You are on page 1of 8

Dr. Maulina Indah, Sp.

B
FKK UMJ 2015
ABSES PERIANAL
Kondisi adanya rongga berisi pus di area
dekat anus dan bokong.
Menimbulkan nyeri di area sekitar anus
Etiologi:
Sumbatan kelenjar perianal (terbanyak)
Infeksi pada fissura ani
Infeksi menular seksual (<10%)
Trauma
Benda asing
Komorbid : DM, imunitas tubuh rendah,
keganasan
PATOFISIOLOGI
Pada linea dentata (perbatasan epitel kolumnar
dan skuamosa) terdapat 4-10 kelenjar perianal
sumbatan pertumbuhan bakteri abses
Lokasi abses anorektal:
perianal 60%
ischiorectal space bisa menyebrang ke kontralateral
(horseshoe abscess)
intersphincteric space
supralevator space nyeri
pelvik / rektal
Mikrobiologi
Bakteri aerob : Staphylococcus aureus,
Streptococcus,and Escherichia coli
Bakteri anaerob: Bacteroides fragilis,
Peptostreptococcus, Prevotella,
Fusobacterium,Porphyromonas,Clostridium

http://emedicine.medscape.com/article/191975-
overview#a6
GEJALA DAN TANDA
Nyeri konstan saat duduk
Iritasi kulit sekitar anus (hiperemis,
udema, nyeri tekan +)
Adanya pus
Konstipasi, nyeri pada proses defekasi
Demam, menggigil
Lemas
TATALAKSANA
Analgetik
Antibiotik
Kontrol komorbid: DM kadar GD <200
Drainase abses
Lokal
Pembiusan spinal
Perawatan luka (ganti verban)
berkala
KOMPLIKASI
Rekurensi 10%
Bila tidak diterapi adekuat / infeksi
berulang berkembang menjadi Fistula
ani
Infeksi sistemik
Scarring (jaringan parut)