You are on page 1of 13

Sumbatan jalan napas menyebabkan gejala sesak napas

Sesak napas adalah kesukaran bernapas yang dirasakan


oleh pasien sebagai suatu gejala subjektif.
Kelainan sesak napas dapat disebabkan oleh kelainan
rongga dada, kelainan paru, sumbatan saluran napas ,
kelainan vaskuler paru dan lain-lain .
Sumbatan jalan napas atas adalah sumbatan pada
saluran napas atas (laring) yang disebabkan oleh
adanya radang, benda asing, trauma, tumor dan
kelumpuhan nervus rekuren bilateral sehingga ventilasi
pada saluran pernapasan terganggu
Sumbatan jalan napas bagian atas disebabkan oleh trauma,
tumor, infeksi akut, kelainan kongenital hidung atau laring,
difteri, paralysis satu atau kedua plika vokalis, pangkal lidah
jatuh ke belakang pada penderita yang tidak sadar karena
penyakit, cedera, atau narkose maupun karena benda asing.

Sumbatan jalan napas bagian atas ditandai dengan :


sesak napas,
stridor inspiratore,
ortopne,
pernapasan cuping hidung, dan cekung di daerah jugularis-
supraklavikula-interkostal.
Selanjutnya penderita akan sianotik dan gelisah
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil
pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Gejala dan
tanda sumbatan yang tampak adalah :

Serak (disfoni) sampai afoni


Sesak napas (dispnea)
Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar pada waktu inspirasi.
Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal,
epigastrium, supraklavikula dan interkostal. Cekungan itu
terjadi sebagai upaya dari otot-otot pernapasan untuk
mendapatkan oksigen yang adekuat.
Gelisah karena pasien haus udara (air hunger)
Warna muka pucat dan terakhir menjadi sianosis karena
hipoksia.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan
untuk mengetahui letak sumbatan, diantaranya adalah :

Laringoskop.dDapilatkduiklakun bkialantsercdarpatdisruemkbdatnaninpdairdeakl.aring.
Nasoendoskopi
X-ray. Dilakukan pada foto torak yang mencakup saluran nafas
bagian atas. Apabila sumbatan berupa benda logam maka akan
tampak gambaran radiolusen. Pada epiglotitis didapatkan
gambaran thumb like.
Foto polos sinus paranasal
CT-Scan kepala dan leher
Biopsi
Jackson membagi sumbatan laring yang progresif dalam 4 stadium:

Stadium I : Adanya retraksi di suprasternal dan stridor. Pasien tampak


tenang

Sdtaldamiu,mdIiItam:baRhetrlakgisi dpeandganwatkimtubuinlnspyiararseitrdaikdsaiedraihdsaueprarahsteprnigalsmtriaukmin.
Pasien sudah mulai gelisah.

Stadium III : Retraksi selain di daerah suprastrenal, epigastrium juga


terdapat di infraklavikula dan di sela-sela iga, pasien sangat gelisah dan
dispnea.

Stadium IV : Retraksi bertambah jelas, pasien sangat gelisah, tampak


sangat ketakutan dan sianosis, jika keadaan ini berlangsung terus maka
pheipnedrekraitpanea.kaPnadakekheabdiasanintienpaegnad,eriptaustatmpaekrnyapaatseanangpadranlittiekrtikdaure, na
akhirnya penderita meninggal karena asfiksia
Pada prinsipnya penanggulangan pada obstruksi
atau obstruksi saluran napas atas diusahakan supaya

jalan napas lancar kembali.

Tindakan konservatif
Tindakan operatif/resusitasi
Intubasi
Laringotomi (Krikotirotomi)
Trakeostomi
Terimakasih