You are on page 1of 10

ABSES PARU

Oleh :
ANGGARA APRINATA WIDYAWAN

Pembimbing :
dr. PARTOGI, Sp. RAD
DEFINISI
Abses paru didefinisikan sebagai nekrosis jaringan
paru dan pembentukan rongga yang berisi debris-
debris nekrotik atau cairan yang disebabkan oleh
infeksi mikroba. Pembentukan sejumlah abses kecil
(<2 cm) abses kadang-kadang disebut sebagai
pneumonia nekrosis atau gangren paru.
Baik abses paru maupun pneumonia nekrotik adalah
manifestasi/perwujudan dari proses patologis yang
serupa.
ETIOLOGI
Infeksi yang timbul melalui saluran nafas (aspirasi)
Penyulit beberapa tipe pneumonia
Perluasan abses sub diafragma
Luka traumatik paru
Infark paru terinfeksi
ETIOLOGI
Prevalensi tertinggi adalah dari infeksi saluran
nafas atas
Penyebabnya campuran bermacam-macam
basil flora mulut, hidung dan tenggorokan
(termasuk basil aerob dan anaerob seperti
streptokokus, basil fusiform, spirokaeta,
proteus, dll).
Gambar A: Foto toraks PA
Kavitas dengan air fluid
level pada lobus superior
paru kiri
Gambar B : Foto toraks lateral
Kavitas dengan air fluid level pada lobus superior paru kiri
Gambar C: CT scan
Pembentukan abses lobus superior paru kiri tanpa konsolidasi
atau efusi pleura
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium
Peningkatan jumlah leukosit, mencapai 20.000-
30.000/ul,
Peningkatan LED.
Dahak
Berupa pus
Pemeriksaan gram penuh dengan leukosit, dan
bermacam-macam basil
Biakan darah dan dahak perlu diambil untuk
pemeriksaan basil aerob dan anaerob.
DIAGNOSIS BANDING
Ca bronkogenik dengan nekrosis mengalami kavitas
(perongggaan), biasanya dinding kavitas tebal.
Tidak rata periksa sitologi
TB atau jamur paru, --periksa BTA , ditemukan
jamur
Bula terinfeksi, -- di sekitar bula tidak ada
konsilidasi
Kista terinfeksi, --dinding tipis, tidak ada reaksi di
sekitarnya
Terima kasih