You are on page 1of 19

EFEK PENUNDAAN PENJEPITAN

TALI PUSAT PADA BAYI BERAT


LAHIR SANGAT RENDAH
W OH1,AA FANAROFF 2,WA CARLO3,EF DONOVAN4,SA MCDONALD5 DAN WK
POOLE5,UNTUK EUNICE KENNEDY SHRIVER NATIONAL INSTITUTE OF CHILD
HEALTH AND HUMAN DEVELOPMENT NEONATAL RESEARCH NETWORK

1 DEPARTMENT OF PEDIATRICS, WOMEN AND INFANTS HOSPITAL, PROVIDENCE,

RI, USA; 2DEPARTMENT OF PEDIATRICS, RAINBOW BABIES AND CHILDRENS


HOSPITAL, CASE WESTERN RESERVE UNIVERSITY, CLEVELAND, OH, USA;
3DIVISION OF NEONATOLOGY, UNIVERSITY OF ALABAMA AT BIRMINGHAM,

BIRMINGHAM, AL, USA; 4DEPARTMENT OF PEDIATRICS, UNIVERSITY OF


CINCINNATI, CINCINNATI, OH, USA AND 5STATISTICS AND EPIDEMIOLOGY UNIT,
RTI INTERNATIONAL, RESEARCH TRIANGLE PARK, NC, USA

Oleh:

Penguji:
Dr. James Timothy, Sp.A(K), M.Kes
ABSTRAK
Tujuan penilitian: penundaan pemotongan tali pusat dapat
menjadi suatu keuntungan pada bayi preterm dan bayi berat
badan lahir rendah.

Desain Penelitian: Penelitian ini adalah uji coba terkontrol


secara acak. DCC/penundaan pemotongan tali pusat pada bayi
sangat-prematur dan bayi berat lahir sangat rendah akan
menghasilkan peningkatan kadar hematokrit pada usia 4
jam. Bayi dengan usia kehamilan 24 sampai 28 minggu diteliti
secara acak baik saat penjepitan tali pusat yang lebih awal (<10
s) atau yang ditunda (30 sampai 45 s).

Hasil: Sebanyak 33 bayi secara acak diteliti: 17 untuk kelompok


penjepitan tali pusar awal/langsung (tali dijepit pada mean 7,9
5,2 s, sd) dan 16 untuk kelompok DCC (tali dijepit pada 35,2
10,1 s). Hematokrit lebih tinggi pada kelompok DCC (45 8% vs
40 5%, P <0,05).
LANJUTAN..
Tidak ada perbedaan dalam rata-rata tekanan darah
arteri selama 12 jam pertama kehidupan; ada
kecenderungan dalam perbedaan dalam kejadian
morbiditas neonatal, hematokrit pada 2, 4 dan 6
minggu, serta kebutuhan transfusi, tetapi tidak ada
perbedaan signifikan secara statistik.

Kesimpulan: hematokrit lebih tinggi ditemukan


pada DCC pada bayi berat lahir sangat rendah,
menunjukkan transfusi plasenta yang efektif.

Kata kunci: penjepitan tali pusat; berat badan lahir


rendah; transfusi plasenta
PENDAHULUAN
Transfusi autologous darah ke bayi baru lahir sebagai akibat dari
penjepitan tali pusar yang ditunda (DCC) saat lahir pada masa
bayi mengakibatkan peningkatan hematokrit dan volume darah,
serta perubahan fisiologis dalam pencernaan, sistem
kardiopulmoner dan fungsi ginjal.

Pada bayi prematur dan berat lahir rendah, transfusi plasenta


menghasilkan rendahnya insidensi dari sindrom gangguan
pernapasan, volume darah dan hematokrit yang lebih tinggi,
serta lebih sedikit bayi dengan hipotensi.

Studi terbaru menunjukan DCC pada bayi prematur berat lahir


rendah dan sangat rendah mengakibatkan hematokrit dan
volume sel darah merah yang lebih tinggi, insiden perdarahan
intraventrikular dan sepsis onset akhir lebih rendah.

