You are on page 1of 35

Asuhan keperawatan persalinan

Kel 5
Nama :
pendahuluan
Proses persalinan dipengaruhi oleh tiga faktor
yang berperan yaitu kekuatan mendorong janin
keluar (power) yang meliputi kekuatan uterus
(his), kontraksi otot dinding perut, kontraksi
diaphragma dan ligamentum action, faktor lain
adalah faktor janin (passanger) dan faktor jalan
lahir (passage).
Definisi
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil
konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan
atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan
lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau
tanpa bantuan ( kekuatan sendiri ).

Persalinan adala proses dimana bayi, plasenta,


dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu.
Persalian dianggap normal jika prosesnya terjadi
pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37
minggu) tanpa disertai adanya penyulit (JNPK-
KR.2008).
Etiologi
apa yang menyebabkan terjadinya persalinan masih belum
diketahui (idiopatik)
Teori penurunan hormon. Estrogen dan progesteron pada
1-2 minggu sebelum partus dimulai
Teori plasenta menjadi tua : menyebabkan turunnya kadar
estrogen dan progesteron yang menyebabkan kekejangan
pembuluh darah hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
Di belakang serviks terletak ganglion servikale (fleksus
Frankerhauser). Bila ganglion ini digeser dan ditekan,
misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi uterus.
persalinan menurut Manuaba (2009).
Teori Kadar Progesteron
Teori Oksitosin
Teori Regangan Otot Rahim
Teori Prostalglandin
Klasifikasi persalinan

1. Persalinan normal
persalinan didalam air
Persalinan Spontan
2. Dengan bantuan
Persalinan bantuan vakum ( ekstrasi vakum )
persalinan bantuan forsep ( ekstrasi forsep )
Persalinan dengan operasi (sesar)
Proses persalinan
terdiri dari 4 kala, yaitu :
Kala I Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus
dan pembukaan serviks hingga mencapai
pembukaan lengkap (10 cm). Persalinan kala satu
dibagi menjadi 2 fase yaitu :
Fase laten : Dimulai sejak awal kontraksi penipisan dan pembukaan
serviks secara bertahap. Pembukaan serviks <4 cm dan biasanya
berlangsung dibawah 8 jam.
Fase aktif : Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat
(kontraksi dianggap adekuat/ memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam
waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih. Serviks
membuka dari 3 ke 10 cm, biasanya dengan kecepatan 1 cm atau lebih
perjam dan terjadi penurunan bagian terbawah janin. Dapat dibedakan
menjadi tiga fase
Lanjutan.....
Kala II
Kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks
sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.
Kala dua dikenal juga sebagai kala pengeluaran.
tanda dan gejala kala II persalinan :
Ibu merasakan keinginan meneran bersamaan dengan
terjadinya kontraksi
Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada
rectum dan atau vaginanya.
Perineum terlihat menonjol, Vulva-vagina dan sfingter ani
membuka
Peningkatan pengeluaran lender dan darah
Diagnosis kala dua persalinan dapat ditegakkan atas
dasar hasil pemeriksaan dalam yang menunjukkan :
Pembukaan serviks telah lengkap
Terlihatnya bagian kepala bayi pada introitus vagina.
Kala III
Terdiri dari 2 fase

1. Fase pelepasan uri


Schultze : lepasnya seperti kita menutup payung,
cara ini paling sering terjadi. Yang lepas duluan
adalah bagian tengah lalu terjadi retroplasental
hematoma yang menolak uri mula-mula pada
bagian tengah kemudian seluruhnya. Menurut
cara ini perdarahan ini biasanya tidak ada
sebelum uri lahir.
Duncan : lepasnya uri mulai dari pinggir, jadi
pinggir uri lahir duluan. Darah akan mengalir
keluar antara selaput ketuban. Atau serempak
dari tengah dan pinggir plasenta.
2. Fase pengeluaran uri

Kustner: dengan meletakkan tangan disertai


tekanan di atas simfisis. Tali pusat
diteganggangkan maka, bila tali pusat masuk
artinya belum lepas, bila diam atau maju
artinya sudah lepas.
sewaktu ada his, rahim di dorong, bila tali
pusat kembali artinya belum lepas. Diam atau
turun artinya sudah lepas.
Strassman: tegangkan tali pusat dan ketok
pada fundus, bila tali pusat bergetar artinya
belum lepas. Tak bergetar artinya sudah lepas.
Kala IV
Kala empat persalinan dimulai setelah lahirnya
plasenta dan berakhir selama 2 jam. Kala IV
dimaksudkan untuk melakukan observasi karena
perdarahan postpartum paling sering terjadi pada
2 jam pertama. Observasi yang dilakukan, antara
lain :
Tingkat kesadaran ibu
Pemeriksaan TTV : tekanan darah, nadi, pernafasan
Kontraksi uterus
Terjadinya perdarahan
Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya
tidak melebihi 400 500 cc.
MEKANISME PERSALINAN
Mekanisme gerakan bayi menyesuaikan diri dengan pelvis ibu, fleksi,
rotasi dalam, ekstensi, rotasi luar, dan pengeluaran.

