You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN

KOMUNITAS
Oleh:
ISMA RIZKY AMALIA
NI PUTU DIAN APRILIA
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
KOMUNITAS

PENGKAJIAN MERUPAKAN UPAYA PENGUMPULAN DATA SECARA


LENGKAP DAN SISTEMATIS TERHADAP MASYARAKAT UNTUK
DIKAJI DAN DIANALISIS SEHINGGA MASALAH KESEHATAN YANG
DIHADAPI OLEH MASYARAKAT BAIK INDIVIDU, KELUARGA ATAU
KELOMPOK YANG MENYANGKUT PERMASALAHAN PADA
FISIOLOGIS, PSIKOLOGIS, SOCIAL EKONOMI, MAUPUN SPIRITUAL
DAPAT DITENTUKAN.
CONT
Perumusan atau penentuan masalah kesehatan
Berdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan
keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat, sekaligus dapat dirumuskan
yang selanjutnya dilakukan intervensi. Namun demikian masalah yang telah
dirumuskan tidak mungkin dapat diatasi sekaligus. Oleh karena itu perlu
diprioritaskan masalah.
Prioritas masalah
Dalam menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat dan
keperawatan perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria,
diantaranya adalah: perhatian masyarakat, prevalensi kejadian, berat
ringannya masalah, kemungkinan masalah untuk diatasi, tersedianya sumber
daya masyarakat, aspek politis
DIAGNOSA KEPERAWATAN
KOMUNITAS
Diagnosa keperawatan mengandung komponen utama yaitu:
Problem (masalah)
Etiologi(penyebab)
Sign or symptom (tanda atau gejala)
Perumusan diagnosa keperawatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
Dengan rumus PES
DK: P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab) + S
(Symptom/gejala)

Dengan rumus PE
DK: P (Problem/masalah) + E (Etiologi/penyebab)
DIAGNOSA YANG DAPAT DIAMBIL
SESUAI KASUS
Potensial peningkatan kesehatan balita berhubungan dengan kemauan orang tua
membawa anak mengikuti kegiatan kader (menimbang berat badan)
Aktual terjadinya penyakit ispa pada balita berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga dalam menata lingkungan yang kurang sehat
Risiko terjadinya ispa pada anak remaja berhubungan dengan ketidakmampuan remaja
menjaga kesehatan dari rokok
Risiko terjadinya peningkatan penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih
berhubungan dengan ketidaktahuan masyarakat mengenai dampak dari lingkungan
yang kurang bersih
Nyeri akut lansia berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit hipertensi
Risiko terjadinya penurunan kualitas hidup lansia berhubungan dengan
keidakmampuan lansia dalam usaha pemeliharaan kesehatan (hipertensi dan diabetes)
INTERVENSI KEPERAWATAN
KOMUNITAS
Perumusan tujuan
Dalam merumuskan tujuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Berfokus pada masyarakat
2. Jelas dan singkat
3. Dapat diukur dan diobservasi
3. Realistik
4. Ada target waktu
5. Melibatkan peran serta masyarakat
Formulasi kriteria tujuan : T = S + P + K.1 + K.2
S: Subjek K.1 : Kondisi
P: Predikat K.2 : Kriteria
CONT
Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan
Identifikasi alternatif tindakan keperawatan
Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakan
Melibatkan peran serta masyarakat dalam menyusun perncanaan melalui kegiatan :
musyawarah masyarakat desa atau lokakarya mini
Pertimbangkan sumber daya masyarakat dan fasilitas yang tersedia
Tindakan yang akan dilaksanakan harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat
dirasakan masyarakat
Mengarah pada tujuan yang akan dicapai
Tindakan harus bersifat realistik
Disusun secara berurutan
CONT
Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan
Penentuan kriteria dalam perencanaan keperawatan komunitas adalah
sebagai berikut Menggunakan kata kerja yang tepat
Dapat dimodifikasi
Bersifat spesifik:
Siapa yang melakukan?
Apa yang dilakukan?
Dimana dilakukan?
Kapan dilakukan?
Bagaimana melakukan?
Frekuensi melakukan?
CONT
Strategi pelaksanaan keperawatan komunitas yang dapat
digunakan dalam perawatan kesehatan masyarakat adalah:
Pendidikan kesehatan (Health Promotion)
Proses kelompok (Group Process)
Kerjasama atau kemitraan (Partnership)
Pemberdayaan (Empowerment)
Sasaran dari pelaksanaan keperawatan komunitas
Individu
Keluarga
Kelompok khusus
Tingkat Komunitas
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
KOMUNITAS
Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan
atau implementasi pada keperawatan komunitas
adalah : I2 RMU
Inovatif
Integrated
Rasional
Mampu dan mandiri
Ugem
CONT
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan:
Keterpaduan antara: Biaya, tenaga, waktu, lokasi, sarana, dan
prasarana dengan pelayanan kesehatan maupun sector lainnya
Keterlibatan petugas kesehatan lain, kader dan tokoh masyarakat
dalam rangka alih peran.
Tindakan keperawatan yang dilakukan dicatat dan
didokumentasikan.
Adanya penyelenggaraan system rujukan baik medis maupu
rujukan kesehatan.
EVALUASI KEPERAWATAN
KOMUNITAS
Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan
tindakan keperawatan. Keberhasilan proses dapat dilihat
dengan membandingkan antara proses dengan pedoman
atau rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan
tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara
tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku
kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan
masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah
ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak,
2009).
CONT
Kegiatan yang dilakukan dalam penilaian menurut Nasrul Effendi,
1998:
Membandingkan hasil tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan yang
telah ditetapkan.
Menilai efektifitas proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian
sampai dengan pelaksanaan.
Hasil penilaian keperawatan digunakan sebagai bahan perencanaan
selanjutnya apabila masalah belum teratasi.
Perlu dipahami bersama oleh perawat kesehatan masyarakat bahwa
evaluasi dilakukan dengan melihat respon komunitas terhadap
CONT

Fokus evaluasi
Relevansi
Perkembangan kemajuan
Cost efficiency (efisiensi biaya)
Efektifitas
Impact
CONT
Kegunaan evaluasi
Menentukan perkembangan keperawatan kesehatan masyarakat yang
diberikan.
Menilai hasil guna, daya gunadan produktivitas asuhan keperawatan yang
diberikan.
Menilai asuhan keperawatan dan sebagai umpan balik untuk memperbaiki
atau menyusun rencana dalam proses keperawatan.
Hasil evaluasi
Tujuan tercapai
Tujuan tercapai sebagian
Tujuan tidak tercapai
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
SESI TANYA JAWAB