Kami melakukan uji klinis ini untuk mengumpulkan bukti


tambahan untuk kemanjuran DCC dalam penambahan volume
darah pada bayi prematur berat lahir sangat rendah.
METODE
Penelitian ini telah disetujui oleh Institutional Review Board dari tiga
pusat yang berpartisipasi dalamJaringan Penelitan Neonatal (University
of Alabama, Birmingham, AL, rainbow Children and baby hospital,
Cleveland, OH dan Rumah Sakit Perempuan dan Bayi, Providence, Rhode
Island).

Wanita dengan usia kehamilan antara 24 0/7 dan 27 6/7 minggu tunggal
dan yang dirawat untuk persalinan prematur yang memenuhi syarat
untuk penelitian. Subjek secara acak (per panggilan telepon ke RTI
(Research Triangle Institute) Pusat Koordinasi Data International
dilakukan ke salah satu dari dua kelompok: ICC, di mana tali pusat
dijepit <10 s setelah persalinan setelah bagian tali pusar kelihatan, dan
DCC , di mana tali pusat bayi itu dijepit pada 30 sampai 45 s setelah
persalinan.

Pengacakan dikelompokkan berdasarkan cara persalinan dan pusat yang


dihubungi. Pada persalinan, para peneliti hadir saat waktu persalinan
dan menjepit tali pusat menggunakan stop watch. Bayi diposisikan 10 cm
di bawah jalan lahir (atau perut dalam kasus bedah caesar). Manajemen
bayi saat lahir dan langkah berikutnya dalam perawatan intensif berada
pada kebijaksanaan dari dokter.
Hasil primer penilitian adalah hematokrit vena diperoleh pada 4 jam
usia. Hasil sekunder termasuk manajemen ruang bersalin dan mean
arterial pressurre per jam diukur selama 12 jam pertama, baik oleh
transduser yang terhubung ke arteri umbilikalis atau dengan
Dynamap (GEHealthcare.com) tanpa adanya arteri umbilikalis.

Variabel lain yang diperoleh selama bayi tinggal di ruang perawatan


termasuk hematokrit kapiler pada 2, 4 dan 6 minggu usia, jumlah
darah yang diambil untuk indikasi klinis dan jumlah darah yang
ditransfusikan.

Morbiditas neonatal yang didata adalah:


Perdarahan intraventrikular dengan USG kranial,

Kultur untuk membuktikan sepsis onset akhir (sepsis yang


terjadi pada> 3 hari usia),
Necrotizing enterocolitis yang lbih dari stage 2 sesuai dengan
klasifikasi bell,
Bronkopulmonari displasia setelah terapi oksigen pada 36 minggu
usia pasca-menstruasi
Retinopati prematuritas (semua nilai).
ANALISIS STATISTIK
Kami melakukan analisis statistik dengan
menggunakan uji Fisher untuk data kategorikal
dan t-test untuk kovariat nya. Semua nilai-nilai
yang dinyatakan sebagai mean sd A P-value
<0,05 dianggap signifikan secara statistik.

Perhitungan ukuran sampel didasarkan pada


hematokrit vena dalam kelompok ICC bayi pada
4 jam usia (46 4% sd). Analisis dilakukan di
Research Triangle Institute (NC, USA),
menggunakan software SAS (SAS)
HASIL
Percobaan telah dilakukan antara Mei 2000 dan Juni 2001. Selama periode waktu
ini, 190 ibu disaring, 97 memenuhi syarat dan 54 disetujui untuk penelitian. Dari
jumlah tersebut, 33 (61%) diacak dalam kelompok (17 ke ICC dan 16 untuk DCC).
Tali pusar yang dijepit pada 7,9 5,2 s dalam kelompok ICC vs 35,2 10,1 s (P
<0,001) pada kelompok DCC.
Tidak ada perbedaan demo-grafis dan klinis dalam karakteristik ibu dan bayi antara
kedua kelompok (Tabel 1 dan 2).
Table 1 demografik maternal dan karakteristik Table 2
klinis
Karakteristik bayi

ICC (n 17) DCC (n 16)


