You are on page 1of 35

FOODBORNE DESEASE

&
WATERBORNE
DESEASE
Oleh:
SRI GAMA APRIANI
ADHI SAFITRI
(061)

(002)

(021)

MONALISA

(043)

AFINA PERMATASARI

FOOD BORNE DESEASE


Foodborne
disease
:
penyakit
yang
disebabkan karena mengkonsumsi makanan
atau minuman yang tercemar.
Penyebab : mikroorganisme atau mikroba
patogen dan zat kimia beracun, atau zat
berbahaya lain yang terdapat dalam makanan.
Makanan yang berasal baik dari hewan maupun
tumbuhan dapat berperan sebagai media
pembawa mikroorganisme penyebab penyakit
pada manusia (Deptan RI, 2007).

FOOD BORNE DESEASE


Ditularkan melalui makanan mencakup lingkup
penyakit yang etiologinya bersifat kimiawi
maupun biologis, termasuk penyakit kolera
dan diare, sekaligus beberapa penyakit parasit
(Motarjemi dkk, 2006).
Pada kasus foodborne disease mikroorganisme
masuk bersama makanan yang kemudian
dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Kasus
foodborne disease dapat terjadi dari tingkat
yang tidak parah sampai tingkat kematian.

FOOD BORNE DESEASE


Contoh
Salmonella dapat menyebabkan kematian
selain yang disebabkan oleh Vibrio cholerae dan
Clostridium botulinum.
Mikroorganisme lainnya yang dapat
menyebabkan foodborne disease antara lain E.
coli, Campylobacter, Yersinia, Clostridium dan
Listeria, virus serta parasit (Deptan RI, 2007).

FOOD BORNE DESEASE


Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan mikroba dalam makanan
meliputi:
1. Faktor intrinsik, merupakan sifat fisik, kimia dan
struktur yang dimiliki oleh bahan pangan tersebut,
seperti kandungan nutrisi dan pH bagi mikroba.
2. Faktor ekstrinsik, yaitu kondisi lingkungan pada
penanganan dan penyimpanan bahan pangan
seperti suhu, kelembaban, susunan gas di atmosfer.

FOOD BORNE DESEASE


3. Faktor implisit, merupakan sifat-sifat yang
dimiliki oleh mikroba itu sendiri.
4. Faktor pengolahan, karena perubahan
mikroba awal sebagai akibat pengolahan bahan
pangan, misalnya pemanasan, pendinginan,
radiasi, dan penambahan pengawet (Nurmaini,
2004).

WATER BORNE
DESEASE

WATER BORNE DISEASE


Adalah penyakit yang ditularkan langsung
melalui air, dimana air tersebut mengandung
mikroorganisme kuman patogen ataupun
zat lain yang terminum oleh manusia dan
dapat menimbulkan
penyakit.
Kontaminasi
: minum, mandi, mencuci,
proses menyiapkan makanan, ataupun
memakan makanan yang terkontaminasi saat
proses penyiapan makanan

WATER BORNE DISEASE


water-borne diseasejuga dapat terjadi akibat
kontaminasi di kolam renang.
kondisi higienitas air kolam yang buruk juga
dapat menyebabkan infeksi telinga dan kulit
bagi korban. untuk beberapa penyakit juga
dapat terjadi akibat adanya vektor penyakit
yang tinggal di air seperti malaria dan
demam berdarah

WATER BORNE DISEASE


Penyebab : mikroorganisme berupa bakteri,
protozoa, dan cacing.
Bakteri penyebab waterborn disease antara
lain: chlostridium botulinum, campylobacter
jejuni, vibrio cholerae, vibrio
parahaemolyticusescherichia coli, shigella
dysenteriae, salmonella typhi.

WATER BORNE DISEASE


infeksi cacing nematoda waterborne desease
contoh:
schistosoma (penyebab scistosomiasis),
taenia(infestasi cacing pita, taeniasis),
ascaris(penyebab kecacingan ascariasis).
kecacingan dapat terjadi akibat dari meminum air
yang terkontaminasi oleh telur cacing. umumnya
kecacingan lebih sering terjadi melalui kontaminasi
lewat makanan dibandingkan lewat air minum.

NOROVIRUS

NOROVIRUS

Norovirus : kelompok virus berbentuk bulat


kecil yang belum diklasifikasikan, yang mungkin
berkerabat dengan jenis-jenis calicivirus. Famili
ini terdiri dari beberapa kelompok virus yang
berbeda secara serologis, dan diberi nama
menurut tempat di mana kasus terjadi.

NOROVIRUS
Di Amerika Serikat, Norovirus dan Montgomery
County secara serologis berkerabat, namun
berbeda dari virus-virus Hawaii dan Snow
Mountain. Virus-virus Taunton, Moorcroft,
Barnett, dan Amulree diidentifikasi di Inggris
sedangkan virus-virus Sapporo and Otofuke di
Jepang. Strain-strain lain juga telah
diidentifikasi dari negara-negara yang
berbeda.

NOROVIRUS
Infeksi norovirus menyebabkan diare berat
dan muntah.
Noroviruses adalah penyebab utama dari
penyakit gastrointestinal pada lingkungan
tertutup dan penuh sesak, seperti rumah sakit,
panti jompo, dan kapal pesiar.
Biasanya, orang dengan infeksi norovirus
mengembangkan diare dan sakit perut dan
mulai muntah dalam waktu 24-48 jam paparan.

NOROVIRUS

Infeksi norovirus sangat menular.


Noroviruses umumnya menyebar melalui
makanan atau air yang terkontaminasi oleh
kotoran.
Infeksi norovirus juga bisa ditularkan melalui
kontak dekat dengan orang yang terinfeksi,
misalnya jika tinggal di sebuah panti jompo.

