You are on page 1of 45

OTITIS MEDIA AKUT

IRVAN RAHMAT AMANU

Pembimbing:
dr. Julietta Tantri
Identitass Pasien
Nama : An. DA
Umur : 3 Tahun
Alamat : Kompleks Setneg blok O/29 RT005/015
Agama : Islam
Suku : Jawa
Jaminan : BPJS
Tanggal Pemeriksaan : 13 Maret 2017
Anamnesis

Keluhan Utama
Keluar cairan berwarna kuning dari liang telinga kanan
sejak satu hari

Keluhan Tambahan
Batuk Pilek sejak 1 Minggu
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien anak laki-laki berusia 3 tahun datang ke Puskesmas Kecamatan


Koja dibawa orang tuanya dengan keluhan keluar cairan berwarna kuning
dari liang telinga kanan sejak 1 hari yang lalu.

Ibu pasien mengatakan beberapa hari sebelumnya pasien sering


memegangi telinga kanannya dan uring-uringan kemudian menjadi lebih
tenang setelah cairan tersebut keluar dari liang telinga kanan pasien.

Ibu pasien mengatakan 7 hari yang lalu pasien demam disertai batuk dan
pilek. Saat ini demam sudah tidak ada. Riwayat alergi obat disangkal
Riwayat Penyakit Dahulu
Batuk Pilek disertai demam 7 hari yang lalu

Riwayat Penyakit Keluarga


-
Riwayat Pemakaian Obat
-
Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan


Kesadaran : Kompos Mentis
Nadi : 96 x/menit
Pernapasan : 28 x/menit
Suhu : 36,5 oC
Berat Badan : 15 Kg
Pemeriksaan Fisik

Rambut : Hitam, distribusi merata


Wajah : Simetris
Mata : Pupil isokor bulat 3 mm/3 mm
Conjunctiva pucat (-/-), ikterik (-/-), sekret
(-/-), refleks cahaya (+/+),
Hidung : Sekret (-/+), Napas cuping hidung (-)
Telinga : Normotia, Sekret (+/-)
Mulut : Mukosa bibir lembab (+),sianosis ( - )
Leher : Pembesaran KGB ( - )
Pemeriksaan fisik
TELINGA LUAR

KANAN TELINGA LUAR KIRI


Normotia Bentuk Normotia
Normal,nyeri tarik (-) Auricula Normal,nyeri tarik (-)
Normal,nyeri tekan (-) Retroauricula Normal,nyeri tekan (-)
Nyeri tekan (-) Pre auricula Nyeri tekan (-)
Normal Infra auricula Normal
Pemeriksaan fisik
LIANG TELINGA
KANAN LIANG TELINGA KIRI
Lapang Lapang/Sempit Lapang
Merah Muda Warna epidermis Merah Muda
Ada Sekret Tidak ada
Tidak Ada Serumen Tidak ada
Tampak cairan Kelainan lain Tidak Ditemukan
kekuningan keluar dari
liang telinga kanan
Pemeriksaan fisik
MEMBRAN TIMPANI
KANAN LIANG TELINGA KIRI
Tidak Intak Bentuk Intak
Putih Warna Putih seperti mutiara
Berkurang Refleks Cahaya (+)
(+) Perforasi (-)
Tidak Ditemukan Kelainan lain Tidak Ditemukan
Pemeriksaan fisik
UJI PENDENGARAN
Pemeriksaan tidak dilakukan
DIAGNOSA klinis :
OTITIS MEDIA AKUT
STADIUM PERFORASI
Pendahuluan
Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa
telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel
mastoid. 1
Klasifikasi1

Otitis

Otitis Eksterna Otitis Media


Klasifikasi1
Otitis Media

Non Supuratif
Supuratif
(OME)

Akut Kronis Otitis


OMA OMSK
Barotrauma Media Efusi
STADIUM
OTITIS MEDIA AKUT1
1. Stadium Oklusi
2. Stasium Hiperemis / Presupurasi
3. Stadium Supurasi
4. Stadium Perforasi
5. Stadium Resolusi
PATOFISIOLOGI1

Telinga tengah biasanya steril, meskipun terdapat mikroba di nasofaring dan


faring.

