat bencana terjadi
(perlindungan dan evakuasi)
Kegiatan tepat setelah bencana terjadi
(pencarian dan penyelamatan)
Kegiatan pasca bencana
(pemulihan/penyembuhan dan
perbaikan/rehabilitasi)

Unsur Spesifik Mitigasi

ASURANSI: harta benda pribadi dan milik publik


REGULASI: keselamatan, tataruang, perwilayahan
CODES: peraturan bangunan & kebakaran
LEGISLASI: undang-undang, peraturan daerah
UPAYA STRUKTURAL: dam, tanggul, bangunan pengatur
banjir
RENCANA: rencana kontinjensi, rencana evakuasi dsb
PENDIDIKAN: informasi publik, penyebaran melalui
media massa, kepedulian masyarakat
PELATIHAN: orientasi untuk pejabat, manajemen
bencana, petugas lapangan, relawan, gladi dan uji coba
SUMBERDAYA: ketersediaan unit tanggap darurat,
peralatan, SDM dan lokasi serta kontak person.

Gempa Bumi
Gempa bumi dapat diartikan
sebagai getaran atau guncangan
yang terjadi di permukaan bumi
akibat pelepasan energi dari dalam
secara tiba-tiba yang menciptakan
gelombang seismik.
moment magnitudo adalah skala
yang paling umum di mana gempa
bumi terjadi untuk seluruh dunia.
skala rickter adalah skala yang di
laporkan oleh observatorium
seismologi nasional yang di ukur pada
skala besarnya lokal 5 magnitude.

Disebabkan oleh
pergerakan kerak bumi
(lempeng bumi) yang
menimbulkan
guncangan atau
getaran bagi bangunan
di atasnya

SEISMOMETER

T
S
U
N
A
M
I

Tsunami adalah massa air


laut yang berpindah atau
merambat naik dari sumber
pembangkitannya ke arah
pantai berbentuk gelombang
air laut yang besar dan tinggi.
Dibangkitkan oleh adanya
gempabumi tektonik dasar
laut, letusan gunungapi di laut,
longsoran bukit, dan atau
palung laut, atau hantaman
meteor pada lautan dengan
kekuatan besar dan kondisi
tertentu.
Berdasarkan data historis,
Tsunami aceh memiliki
gelombang tertinggi ketika tiba
di pantai dapat mencapai 26
meter.

terjadi patahan lempengan bumi di dasar laut

Proses
Tsuna
mi

Gempa Besar (Berpotensi Tsunami)


Patahan membuat ruang kosong yang sangat
besar
Air laut akan tersedot secara besar-besaran ke
dalam ruang kosong
Arus akan dilontarkan kembali ke pinggir pantai
dan ke daratan
Menimbulkan ombak raksasa

TSUNAMI

Tanda-tanda Tsunami
Air laut surut dengan cepat, banyak ikan
tertinggal di pantai. AWAS, jangan coba-coba
mengambil ikan-ikan itu karena itu merupakan
salah satu petanda Tsunami segera datang!
Binatang gelisah, burung-burung terbang
menjauhi pantai.
Permukaan laut tenang sekali.
Terdengar bunyi hantaman keras seperti bunyi
genderang.
Tercium bau garam atau belerang yang sangat
menusuk, seperti bau telur busuk.

MITIGASI
BENCANA

Mitigasi Gempa Bumi


Sebelum terjadi gempa
Dirikanlah bangunan tahan gempa.
Kenalilah lokasi bangunan tempat anda tinggal atau
bekerja, apakah tidak berada rawan gempa.
Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional
Siagakanlah peralatan seperti senter, kotak P3K, makanan
instan dsb.
Selalu periksa penggunaaan Listrik dan gas, matikan jika
tidak digunakan.
Catatlah telepon-telepon penting seperti Pemadam
kebakaran, Rumah sakit dll.
Kenalilah jalur evakuasi.
Ikutilah Kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa,
sehingga tidak canggung lagi ketika terjadi bencana.

