You are on page 1of 53

TRENDS KEPERAWATAN

PADA LANJUT USIA


( GERONTIC NURSING )
OLEH :
Ns. IBNU ABAS, M.Kep.Sp.Kep.Kom
SASANA TRESNA WERDHA
YAYASAN KARYA BHAKTI RIA PEMBANGUNAN
CIBUBUR 13720
O21 8730179
2017
PENDAHULUAN

Menua merupakan suatu proses menghilangnya


secara perlahan-lahan kemampuan jaringan u/
memperbaiki diri dan mempertahankan struktur dan
fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap
jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang
diderita. (Constantinides, 1994)
DEFINISI
Menurut PERGERI
Gerontologi ilmu pengetahuan yang
mencakup segala bidang persoalan
mengenai orang berusia lanjut yang
didasarkan pada hasil-hasil penyelidikan
ilmu antropologi, antropometri, sosiologi,
pekerjaan sosial, kedokteran geriatri,
psikiatri geriatri, psikologi dan ekonomi.
DEFINISI
Menurut WHO
Gerontologi Comprenhensive study of aging
and problems of the aged (Ilmu yang
mempelajari proses menua dan masalahnya )
Old Age: Has been commonly defined as
beginning at the age of 65.
LANSIA

seseorang yang telah berusia 60


tahun atau lebih baik laki laki
maupun perempuan
( UU No. 13 tahun 1998 ).
Increases in Worlds Aged Population 1950-
2050
Braun,2009

1.600.000
1.400.000
1.200.000
1.000.000
800.000
600.000
400.000
200.000
0
1950 2000 2050
Population Ageing in Asia
Japan

Korea

Singapore 31.3%

China

Thailand 21.4%
Indonesia 17.4%
Malaysia 16.1%
India 14.8%
Philippine 14.2%

UN, World Population Prospects: The 2004 Revision.


Japan Ministry of Public Management, Census.
National Institute of Population and Social Security Research, Estimated Population in Japan2002
Growth of old population, Indonesia 1950-2050

Number of old population by age, 1950-2050,Indonesia


Total 79.8
90,000

80,000
World Population Projection, 2006
11.8
70,000

60,000
Number ('000)

32
50,000

40,000 21.4
80+
30,000
35.8 70-79
4.9
20,000 60-69

10,000

Year

smadioetomo/symposium CHRUI 8
Perkiraan Jumlah Balita dan
LANSIA NASIONAL
Juta
25 11,34%
10,0%
9,4%
9,5%
20 8,4%
P 8,2% 7,6% 6,9%
O
6,29%
P 15
U
L
A 10
S
I 5

0
1990 1995 2000 2005 2010 2015 2020

Balita Lansia Sumber BPS Pusat


Ageing Policy

UNDANG - UNDANG KESEJAHTERAAN


LANJUT USIA NO 13 TH 1998
RENCANA AKSI NASIONAL LANJUT
USIA 2009
Madrid International Plan of Action on
Ageing
( Second World Assembly 2002)

TIGA ARAH UTAMA


LANJUT USIA DAN PEMBANGUNAN

PENINGKATAN STATUS KESEHATAN


DAN KESEJAHTERAAN SEPANJANG
HAYAT
MEWUJUDKAN LINGKUNGAN YANG
MEMADAI /MENDUKUNG
Usia Kronologis dan Biologis
Kronologis: Diukur sesuai
jumlah tahun sejak lahir. Bukan
metode yang efektif

Biologis/ fungsional: Dievaluasi


berdasarkan penampilan/ fungsi
fisik. Orang dewasa yang tidak
menunjukkan kondisi fisik
seperti layaknya disebut lansia
Karakteristik
Memiliki lebih dari 2 masalah
kesehatan dengan gejala klinik yang
tidak khas (tidak mau makan, tidak
mau bergerak, lemah)
Usia harapan hidup wanita > pria
Pendapatan menurun; pensiun, tidak
bekerja; lansia wanita
Kehilangan pasangan hidup, teman
Membutuhkan pelayanan perawatan
dan kesehatan profesional
PENDAHULUAN

