You are on page 1of 21

LEUKIMIA

SURYANITA,S.Farm 1420272763
UKI SEPTI R,S.Farm 1420272771
YULIANDRA SARI,S.Farm 1420272780
TIFFANY ADORATIE,S.Farm
1420272788

DEFINISI
Leukemia merupakan satu jenis kanker yang menggerogoti selsel darah putih dimana sel-sel darah putih ini merupakan sel
yang melawan infeksi di dalam tubuh dan diproduksi di dalam
sumsum tulang, suatu jaringan berbentuk seperti spons yang
berada di tengah-tengah tulang. Pada leukimia, sel darah putih
menggandakan diri dengan cara tidak normal dan tak
terkendali. Sel-sel ini secara berkelanjutan mengambil alih
tempat dari bagian-bagian lain yang secara normal membentuk
darah. Hanya terdapat ruang kecil di dalam sumsum tulang
bagi jenis lain sel-sel darah dan sel-sel darah baru yang
diproduksi. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan sel darah
merah (anemia), pendarahan hebat (karena penggumpalan
darah secara normal tidak terjadi), atau infeksi serius sebagai
hasil dari sistem kekebalan yang melemah (kekurangan sel
darah putih).

Jenis Leukima
Leukimia kronis
yang mana hal ini bisa jadi ada dengan gejala-gejala selama
beberapa tahun. Pada leukimia lymphocyticmyeloid kronis,
terdapat produksi suatu jenis lain sel darah putih yang disebut
myeloid atau granulosit secara berlebih. Sel-sel ini menjadi tidak
normal sehingga tidak mampu mengembang fungsi normal selsel darah putih, seperti melawan infeksi. Sel-sel darah putih ini
juga berumur lebih panjang sehingga setelah periode waktu
tertentu, sel darah putih abnormal ini menggantikan sel-sel yang
berfungsi secara penuh (sel darah putih, merah dan platelet) di
dalam sumsum tulang. Jenis leukimia ini merupakan proses
lambat dan berubah menjadi lebih buruk setelah beberapa
waktu. kronis (CLL), terdapat peningkatan jumlah suatu jenis selsel darah putih yang disebut limposit.

Leukimia akut
yang mana jenis ini lebih agresif dan berkembang
secara cepat. Pada leukimia lymphoblastic akut
(ALL), terdapat produksi berlebihan atas limposit
yang belum dewasa (immature lymphocyte) yang
disebut lymphoblast. Sementara pada leukimia
myeloid akut (AML), terdapat produksi yang
berlebihan sel-sel darah putih myeloid yang belum
dewasa. Secara umum, sel-sel darah melakukan
reproduksi sangat cepat, sehingga sel-sel darah
putih
tersebut
tidak
cukup
dewasa
untuk
menjalankan tugas-tugas dan fungsinya dalam
sistem kekebalan. Leukimia ini merupakan proses
yang lebih cepat dibandingkan pada leukimia kronis.

GEJALA
LEUKIMIA AKUT

Kulit pucat (karena anemia)


Infeksi yang berulang-ulang, seperti sakit tenggorokan
Pendarahan abnormal yang keluar dari gusi dan kulit
Periode yang berat pada wanita
Kehilangan nafsu makan dan berat badan
Gejala-gejala seperti flu, antara lain kecapekan dan tidak
enak badan
Luka di tulang sendi (kadang-kadang disalahartikan
sebagai luka yang tumbuh, pada nak-anak)
Pendarahan hidung
Lebih mudah mendapat memar dari biasanya tanpa sebab
yang jelas.

LEUKIMIA KRONIS

Kehilangan berat badan secara bertahap


Nyeri pada tulang
Pendarahan hidung
Ereksi yang lama dan tak diinginkan (priapism) pada
pria
Demam, mengucur keringat dan
Demam, keringat deras dan keringat pada malam hari
Kelenjar getah bening yang membengkak terutama
pada leher, kunci paha dan ketiak.
Mudah memar
Kekurangan energi
Nafas tertahan

PENYEBAB
Dosis tinggi radiasi, seperti radiasi
nuklir, USG dan sinar x
Obat-obatan yang digunakan untuk
mengobati kanker tertentu
Beberapa bahan kimia industri
(seperti benzene, yang ditemukan di
dalam penyulingan minyak dan
industri karet)
Virus-virus tertentu

DIAGNOSA
Ketika seseorang dengan gejala leukimia, mereka biasanya
akan diuji secara fisik. Kemudian dilakukan tes darah, yang
mana biasanya akan menunjukkan gejala anemia (sel
darah merah yang terlalu sedikit) dan sel-sel darah putih
yang telah terdeformasi. Melalui pengujian kenampakan sel
darah putih menggunakan mikroskop, jenis eksak dari
leukimia dapat diidentifikasi, sehingga pengobatan yang
paling cocok dapat diberikan. Kadang-kadang juga perlu
menjalani tes sumsum tulang untuk mengonfirmasi
diagnosis atau menguji jenis leukimia. Setelah dilakukan
anestesis lokal, jarum suntik dimasukkan melewati kulit
dan menuju tulang dan sejumlah kecil sampel dari dalam
tulang yang berupa sumsum diambil. Sampel tersebut
biasanya diambil dari bagian belakang tulang pinggul atau
kadang-kadang tulang dada. Prosedur ini kira-kira
memakan waktu 10-20 menit.

