You are on page 1of 11

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA LANSIA DIRUMAH


PENGERTIAN LANSIA

Lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun


ke atas (UU No.13 tahun 1998 tentang kesejahteraan
lansia). Pada lanjut usia akan terjadi proses
menghilangnya kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan
fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak
dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki
kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994).
PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT
USIA DI RUMAH
Pendekatan perawatan pada lansia di rumah menggunakan pendekatan yang
holistic
1. Pendekatan Biologi/ fisik
2. Pendekatan Psikososial
3. Pendekatan spiritual
PERANAN KELUARGA DALAM ASUHAN
KEPERAWATAN PADA LANSIA DI RUMAH
Keluarga merupakan entry point dalam perawatan lansia di rumah karena keluarga
merupakan sistem pendukung yang paling penting untuk lansia.
Peran keluarga dalam merawat lansia menurut Maryam, antara lain :
menjaga atau merawat lansia
Mengantisipasi perubahan social ekonomi
Memberikan motivasi dan memfasilitasi kebutuhan spriritual bagi lansia
Melakukan pembicaraan terarah
Mempertahankan kehangatan keluarga
Membantu melakukan persiapan makan bagi lansia
Membantu dalam hal transportasi
dll
ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA
DI RUMAH
Aspek fisik atau biologis
Dx 1 : Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d tidak mampu
dalam memasukkan, memasukan, mencerna, mengabsorbsi makanan karena factor
biologi.
NOC I : Status nutrisi
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama ... x ... pertemuan pasien diharapkan
mampu:
Asupan nutrisi tidak bermasalah
Asupan makanan dan cairan tidak bermasalah
Energy tidak bermasalah
Berat badan ideal
NIC I : Manajemen ketidakteraturan makan (eating disorder management)
Diskusikan dengan pasien untuk membuat target berat badan, jika berat
badan pasien tidak sesuai dengan usia dan bentuk tubuh.
Diskusikan dengan ahli gizi untuk menentukan asupan kalori setiap hari
supaya mencapai dan atau mempertahankan berat badan sesuai target.
Ajarkan dan kuatkan konsep nutrisi yang baik pada pasien
Kembangkan hubungan suportif dengan pasien
Dorong pasien untuk memonitor diri sendiri terhadap asupan makanan dan
kenaikan atau pemeliharaan berat badan
Aspek Psikososial

Dx 2: Coping tidak efektif b.d percaya diri tidak adekuat dalam kemampuan koping, dukungan social tidak adekuat yang dibentuk dari karakteristik atau

hubungan.

NOC I : koping (coping)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama ... x ... pertemuan pasien secara konsisten diharapkan mampu:

Mengidentifikasi pola koping efektif

Mengedentifikasi pola koping yang tidak efektif

Melaporkan penurunan stress

Memverbalkan control perasaan

Memodifikasi gaya hidup yang dibutuhkan


NIC I : coping enhancement

1. Dorong aktifitas social dan komunitas

2. Dorong pasien untuk mengembangkan hubungan

3. Dorong berhubungan dengan seseorang yang memiliki tujuan dan ketertarikan yang sama

4. Dukung pasein untuk menguunakan mekanisme pertahanan yang sesuai.

5. Kenalkan pasien kepada seseorang yang mempunyai latar belakang pengalaman yang sama.
Aspek spiritual

Dx 3 : Distress spiritual b.d peubahan hidup, kematian atau sekarat diri atau orang lain, cemas, mengasingkan diri,

kesendirian atau pengasingan social, kurang sosiokultural.

NOC I : pengharapan (hope)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama ... x ... pertemuan pasien secara luas diharapkan mampu:

Mengekspresikan orientasi masa depan yang positif

Mengekspresikan arti kehidupan

Mengekspresikan rasa optimis

Mengekspresikan perasaan untuk mengontrol diri sendiri

Mengekspresikan kepercayaan

Mengekspresikan rasa percaya pada diri sendiri dan orang lain


NIC I : penanaman harapan (hope instillation)

1. Pengkaji pasian atau keluarga untuk mengidentifikasi area pengharapan dalam hidup

2. Melibatkan pasien secara aktif dalam perawatan diri

3. Mengajarkan keluarga tentang aspek positif pengharapan

4. Memberikan kesempatan pasien atau keluarga terlibat dalam support group.

5. Mengembangkan mekanisme paran koping pasien