TUJUAN
Mewujudkan healthy aging dengan cara:
- peningkatan mutu kesehatan (promotion)
- pencegahan penyakit (preventive)
- pengobatan penyakit (curative)
- pemulihan kesehatan (rehabilitation)
PENDAHULUAN
Tahun 2000 Indonesia lansia sebesar 7,18 %
atau setara 14,45 jiwa
Di estimasi menjadi 11,11 % ( 28 jiwa ) pada
tahun 2020 ( BPS, 2002 dalam Kementerian PP
dan PA, 2011 ).
Peningkatan populasi lansia atau proporsi lansia,
mengakibatkan pergeseran demografi menjadi
negara berstruktur tua ( Darmojo, 2000 ).
Kepala BKKBN menyatakan bahwa
jumlah penduduklansia di Indonesia
pada tahun 2011 berjumlah
23.992.879 jiwa ( 9,77 % ) atau
hampir 10 % dari populasi penduduk
Indonesian (BPS 2010 dalam Meneg
PPA, 2011 ).
Fenomena ini jelas mendatangkan
sejumlah konsekuensi, antara lain
timbulnya masalah fisik, mental dan
sosial serta kebutuhan akan
pelayanan kesehatan dan
keperawatan yang holistik dan
komprehensive.
TEORI MENUA
TEORI BIOLOGI
1. GENETIC CLOCK:TUA TELAH DI
PROGRAM PADA SETIAP SPESIES
2. MUTASI SOMATIC : KESALAHAN
TRANSKRIP DNA-RNA
3. RADIKAL BEBAS
4. CROSS LINK
5. FISIOLOGI ( STRESS WEAR N TEAR )
TEORI MENUA Lanjutan
KEJIWAAN SOSIAL
ACTIFITY THEORY : SUKSES = AKTIF

CONTINUITY THEORY : PERSONALITY

DISANGAGEMENT THEORI : TRIPLE


LOSS : ROLE, CONTACT N COMITMENT
PERMASALAHAN
UMUM
1. EKONOMI LEMAH ; LANSIA
TERLANTAR
2. POLA KELUARGA BERUBAH :
HILANGNYA INTIMASI
3. MOBILITAS MNINGKAT : SARANA
TIDAK
4. KURANGNYA TENAGA PROFESIONAL :
PEMBINAAN LANSIA KURANG
PEMASALAHAN lanjutan
KHUSUS (TUA MENIMBULKAN )
1. MASALAH KESEHATAN
2. TURUNYA AKTIFITAS SOSIAL
3. HILANGNYA KESEMPATAN KERJA
4. CACAT : TERLANTAR
5. PENGHARGAAN MENURUN
6. BUTUH FASILITAS KHUSUS
7. BIAYA KESEHATAN MENINGKAT
8. KETAKUTAN
TERMINOLOGI
GERONTOLOGI : ILMU YANG MEMPELAJARI
ASPEK MENUA N PROBLEM ( MILLER,1990 )
GERONTIC NURSING : SPESIALIS
PERAWATAN LANSIA PEMBERI YAN.KEP
PROF. DGN ILMU N KIAT KEPERAWATAN
SECARA holistik INDIVIU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT LANSIA SECARA
KOMPREHENSIF ( DEPKES RI 1992 )
IMPLIKASI KLINIS
PENUAAN BUKAN PENYEBAB
KEMATIAN TAPI DAMPAK PENURUNAN
FUNGI AKIBAT ;
1. HIPERTENSI
2. TUMOR GANAS
3. GGK/CRF
4. CVD
5. PENYAKIT DEGENERATIVE LAIN
ASUHAN KEPERAWATAN
TUJUAN
1. M/PERTAHANKAN IDENTITAS LANSIA
2. MENINGKATKAN DERAJAT
KESEHATAN
3. MENINGKATKAN MUTU HIDUP
4. RASA AMAN N NYAMAN
5. OPTIMALISASI FUNGSI TUBUH LANSIA
6. M/HADAPI KEMATIAN B/MARTABAT
FOKUS PELAYANAN
HEALTH MAINTENANCE
HEALTH PROMOTION

HEALTH PREVENTION

DENGAN TIGA TAHAP PENCEGAHAN:


