You are on page 1of 15

ANALISIS DATA

pertemuan 9 dan 10)

OLEH:
IIS SAIDAH
Analisis sistem: cara untuk memahami dan
menspesifikasi dengan rinci apa yang harus
dilakukan oleh sistem

sistem desain diartikan sebagai cara untuk


menjelaskan dengan rinci bagaimana bagian-
bagian sistem informasi diimplementasikan.

ANALISIS DATA
.
Metode Pengenalan Sistem Informasi
(Witarto,2004) :

Mengenali kehadiran sebagian Elemen sistem pengolah data


Melihat Interaksi antar orang dalam organisasi
Melihat Aliran Dokumen
Melihat Interaksi antar orang dengan media pelaksana pengolahan
data
Menganalisis dokumen Job deskripsi

ANALISIS PROSES BISNIS

Analisis kompleksitas organisasi Analisis sistem informasi

Analisis komplesitas organisasi digunakan


Analisis sistem informasi


untuk memetakan proses-proses dari
elemen organisasi dalam rangka mencapai digunakan untuk memetakan
tujuan organisasi. proses pengolahan data dan
komunikasinya pada peta
Metodanya meliputi: pemahaman tentang
manfaat, dekomposisi aktivitas, serta alokasi proses atau aktivitas elemen
sumber daya organisasi [M-D-A]. organisasi.
Konsep dasar yang digunakan untuk
menganalisis komplesitas organisasi adalah Metodanya meliputi konsep-
konsep fungsi manajemen (fungsi dasar
manajemen dan fungsi pendukungnya) dan
konsep dasar merujuk pada
analisis manfaat sistem organisasi. ( tujuan lima pendekatan E-I-A-I-J dan
organisasi, analisis SWOT)
analisis C-O-R-L (Pencatatan,

Pengolahan, Perekaman, dan


Pelaporan).
4
PROSES PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI

Sistem informasi selalu menggambarkan, merancang, dan


mengimplementasikan dengan menggunakan proses
perkembangan sistematis oleh pengguna terakhir dan informasi
tertentu merancang sistem informasi berdasarkan pada analisa
kebutuhan informasi dalam organisasi

Ketika pendekatan sistem diaplikasikan untuk perkembangan


dari pemecahan sistem informasi, banyak proses dan siklus
yang timbul, salah satunya Siklus Perkembangan Sistem, atau
siklus hidup perkembangan sistem

Perkembangan sistem informasi direalisasikan dalam Fourth-


generetion languages (4GL), Computer Aided System
Engineering (CASE), dan Pembuatan Prototype secara otomatis
dan digantikan oleh beberapa aktivitas dalam perkembangan
sistem informasi 5
PROSES PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI.

6
KETERANGAN

TAHAPAN 1: Pemeriksaan sistem


Langkah-langkah: Pemilihan dan Perencanaan Sistem study kelayakan laporan kelayakan
Peninjauan organisasi untuk menggambarkan dan memilih proyek pengembangan sistem yang potensional, termasuk
pembangkit tersebut oleh proses perencanaan sistem informasi yang sesungguhnya.
Membuat laporan pengukuran kebutuhan informasi pengguna akhir. Mengukur kelayakan dari pengembangan baru
atau sistem informasi berkembang untuk pemuasan kebutuhan. Rencana proyek berkembang.
Penyimpanan dan penghubungan akibat dari studi kelayakan pada pengguna akhir dan pengatur (manajemen)

TAHAPAN II : Analisis Sistem


Langkah-langkahnya: Analisis Lingkungan Organisasi Analisis sistem yang ada Analisis kebutuhan sistem kebutuhan
sistem
Menganalisa secara rinci kebutuhan informasi oleh organisasi pengguna akhir dan subsistem dan sistem liingkungan.
Penyimpanan dan penghubungan input logik, proses, output,
Analisa sumber, produk dan aktivitas dari sistem informasi yang sekarang digunakan.
Mengukur kempuan sistem informasi yang akan memenuhi kebutuhan informasi pengguna akhir
penyimpanan dan pengawasan kebutuhan informasi baru atau sistem informasi berkembang yang diusulkan.