Secara fisiologik terdapat mekanisme pencegahan masuknya mikroba ke


dalam telinga tengah oleh silia mukosa tuba eustachius, enzim dan antibodi

Gangguan Fungsi
Anak ISPA
Tuba Eustachius
Otitis
Media

Bayi Anatomi Tuba Eustachius


Stadium Stadium Stadium Stadium Stadium
Oklusi Hiperemis Supurasi Perforasi Resolusi

Anamnesis Nyeri Pada liang Nyeri pada liang Nyeri pada liang Nyeri berkurang
telinga telinga telinga
Liang Telinga Anak yang tadinya
terasa penuh gelisah sekarang
menjadi tenang
Px Fisik M.timpani retraksi M.timpani M.timpani M.Timpani
hiperemis Bulging Perforasi

Tx Buka Tuba Buka Tuba AB + Miringotomi AB + Cuci telinga


eustachius +AB eustachius +AB+AG
STADIUM OKLUSI1
Oklusi Tuba Tekanan Retraksi M. Timpani Keruh/Pucat
Eustachius Negatif M. Timpani Kadang tidak ada kelainan
Stadium Oklusi Stadium Retraksi

Hilangkan Buka
Tekanan Negatif T.Eustachius

Obat tetes hidung


HCl efedrin 0.5% dalam lar fisiologis <12tahun
HCl efedrin 1.0% dalam lar fisiologis >12tahun

Antibiotik
STADIUM HIPEREMIS1
1. Antibiotika
Tidak
Amoksisilin 40mg/kg/BB /hari Atau Ampisilin 50-100mg/kg/BB /hari
Dibagi 3 dosis, Selama 7 hari Dibagi 3 dosis, Selama 7 hari
Alergi terhadap
penisilin ?
Ya
Eritromisin 40mg/kg/BB /hari
Selama 7 hari

2. Obat tetes Hidung


HCl efedrin 0.5% dalam lar fisiologis <12tahun
HCl efedrin 1.0% dalam lar fisiologis >12tahun

3. Analgetik
Paracetamol
STADIUM SUPURASI1
1. Cegah Perforasi Membran Timpani Miringotomi
2. Antibiotika
3. Obat tetes Hidung
4. Analgetik

STADIUM PERFORASI1
1. Cuci Telinga H202 3% selama 3-5 Hari
2. Antibiotika adekuat

STADIUM RESOLUSI1
1. Cuci Telinga H202 3% selama 3-5 Hari
2. Antibiotika adekuat
AAP/AAFP Guidelines for Acute Otitis Media
In February 2013, the American Academy of Pediatrics (AAP) and the American Academy of
Family Practice (AAFP) published updated guidelines for the medical management of AOM.

Theguideline provides a specic, stringent denition of AOM.


Definisi ketat dan spesifik dari AOM

It addresses pain management


Tatalaksana Nyeri

initial observation versus antibiotic treatment


Observasi inisial vs Pemberian antibiotik

Appropriate choices of antibiotic agents, and preventive measures.


Pemilihan agen antibiotik yang tepat, dan tindakan pencegahan.

It also addresses recurrentAOM,which was not included in the 2004 guideline.


Pembahasan AOM berulang, yang tidak termasuk dalam pedoman tahun 2004.
Definition
1 DEFINISI
AOM
the rapid onset of signs and symptoms of inammation in the middle ear(2)

Uncomplicated AOM
AOM without otorrhea(3)

Severe AOM
AOM with the presence of moderate to severe otalgia or fever equal to or
higher than 39C(2)

Nonsevere AOM
AOM with the presence of mild otalgia and a temperature below 39C(2)
Symptomps
1 GEJALA

Fever
Earache/Otalgia
Irritability
Loss of appetite
Sleep disturbance
Otorrhea

Older children with AOM usually present with a history of rapid onset of ear pain.