PENGOBATAN
A.Kemoterapi
LEUKIMIA AKUT
terdiri dari 3 tahap

1. Tahap induksi
terdiri dari beberapa sesi yang masing-masing berakhir
pada beberapa hari, dengan periode jeda beberapa minggu.
Tahapan induksi merupakan periode terapi intensif dan
biasanya dilakukan untuk membunuh kebanyakn sel-sel
yang menimbulkan kanker.
. 3-4 minggu diberikan vincristin
. Diberikan kostikosteroid harian
. Asparigin diberi 6-12 dosis
. Jika beresiko tinggi setiap minggunya bisa diberikan
anthracyclin (doxorubicin)
. Atau penambahan cyclophospamid, methotrexat atau
cytarabin

2. tahap intensifikasi atau konsolidasi


tahapan intensifikasi atau konsolidasi
bertujuan meningkatkan kesempatan
perawatan dengan melanjutkan perusakan
sel-sel leukimia. Untuk mencegah leukimia
kambuh, mengurangi residual tumor dan
mencegah resistensi obat dari sel leukimia
yang tersisa
Vicristin
Mercaptopurin
Intratecal methotrexate

3. Pemeliharaan/ maintance

Tahapan ini kurang intensif dan obat-obatan


diberikan dalam tablet. Hal ini dapat berlanjut
selama dua tahun dan ditujukan untuk
membunuh sel-sel leukimia yang tersisa.
Setiap hari diberikan oral mercaptopurine
Setiap minggu diberikan methotrexate
Setiap 3 bulan diberikan intrathecal
methotrexate
Setiap bulan diberikan vincristine
Obat-obatan steroid kadang-kadang diberikan
pada waktu yang bersamaan dengan kemoterapi,
untuk membantu merusak sel-sel leukimia

Untuk mengurangi efek samping pengobatan biasanya


dokter dapat memberikan terapi-terapi lanjutan
antibiotic oral (misalnya, ofloxacin, rifampisin)
injeksi dengan G-CSF (granulocyte-colony stimulating
factor)
transfusi sel darah merah dan trombosit/platelet.
jika sel kanker resistan atau kambuh lagi, maka
biasanya diberikan antara lain:
Kemoterapi induksi konvensional;
Ara-C(HDAC) dosis tinggi, dengan/tanpa obat-obatan
lain dan
Etoposide atau agen kemoterapi tunggal lainnya.

LEUKIMIA KRONIS
Jika terjadi leukemia kronis tanpa gejala, mungkin tidak
perlu segera dirawat. Dokter akan melihat kesehatan
penderita dengan cermat sehingga perawatan dapat
dijalankan saat mulai mengalami gejala. Hal ini disebut
watchful waiting (menanti sambil waspada).
Ketika pengobatan untuk leukemia kronis diperlukan,
sering kali penyakit ini dan gejalanya dapat terkontrol.
Orang mungkin menerima terapi pemeliharaan untuk
membantu agar kankernya tetap dalam remisi, tetapi
jarang leukemia kronis dapat disembuhkan dengan
kemoterapi. Namun, transplantasi sel induk dapat menjadi
pilihan bagi beberapa orang dengan leukemia kronis untuk
sembuh.

B. Transplantasi sumsum tulang


Transplantasi ini dilakukan dengan menyediakan
satu set baru stem cell (sel-sel pembentuk darah)
yang bisa menghasilkan sel darah putih dan sel
darah merah sehat. Sebelum transplantasi
dilakukan, sumsum tulang abnormal pasien
dihancurkan melalui radiasi badan secara total,
dengan kombinasi drug cyclophosphamide.
Transplantasi sumsum tulang membutuhkan donor
yang sesuai (yang memiliki sel-sel yang kompatibel
dengan pasien) untuk mendonasikan beberapa stem
cell mereka. Donor yang sesuai bisa jadi ditemukan
diantara kerabat dekat seperti saudara kandung,
atau bisa dari donor yang tidak berkerabat.

Transplantasi sumsum tulang


belakang

C. Terapi Biologi

Terapi biologi digunakan untuk meningkatkan daya


tahan tubuh penderita terhadap kanker. Pada
umumnya, terapi ini menggunakan media suntik ke
pembuluh darah balik. Penanganan terapi biologi
berbeda-beda tergantung dengan tipe kanker yang
sedang dihadapi. Untuk pasien yang terkena
leukemia limfositik kronis, terapi yang cocok
digunakan adalah antibodi monoklon. Terapi biologi
ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan
dengan membunuh sel-sel leukemia. Sedangkan bagi
pasien dengan tipe leukemia myelo kronis, terapi
yang dilakukan menggunakan suatu bahan bernama
interferon. Bahan ini berfungsi untuk memperlambat
pertumbuhan se-sel leukemia pada tubuh.

Terapi Biologi

D. Terapi radiasi
Cara kerja terapi kanker darah / leukimia
ini adalah dengan menggunakan sinar
berenergi tinggi untuk membunuh sel
kanker. Sebuah alat berukuran cukup
besar akan diarahkan ke berbagai
bagian tubuh penderita kanker yang
memiliki tumpukan sel leukemia seperti
limpa, otak dan bagian lainnya. Biasanya
cara ini dilakukan sebelum proses
transplantasi sumsum tulang.

TERAPI RADIASI

TERIMAKASIH