You are on page 1of 8

MISTREATMENT

Siti Solichatul Makkiyyah

13711082

MISTREATMENT Siti Solichatul Makkiyyah 13711082
MISTREATMENT Siti Solichatul Makkiyyah 13711082

Definisi dari ...

Mistreatment

Definisi dari ... Mistreatment Bahasa Istilah Mis- : buruk, secara buruk, salah, secara salah Treatment :

Bahasa

Istilah

Definisi dari ... Mistreatment Bahasa Istilah Mis- : buruk, secara buruk, salah, secara salah Treatment :

Mis- : buruk, secara buruk, salah, secara salah

Treatment : sesuatu yang dilakukan untuk menyembuhkan seseorang

Definisi dari ... Mistreatment Bahasa Istilah Mis- : buruk, secara buruk, salah, secara salah Treatment :

pengalaman diremehkan, kekerasan fisik dan verbal, pengabaian dan kekurangan dalam hal fasilitas dan sistem kesehatan lainnya

pemberian perawatan yang tidak sesuai dengan martabat manusia

persepsi mistreatment : persepsi bahwa dirinya tidak ditangani atau dirawat dengan baik persepsi pihak pasien mungkin tidak benar-benar menerima kesalahan terapi

Epidemiolog inya yaitu ...

Demensi

a

Alzheime

r

Apendisiti

s

17% pasien demensia vaskuler pernah di diagnosis demensia alzheimer

Kerugian pasien obat DA tidak berpengaruh pada DV

12,7% pasien apendiktomi mengalami misdiagnosis

Malaria

97% pasien yang diberi obat anti-malaria px apusan darah negatif

Peningkatan biaya kesehatan, obat anti-malaria terbuang

E.S ACE- inhibitor

66% pasien dgn konsumsi ACE-inhibitor diberi obat anti-tusif

Penegakkan diagnosis menggunakan kriteria diagnosis klinis

Etiologinya antara lain ...

Menurut Hunter et al. (2015), kriteria diagnosis klinis untuk demensia alzheimer memiliki sensitivitas 71%- 87% dengan spesifisitas 44%-71% celah misdiagnosis yang besar

Kesalahan penilaian klinis oleh tenaga medis E.S ACE-inhibitor di diagnosis sebagai penyakit baru

Dilema etik dalam bidang ...

Medis

Sosio-

ekonomi

Perspektif

Islam

  • Kelalaian dokter akibat terlalu lelah,

tekanan kerja, faktor lain

  • Px penunjang mahal

Dilema etik dalam bidang ... Medis Sosio- ekonomi Perspektif Islam • Kelalaian dokter akibat terlalu lelah,

• • Q.S. Fasilitas al-Baqarah kesehatan [2] belum : 286 merata Allah tidak

membebani seseorang melainkan

sesuai dengan kesanggupannya

Rasulullah Saw bersabda “Barang

siapa menjadi dokter padahal dia

tidak mengetahui ilmu pengobatan

sebelum itu, maka dia harus

bertanggungjawab.”

Q.S.An-Nisaa’ 92 Dan barang siapa

membunuh seorang yang beriman

karena tersalah (hendaklah) dia

memerdekakan seorang hamba

sahaya yang beriman serta

(membayar) tebusan yang diserahkan

kepada keluarganya (si terbunuh itu),

kecuali jika mereka (keluarga

terbunuh) membebaskan pembayaran

Sesuai Pasal 51 huruf a UU Praktik Kedokteran dan Pasal 53 ayat (2) UU Kesehatan mewajibkan dokter untuk mengikuti standar profesi dan standar prosedur operasional dalam menjalankan profesinya.

Pendapat

Menurut saya, ...

Sehingga meskipun jika diteliti lebih lanjut diagnosis yang ditegakkan oleh seorang dokter adalah belum tepat, namun jika standar profesi dan standar prosedur operasional telah dipenuhi oleh dokter tersebut maka keputusan dokter tersebut tidak dapat dipermasalahkan secara hukum.

Selain itu, sebagai tenaga medis terutama seorang dokter harus menguasai standar profesi kedokteran baik keilmuan, ketrampilan maupun attitude dan diharapkan untuk selalu memperbaharui kemampuannya sesuai update keilmuan terbaru sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna.

Jadi, kesimpulan nya ...

Standar profesi dan standar kompetensi kedokteran merupakan acuan yang harus dipenuhi oleh seorang dokter dalam menjalankan praktik layanan kesehatan.

Meskipun suatu kelalaian dapat terjadi akibat berbagai faktor namun usaha terbaik sesuai prosedur standar harus senantiasa diusahakan dalam tiap pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien.

Daftar

Pustaka

Hanafiah, M.J. & Amir, A. 1999. Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan. Jakarta: EGC.

Anita, W. Tinjauan Hukum Islam terhadap Pidana Malpraktik Kedokteran. Skripsi. Jurusan Siyasah Jinayah, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Negeri Walisongo, 2009.

Chazawi, H. A. 2007. Malpraktik Kedokteran: Tinjauan Norma dan Doktrin Hukum. Malang:

Bayumedia Publishing.

Longman dictionary. Dapat diakses pada: www.ldoceonline.com/dictionary [diakses pada tanggal 15 Desember 2016].

Sudhinaraset, M., Treleaven, E., Melo, J., Singh, K., Diamond-Smith, N. Women’s Status and Experience of Mistreatment during Childbirth in Uttar Pradesh: A Mixed Methods Study Using Cultural Health Capital Theory. BMC Pregnancy and Childbirth. 2016, 16(332): 1-12.

Davis, G.G. Malpractice in Pathology. Arch Pathol Lab Med. 2006, 130: 975-978.

Northington, D.J. Attributions for Interpersonal Healthcare Mistreatment and Continuity of Care. Loma Linda University Electronic Theses & Dissertations. Paper 89, 2012.

Hunter, C.A., Kirson, N.Y., Desai, U., Cummings, A.K.G., Faies, D.E., Bimbaum, H.G. Medical Costs of Alzheimer’s Disease Misdiagnosis among US Medicare Beneficiaries. Alzheimer & Dementia. 2015, 11: 887-895.

Gale, M., Seng, D., Grant, A. Has the Increasing Use of Diagnostic Tools Reduced the Negative Appendicectomy Rate?. Internat J of Surg. 2011, 9: 547-582.

Leslie, T., Mikhail, A., Mayan, I. Anwar, M., Bakhtash, S., Nader, M., Chandler, C., Whitty, C.J.M., Rowland, M. Overdiagnosis and Mistreatment of Malaria among Febrile Patients at Primary Healthcare Level in Afghanistan: Observational Study. BMJ. 2012: 1-13.

Vegter, S. & De Jong-van den Berg, L.T.W. Misdiagnosis and Mistreatment of A Common Side-Effect – Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor – Induced Cough. Br J Clin Pharmacol. 2010, 69(2): 200-203.

Rymer, B. & Watson, M. Re-Admission Following Appendicectomy: The Role of Misdiagnosis. Internat J of Surg. 2014, 12: 13-17.