However, in young preverbal children, otalgia as suggested by tugging/


rubbing/holding of the ear, excessive crying, fever, or changes in the childs sleep
or behavior pattern as noted by the parent are often relatively nonspecic
symptoms. (5)
Sign
1 TANDA

Color
Cloudy/red

Position
Retracted/Bulging

Mobility
Distincly Impaired / Impaired

Perforation
Single perforations are most common
Pain Management
2 Tatalaksana Nyeri
The management of AOM should include an assessment of pain. If pain is
present, the clinician should recommend treatment to reduce pain.

Antibiotic therapy of AOM does not provide symptomatic relief in the rst 24
hours(6-9)

and even after 3 to 7 days, there may be persistent pain, fever, or both in 30%
of children younger than 2 years(10)

In contrast, analgesics do relieve pain associated with AOM within 24 hours and
should be used whether antibiotic therapy is or is not prescribed

they should be continued as long as needed.


initial observation versus antibiotic treatment
3 Observasi inisial vs Pemberian antibiotik
The clinician should prescribe antibiotic therapy for AOM (bilateral or unilateral) in children 6
months and older with severe signs or symptoms

The clinician should prescribe antibiotic therapy for bilateral AOM in children younger than 24
months without severe signs or symptoms

The clinician should either prescribe antibiotic therapy or offer observation with close follow-up
based on joint decision-making with the parent(s)/caregiver for unilateral AOM in children 6
months to 23 months of age without severe signs or symptoms .

When observation is used, a mechanism must be in place to ensure follow-up and begin antibiotic
therapy if the child worsens or fails to improve within 48 to 72 hours of onset of symptoms.

The clinician should either prescribe antibiotic therapy or offer observation with close follow-up
based on joint decision-making with the parent(s)/caregiver for AOM (bilateral or unilateral) in
children 24 months or older without severe signs or symptoms
SEVERE Antibiotic

<24
Months
Bilateral Antibiotic

Without
SEVERE
A
O Unilateral Antibiotic
M

OR
Antibiotic
Observation
>24
Months
Observation When observation is used, a mechanism must be in place to ensure
follow-up and begin antibiotic therapy if the child worsens or fails to
improve within 48 to 72 hours of onset of symptoms.
Appropriate choices of antibiotic agents.
4 Pemilihan agen antibiotik yang tepat.
High-dose amoxicillin is recommended as the first-line treatment in most patients,
although there are a number of medications that are clinically effective.

The justification for the use of amoxicillin relates to its effectiveness against common
AOM bacterial pathogens as well as its safety, low cost, acceptable taste, and narrow
microbiologic spectrum

In children who have taken amoxicillin in the previous 30 days, those with concurrent
conjunctivitis, or those for whom coverage for -lactamasepositive H influenzae and
M catarrhalis is desired, therapy should be initiated with high-dose amoxicillin-
clavulanate (90 mg/kg/day of amoxicillin, with 6.4 mg/kg/day of clavulanate, a ratio
of amoxicillin to clavulanate of 14:1, given in 2 divided doses, which is less likely to
cause diarrhea than other amoxicillin-clavulanate preparations)
Appropriate choices of antibiotic agents.
4 Pemilihan agen antibiotik yang tepat.
Some children with AOM and persistent symptoms after 48 to 72 hours of initial
antibacterial treatment may have combined bacterial and viral infection, which
would explain the persistence of ongoing symptoms despite appropriate antibiotic
therapy. A change in antibiotic may not be required in some children with mild
persistent symptoms.

In children with persistent, severe symptoms of AOM and unimproved otologic


findings after initial treatment, the clinician may consider changing the antibiotic

If the child was initially treated with amoxicillin and failed to improve, amoxicillin-
clavulanate should be used.

Patients who were given amoxicillin-clavulanate or oral third-generation


cephalosporins may receive intramuscular ceftriaxone (50 mg/kg).
Appropriate choices of antibiotic agents.
4 Pemilihan agen antibiotik yang tepat.
Patients who were given amoxicillin-clavulanate or oral third-generation
cephalosporins may receive intramuscular ceftriaxone (50 mg/kg).

