You are on page 1of 14

PEMBIMBING :

Dr. Tety S, Sp. Pd

DISUSUN OLEH :
Mariska Ratna Kusuma
2011730063
Latar Belakang. .

Guideline terkini menganjurkan kombinasi


pengobatan hipertensi, menunjukkan keuntungan
pada target tekanan darah.
Penelitian menunjukkan kombinasi dari 2 obat
antihipertensi memberikan keuntungan dari segi
efek dan lebih meminimalisir efek samping
dibandingkan dengan monoterapi.
Latar Belakang. .

Praktek klinis : kombinasi ARB + CCB/diuretik


paling sering digunakan.
Penggunaan CCB + diuretik sama manfaatnya
berdasarkan penelitian klinis.
Merupakan salah satu rekomendasi kombinasi
(Guideline Amerika dan Eropa).
Belum ada kombinasi yang pasti antara CCB dan
diuretik dan masih ada beberapa keengganan untuk
menggunakan kombinasi ini.
Tujuan. .

Tujuan dari ini meta-analisis ini adalah untuk


mengetahui efikasi dan keamanan kombinasi CCB
dengan diuretik thiazide.
Metode. .

Strategi pencarian

Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengevaluasi penelitian yang

tersedia di mana CCBs dan thiazide sebagai terapi kombinasi


dibandingkan dengan monoterapi lainnya, terapi kombinasi, atau
plasebo untuk manajemen hipertensi dan penentuan hasil akhir
(kematian kardiovaskular, infark miokard [MI], dan stroke).

Kriteria Inklusi : penelitian prospektif atau retrospektif; (2)


dokumentasi pengukuran tekanan darah baik pada awal maupun
setelah intervensi; dan (3)Terdapat penyebab dan mortalitas
kardiovaskular, MI, dan stroke.
Metode. .

Analisis Statistik
Dilakukan meta-analisis acak, membandingkan hasil
iskemik antara pasien yang diobati dengan kombinasi
CCB / thiazid dan mereka yang dirawat dengan obat
antihipertensi lain.
Dihitung rasio risiko (RR) sebagai ukuran efek
pengobatan dan menggunakan efek DerSimonian dan
Laird acak untuk menggabungkan perkiraan di penelitian.
Statistik I-squared untuk mengukur heterogenitas antara
uji coba dengan nilai 25%, 50%, dan 75% yang
menunjukkan heterogenitas rendah, sedang, dan tinggi.
Hasil. .
Pembahasan. .

CCBs dan thiazid secara luas digunakan sebagai


monoterapi untuk pengobatan hipertensi karena mereka
efektif dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas
kardiovaskular dan ditoleransi dengan baik.
30.791 pasien telah didokumentasi Dalam memiliki
efikasi dan keamanan dari kombinasi CCB / thiazide
dalam mengurangi morbiditas kardiovaskular dan
angka kematian.
Selain itu, data ini menunjukkan bahwa kombinasi CCB
/ thiazid mungkin lebih efektif dalam mengurangi MI
dan stroke dibanding dengan kombinasi lainnya.
Pembahasan. .

Sejalan dengan konsep ini, sebuah penelitian


terbaru yang membandingkan rejimen berbasis
CCB dengan rejimen berbasis b-blocker,
menunjukkan bahwa meskipun penurunan serupa
TD sistolik, rejimen berbasis CCB signifikan
menurunkan tekanan darah sistolik pusat.
Hal ini disertai dengan insiden lebih rendah dari
kejadian kardiovaskular (yaitu, stroke dan
kejadian koroner).
Pembahasan. .

Sejalan dengan pengamatan ini, pedoman Eropa baru


mengidentifikasi thiazide dan CCBs sebagai agen
antihipertensi pilihan pada orang tua dan
mempertimbangkan kombinasi CCB dengan diuretik.
Efek samping yang paling sering dilaporkan dengan
kombinasi CCB / diuretik yaitu hipokalemia dan edema
kaki.
Di sisi lain, studi terkontrol belum menunjukkan
peningkatan insiden ventrikel takikardia selama terapi
dengan dosis tinggi HCTZ (yaitu, 100 mg / hari).
Ankle edema adalah efek samping yang cukup sering
pada pasien yang diobati dengan CCBs. Kombinasi CCB
dengan diuretik dapat mengurangi kejadian edema.
Keterbatasan. .

Meta-analisis ini tidak memasukan data yang tidak


dipublikasikan dan memiliki sumber informasi yang
terbatas.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 30.000 pasien yang
berkualitas baik, yang memungkinkan untuk
menyimpulkan bahwa kombinasi CCB / thiazide adalah
pilihan pengobatan yang valid.
Penelitian ini tidak memiliki akses data mentah dari
empat studi yang dimasukkan dalam meta-analisis.
Kesimpulan. .

Meta-analisis ini menunjukkan bahwa pada pasien dengan


kombinasi anti hipertensi CCB / thiazid mengurangi
morbiditas kardiovaskular dan mortalitas dan bahwa
mungkin lebih efektif daripada kombinasi lainnya dalam
mengurangi MI dan stroke.

Pasien usia tua dengan hipertensi sistolik terisolasi


mungkin lebin bermanfaat dalam kombinasi ini, karena
kedua obat tersebut telah terbukti memberi efek
perlindungan cerebrovascukar lebih baik dari
antihipertensi lainnya