You are on page 1of 27

ABSES OTAK

Kelompok 1
Anatomi Dan
Fisiologi Otak
Diagnosis
Dan Sawar Histopatologi
Banding Abses
Darah Otak Abses Otak
Otak
(Blood Brain
Barrier)

Definisi Abses Patofisiologi Penatalaksanaa


Otak Abses Otak n Abses Otak

Manisfestasi
Epidemiologi Komplikasi
Klinis Abses
Abses Otak Abses Otak
Otak

Etiologi Dan
Faktor Diagnosis Prognosis
Predisposisi Abses Otak Abses Otak
Abses Otak
ANATOMI OTAK
Sawar Darah Otak (Blood Brain
Barrier)
DEFINISI ABSES OTAK

Adalah infeksi intraserebral fokal yang dimulai sebagai serebritis yang lokalisatorik

dan berkembang menjadi kumpulan pus yang dikelilingi oleh kapsul otak

disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus dan protozoa.


EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia belum ada data pasti, namun Amerika Serikat dilaporkan sekitar 1500-
2500 kasus abses serebri per tahun.

Prevalensi diperkirakan 0,3-1,3 per 100.000 orang/tahun.

Pria > wanita perbandinagan 2-3:1.

Rate kematian penyakit abses tinggi yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%.
ETIOLOGI
Sebagian besar abses otak berasal langsung dari penyebaran infeksi telinga
tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries).

Abses otak dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru
sistemik (empyema, abses paru, bronkiektas, pneumonia), endokarditis bakterial
akut dan subakut dan pada penyakit jantung bawaan Tetralogi Fallot (abses
multiple, lokasi pada substansi putih dan abu dari jaringan otak).
Cont..
Bakteri penyebabnya antara lain, Streptococcus aureus, streptococci (viridians,
pneumococci, microaerophilic), bakteri anaerob (bakteri kokus gram positif,
Bacteroides spp, Fusobacterium spp,Prevotella spp, Actinomyces spp, dan
Clostridium spp), basil aerob gram-negatif (enteric rods, Proteus spp, Pseudomonas
aeruginosa, Citrobacter diversus, dan Haemophilus spp). Infeksi parasit
(Schistosomiasis, Amoeba) dan fungus (Actinomycosis, Candida albicans) dapat
pula menimbulkan abses, tetapi hal ini jarang terjadi.
Faktor predisposisi
1. Faktor tuan rumah (host)

2. Faktor kuman

3. Faktor lingkungan
HISTOPATOLOGI

1. Abses Piogenis disebabkan bakteri


pembentukan kapsul kolagen (+)
ada daerah yang nekrosis dalam jaringan otak

2. Abses disebabkan jamur


merupakan abses metastatik, menyerupai abses piogenik
tampak invasi vaskuler oleh jamur thrombosis sekunder dan infark otak
dalam bagian nekrotik terdapat sel radang, makrofag, fibroblast, dan sel besar berinti banyak terisi jamur yang
telah difagosit.

3. Abses disebkan parasit


pusat nekrotik berisi debris
sel mononuclear dikelilingi kongesti vaskuler nekrosis jaringan saraf dan sel limfotik, sel plasma dan mononuclear
lain
pembentukan kapsul (-) atau hanya sedikit
ditemukannya kistadan trofozoit.
PATOFISIOLOGI
Tahap awal reaksi radang difus pada jaringan otak dengan infiltrasi lekosit

disertai udem, perlunakan dan kongesti jaringan otak, kadang-kadang disertai

bintik perdarahan Setelah beberapa hari - minggu nekrosis dan pencairan

pada pusat lesi membentuk rongga abses Astroglia, fibroblas dan makrofag

mengelilingi jaringan yang nekrotikan Mula-mula abses tidak berbatas tegas

lama kelamaan dengan fibrosis progresif terbentuk kapsul dengan dinding

konsentris
4 Stadium Perubahan Patologi
AO
1. Stadium serebritis dini (Early Cerebritis)

2. Stadium serebritis lanjut (Late Cerebritis)

3. Stadium pembentukan kapsul dini (Early Capsule Formation)

4. Stadium pembentukan kapsul lanjut (Late Capsule Formation)


MANIFESTASI KLINIS Bila abses membesar:

Stadium Awal Trias Abses Otak

Gejala Infeksi (demam, malaise, Gejala Infeksi

anoreksi) Peninggian Tekanan Intracranial

Gejala neurologik fokal (kejang,


Gejala Peninggian Tekanan
paresis, ataksia, afaksia)
Intrakranial (muntah, sakit kepala

dan kejang)
DIAGNOSIS
Anamnesis Px Penunjang

Gambaran Klinis Foto Polos ( tek intracranial)

Px Laboratorium EEG , (Lokasi Abses)

Arteriografi (Sudah jarang)


Leukosit, LED, CSF,
Pnemoensefalografi (Abses Serebellum)
Evaluasi Neurologis
CT scan
Status mental, derajat kesadaran, fungsi saraf
MRI
kranialis, refleks fisiologis, refleks patologis,

dan juga tanda rangsang meningeal


Gambaran CT-SCAN
Early cerebritis(hari 1-3): fokal, daerah inflamasi dan edema.