Therefore, when patients fail to improve while receiving amoxicillin, neither


trimethoprim-sulfamethoxazole(11)nor erythromycin-sulfisoxazole is appropriate
therapy.

Tympanocentesis should be considered, and culture of middle ear fluid should be


performed for bacteriologic diagnosis and susceptibility testing when a series of
antibiotic drugs have failed to improve the clinical condition.

If tympanocentesis is not available, a course of clindamycin may be used, with or


without an antibiotic that covers nontypeable H influenzae and M catarrhalis, such
as cefdinir, cefixime, or cefuroxime.
Perbaikan Lanjutkan Terapi
Tidak
Amoxicillin
Tidak Ada WITHOUT SEVERE Lanjutkan Terapi
Observasi 24-48 jam Perbaikan
A SEVERE Amoxicillin Clavunalat
O
M
Perbaikan Lanjutkan Terapi
Amoxicillin
YA Clavunalat
Tidak Ada WITHOUT SEVERE Lanjutkan Terapi
Observasi 24-48 jam Perbaikan
SEVERE Ceftriaxone IM
Observasi 24-48 jam

Tidak ada perbaikan


Pernah mendapat terapi amoksisilin
dalam 30 hari sebelumnya ?
Adakah Fasilitas Timpanosentesis ?
Disertai dengan konjungtivitis ?
-lactamasepositive H influenzae ? Ada Tidak ada
Moraxella catarrhalis?
Lakukan timpanosintesis
Ambil cairan liang telinga tengah
Clindamisin
Uji resistensi kuman
Terapi sesuai hasil uji resistensi
Duration of Therapy
LAMA PEMBERIAN ANTIBIOTIK
The optimal duration of therapy for patients with AOM is uncertain; the usual 10-day
course of therapy was derived from the duration of treatment of streptococcal
pharyngotonsillitis.

Several studies favor standard 10-day therapy over shorter courses for children younger
than 2 years.(17), (18-22)

Thus, for children younger than 2 years and children with severe symptoms, a standard
10-day course is recommended.

A 7-day course of oral antibiotic appears to be equally effective in children 2 to 5 years


of age with mild or moderate AOM.

For children 6 years and older with mild to moderate symptoms, a 5- to 7-day course is
adequate treatment.
Duration of Therapy
LAMA PEMBERIAN ANTIBIOTIK
<2tahun 10 hari
2-5 tahun 7 hari
>6tahun 5-7 hari
TERAPI
1.Amoxicillin syr 125mg/5ml 3x1 C No I
2. PIB5 3x1 No IX
Edukasi orang tua pasien untuk membersihkan telinga pasien dengan
menggunakan cottonbutt
Edukasi orang tua pasien agar jangan sampai ada air yang masuk ke liang telinga
pasien
Edukasi orang tua pasien agar kembali kontrol ke puskesmas bila obat antibiotik
akan habis

PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad Sanactionam : dubia ad bonam
ANALISA MASALAH
Kasus Pembahasan
Anamnesis: Cairan berwarna kekuningan disertai demam 7 hari
sebelumnya menguarahkan proses yang terjadi pada
OS disebabkan oleh proses infeksi.
Dari hasil anamnesa didapatkan keluhan keluar
cairan berwarna kuning dari liang telinga kanan
Proses infeksi pada liang telinga dapat terjadi di
sejak 1 hari yang lalu. Beberapa hari sebelumnya liang telinga luar, liang telinga tengah dan liang
pasien sering memegangi telinga kanannya dan telinga dalam.
uring-uringan kemudian menjadi lebih tenang
setelah cairan tersebut keluar dari liang telinga Dari anamnesis didapatkan riwayat anak uring-
kanan pasien. 7 hari yang lalu pasien demam uringan beberapa hari sebelumnya yang kemudian
disertai batuk dan pilek. Saat ini demam sudah menjadi lebih tenang setelah cairan tersebut keluar
tidak ada. Riwayat alergi obat disangkal hal ini khas pada OMA stadium perforasi.