Usia (years) 258 (s.d.) 279
ICC DCC
Gravida (n 17) (n 16)
1 41 38
2 35 38 Berat 767243
>2 24 25 Lahir(g) (s.d.) 854222
Usia
Ras
kehamilan
Putih 12 38
Hitam 53 50 (minggu) 261.1 261.4
Hispanic 29 13 Jenis
Lain-lain 6 0 kelamin
Hipertensi 18 6 (% laki-laki) 41 44
PIH 26 13
Prolonged ruptured SGA (n) 3 0
membrane 24 31
Oligohydramnion 12 13
Fetal distress 29 13

Singkatan : DCC, delayed cord clamping; ICC, immediate cord clamping. Semua kecuali usia mengunakan %. semua P-values >0.05.
Prosedur dilakukan selama pengelolaan di ruang bersalin bayi
dan skor Apgar mereka yang dihitung pada menit 1 dan 5 hampir
identik antara kedua kelompok (Tabel 3).

Mean tekanan darah arteri jam berkisar antara 26 dan 32 mm


Hg selama pertama 12 jam, dan tidak ada perbedaan yang
diamati antara kedua kelompok.

Table 3 pengelolaan selama di ruang bersalin


Parameter ICC (n 17) DCC (n 16)
Penggunaan O2 17/17 16/16
Bagging dan mask 10/17 11/16
Intubasi 10/17 9/16
Apgar score pada 1 4.9 (2.7) 4.1 (2.7)
Median (range) 6 (1 8) 4.5 (0 8)
Apgar score pada 5 6.6 (1.5) 6.4 (2.0)
Median (range) 7 (3 9) 7 (1 9)
Singkatan : DCC, delayed cord clamping; ICC, immediate cord clamping.
Nilai hematokrit vena lebih tinggi pada kelompok DCC
(44,9 7,8 vs 40,2 5,1 (sd, P <0,05)). Pada usia 2, 4, dan
6 minggu, nilai hematokrit masih lebih tinggi pada
kelompok DCC, tapi perbedaannya tidak signifikan
secara statistik (Tabel 4).

Tabel 4. Nilai Hematokrit (%, Mean+s.d.) Dari Bayi

Usia ICC (n 17) DCC (n 16)

Empat jam 40.25.1 44.97.8

Dua mingu 37.73.7 39.45.0

Empat minggu 35.45.1 36.25.4

Enam minggu 34.66.2 37.17.0

Setelah tindakan 31.08.8 33.87.7


Singkatan : DCC, delayed cord clamping; ICC, immediate cord clamping.
Tidak ada perbedaan dalam morbiditas neonatal antara kedua
kelompok (Tabel 5).
Jumlah darah diambil karena alasan diagnostik serupa antara kedua
kelompok, dan jumlah yang ditransfusikan selama bayi tinggal di
rumah sakit lebih tinggi di antara kelompok ICC vs kelompok DCC
tetapi secara statistik tidak signifikan (Tabel 6).

Tabel 5. Morbiditas Neonatal Pada Bayi Yang Ditemui (%)

Morbiditas ICC DCC Rasio risiko (CI)

(N 17) (N 16) ICC vs DCC


Sepesis onset akhir 8/17 (47%) 5/16 (31%) 1.51 (0.62 3.65)
Necrotizing enterocolitis 4/17 (24%) 2/16 (13%) 1.88 (0.40 8.90)
Perdarahan Intraventricular 3/17 (18%) 4/16 (25%) 0.71 (0.19 2.67)
Retinopathy of prematurity 5/15 (33%) 6/12 (50%) 0.67 (0.27 1.66)
Patent ductus arteriosus 5/17 (29%) 7/16 (44%) 0.67 (0.27 1.69)

Tabel 6. Jumlah Darah Yang Diambil Dan Ditranfusikan (ml kg -1)


Yang diukur ICC (n 17) DCC (n 16)
Darah yang diambil 3621 3323
Transfusi darah 160157 128159
Singkatan : DCC, delayed cord clamping; ICC, immediate cord clamping.
DISKUSI

Temuan kami yaitu nilai hematokrit vena lebih


tinggi pada 4 jam dari usia pada kelompok DCC
menunjukkan transfusi plasenta yang efektif
pada saat lahir ketika penjepitan tali pusat
ditunda.

