You are on page 1of 11

TELAAH JURNAL

LATIHAN ENDURANCE MENINGKATKAN


KUALITAS HIDUP LEBIH BAIK DARIPADA
LATIHAN PERNAFASAN PADA PASIEN PPOK
DI BP4 YOGYAKARTA

Oleh: Kelompok 6
Ade Irma Suryani
Ainurmaryam H
Bambang Faizal
Eliza Cahyani
Rinda Kurniawati
Sri Muliana
Latar Belakang
Selama ini tindakan fisioterapi di RS atau Klinik
pada pasien PPOK diberikan chest fisioterapi
konvensional sehingga kemampuan pasien
dalam meningkatkan kualitas hidupnya masih
belum maksimal. Ketidakmampuan
beraktivitas pasien PPOK terjadi bukan
hanya akibat dari adanya kelainan obstruksi
jalan napas pada parunya saja tetapi juga
penurunan otot skeletal yang berakibat
penurunan kualitas hidup penderita.
Latar Belakang
Literatur ini kami pilih karena kami tertarik untuk
mengetahui sejauhmana latihan endurance dan
latihan pernafasan mempengaruhi peningkatan
kualitas hidup pasien PPOK sehingga bisa diterapkan
di dalam lahan praktek
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui latihan endurance meningkatkan
kualitas hidup lebih baik dari pada latihan
pernafasan pada pasien PPOK di BP4 Yogyakarta.
Rancangan Penelitian
Penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan
pre test dan post test control group design

Populasi dan Sampel


Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah
pasien PPOK yang bersedia ikut dalam program
penelitian di BP4 Yogyakarta. Yang menenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian
berdasarkan rumus Popcock berjumlah 22 orang.
Metode Pengumpulan Data
Ada tiga variabel yang diukur dalam
penelitian ini yaitu Latihan Endurance,
Latihan Pernafasan dan Kualitas hidup
pasien PPOK
Metode pengumpulan data ; menggunakan
alat ukur quesioner SGRQ yang sudah
baku untuk mengukur kualitas hidup
pasien PPOK dan lembar observasi untuk
mencatat heart rate
Metode Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah
quasi eksperimen dengan rancangan
pretest dan post test contol group design

Populasi dan Sampel adalah pasien PPOK


yang bersedia ikut dalam program
penelitian dan telah memenuhi syarat
inklusi dan eksklusi
Hasil Penelitian
Pada hasil penelitian disebutkan bahwa sampel
penelitian berjumlah 22 orang pada kelompok
perlakuan latihan pernafasan dengan rentang usia antara
52-60 tahun, pada kelompok latihan endurance dengan
rentang usia antara 50-60 tahun. Dari jenis kelamin 15
orang laki-laki dan 7 orang perempuan
Untuk mengetahui perbandingan dari efek ke dua
perlakuan dapat dilihat melalui uji t - tidak berpasangan
(t-independent test). Berdasarkan uji t - tidak
berpasangan (Tabel 5) menunjukkan bahwa rerata nilai
total SGRQ sesudah perlakuan di antara kelompok
latihan pernapasan dan latihan endurance berbeda
bermakna dimana nilai p lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05)
yaitu p = 0,000 dimana penurunan nilai total SGRQ
kelompok dua lebih besar dari kelompok satu. Dengan
demikian hipotesisnya terbukti yakni latihan endurance
meningkatkan kualitas hidup lebih baik dibandingkan
latihan pernapasan pada pasien PPOK di BP4
Yogyakarta.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan.
Metode penelitian yang digunakan mengacu
pada sumber yang sesuai dan umum digunakan
Materi dan hasil penelitian merupakan bahan
yang dapat digunakan sebagai masukan bagi
manajemen ruang perawatan rumah sakit.
Kekurangan
Hasil penelitian kurang disajikan secara
keseluruhan, sehingga kurang mudah
memahami narasi hasil penelitian.
Tidak disebutkan jumlah populasi.
Jumlah responden kecil, di mana dipercaya
bahwa semakin besar jumlah sampel yang
menjadi responden maka semakin besar
kepercayaan terhadap hasil dan
kesimpulan penelitian yang diambil.
Aplikasi Dilahan Praktek
Peneliti memendang hasil penelitiannya
dapat menjadi masukan untuk semua
aspek yaitu untuk tenaga keperawatan,
institusi dan rumah sakit agar terapi ini
bisa digunakan secara tetap pada pasien
PPOK yang mengalami penurunan kualitas
hidup.
Wassalamualaikum