Riwayat batuk pilek sebelumnya kemungkinan besar


yang menyebabkan gangguan fisiologis pada tuba
eustachius sehingga menyebabkan infeksi mudah
terjadi pada liang telinga tengah

Karena masih terdapat cairan pada liang telinga


maka diagnosis pada pasien ini dapat ditegakkan
sebagai OMA stadium perforasi
Kasus Pembahasan
Pemeriksaan Fisik : Pada pemeriksaan fisik Telinga Luar
Tidak adanya nyeri tekan pre dan retro auriculer serta
Didapatkan bentuk telinga normal nyeri tarik auriculer (-)
tidak ditemukannya nyeri tarik auriculer dapat
nyer itekan retro auricula (-) dan nyeri tekan preauriculer
menyingkirkan kecurigaan terhadap otitis eksterna
(-) (OE) yang diperkuat oleh mukosa liang telinga kanan
yang berwarna merah muda dan tidak tampaknya bisul
Pada pemeriksaan fisik Liang Telinga Tampak cairan pada liang telinga
kekuningan keluar dari liang telinga dan membran mukosa
berwarna merah muda. Tidak tampak adanya bisul di liang
Rasa nyeri pada telinga kanan yang hilang setelah
telinga kanan
keluar cairan dari liang telinga kanan diserta membran
Pada pemeriksaan fisik Membran Timpani tampak perforasi timpani yang perforasi memperkuat kesimpulan bahwa
rasanya nyeri yang dirasakan anak berasal dari tekanan
pada liang telinga tengah (OMA stad supurasi) akibat
penumpukan cairan

Suhu 36,5 oC dan tidak adanya nyeri hebat pada telinga


anak dapat menyingkirkan kemungkinan adanya Severe
AOM
Kasus Pembahasan
Tatalaksana: Pada kasus ini, pasien didiagnosis sebagai OMA
stadium perforasi, berdasarkan membran timpani
1. Amoxicillin syr 125 mg/5ml 3x1C yang tampak tidak utuh karena perforasi dan
2. PIB5 3x1 berdasarkan sekret kekuningan yang berada di
3. Edukasi orang tua pasien untuk liang telinga
membersihkan telinga pasien dengan
menggunakan cottonbutt Tatalaksana untuk OMA stadium perforasi adalah
4. Edukasi orang tua pasien agar jangan sampai antibiotika adekuat dan cuci telinga H2O2 3%
ada air yang masuk ke liang telinga pasien selama 3-5 hari, karena tidak tersedianya fasilitas
5. Edukasi orang tua pasien agar kembali untuk cuci telinga maka pasien hanya diberikan
kontrol ke puskesmas bila obat antibiotik antibiotik saja berupa amoksisilin syr 125mg/5ml
akan habis 3x1 sendok takar per hari.

