You are on page 1of 30

Asuhan

keperawatan
intranatal
KALA 1
Tanda dan gejala inpartu

Penipisan dan pembukaan


serviks
Kontraksi uterus yang
mengakibatkan perubahan
serviks
Cairan lendir bercampur darah
melalui vagina
Pengkajian Ibu

 TTV, hpht
 Pengkajian fisik ibu (berdasarkan sistem)
termasuk pemeriksaan leopold
 Kontraksi uterus
 Pemeriksaan dalam:
a. Pembukaan dan penipisan serviks
b. Selaput ketuban dan cairan ketuban
c. Presentasi dan penurunan bagian terbawah
janin
Kesimpulan Leopold

Contoh:
janin tunggal hidup dengan
TFU 38cm letak janin
memanjang, punggung
kanan, presentasi kepala dan
sudah masuk rongga panggul
dengan DJJ 168x/menit
terdengar kuat dan teratur
Pemeriksaan Dalam
Selaput ketuban

U  utuh
J  ketuban jernih
D  ketuban bercampur darah
M  ketuban bercampur
mekonium (hijau kental)
K  kering
Presentasi dan penurunan kepala
janin
Kesimpulan akhir

Contoh:
pemeriksaan abdomen didapatkan janin tunggal
hidup dengan TFU 26 cm letak memanjang, posisi
punggung kiri, presentasi kepala yang sudah masuk
rongga panggul dengan DJJ 132x/menit kuat
reguler. Pemeriksaan dalam didapatkan portio tipis
lunak disertai adanya dilatasi serviks 4-5 cm
dengan kepala pada bidang hotge 2, selaput
ketuban tidak utuh, cairan ketuban mekonium.
diikuti oleh kontraksi rahim yang teratur dan kuat
selama 40 detik setiap 4 kali dalam 10 menit.
Pengkajian janin

Menggunakan dopler menilai


denyut jantung janin
Penilaian usia kehamilan dan
cairan ketuban
KALA 2
Tanda Kala 2

 Pembukaan servik 10 cm dengan penipisan


maksimal
 Adanya dorongan meneran ketika kontraksi
 Tekanan pada anus dan atau vaginanya
 Perimeum menonjol
 Vulva-vagina dan spingter ani membuka
 Meningkatnya pengeluaran lendir bercampur
darah.
KALA 3
Tanda Kala 3

Perubahan bentuk dan tinggi


fundus (uterus berbentuk bulat
penuh dan tinggi fundus
dibawah pusat.
Tali pusat memanjang
Semburan darah mendadak
dan singkat
Manajemen aktif kala 3

Pemberian suntik oksitosin 1


menit pertama setelah bayi
lahir
Melakukan penegangan tali
pusat terkendali
Massase fundus segera setelah
plasenta lahir
KALA 4
Pengkajian Kala 4

 Memperkirakan kehilangan darah


(ibu lemas, pusing kesadaran turun,
TD sistolik turun lebih dari 10
mmHG dr sebelumnya)
 Memeriksa perdarahan dari
perineum, laserasi atau karena
episiotomy
 Pencegahan infeksi
 Pemantauan keadaan umum ibu
Asuhan dan pemantauan

 Lakukan massase uterus untuk merangsang uterus


berkontraksi baik dan kuat
 Evaluasi tinggi fundus uteri
 Perkirakan kehilangan darah secara keseluruhan
 Periksa kemungkinan perdarahan dari robekan
perineum
 Evaluasi keadaan ibu selama 2 jam post partum
 Dokumentasi semua temuan persalinan dalam
partograf
Evaluasi selama 2 jam post
partum

 Pantau TD, nadi, tinggi fundus uteri,


kandung kemih dan darah yang keluar
setiap 15 menit selama satu jam pertama
dan setiap 30 menit selama 1 jam kedua
 Massase uterus untuk membuat kontraksi
menjadi baik
 Pantau temperatur tubuh setiap jam
dalam 2 jam pertama pad=sca persalinan
 Nilai perdarahan
Diagnosa Keperawatan
Nyeri

Kal Cemas
Kurang vol cairan

a1 Gangguan tidur
Ketidakefektifan koping individu
Perubahan pola eliminasi urine
Gangguan pertukaran gas
Gangguan perfusi jaringan plasenta
Gangguan mobolisasi ibu
Gangguan pola pemenuhan nutrisi
Koping keluarga tidak efekti
Defisit perawatan diri (.......)
Diagnosa Keperawatan
Nyeri
Kal Kurang vol cairan
a2 Koping individu tidak efektif

Cemas

Resiko gangguan perfusi jaringa ibu

Resiko infeksi
Diagnosa Keperawatan
Resiko perdarahan
Kal Resiko kurang vol cairan
a3 Nyeri

Resiko gangguan perfusi jaringan ibu

Kerusakan integritas kulit

Perubahan proses keluarga

Koping individu tidak efektif

Gangguan emenuhan nutrisi


Diagnosa Keperawatan
Nyeri

Kal Kurang vol cairan

a4
Gangguan pola tidur
Perubahan pola pemenuhan nutrisi
Gangguan perlekatan ibu dan bayi
Resiko infeksi vagina
Resiko retensi urine
Dukacita orang tua
Perubahan menjadi orang tua
Resiko distres spirit
Gangguan perawatan dirii