Meskipun ukuran sampel kami kecil, temuan


hampir identik dari berbagai ruang bersalin
menunjukkan bahwa DCC untuk durasi rata-
rata 35 detik layak dan aman pada populasi ini.
Kami menemukan bahwa:

DCC pada populasi


berisiko tinggi ini dapat
mengakibatkan:

Kecenderungan pada Kebutuhan yang Insiden lebih rendah dari:


peningkatan nilai-nilai lebih rendah untuk Sepsis onset akhir, necrotizing
hematokrit yang lebih transfusi selama enterocolitis (efek
tinggi selama 6 minggu tinggal di rumah menguntungkan), Insiden dari
pertama. sakit perdarahan intraventrikular,
Retinopati prematuritas (efek
samping).

o Berkenaan dengan tingkat hematokrit lebih tinggi pada usia 6


minggu, Ultee et al. baru-baru ini menunjukkan bahwa DCC
dikaitkan dengan kadar hematokrit yang lebih tinggi pada bayi
prematur masa akhir pada usia 10 minggu bila dibandingkan
dengan mereka yang ICC.
DISKUSI

Dalam meta-analisis retrospektif, Rabe et al.,


bayi lahir setelah <37 minggu usia kehamilan
dimasukan dalam penelitian secara acak dari
DCC(X30 s) vs ICC (<20 s) setelah lahir.

Pencarian sistematis dan analisis data dilakukan


sesuai dengan metodologi kolaborasi Cochrane.
Mereka menganalisis hasil dari 10 studi,
menjelaskan total 454 bayi prematur yang
memenuhi kriteria inklusi dan penilaian.
DISKUSI

Hasil utama dari penilitian ini adalah lebih


tingginya volume sirkulasi darah selama 24 jam
pertama kehidupan, atau kebutuhan yang lebih
rendah untuk transfusi darah (P 0,004) dan
insiden lebih rendah dari perdarahan
intraventrikular (P 0,002).

Studi terbaru menunjukkan insiden lebih rendah


sepsis akhir-onset dan perdarahan
intraventrikular dengan DCC didasarkan pada
pemikiran bahwa transfusi plasenta efektif
menambah sejumlah sel-sel induk yang dapat
memberi sel imunologi tambahan dan volume
darah tambahan yang memberikan stabilitas
peredaran darah nantinya.
DISKUSI

Baru-baru ini, Hosono et al. memperkenalkan


metode baru yaitu milking/pemerahan tali pusat
sebagai pengganti DCC untuk mencapai
transfusi plasenta untuk bayi sangat-prematur.

Prosedur tersebut menghasilkan tingginya


tekanan darah dan output urin selama 12 jam
pertama kehidupan, atau durasi yang lebih
singkat untuk bantuan ventilasi dan kebutuhan
yang lebih rendah untuk transfusi darah.
DISKUSI

Selain itu, seperti yang diketahui bahwa darah


tali pusat mengandung berbagai sel induk
berharga seperti sel hematopoietik stem,
prekursor sel endotel, progenitor mesenchymal
dan sel-sel multipoten/pluripoten, disini
keuntungan DCC sangat jelas ditunjukan.

Pada bayi sangat-prematur, transfusi plasenta


pada DCC atau pemerahan tali pusat adalah
intervensi yang relatif murah dan aman yang
bisa memberikan manfaat yang signifikan.
DISKUSI

Sebuah percobaan terkontrol acak yang besar


(ukuran sampel 220) untuk menguji hipotesis
bahwa DCC dapat mengakibatkan insiden
perdarahan intraventrikular dan sepsis onset
akhir yang lebih rendah saat ini berlangsung di
Rumah Sakit Perempuan dan Bayi, Rhode
Island (Judith Mercer, PhD,).

Konfirmasi keamanan dan manfaat dari DCC


oleh uji klinis ini diharapkan akan memberikan
dorongan untuk mengubah praktik penjepitan
tali pusat saat melahirkan bayi berisiko tinggi
saat ini.
TERIMA KASIH