Selain itu diberikan juga kepada pasien PIB5


sebanyak 3kali sehari untuk menatalaksana pilek
pada pasien
Daftar Pustaka
1. Efiaty AS, Nurbaiti, Jenny B, Ratna DR. Buku Ajar Ilmu Kesehatan : Telinga, Hidung, Tenggorokan
Kepala Leher. Edisi ketujuh. Jakarta FKUI, 2007: 57-78
2. Bluestone CD. Denitions, terminology, and classication. In: Rosenfeld RM, Bluestone CD, eds.
Evidence-Based Otitis Media. Hamilton, Canada: BC Decker; 2003:120135
3. American Academy of Pediatrics Sub- committee on Management of Acute Otitis Media. Diagnosis
and management of acute otitis media. Pediatrics. 2004;113(5): 14511465
4. Dowell SF, Marcy MS, Phillips WR, et al. Otitis media: principles of judicious use of antimicrobial
agents. Pediatrics. 1998;101 (suppl):165171
5. Friedman NR, McCormick DP, Pittman C, et al. Development of a practical tool for assessing the
severity of acute otitis media. Pediatr Infect Dis J. 2006;25(2):101 107
6. Burke P, Bain J, Robinson D, Dunleavey J. Acute red ear in children: controlled trial of
nonantibiotic treatment in children: controlled trial of nonantibiotic treatment in general
practice. BMJ. 1991;303(6802): 558562
7. Sanders S, Glasziou PP, DelMar C, Rovers M. Antibiotics for acute otitis media in children
[review]. Cochrane Database Syst Rev. 2009;(2):143
8. van Buchem FL, Dunk JH, vant Hof MA. Therapy of acute otitis media: myringotomy, antibiotics,
or neither? A double-blind study in children. Lancet. 1981;2(8252): 883887
9. Thalin A, Densert O, Larsson A, et al. Is penicillin necessary in the treatment of acute otitis
media? In: Proceedings of the International Conference on Acute and Secretory Otitis Media. Part
1. Amster- dam, Netherlands: Kugler Publications; 1986:441446
Daftar Pustaka
10. Rovers MM, Glasziou P, Appelman CL, et al. Antibiotics for acute otitis media: an in- dividual patient data
meta-analysis. Lan- cet. 2006;368(9545):14291435
11. Leiberman A, Leibovitz E, Piglansky L, et al. Bacteriologic and clinical efcacy of trimethoprim-
sulfamethoxazole for treat- ment of acute otitis media. Pediatr Infect Dis J. 2001;20(3):260264
12. Pichichero ME, Casey JR. Emergence of a multiresistant serotype 19A pneumo- coccal strain not included
in the 7-valent conjugate vaccine as an otopathogen in children. JAMA. 2007;298(15):17721778
13. Jacobs MR, Good CE, Windau AR, et al. Activity of ceftaroline against emerging serotypes of
Streptococcus pneumoniae. Antimicrob Agents Chemother. 2010;54(6): 27162719
14. Humphrey WR, Shattuck MH, Zielinski RJ, et al. Pharmacokinetics and efcacy of linezolid in a gerbil
model of Streptococ- cus pneumoniae-induced acute otitis me- dia. Antimicrob Agents Chemother. 2003;
47(4):13551363
15. Hoberman A, Paradise JL, Burch DJ, et al. Equivalent efcacy and reduced occur- rence of diarrhea
from a new formulation of amoxicillin/clavulanate potassium (Au- gmentin) for treatment of acute otitis
media in children. Pediatr Infect Dis J. 1997;16(5):463470
16. Noel GJ, Blumer JL, Pichichero ME, et al. A randomized comparative study of levo- oxacin versus
amoxicillin/clavulanate for treatment of infants and young children with recurrent or persistent acute
otitis media. Pediatr Infect Dis J. 2008;27(6): 483489
17. Hoberman A, Paradise JL, Burch DJ, et al. Equivalent efcacy and reduced occur- rence of diarrhea
from a new formulation of amoxicillin/clavulanate potassium (Au- gmentin) for treatment of acute otitis
media in children. Pediatr Infect Dis J. 1997;16(5):463470
18. Cohen R, Levy C, Boucherat M, Langue J, de La Rocque F. A multicenter, randomized, double-blind trial
of 5 versus 10 days of antibiotic therapy for acute otitis media in young children. J Pediatr. 1998;133(5):
634639 191.
Daftar Pustaka
19. Pessey JJ, Gehanno P, Thoroddsen E, et al. Short course therapy with cefuroxime
axetil for acute otitis media: results of a randomized multicenter comparison
with amoxicillin/clavulanate. Pediatr In- fect Dis J. 1999;18(10):854859 192.
20. Cohen R, Levy C, Boucherat M, et al. Five vs. ten days of antibiotic therapy for
acute otitis media in young children. Pediatr Infect Dis J. 2000;19(5):458463
193.
21. Pichichero ME, Marsocci SM, Murphy ML, Hoeger W, Francis AB, Green JL. A
prospective observational study of 5-, 7-, and 10-day antibiotic treatment for
acute otitis media. Otolaryngol Head Neck Surg. 2001; 124(4):381387
22. Kozyrskyj AL, Klassen TP, Moffatt M, Harvey K. Short-course antibiotics for acute
otitis media. Cochrane Database Syst Rev. 2010; (9):CD001095