Late cerebritis(hari 4-9): daerah inflamasi meluas dan terdapat nekrosis dari zona
central inflamasi.

Early capsule stage(hari 10-14): gliosis post infeksi, fibrosis, hipervaskularisasi


pada batas pinggir daerah yang terinfeksi.Pada stadium ini dapat terlihat
gambaran ring enhancement.

Late capsule stage(hari >14): terdapat daerah sentral yang hipodens (sentral
abses) yang dikelilingi dengan kontras - ring enhancement (kapsul abses)
Gambar CT-SCAN Otak Normal
Abses Otak
DIAGNOSIS BANDING
Sebagai suatu lesi desak ruang (space-occupying lesion), abses otak dapat
bermanifestasi klinis hampir sama dengan suatu neoplasma maupun
hematosubdural
Perbedaan Abses dan Tumor berdasarkan Neuroimaging
PENATALAKSANAAN
Terapi Definitif Steroid dapat mempengaruhi penetrasi

Penatalaksanaan terhadap antibiotik tertentu dan dapat menghalangi

efekmassa(abses dan edema) yang dapat pembentukan kapsul abses.


mengancam jiwa
Tetapi penggunaannya dapat
Terapi antibiotik dan test sensitifitas dari dipertimbangkan pada kasus-kasus
kultur material abses dimana terdapat risiko potensial dalam
Terapi bedah saraf (aspirasi atau eksisi) peningkatan tekanan intrakranial.

Pengobatan terhadap infeksi primer Dosis yang dipakai 10 mg dexamethasone

Pencegahan kejang setiap 6 jam intravenous, dan ditapering

Neurorehabilitasi dalam 3-7 hari.


Pemilihan Antibiotik pada Abses Otak
TERAPI
Tergantung Lokasi, Posisi dan Jenis
abses

Terapi optimal adalah kombinasi


antara antimikrobial dan tindakan
bedah. Operasi kraniotomi

Eksisi dan drainase abses melalui Penggunaan antikonvulsan


kraniotomi.
Fenitoin Oral (mengatasi Kejang)
Stereotaktik aspirasi atau MR-guided
aspiration and biopsy.
KOMPLIKASI
Robeknya kapsul abses ke dalam ventrikel atau ruang subarachnoid

Penyumbatan cairan serebrospinal yang menyebabkan hidrosefalus

Edema otak

Herniasi oleh massa Abses otak


PROGNOSIS
Tergantung dari Penggunaan alat seperti CT-SCAN,

Cepatnya diagnosis ditegakkan MRI pada stadium dini dapat lebih


cepat didiagnosis sehingga prognosis
Derajat perubahan patologis
lebih baik.
Soliter atau multipel
Prognosis AO soliter lebih baik dan
Penanganan yang adekuat. multipel.

Defisit fokal dapat membaik, tetapi


kejang dapat menetap pada 50%
penderita.
KESIMPULAN
Abses otak adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang terlokalisir diantara jaringan otak yang tergolong kelompok

penyakit life threaqtening infection. Sebagian besar penderita abses otak adalah laki-laki, dibandingkan perempuan (3:1)

yang berusia produktif (20-50) tahun.

Sebagian besar abses otak berasal langsung dari penyebaran infeksi tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis

dan maxillaries), dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru sistemik (empyema, abses paru,

bronkiektase, pneumonia), endokarditis bacterial akut dan subakut dan pada penyakit jantung bawaan Tetralogi Fallot

( abses multiple, lokasi pada substansi putih dan abu dari jarinagn otak). Dapat juga timbul akibat trauma tembus pada

kepala atau trauma pasca operasi.,

Terapi definitive untuk abse melibatkan penatalaksanaan terhadap efek massa (abses dan edema) yang dapat mengancam

jiwa, terapi antibiotic dan test sensitifitas dari kultur material abses, terapi bedah saraf (aspirasi atau eksisi), pengobatan

terhadap infeksi primer, pencegahan kejang, dan neurorehabilitasi.

Prognosis dari abses otak ini tergantung dari cepatnya diagnosis ditegakkan, derajat perubahan patologis, soliter atau

multiple, penegakan yang adekuat.


REFERENSI
Journal 0f American academi of neurology, 2012, sudden stroke like onset of hemiparesis due to
bacterial brain abses.
Laminof M.J. 2000. Brain abses in clinical neurology,3rd ED, A large Medical book, Connecticut,
295-298.
Lindsay KW, Bone I, Callander R. 2004. Neurology and Neurosurgery Illustrated. 4th edition.
China: Elsevier Limited. p2-4.
Mardjono, Mahar, dkk. 2008. Abses Serebri. Neurologi Klinis Dasar.hal 320-321. Jakarta: Dian
Rakyat.
Misbach, H Jusuf, dkk. Serebritis dan Abses Otak. Buku Pedoman SPM dan SPO Neurologi
PERDOSSI. hal 27-29. Jakarta: 2006.
Munir, Badrul, et al. 2017. Buku Ajar Neurologi. Sagung Seto: Jakarta. Hal: 309-313.
Sudewi, AA Raka, dkk. Abses Serebri. Infeksi pada system saraf PERDOSSI. Hal 21-27.
Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair. 2011.
TERIMA KASIH