Ketika berlangsung gempa


Yang pertama sekali adalah DONT BE PANIC, kuasai diri
anda bahwa anda dapat lepas dari bencana tersebut.
Menghindar dari bangunan, pohon, tiang listrik dsb yang
berkemungkinan roboh menimpa kita.
Jika anda berada dalam gedung, berusahalah untuk lari
keluar. Jika tidak memungkinkan berlindunglah di bawah
meja yang kuat, tempat tidur. Atau berlindunglah di pojok
bangunan, karena lebih kuat tertopang.
Perhatikan tempat anda berdiri, karena gempa yang besar
akan memungkinkan terjadinya rengkahan tanah.
Jika anda sedang berkendara, matikan kendaraan anda dan
turunlah.
Jika anda sedang berada di pantai, maka berlarilah
menjauhi pantai tersebut.
Jika anda sedang berada di daerah pegunungan, maka
perhatikan disekitar anda apakah ada kemungkinan
longsor.

Setelah terjadi gempa


Jika anda masih berada dalam gedung, maka keluar
dengan tertib, jangan gunakan Lift, gunakanlah
tangga.
Periksa sekeliling anda, apakah ada kerusakan, baik
itu listrik padam, kebocoran gas, dinding retak
dsbnya. Periksa juga apakah ada yang terluka. Jika
ya, lakukanlah pertolongan pertama.
Hindari bangunan yang kelihatannya hampir roboh
atau berpotensi untuk roboh
Carilah informasi tentang gempa tersebut,
gunakanlah radio tadi.

Hazard
Assesment
Unsur
pertama

untuk mitigasi yang


efektif adalah
penilaian bahaya.
Untuk setiap
komunitas pesisir,
penilaian bahaya
tsunami diperlukan
untuk
mengidentifikasi
populasi dan aset
yang terancam, dan
tingkat ancaman
(level of risk).
Umumnya
menghasilkan peta
potensi bahaya
tsunami, yang
sangat penting
untuk memotivasi
dan merancang
kedua unsur mitigasi

adalah
suatu
Warning
sistem peringatan
untuk memberi
peringatan kepada
komunitas pesisir
tentang bahaya
tsunami yang tengah
mengancam.
Didasarkan kepada
data gempabumi
sebagai peringatan
dini, dan data
perubahan muka
airlaut untuk
konfirmasi dan
pengawasan tsunami.
mengandalkan
berbagai saluran
komunikasi untuk
menerima data
seismik dan
perubahan muka
airlaut, dan untuk

Preparednes
s
Persiapan yang
layak terhadap
peringatan bahaya
tsunami
membutuhkan
pengetahuan
tentang daerah yang
kemungkina terkena
bahaya (peta
inundasi tsunami)
dan pengetahuan
tentang sistem
peringatan untuk
mengetahui kapan
harus mengevakuasi
dan kapan saatnya
kembali ketika
situasi telah aman.

Evakuasi Gempa Bumi


Prosedur evakuasi gempa harus
dijalankan secara sistematis,
sehingga bisa mengurangi korban
jiwa. Gempa tektonis adalah jenis
gempa yang sering dialami
masyarakat di Indonesia. Kondisi ini
diakibatkan oleh pergeseran kerak
atau lempeng bumi yang keras,
sehingga berubah lunak dan bisa
bergerak.