NOROVIRUS
PENYEBAB
Makan makanan yang terkontaminasi.
Minum air yang tercemar.
Menyentuhkan tangan ke mulut
setelah tangan melakukan kontak
dengan permukaan atau benda yang
terkontaminasi norovirus.
Melakukan kontak dekat dengan orang
yang memiliki infeksi norovirus.

NOROVIRUS
Faktor Risiko
Sistem kekebalan terganggu
Hidup di tempat dimana makanan ditangani
dengan prosedur yang tidak sehat
Hidup dalam jarak dekat, seperti di panti
jompo
Tinggal di hotel, resort, kapal pesiar atau
tujuan lain dengan banyak orang dalam jarak
dekat

NOROVIRUS
Pencegahan dan Penanggulangan
Norovirus
Cuci tangan dengan bersih, terutama setelah
menggunakan toilet atau mengganti popok.
Hindari makanan dan air yang terkontaminasi,
termasuk makanan yang mungkin telah
disiapkan oleh seseorang yang sedang sakit.
Cuci buah dan sayuran sebelum makan.
Masak seafood secara menyeluruh.

NOROVIRUS
Buang muntah dan kotoran dengan hati-hati,
untuk menghindari penyebaran norovirus
melalui udara. Menyerap materi dengan
handuk sekali pakai, menggunakan agitasi
minimal, dan tempatkanlah dalam kantong
plastik pembuangan.
Disinfeksi daerah yang terkontaminasi virus
dengan larutan pemutih klorin. Pakailah
sarung tangan.

NOROVIRUS
Cuti kerja, terutama jika pekerjaan Anda
melibatkan penanganan makanan. Anda
mungkin dapat menularkan virus selama tiga
hari setelah gejala Anda berakhir. Anak-anak
harus tinggal di rumah bukan di sekolah atau
penitipan.
Hindari bepergiansampai tanda dan gejala
telah berakhir.

DYSENTRI

DYSENTRI

Disentriberasal daribahasa yunani,


yaitudys(gangguan) danenteron(usus),
yang berarti radang usus yang menimbulkan
gejala meluas dengan gejala buang air besar
dengan tinja berdarah, diare encer dengan
volume sedikit, buang air besar dengan tinja
bercampur lender (mucus) dan nyeri saat
buang air besar (tenesmus).

DYSENTRI

disentrimerupakan peradangan pada usus


besar yang ditandai dengan sakit perut dan
buang air besar yang encer secara terus
menerus (diare) yang bercampur lendir dan
darah.

DYSENTRI
disentrimerupakan suatu infeksi yang
menimbulkan luka yang menyebabkan tukak
terbatas di colon yang ditandai dengan gejala
khas yang disebut sebagai sindroma disentri,
yakni:
1) sakit di perut yang sering disertai dengan
tenesmus
2) berak-berakmeperet
3) tinja mengandung darah dan lendir.

DYSENTRI
Penyebab dan JenisDisentri
Disentri basiler atau sigelosis yang
disebabkan oleh bakterishigella. Disentri basiler
merupakan jenis disentri yang paling umum
terjadidan mayoritas pengidapnya adalah balita.
Disentri amoeba atau amoebiasis yang
disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu)
bernamaEntamoeba histolytica.Jenis disentri
ini biasanya ditemukan di daerah tropis.

DYSENTRI

Kedua jenis disentri tersebut biasanya menular


karena lingkungan yang kotor. Manusia juga
sering terinfeksi karena mengkonsumsi makanan
yang terkontaminasi oleh kotoran pengidap.
Misalnya akibat pengidap tidak membasuh
tangan dengan bersih setelah buang air besar.

DYSENTRI

Disentri bisa disebabkan banyak faktor yang di


antaranya :
1.
2.
3.
4.
5.

Buah dan sayuran yang kotor


Air yang kotor
Tinja digunakan sebagai pupuk
Tangan kotor orang yang terinfeksi disentri
Berenang di air yang terkontaminasi

DYSENTRI

6. Kuman infeksi di usus besar


7. Makanan berbumbu dan makanan berlemak
yang berlebihan
8. Kondisi kurang sehat
9. Gangguan usus

DYSENTRI
Pencegahan dan Penanggulangan Disentri
Buang air di tempat yang semestinya jangan
buang air di sembarang tempat, latihlah anak
agar buang air besar di toilet.
Cuci tangan sebelum makan dan juga
sesudahnya
Mencuci tangan sebelum memasak masakan
dan pastikan juga tangan anda bersih saat
memberikan makanan mpada bayi

DYSENTRI
Merebus dan memasak dahulu peralatan
makanan dan minuman sebelum di gunakan
misalnya, dot bayi.
Memberikan ASI pada bayi juga memberikan
makanan lainnya
Tetap memberikan ASI padaanak walaupun
anak sedang diare
Menjaga kebersihan diri juga kebersihan
lingkungan anda.

DYSENTRI
Makan makanan yang sudah di masak terlebih
dahulu, sebaiknya hindari memberikan
makanan setengah masak pada anak anda
Memastikan tangan pengasuh anak anda tetap
dalam keadaan bersih di saat sedang mngasuh
anak atau sedang memberikan makanan
Memastikan dahulu bahwa air minum yang
anda masak sudah benar-benar mendidih

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian RI. 2007. Foodborne Disease. (Diakses pada tanggal 31 Oktober)
Motarjemi, Y., Moarefi, A., Jacob, M. 2006. Penyakit Bawaan Makanan Fokus Pendidikan
Kesehatan. Jakarta: EGC.
BPOM RI. 2008. Pengujian Mikrobiologi Pangan. Jurnal InfoPom Vol 9. Hal 1-11.