1. PRIMERY

2. SECONDARY

3. TERTIERY
CAKUPAN PELAYANAN
GERONTIK ( ANA, 1978 )
MENGKAJI STATUS FUNGSI N KES.
M/RNCNAKAN N MNYEDIAKAN ASUHAN
M/EVALUASI ASUHAN
M/MAKS. KEMANDIRIAN
MENINGKATKAN,M/TAHANKAN KES.
M/CEGAH N MEMINIMALKAN DISABILITY
M/TAHANKAN HARKAT N KENYAMANAN
FOKUS : INDIVIDU, KLG N MASYARAKAT
TUGAS PERKEMBANGAN
LANJUT USIA
AMBIL KEPUTUSAN BGM HIDUP
M/SEDIAKAN DUKUNGAN,INTIMACY DAN
KEPUASAN B/HUBUNGAN
M/TAHANKAN LINGKUNGAN RUMAH ADEKUAT
M/SEDIAKAN PENDAPATAN YANG MEMUASKAN
M/TAHANKAN KESEHATAN YANG OPTIMUM
M/TAHANKAN PERAWATAN KESEHATAN
M/TAHANKAN KONTAK
M/BUAT PERHATIAN BARU
MENEMUKAN MAKNA DAN ARTI HIDUP
M/KEMBANGKAN FILOSOFI HIDUP DAN AGAMA
PENGKAJIAN
PERHATIKAN
1. PRIVACY
2. P/LAKUKAN SBG MANUSIA UNIK
3. MAKNAI SEMUA INFORMASI
4. PERUBAHAN SATU SISTEM TIDAK
SLALU BERUBAH SEMUA
5. MANIFESTASI TIDAK KRONOLOGIS
6. KUMPULKAN DATA BUKAN MASALAH
ASPEK YANG DIKAJI
IDENTITAS !!!!!!
RIW. KESEHATAN SEKARANG : PQRST
RIW. KESEHATAN MASA LALU
RIW. KESEHATAN KELUARGA
PENGKAJIAN PERSISTEM ( S DAN O )!!!
POLA AKTIFITAS
PSIKOSOSIAL N SPIRITUAL
STATUS FUNGSIONAL : KATZ N BARTHEL
INDEKS
STATUS MENTAL : SPMSQ N MMSE
PENGKAJIAN PERSISTEM
INTEGUMEN
1. PENURUNAN VASKULARISASI ; PUCAT
2. MELANIN MENURUN : PUCAT
3. KELENJAR SEBASEA ( - ) : KERING
4. ADIPOSA ( - ) : KERIPUT
5. EPIDERMIS TIPIS : IRITASI, TRAUMA
6. KEMATIAN KULIT : SENILE LENTIGO
7. KAPILER TIPIS : SENILE PURPURA
8. ALOPESIA
9. KUKU MUDAH PATAH DAN KAKU
10. ESTROGEN (-) PADA WANITA : RAMBUT LAIN
MUSCULOSKELETAL SISTEM
1. INTAKE KALSIUM BURUK
2. PENYERAPAN DIUSUS HALUS MENURUN
3. PROSES REMODELING TULANG TIDAK
SEIMBANG
4. HORMON ESTROGEN MENURUN ( WANITA )
PARATHHORMON MENINGKAT

TULANG MENJADI RAPUH N MUDAH


PATAH
OTOT
MENURUNNYA VASKULARISASI KEOTOT

METABOLISME ANAEROB
( FOSFOKREATINE )

ASAMLAKTAT

KELEMAHAN,ATROPI,
PERNAFASAN
AIR WAY :
1. JUMLAH SILIA BERKURANG : P(-) FILTRASI
2. CAIRAN TUBUH (-) : HUMIDIFIKASI (-)
BREATHING :
1. ALVEOLI : JUMLAH (-), ELASTISITAS (-)
2. STERNUM DAN KOSTA KURANG ELASTIS
SEHINGGA PROSES DIFUSI INADEKUAT
DAN KAPASIATAS PARU TURUN
CIRCULATIONS ( CV )
CARDIOVASKULER
PENURUNAN KONTRAKTILITAS MIOCARD
GANGGUAN IRAMA
PENINGKATAN AFTER LOAD
( ATEROSKLEROTIK DAN + VISKOSITAS )
ANEMIA

PENURUNAN CO

GANGGUAN OKSIGENASI
JARINGAN(SIRKULASI
TIPS PERAWATAN
Werdha dengan gangguan nafas ( sesak : RR > dari 26 X / menit ) atau
penurunan kesadaran ( stroke atau penyebab lain ) bebaskan jalan nafas dan
lakukan pemberian oksigen nasal 2 - 4 liter/ menit dan segera lapor dokter.
Kebutuhan cairan lanjut usia minimal 35 cc/ kg BB = 1500 cc 2000 cc / 24 jam.
Pastikan terpenuhi. Bila intake oral buruk, lapor dokter untuk dilakukan tindakan
intensif pemasangan alat bantu : sonde feeding atau IVFD ( minimal RL 20 tetes/
menit ).
Pemberian nutrisi sesuai dengan kebutuhan gizi ( 1700 2100 KKal/hari ),
minimal menu dari STW habis. Bila ada kesulitan makan, upayakan ada makanan
pengganti ( susu atau snack ). Buah dan sayur wajib ada dan pastikan dikonsumsi.
Eliminasi sebisa mungkin mandiri, bila masih dapat mengontrol BAK-BAB
ajarkan toilet training dan bantu ke toilet.
LANJUTAN TIPS
Inkontinensia urine coba atasi dulu dengan penjadwalan BAK dan kemudian penggunaan kateter (
minta persetujuan dokter ).