TAHAPAN III; Rancangan sistem


Gambarannya: rancangan sistem logika rancangan sistem fisik spesifikasi sistem
Mengembangkan spesifikasi yang lebih umum tentang bagaimana aktivitas input, pengolah, output, penyimpanan,
pengendalian memenuhi persyaratan sistem yang dikembangkan pada tahap analisis sistem
Mengembangkan spesifikasi yang lebih detil
Menghasilkan dokumen dan komunikasi yang lebig detil dari sistem yang diajukan kepada pengguna akhir

7
PERANCANGAN
SISTEM
1. RANCANGANBASISDATA

a) Model data yang dituangkan dalam bentuk Entity Relationship Diagram.


b) Transformasi ERD ke Logical Record Structure dengan memperlihatkan
langkah-langkah bagaimana ERD diubah ke bentuk LRS.
c) Gambar LRS.
d) Transformasi LRS ke Relasi/tabel (Metodologi Terstruktur), memperlihatkan
langkah-langkah bagaimana LRS diubah menjadi relasi-relasi atau tabel-
tabel.
e) Normalisasi, memperlihatkan langkah-langkah normalisasi yang dilakukan.
Diuraikan Ketergantungan Fungsional maupun Nilai Majemuk yang ada,
dan tahap normalisasi yang dilakukan.
f) Spesifikasi Basis Data, dalam bentuk uraian terinci tentang tiap-tiap relasi
(tabel/file) yang disesuaikan dengan software yang akan dipakai pada saat
implementasi
2.
RANCANGANKELUARAN

. .
Berisi potret tentang keluaran yang dihasilkan oleh sistem yang dirancang dan tiap keluaran
dirinci, dengan format sebagai berikut.
.

Nama Keluaran :
Fungsi : dipakai untuk apa.
Media : dalam bentuk apa.
Distribusi : kepada siapa.
Rangkap : satu atau beberapa.
Frekuensi : kapan dihasilkan.
Volume : rata-rata persatuan waktu.
Format : seperti apa bentuk keluarannya (petunjuk ke lampiran).
Keterangan : hal-hal yang ingin ditambahkan.

.

9
3. RANCANGAN MASUKAN

.
Berisi potret tentang masukan yang dibutuhkan oleh
. sistem yang dirancang dan tiap masukan dirinci,
dengan format sebagai berikut.

Nama Masukan :
Sumber : berasal dari mana.
Fungsi : dipakai untuk apa.
Media : dalam bentuk apa.
Rangkap : satu atau beberapa.
Frekuensi : kapan dihasilkan.
Volume : rata-rata persatuan waktu.
Format : seperti apa bentuk
masukanya (petunjuk ke lampiran).
Keterangan : hal-hal yang ingin
ditambahkan
4. .
RANCANGANPROSES
. (METODOLOGI
TERSTRUKTUR)

a) Berisi gambar rancangan proses yang dimodelkan


dengan DAD.
b) Spesifikasi Proses untuk semua proses primitif.
c) Uraian dari SP yang merupakan proses menjelaskan
hal-hal yang tidak terceritakan pada model proses
(DAD dan Kamus Data).
d) Format tulisan.

11
5. .
RANCANGANLAYOUTTAMPILAN

.
Berisi rancangan tampilan yang dibutuhkan oleh sistem yang
dirancang, terbagi menjadi:
a)Struktur Tampilan
Berisi struktur hierarki dari semua tampilan yang
dirancang.
b) Rancangan Layar
Berisi semua rancangan layar yang dibuat.
c) Rancangan layar harus memperlihatkan posisi dari setiap
hal yang ada pada layar.
d) Rancangan tampilan untuk yang menggunakan program
berbasis visual atau yang menggunakan metodologi
berorientasi object, rancangan layar tidak boleh di-
printscreen dari hasil running program tetapi harus dibuat
menggunakan software yang memiliki fasilitas pembuatan
windows user interface seperti Visio.
ANALISIS DATA 12
6.
PENELUSURAN AKSES (METODOLOGI
TERSTRUKTUR)

Gambaran akses setiap file dari keseluruhan


proses yang ada

7 ARSITEKTUR SISTEM

a) Menggambarkan bentukan sistem komputerisasi dengan menggunakan


model Bagan Terstruktur yang dihasilkan dari transformasi rancangan
proses (DAD) lengkap dengan kopel data maupun kopel kontrol.

b) Spesifikasi modul yang menjelaskan algoritma yang ada setiap modul


dalam Bagan Terstruktur dalam bentuk pseudocode dengan bahasa
Indonesia terstruktur (kecuali predefined module).

13
8.
Sequence Diagram (Metodologi Berorientasi
Object)

9. Rancangan Class Diagram - Entity, Boundary & Control Class


(Metodologi Berorientasi Object)

10.
Aktivity Diagram per Metode (Metodologi berorientasi
object)

14
.
TERIMA
.
KASIH

15