PROSEDUR UNTUK EVAKUASI GEMPA BUMI


Siap-siaga pada Bencana Gempa Bumi :
1. Lakukan perkiraan bahaya di tempat anda. Runtuhnya sesuatu
menimbulkankerugian selama dan sesudah gempa bumi.
2. Sangga atau ikat kabinet dan peralatan berat lainnya yang dapat jatuh
atau menimpa sewaktu gempa bumi. Pindahkan obyek berat yang
berada di bagian atas rak atau kabinet ke posisi yang lebih rendah.
3. Rencanakan prinsip dan alternatif rute evakuasi keluar dari gedung.
4. Siapkan kabinet gempa bumi dengan obat-obatan, air dan makanan.
Tempatkandi lokasi yang strategis di gedung.
Selama Gempa Bumi
1. Jika berada di dalam gedung, berlindunglah. Merunduk ke lantai dan
berlindungdibawah obyek yang kokoh seperti meja tulis, meja kerja, atau
dibawah kusenpintu. Berlindung dan jauhilah dinding, jendela, partisi
kaca dan perabot rumahatau obyek lain yang mungkin menimpa anda.
2. Jika berada di luar, berjongkoklah, lipat tangan sekitar lutut atau
kecangkantangan dibelakang leher, dan benamkan wajah ke pangkuan.
Tutup mata danlindungi telinga dengan lengan bawah. Hindari gedung,
saluran listrik, alat beratatau pohon yang dapat menimpa anda.
3. Tetap tenang, jangan panik.

Setelah Gempa Bumi


1. Setelah guncangan reda, tetap lindungi diri anda. Guncangan yang
kerasberikutnya dapat terjadi dan menyebabkan kerusakan yang lebih lagi.
Jika andaberada di dalam gedung tetaplah di dalam. Jika di luar, tetaplah
berada padatempat yang aman jauh dari gedung dan bahaya lainnya.
2. Bekerjasama dengan pegawai lainnya untuk mencari korban yang luka.
Jikaaman dan terlatih dengan benar, berikan pertolongan pertama.
Janganmemindahkan korban yang luka kecuali ditentukan harus evakuasi.
Ikutiprosedur mengenai laporan penanggulangan darurat medis.
3. Kepala Pengawas, Koordinator Pemadam Kebakaran, dan Security
gedungharus meneliti kemungkinan bahaya serta memutuskan atau
mematikan saluranlistrik dan gas didalam gedung. Teruskan informasi ke
Team PenanggulanganDarurat. Buka setiap pintu dengan hati-hati karena
serpihan-serpihan yang adarapat menimpa anda.
4. Gunakan telepon hanya untuk sesuatu yang bersifat darurat. Jangan
melakukanpembicaraan yang tidak penting.
5. Jika kerusakan membahayakan dan gedung harus dievakuasi,
TimPenanggulangan Darurat harus menentukan tempat, taman atau area
terbukalainnya yang minim dari bahaya.
6. Aktifkan Tim Penanggulangan Darurat dan IMT. Ikuti petunjuk evakuasi
jikaperlu, hindari bahaya yang disebabkan kerusakan dari gempa bumi,
sepertirusaknya saluran listrik

Evakuasi Tsunami
Evakuasi Tsunami Local
Terjadi apabila satu-satunya tanda yang ada mungkin
hanyalah goncangan gempabumi, atau suatu kondisi
yang tidak biasa pada tubuh airlaut.
Kenali tanda-tanda gempa, kemudian pindah segera
dan secepatnya kearah darat atau ke arah dataran
tinggi karena gelombang tsunami dapat menghantam
dalam hitungan menit.
Pengungsi juga menghadapi bahaya yang disebabkan
oleh gempabumi seperti tanah longsor, runtuhnya
bangunan dan jembatan yang mungkin menghambat
usaha mereka dalam menyelamatkan diri.
Maka diperlukan pemahaman tentang bahaya
tsunami dan dimana kemungkinan banjir tsunami
tersebut terjadi.

Evakuasi Tsunami Distan


Masyarakat diinformasikan tentang bahaya yang
mengancam, dan diinstruksikan tentang
bagaimana, kemana, dan kapan harus mengungsi.
Badan-badan pelayanan masyarakat seperti polisi,
pemadam kebakaran dan tentara, difungsikan
untuk membantu kelancaran pengungsian.
Zona evakuasi dan rute pengungsian harus
ditentukan secara aman, masyarakat harus cukup
diberi pengarahan tentang bahaya tsunami dan
prosedur evakuasi, sehingga mereka tidak tetap
berada di tempat tinggal ketika tsunami datang
atau telah kembali ketika ancaman masih belum
berakhir.

TERIMAKASIH..