1. Engangement, tertangkapnya kepala janin pada PAP


2. Decent, turunnya kepala janinke PAP
3. Flexion (menekuk), tahanan yang diperoleh dari dasar panggul
makin besar maka makin fleksi kepala janin, dagu menekan dada
dan belakang kepala (oksiput) menjadi bagian terbawah janin,
mengakibatkan masuknya kepala janin dengan diameter terkecil
melewati jalan lahir terkecil melewati jalan lahir.
4. Internal rotation Pemutaran bagian terendah kebawah simpisis
menyesuaikan posisi kepalajanin dengan bentuk jalan lahir
5. Extentition Setelah paksi dalam selesai dan kepala sampai
vulva, lahir berturut sisiput, dahi, hidung, mulut, dagu
6. External rotation Putaran kepala mengikuti putaran bahu
7. Expultion Pengeluaran bahu dan badan janin
Menifestasi klinis

1.Lightening atau kepala turun memasuki


pintu atas panggul terutama pada primigravida.
Pada multipara tidak begitu kentara.
2.Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri
turun.
3.Perasaan sering-sering atau susah kencing
karena kandung kemih tertekan oleh bagian
terbawah janin.
4.Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh
adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus,
kadang-kadang disebut false labor pains.
5.Serviks menjadi lembek, mulai mendatar,
dan sekresinya bertambah bisa bercamput darah
(Rustam Mochtar, 1998).
Tandatanda Inpartu
Inpartu adalah seorang wanita yang sedang
dalam keadaan persalinan. Tanda-tanda inpartu
adalah:

1.Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih


kuat, sering dan teratur.
2.Keluar lender bercampur darah (show) yang
lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada
serviks.
3.Kadang-kadang ketuban pecah dengan
sendirinya.
4.Pada pemeriksaan dalam: serviks mendatar dan
pembukaan telah ada.
PERUBAHAN YANG TERJADI PADA
POST PARTUM

Perubahan Fisik
1.Kembalinya rahim kebentuk asalnya (involusi)
2.Perubahan lokea : Lokea adalah cairan yang keluar
dari liang senggama pada masa nifas. Cairan ini dapat
berupa darah atau sisa lapisan rahim.

Macam- macam lokea


a.Lokea rubra (hari 1-4): Jumlahnya sedang,
berwarna merah, dan terutama darah.
b.Lokea serosa (hari 4-8): Jumlahnya berkurang dan
berwarna merah muda (hemoserosa).
c.Lokea alba (hari 8-14): Jumlahnya sedikit,
berwarna putih atau hampir tidak berwarna.
3.Perubahan kulit
4.Perubahan dinding perut
5.Buang air besar dan berkemih
1. Abortus
Persalinan Berd asarkan Umur Kehamilan

2. Partus Prematorus
3. Partus Maturus atau Aterm (Cukup Bulan)
4. Partus Postmaturus
5. Partus Presipitatus
6. Parus Percobaan
Perubahan Fisiologis Meternal
selama Persalinan

