You are on page 1of 24

ASUHAN

KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN
POLIOMIELITIS
BY :
Ns. HANNY
1. PENGERTIAN
Poliomeilitis adalah penyakit
menular yang akut
disebabkan oleh virus
dengan predileksi pada sel
anterior massa kelabu
sumsum tulang belakang
dan inti motorik batang otak,
dan akibat kerusakan bagian
susunan saraf tersebut akan
2. ETIOLOGI
Virus Poliomyelitis
tergolong dlm enterovirus
yg filtrabel. Dpt diisolasi 3
strain virus tersebut yaitu
tipe 1 (Brunhilde), tipe
2(Lansing) dan tipe 3
(Leon)
3. POLIOMIELITIS DIBAGI DALAM
BEBERAPA GAMBARAN KLINIS :
1. Poliomielitis asimtomatik
Setelah masa inkubasi 7-10
hari, karena daya tahan tubuh
maka tidak terdapat gejala
klinik sama sekali. Pada suatu
epidemi diperkirakan terdapat
pada 90-95% penduduk dan
menyebabkan imunitas
terhadap virus tersebut
2.Poliomielitis abortif
Diduga secara klinik hanya pada
daerah yang terserang epidemi
terutama yang diketahui kontak
dengan pasien poliomielitis yang
jelas. Timbul mendadak
berlangsung beberapa jam
sampai beberapa hari. Gejala
berupa infeksi virus seperti
malaise, anoreksia, nausea,
muntah, nyeri kepala, nyeri
tenggorok, konstipasi, dan nyeri
3. Poliomielitis Non Paralitik: Gejala
klinik hampir sama dengan
poliomyelitis abortif, hanya nyeri
kepala, nausea dan muntah lebih
hebat. Gejala ini timbul 1-2 hari
kadang-kadang diikuti penyembuhan
sementara untuk kemudian remisi
demam atau masuk ke dalam fase
ke-2 dengan nyeri otot. Khas untuk
penyakit ini ialah adanya nyeri dan
kaku otot belakang leher,tubuh dan
tungkai dgn hipertonia, mungkin
disebabkan oleh lesi pada batang
otak, ganglion spinal dan kolumna
4. Poliomielitis Paralitik:
Gejala sama pada
poliomyelitis non paralitik
disertai kelemahan satu
atau lebih kumpulan otot
skelet atau kranial. Timbul
paralysis akut. Pada bayi
ditemukan paralysis
fesika urinaria dan
antonia usus
4. PATOFISIOLOGI
Virus biasanya memasuki tubuh melalui
rongga orofaring, berkembangbiak dlm
traktus digestivus, kelenjar getah bening
regional dan sistem retikuloendotelial.
Dlm keadaan ini timbul: perkembangan
virus, tubuh bereaksi dgn membntuk tipe
antibodi spesifik. Bila pembentukan zat
anti tubuh mencukupi dan cepat maka
virus akan dinetralisasikan, sehingga
timbul gejala klinis yg ringan atau tidak
terdapat sama sekali dan timbul imunitas
tehadap virus tersebut.
LANJUTAN.
Bila proliferasi virus tersebut
lebih cepat dari pembentukan
zat anti, maka akan timbul
viremia dan gejala klinis,
kemudian virus akan terdapat
dalam feses utk beberapa
minggu lamanya.
Daerah yang biasanya terkena
poliomyelitis ialah :
1. Medula spinalis terutama kornu anterior,
2. Batang otak pada nucleus vestibularis
dan inti-inti saraf cranial serta formasio
retikularis yang mengandung pusat
vital,
3. Sereblum terutama inti-inti virmis.
4. Otak tengah midbrain terutama masa
kelabu substansia nigra dan kadang-
kadang nucleus rubra.
5. Talamus dan hipotalamus,
6. Palidum,
7. Korteks serebri, hanya daerah motorik.
5. CARA PENULARAN
Virus masuk melalui mulut dan hidung
lalu berkembang biak di dalam
tenggorokan dan saluran pencernaan
atau usus. Selanjutnya, diserap dan
disebarkan melalui sistem pembuluh
darah dan pembuluh getah bening.
LANJUTAN..
Cara penularannya dapat melalui :
a. Inhalasi
b. Makanan dan minuman
c. Bermacam serangga seperti lipas,
lalat, dan lain-lain.
Penularan melalui oral berkembang
biak diususverimia virus+DC
faecese beberapa minggu.