ADL pasien tidak mandiri ( makan, minum, mandi, berpakaian, ketoilet, berpindah dan
mengontrol BAB/ BAK ) pastikan terpenuhi dengan benar

Penggunaan diapers adalah pilihan terakhir dan harus TEPAT, jangan sampai menimbulkan
masalah baru : dikubitus dan infeksi kemih. Pantau diapers per 6 jam, bila basah/ BAB segera ganti
dan dilakukan PH ( personal hygiene )

Werdha dengan imobilisasi, lakukan mobilisasi bertahap bila tidak ada nyeri ( dibantu ) seperti
mika/ miki ( miring kanan/ kiri ) per jam dan latihan rentang gerak pasif aktif 45 menit dua kali
perhari.

Aktifitas di panti, upayakan diikuti oleh werdha dan bila perlu didampingi. Tidak ada werdha
yang tidur pagi hari, KECUALI SAKIT.
KEBUTUHAN CAIRAN
IWL ( INCESIBLE WATER LOSS )
DEWASA : 15 cc / Kb BB/ 24 JAM
ANAK : 30 cc USIA ( TAHUN ) / Kg BB/ 24 JAM
JIKA SUHU DEMAM : 200 X SUHU BADAN SAAT ITU 36,80 C

AM ( AIR METABOLISME )
DEWASA : 5 CC / Kg BB / 24 JAM
ANAK ANAK
BALITA : 8 CC / Kg BB/ 24 JAM
5-7 TAHUN : 8 8,5 CC / Kg BB / 24 JAM
7 11 TAHUN : 6 7 CC / Kg BB / 24 JAM
12 14 TAHUN : 5 6 CC / Kg BB / 24 JAM

BALANCE CAIRAN
INTAKE OUT PUT : ( MINUM + INFUS + AM ) ( URINE + IWL + FECES )
Perhitungan Kalori
Kalori Basal 25-30 Kalori/kg BB ideal (TB
100) x 90%
Kerja - Ringan +10 % Basal
- Sedang +20 % Basal
- Berat +30 % Basal
- Sangat berat + 40 % Basal
Febris Tiap 1oC 13 % Basal
MASALAH KEPERAWATAN
FISIK
1. TIDAK EFEKTIFNYA BERSIHAN/JALAN NAFAS
2. PERUBAHAN/ GANGGUAN POLA NAFAS
3. RESIKO/GANGGUAN PERTUKARAN GAS
4. RESIKO/GANGGUAN PERFUSI JARINGAN
5. INTOLERANSI AKTIFITAS
6. RESIKO/PENURUNAN CURAH JANTUNG
7. RESIKO/GANGGUAN VOLUME CAIRAN:
LEBIH/KURANG
8. RESIKO/GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI :
LEBIH/KURANG
9. RESIKO/GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA
10. RESIKO ASPIRASI
MASALAH KEPERAWATAN
1. PERUBAHAN POLA ELIMINASI : BAKINKONTINENSIA
2. RESIKO/GANGGUAN/KETERBATASAN AKTIFITAS
3. RESIKO/GANGGUAN ISTIRAHAT
4. DEFISIT PERAWATAN DIRI
5. KETERBATASAN/KERUSAKAN MOBILITAS
6. GANGGUAN SEKSUALITAS
7. RESIKO/GANGGUAN INTEGRITAS KULIT
8. RESIKO INJURI : JATUH,FRAKTURE,PERDARAHAN
9. GANGGUAN RASA NYAMAN
10. RESIKO/GANGGUAN POLA ELIMINASI : BAB
KONSTIPASI
MASALAH KEPERAWATAN
PSIKOSOSIAL (RESIKO-AKTUAL)
1. CEMAS
2. ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI
3. GANGGUAN KONSEP DIRI
4. PERSEPSI SENSORI HALUSINASI
5. PRILAKU KEKERASAN
6. MENCEDERAI DIRI
7. KOPING INEFEKTIF
8. BERDUKA
9. PERUBAHAN PROSES FIKIR : WAHAM
10. PENURUNAN PROSES FIKIR : DEMENSIA
11. STRESS RELOKASI
12. DISTRESS SPIRITUAL
STATUS FUNGSIONAL
MENILAI KEMAMPUAN KATZ : MANDI
MAKAN,TOILET, KONTINEN BAB&BAK,
BERPAKAIAN,BERPINDAH
KATAGORI :
1. A : MANDIRI SEMUA
2. B : SATU TIDAK MANDIRI, dst,
3. G : SEMUA TIDAK MANDIRI
BARTHEL INDEKS
MODIFIKASI
NO KRITERIA DIBANTU MANDIRI KET.
1 MAKAN 5 10 130 : MANDIRI
2 MINUM 5 10 65-125 :SEBAGIAN
3 BERPINDAH 5-10 15 60 TOTAL
4 PERSONAL TOILET (CUCI MUKA ) 0 5
5 IN/OUT TOILET (MENYEKA,NYUCI) 5 10
6 MANDI 5 15
7 JALAN DI TEMPAT DATAR 0 5
8 NAIK.TURUN TANGGA 5 10
9 BERPAKAIAN 5 10
10 KONTROL BAB 5 10
11 KONTROL BAK 5 10
12 OLAHRAGA 5 10
13 REKREASI 5 10
STATUS INTELEKTUAL
SPMSQ
BENAR SALAH NO PERTANYAAN