Tekanan darah
Metabolisme
Suhu
Denyut Nadi (Frekuensi Jantung)
Pernafasan
Perubahan pada Ginjal
Perubahan Pada Saluran Cerna
Perubahan Hematologi
Perubahan Psikologis dan Perilaku
Maternal Selama Persalinan
Kondisi psikologis bervariasi.
persiapan dan bimbingan antisipasi yang ia terima
selama persiapan menghadapi persalinan
dukungan dari pasangannya
orang terdekat lain, keluarga, dan pemberi perawatan
lingkungan dan
apakah bayi yang dikandunganya merupakan bayi
yang diinginkan.
Apabila kehadiran bayi tidak diharapkan, bagaimanapun
aspek psikologis ibu akan mempengaruhi perjalanan
persalinan. Tindakan member dukungan dan
kenyamanan meruapakan ungkapan kepedulian,
kesabaran, sekaligus, mempertahankan keberadaan
orang lain menemani wanita tersebut (Varney, 2007).
Proses persalinan
kala I
fase laten
fase aktif
Kala II
Kala III
Kala IV
kasus
Ny. A 19 th melahirkan anak pertamanya dengan persalinan
normal dengan posisi letak belakang kepala dengan jenis kelamin
laki-laki 20 menit yang yang lalu di RSUD Pati. mengalam perineum
ruptur tingkat II, sudah dilakukan penjahitan. pemeriksaan
didapatkan kontraksi uterus berkurang, kondisi ibu menurun,
perdarahan 600 cc dan mengalami sobekan jalan lahir. hasil
pemeriksaan fisik di dapatkan , kulit teraba dingin, klien terlihat
pucat dan lemas TTV : TD 100/50 mmHg . N: 92 x/menit suhu : 36,7
130 x/mnt. RR : 27 x/menit. Pasien mengeluh masih nyeri
didaerah perineum/daerah bekas jahitan, ibu mengeluh sakit kepala,
bagian perut sudah tidak terlalu dirasakan sakitnya namun kadang
kadang ada masih terasa sakit, nyeri pada kedua payudara agak
tegang, ibu juga belum mampu menyusui bayinya dengan baik dan
masih belum mampu merawat bayi sepenuhnya., anak tidak mau
menyusui pada payudara ibunya sehingga diberikan susu formula,
ibu bertanya-tanya tentang bagaimana perawatan dirumah, dan
bagaimana merawat payudara. Klien juga mengeluh kurang waktu
istirahatnya yaitu hanya 5 jam sehari semenjak kelahiran bayinya
Analisa data
Data fokus Etiologi Masalah Kode
nanda
DS: Pasien mengeluh Postpartum Nyeri
masih nyeri didaerah persalinan
perineum/daerah bekas
jahitan, ibu mengeluh
sakit kepala, bagian
perut sudah tidak terlalu
dirasakan sakitnya
namun kadang kadang
ada masih terasa sakit.

DO :mengalam
perineum ruptur tingkat
II, sudah dilakukan
penjahitan pemeriksaan
didapatkan kontraksi
uterus berkurang,
kondisi ibu menurun,
perdarahan 500 cc
Data fokus Etiologi Masalah Kode nanda

DS : pasien Resiko Infeksi


mengatakan
terhadap jahitan
pada jalan
lahirnya.

DO :
Terdapat sobekan
jalan lahir
Daerah
genetalia/jahitan
terlihat kotor

DS : pasien Kurang
mengatakan pengetahuan
bagaimana cara
perawatan luka
saat dirumah
DO : pasien
tertarik pada
informasi yang
diberikan.
intervensi

1. Nyeri persalinan
tujuan : klien akan menunjukkan respon kontrol terhadap nyeri
KH:
a. Klien mampu menerapkan teknik penurunan nyeri non invasif farmakologis
b. Klien menunjukkan respon penurunan rasa nyeri, rileks, denyut nadi dalam
batas normal
Intervensi :
c. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif yang meliputi lokasi,
karakteristik, awitan, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau berat dan
faktor presipitasi
d. Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik seperti menciptakan
suasana yang nyaman, meminimalkan stimulasi lingkungan
e. Berikan penjelasan tentang penyebab timbulnya nyeri
f. Kolaborasi analgetik sesuai program.
2. Resiko infeksi
Tujuan : klien menunjukkan kontrol terhadap risiko infekasi
KH :
a. Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi
b. Klien menunjukkan kemampuan untuk mencegah
timbulnya infeksi
Intervensi :
c. Observasi tanda dan gejala infeksi lokal/sistemik
d. Lakukan perawatan luka post operasi dengan cara steril.
e. Edukasi tentang mengapa klien menghadapi risiko
infeksi, tanda dan gejala infeksi
f. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program
3. Kurang pengetahuan
Tujuan : Pengetahuan klien tentang perawatan ibu nifas dan
perawatan bayi akan meningkat
KH :
a. Mampu menjelaskan tentang perawatan ibu nifas dan
perawatan bayi.
Intervensi :
a. Kaji tingkat pengetahuan klien.
b. Jelaskan tentang cara perawatan ibu nifas dan perawatan bayi
dengan bahasa yang sederhana
c. Diskusikan tentang perubahan gaya hidup pada pasien yang
mungkin dibutuhkan.
d. Klarifikasi informasi yang diberikan oleh tim kesehatan lain
sebelum informasi kita berikan.