You are on page 1of 29

Disusun Oleh :

Nurpita Inrayani 1110070100059

Pembimbing :
dr. Hj.Netty Harnita, Sp.THT-KL

SMF ILMU PENYAKIT THT-KL


UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
RSUD Dr. PIRNGADI
MEDAN
2017
PENDAHULUAN

Abses leher dalam merupakan infeksi leher
pada ruang potensial
Abses yang paling sering yaitu abses
peritonsiller
Insiden laki-laki>perempuan 2:1
Gejala klinis = infeksi pada umumnya
Penatalaksanaan: memelihara jalan napas


RUANG LINGKUP ABSES LEHER
DALAM

ABSES PERITONSILER
ABSES RETROFARING
ABSES PARAFARING
ABSES SUBMANDIBULER
ANGINA LUDOVICI
ETIOLOGI

Streptococcus
Aerob
Staphylococcus
Kuman
Anaerob Bacteriodes
PRAVALENSI

LOKASI ABSES PRESENTASI (%)
32%
ABSES PERITONSILER
14%
ABSES RETROFARING
4%
ABSES PARAFARING
18%
ABSES
SUBMANDIBULA
7%
ANGINA LUDOVICI
25%
GABUNGAN
ABSES PERITONSILLER

Abses peritonsiller atau quinsy adalah
infeksi leher yang paling sering.
Apabila terjadi edema peritonsil akan
mendorong tonsil dan uvula ke arah
kontralateral
ETIOLOGI ABSES
PERITONSILLER

Biasanya penyebabnya hampir
sama dengan penyebab
tonsillitis
Kuman aerob dan anaerob
Terutama Streptococcus
PATOLOGI ABSES
PERITONSILLER

- Daerah
superior Palatum
- Lateral mole
Infiltrat
fossa memben
tonsilaris gkak
GEJALA DAN TANDA

Gejala Tanda
Demam tinggi > Trismus
39oC
Odinofagia
Otalgia
Hipersaliva
Hot potato voice
Fetor ex ore
DIAGNOSIS

1 ANAMNESIS
2 PEMERIKSAAN FISIK
3 PEMERIKSAAN LABORATORIUM

4 PEMERIKSAAN RADIOLOGI
5 ASPIRASI ABSES
PENATALAKSANAAN

KONSERFATIF

OPERATIF
ABSES RETROFARING

Perdangan yang disertai
pembentukan pus pada
DEFINISI daerah retrofaring
Infeksi saluran napas
Trauma dinding belakang faring
ETIOL Tuberkulosis vertebra cervicalis bagian
OGI atas

-Rasa nyeri
Gejala - Sukar menelan
- demam, leher
kaku,

Pada dinding
belakang faring
Tanda tampak benjolan,
biasanya unilateral
Diagnosis

Riwayat Gejala dan
ISPA tanda klinik

Rontgen jar. Lordosis


Lunak leher vertebra
lateral servikal

Penatalaksanaan Komplikasi

Penjalaran ke
Medikamentosa ruang parafaring
Bedah Mediastinitis
Obstruksi jalan
napas
Pecah pneumonia
aspirasi dan abses
paru
ABSES PARAFARING

Abses parafaring dapat terjadi setelah infeksi faring, tonsil,
adenoid, gigi, parotis atau kelenjar limfatik
ETIOLOGI

Langsung

Proses supurasi kelenjar limfe dalam

Penjalaran infeksi dan ruang peritonsil,


retrofaring atau submandibulla
GEJALA DAN TANDA

Gejala
Tanda
Indurasi atau
pembengkakan di sekitar
angulus mandibula
Trismus
Demam tinggi

Pembengkakan dinding
lateral faring, sehingga
menonjol ke arah medial

Odinofagia
ABSES SUBMANDIBULA

Infeksi yang terjadi di ruang
submandibula

Infeksi dari gigi,
ETIOLOGI dasar mulut,
kelenjar limfa
submandibula,
kelenjar liur

Nyeri leher disertai
TANDA pembengkakan di bawah
DAN mandibulla dan atau di bawah
lidah
GEJALA
AB
PENATALAK Evakuasi abses
SANAAN Insisi
ANGINA LUDOVICI

Infeksi ruang Submandibulla


berupa selulitis atau flegmondari
bagian superior dengan tanda khas
berupa pembengkakan seluruh
ruang submandibulla, tidak
membentuk abses, sehingga keras
pada perabaan submandibulla
GEJALA DAN TANDA

Nyeri tenggorok dan
leher
Pembengkakan di
daerah submandibulla
Dasar mulut
membengkak

Sesak napas

Penatalaks AB
anaan Insisi

Sumbatan jalan
Komplikasi napas
Sepsis
KESIMPULAN

Abses leher dalam adalah infeksi pada ruang (potensial)
akibat perjalanan infeksi dari berbagai sumber. Penyebab
tersering adalah kuman Staphylococcus dan Streptococcus
Terdiri dari abses peritonsil, abses retrofaring, abses
parafaring, abses submandibula dan angina ludovici
Gejala klinis hampir sama dengan infeksi pada umumnya
Prinsip utama penatalaksanaan adalah menjamin dan
memelihara jalan napas. Pemberian AB dan drainase
bedah.