You are on page 1of 15

PENGGOLONGAN JENIS-JENIS KAYU

Di Indonesia membedakan 5 kelas/tingkatan


dalam kayu dan didasarkan pada :
1.Tingkat keawetan kayu
2.Tingkat pemakaian kayu
3.Tingkat kekuatan kayu
TINGKAT KEAWETAN KAYU
Tingkat keawetan kayu adalah daya tahan
kayu terhadap pengaruh perusakan oleh
rayap-rayap, serangga dan binatang-
binatang kecil lainnya, serta pengaruh
alamiah, seperti :
- panas matahari
- air
- dan lain-lain
Tabel Kelas Awet Kayu

Kelas A B C D E F
(tingka
t)
I 8 tahun 20 tahun * * Tidak Tidak

II 5 tahun 15 tahun * * Tidak Tidak

III 3 tahun 10 tahun Lama * Agak Tidak


cepat

IV Singkat Beberapa 10 20 Min. 20 Cepat Tak ber-


Sekali tahun tahun tahun sekali Bahaya
V Singkat Singkat Singkat Maks. Cepat Cepat
sekali sekali 20 tahun sekali sekali
Keterangan :

A : di tanah lembab
B : tempat tidak terlindung dan dicegah air tidak
masuk
C : tempat terlindung
D : terlindung dan terpelihara
E : termakan / serangan oleh rayap
F : termakan / serangan oleh beberapa serangga
* : tak terbatas

TINGKAT PEMAKAIAN KAYU


Didalam menentukan tingkat / kelas pemakaian
kayu tidak dipandang soal mengerjakan yang
mudah atau sulitnya pengolahan kayu, tetapi
kayu dalam keadaan biasa, artinya kayu tidak
dalam pengawetan.
Ada 5 ( lima ) macam tingkat / kelas pemakaian kayu,
yaitu :

Kelas I dan II : Untuk keperluan konstruksi-


konstruksi berat, tidak terlindung
dan tanah lembab

Kelas III : Untuk keperluan konstruksi berat


yang terlindung.

Kelas IV : Untuk keperluan konstruksi ringan


yang terlindung.

Kelas V : Untuk keperluan pekerjaan


sementara
TINGKAT KEKUATAN KAYU
Untuk menentukan tingkat kekuatan kayu
berpangkal pada kuat lentur, kuat tekan,
berat jenis dan kadar air.
Tabel : Tingkat Kekuatan Kayu

Tingkat I II III IV V

1.Kuat lentur 1000 725 500 360 < 360


( kg/cm2)

2.Kuat tekan 750 425 300 215 < 215


(kg/cm2)

3. Berat jenis 0,9 0,6 0,4 0,3 0,3


JENIS-JENIS KAYU BANGUNAN
Berikut ini diberikan nama kayu dengan kelas
kekuatan, kelas awet dan berat jenisnya
1. Kayu Jati
Kayu jati adalah salah satu kayu yang terbaik di seluruh
dunia. Tingkat keawetan I, tingkat kekuatan I dan berat jenis
0,9. Banyak didapati di Pulau Jawa, yaitu di daerah
Rembang, Madiun dan Kediri.
2. Kayu Merbau
Tingkat keawetan I, tingkat kekuatan I dan berat jenis 0,87
0,90. Banyak didapati di Pulau Sumatra, Maluku,
Sulawesi. Warnanya kelabu sawo dan jika dipakai akan
berubah menjadi hitam sawo.

3. Kayu Bangkirai
Tingkat keawetan II, tingkat kekuatan I dan berat jenis 0,80 1,00. Banyak
didapati di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Warnanya mula-mula sawo
kuning dan lama kelamaan menjadi lebih tua.
4. Kayu Berlian
Tingkat keawetan I, tingkat kekuatan I dan berat jenis
0,9. Banyak terdapat di Pulau Kalimantan. Warnanya,
jika belum lama adalah sawo tua dan kemudian akan
berubah menjadi sawo abu-abu sampai hitam

5. Kayu Resak
Tingkat keawetan I, tingkat kekuatan I dan berat jenis 1,1.
Banyak terdapat di Pulau Kalimantan, Sumatra dan Riau.
Warnanya sawo muda dan lama kelamaan menjadi sawo tua.
6. Kayu Rasamala
Tingkat keawetan II, tingkat kekuatan II dan berat jenis 0,60
0,80. Banyak terdapat di Pulau Jawa Barat dan juga di
Sumatra. Warnanya sawo merah.

7. Kayu Merawan
Tingkat keawetan II, tingkat kekuatan II dan berat jenis 0,60
0,80. Didapat di Pulau Kalimantan dan Sumatra.
Warnanya sawo muda dan lama kelamaan menjadi sawo tua.
8. Kayu Kamper
Tingkat keawetan II, tingkat kekuatan I dan berat jenis 0,70
0,80. Banyak terdapat di Pulau Sumatra dan Kalimantan.
Warnanya sawo merah.

9. Kayu Puspa
Tingkat keawetan III, tingkat kekuatan II dan berat jenis
0,60. Terdapat di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat.
10.Kayu Keruwing
Tingkat keawetan III, tingkat kekuatan III dan berat jenis
0,60 0,80. Banyak terdapat di Pulau Kalimantan dan
Sumatra.

11.Kayu Meranti
Tingkat keawetan IV, tingkat kekuatan III dan berat jenis 0,50 0,80. Banyak terdapat di
Pulau Sumatra dan Kalimantan.

PENGERINGAN KAYU
Pengeringan kayu adalah proses untuk
mengeluarkan air yang terdapat di dalam
kayu.
Cara pengeringan kayu dibedakan
menjadi 2 macam, yaitu
1.Pengeringan udara biasa / alam
udara.
Keuntungan :
Biaya relatif murah, tanpa peralatan mahal
Pelaksanaan lebih mudah, tanpa memerlukan
tenaga ahli
Pengeringan dengan tenaga alam / udara
Kapasitas dan sortimen kayu tidak terbatas

Kerugian :
waktu yang diperlukan cukup lama
memerlukan areal / lapangan yang cukup luas
kadar air akhir umumnya masih cukup tinggi
cacat-cacat yang timbul sulit diperbaiki
kembali
2. Pengeringan buatan
Keuntungan :
Waktu pengeringan sangat singkat
Kadar air akhir dapat diatur sesuai dengan
keinginan
Kelembaban udara, temperatur dan
sirkulasi udara dapat diatur sesuai dengan
jadual pengeringan
Kualitas hasil jauh lebih baik
Tidak membutuhkan tempat yang luas
Kerugian :
Memerlukan tenaga ahli dan berpengalaman
Memerlukan investasi / modal yang besar