1 TANGGAL BERAPA HARI INI


2 HARI APA SEKARANG
3 APA NAMA TEMPAT INI
4 DIMANA ALAMAT ANDA
5 BERAP UMUR ANDA
6 KAPAN ANDA LAHIR ( MINIMAL TAHUN )
7 SIAPA PRESIDEN RI SEKARANG
8 SIAPA PRESIDEN RI SEBELUMNYA
9 SIAPA NAM IBU ANDA
10 KURANGI 3 DARI 20 DAN PENGURANGAN 3 DARI
SETIAP ANGKA BARU..

SCORE : SALAH 0 3 = NORMAL


SALAH 4 5 = RINGAN
SALAH 6 8 = SEDANG
SALAH 9 10 = BERAT
STATUS KOGNITIF
MMSE
FUNGSI ORIENTASI
FUNGSI REGISTRASI
FUNGSI PERHATIAN
FUNGSI KALKULASI
FUNGSI MEMORI
FUNGSI BAHASA
Tabel 2. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL MINI
( MMSE /Mini Mental State Examinitation)

Tes Nilai Max Nilai


Item

1. ORIENTASI 5
Sekarang ( tahun ), ( musim ), ( bulan ), (tanggal ), (hari ) apa?

2. Kita berada di mana ? ( Negara ), ( propinsi ), ( kota ), ( RW ), (RT) 5

3. REGISTRASI 3
Sebutkan 3 buah nama benda ( apel, meja, koin ) tiap benda 1 detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama benda
tersebut dengan benar dan catat jumlah pengulangan

4. ATENSI DAN KALKULASI 5


Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk setiap jawaban yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh
mengeja kata WAHYU ( Nilai diberikan pada huruf yang benar sebelum kesalahan misalnya uyahw = 2 nilai

5. MENGINGAT KEMBALI ( RECALL ) 3


Pasien disuruh mengingat kembali 3 nama benda di atas

6. BAHASA 2
Pasien disuruh menyebutkan nama benda yang ditunjukkan ( pensil, buku )

7. Pasien disuruh mengulang kata-kata: namun,tanpa,bila. 1

8. Pasien disuruh melakukan perintah: ambil kertas dengan tangan anda, lipatlah menjadi 2 dan letakan di lantai 3

9. Pasien disuruh membaca dan melakukan perintah pejamkan mata anda 1

10. Pasien disuruh menulis dengan spontan 1

11. 1

JUMLAH 30

Sumber : Lumbantobing, S.M : Neurogeriatri, 2006 Nama : ........................./ .... Th


Skor
Nilai 24 30 : Normal
Tgl Periksa : .....................................
Nilai 17 23 : Probable gangguan kognitif/sedang Pemeriksa : .....................................
Nilai 0 16 : Definite gangguan kognitif / berat
IRONI
PEDULI.
TAK PERNAH MATI
AKTIF
MAU BERBAGI
TUTUP MATA ANDA