CARA PENCEGAHAN
1. Imunisasi
2. jangan masuk daerah endemis
3. jangan melakukan tindakan endemis
Tempatkan anak yang sakit di kamar
terpisah, jauh dari anak-anak lainnya.
Ibu harus mencuci tangan setiap kali
menyentuhnya. Perlindungan terbaik
terhadap polio ialah dengan memberikan
vaksin polio/pemberian kekebalan.
4. Mengurangi aktivitas jasmani yg
berlebihan (tidak boleh terlalu lelah).
6. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Virus Poliomielitis dapat diisolasi dan
dibiakkan secara biakan jaringan dari
bahan apusan tenggorok, darah, likuor
serebrospinalis dan feses.
Pemeriksaan likuor serebrospinalis akan
menunjukkan pleiositosis biasanya
kurang dari 500/ml, pada permulaan
lebih banyak polimorfonukleus dari
limfosit,tetapi kemudian segera berubah
menjadi limfosit lebih banyak daripada
polimorfonuklear. Sesudah 10-14 hari
jumlah sel akan normal kembali.
Pada stadium permulaan kadar protein
normal atau sedikit meninggi, kemudian
minggu kedua dapat naik sampai
100m/dl,dengan jumlah sel menurun
sehingga disebut dissociation
cytoalbuminique. Pada pemeriksaan darah
tidak didapatkan kelainan yg mencolok.
7. PENATALAKSANAAN
a. Medis
Poliomielitis Asimtomatis tidak perlu
perawatan. Poliomielitis abortif diatasi
dengan istirahat 7 hari jika tidak terdapat
gejala kelainan aktivitas dapat dimulai lagi.
Sesudah 2 bulan dilakukan pemeriksaan lebih
teliti terhadap kemungkinan kelainan
muskuloskeletal.
Poliomielitis paralitik/non paralitik diatasi
dengan istirahat mutlak paling sedikit 2
minggu, perlu pengawasan yang teliti karena
setiap saat dapat terjadi paralisis pernapasan
LANJUTAN
1. Fase Akut : Analgetik utk rasa
nyeri otot, antipiretik utk
menurunkan suhu
2. Sesudah fase akut :
Kontraktur,atrofi dan atoni otot
dikurangi dengan fisioterapi.
Tindakan ini dilakukan setelah
2 hari demam hilang.
b. Keperawatan
Untuk mencegah penularan pasien
perlu dirawat dikamar isolasi dgn
perangkat lengkap kamar isolasi dan
memerlukan pengawasan yg
teliti.Mengingat bahwa virus polio
juga terdapat pd feses pasien maka
bila membuang feses harus betul-
betul ke lobang WC dan disiram air
sebanyak mungkin.
Masalah pasien yg perlu diperhatikan
bahaya kelumpuhan,gangguan
psikososial,kurangnya pengetahuan
ortu mengenai penyakit
9.PENGKAJIAN KEP
1. Riwayat kesehatan
Riwayat pengobatan penyakit-penyakit dan
riwayat imunitas
2. Pemeriksaan fisik
a. Nyeri kepala
b. Paralisis
c. Refleks tendon berkurang
d. Kaku kuduk
e. Brudzinky
10. DIAGNOSA KEP.
1. Perubahan nutrisi dari
kebutuhan tubuh b/d anoreksia,
mual dan muntah
2. Hipertermi b/d proses infeksi
3. Ketidakefektifan pola nafas dan
b/d paralysis otot
11. INTERVENSI KEP
Perubahan nutrisi dari kebutuhan tubuh b/d
anoreksia, mual dan muntah :
1.Kaji pola makan anak
2. Berikan makanan secara adekuat
3. Berikan nutrisi kalori, protein, vitamin dan
mineral.
4. Timbang berat badan
5. Berikan makanan kesukaan anak
6. Berikan makanan tapi sering
Hipertermi b/d proses infeksi
1. Pantau suhu tubuh
2. Berikan minum yang cukup
3. Kompres hangat durasi 20-30 menit
4. Anjurkan untuk menggunakan pakaian
yang tipis yang dpat meyerap keringat
5. Kolaborasi pemberian Antipiretik
Ketidakefektifan pola nafas dan b/d
paralysis otot
1. Evaluasi frekuensi pernafasan dan
kedalaman
2. Auskultasi bunyi nafas
3. Tinggikan kepala tempat tidur, letakkan
pada posisi semi fowler
4. Berikan tambahan oksigen