You are on page 1of 11

ANTIPSIKOTIK

Nama:
Erina Imronikha
1102011089
Pembimbing:
Dr. Cifi sp.KJ
Kepaniteraa Jiwa
RSUD Pasar Rebo

Pendahuluan
Terapi: Elektif-Holistik
Psikofarmakoterapi:
Terapi dengan obat yang mempunyai
efek
utama terhadap proses mental susunan
saraf
(proses fikir, perasaan, fungsi motorik)
Berdasarkan efek klinis:

Antidepresa
n

Antipsikot
ik

Antiansieta
s

Antimanik

Antipsikotik

Sekelompok obat yang menghambat


reseptor dopamin tipe 2 (D2) dan
Serotonin
Indikasi utama: skizofrenia dan
gangguan psikotik lainnya

Klasifikasi
Berdasarkan rumus kimia:
- Fenotiazin (Clorpromazin)
- Non Fenotiazin (Haloperidol)
Berdasarkan cara kerja:
- Dopamin Reseptor Antagonis/Antipsikotik
Tipikal/Generasi 1 (Haloperidol,
Clorpromazin,
Tioantene, Benzamid. Dibenzoapin, )
- Serotonin Dopamin Antagonis/
Antipsikotik Atipikal/ Generasi 2
(Risperidon,

Farmakokinetik

Dipengaruhi:
Pemakaian bersama Enzyme Inducer (Carbamaepin, Fenitoin,
Etambutol, Bartbiturat)
Clearence Inhibitor / SSRI
Trisiklik Antidepresan
Beta Bloker
Stres
Hipoalbumin
Gagal hati
Gagal ginjal
Dapat diberikan dosis oral 1 x sehari > tidak diabsorpsi secara
lengkap
Risperidon: Agonis paten serotonin gen 2
Flunezapin: 1 x 1 sampai 4 minggu

Interaksi Obat yang Penting dalam


Penggunaan Antipsikotik

Farmakodinamik

Bekerja antagonis reseptor dopamin dan serotonin di


otak dengan organ target
Menurunkan halusinasi dan waham

Efek samping:
Akatisia, Distonia Akut, Parkinsonism, Sindrom
Neuroleptik maligna, Tardive Dyskinesia, penurunan
kontraktilitas jantung, lama periode refrakter, hipotensi
posturnal, mulut kering, konstipasi, ruam, foto
sensitivitas, perubahan warna, penurunan libido,
penaikan berat badan, ikterus obstruktif, pigmentasi
ireversibel pada retina, dan peningkatan prolaktin

Efek Merugikan Realtif

Terapi Obat Gangguan Ektrapiramidal

Preparat Antagonis Reseptor Dopamin

Nama Dagang dan Dosis