You are on page 1of 12

Antibiotik pada kasus Tetelo

Nama kelompok :
1. Kyky Widayanti
2. Shakilla Ayu
3. Renata
4. Farhan Ramadhan
5. Indah Komalasari
6. Halda
Sejarah ditemukannya penyakit tetelo
Penyakit tetelo merupkan salah satu penyakit
pada unggas yang ditemukan pertamakali oleh
Kraneveld di Indonesia pada tahun 1926, karena
menyerupai pes ayam maka disebutnya
Pseudovogelpest. Doyle pada tahun 1927 memberi
nama Newcastle Disease hal ini berasal dari nama
suatu daerah di Inggris “ Newcastle on Tyne “ yang
terjangkit penyakit serupa.
Pengertian penyakit Tetelo

Penyakit Tetelo (Newcastlle Desease) atau juga


bisa disebut dengan penyakit sampar atau pes cekak,
adalah salah satu penyakit yang menyerang unggas
baik pada ayam atau burung dan dapat
menghemaglutinasi darah serta penyakit infeksi viral
yang menyebabkan gangguan pada saraf pernafasan.
Sumber penyakit tetelo

Penyebab penyakit tetelo atau newcasle disease


adalah virus genus Avian Paramyxovirus. Virus ND
berada di udara pernafasan, tinja, ayam yang
mengalami sakit dan pada karkas ayam yang mati
karena ND
Penyebaran penyakit tetelo
Penyebaran virus ini Biasanya dalam waktu 3-
4 hari seluruh populasi ayam akan terinfeksi.
Virus avian paramyxovirus ini dapat di
tularkan melalui :
a. peralatan kandang
b. kontaminasi, dan
c. masuknya burung liar ke dalam kandang.
d. Virus ND juga dapat di tularkan melalui udara
walaupun jangkauannya tidak luas.
Kerugian penyakit tetelo

Kerugian yang ditimbulkan penyakit tetelo


adalah berupa kematian yang tinggi, penurunan
produksi telur serta daya tetasnya dan
menghambat pertumbuhan.
Tingkatan penyakit tetelo
1. Newcastle Disease tipe Velogenik. Tingkat kematian
akibat penyakit tetelo pada tipe ini sangat tinggi,
kematian pada populasi ayam dapat mencapai
100%.
2. Newcastle disease tipe Melogenik. Tingkat kematian
ayam pada tipe ND melogenik dapat mencapai 30%,
terutama pada anak ayam dan ayam berusia muda.
3. Newcastle Disease tipe Lentogenik. Merupaka
tingkatan terendah dari invasi penyakit ND dan
hampir tidak menyebabkan kematian.
Ciri – ciri unggas yang terkena tetelo
1. Ganguan pernafasan yang di mulai dengan megap-
megap, batuk dan ngorok waktu bernafas
2. Ayam tampak lesu, nafsu makan dan produksi
menurun
3. Jengger dan kepala berwarna kebiru-biruan
4. Kornea menjadi keruh
5. Sayap terkulai atau turun
6. Otot tubuh gemetar
7. Mencret
8. Kelumpuhan
9. Gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-
kejang dan leher terpelintir.
Penanggulangan penyakit tetelo
Penanggulangan penyakit ND hanya dapat
dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan
(preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada
dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin
aktif dan vaksin inaktif.
Menggunakan vaksin tetelo harus sekali habis,
karena vaksin tetelo adalah vaksin aktif berupa
vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya
yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic
terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota.
Vaksin aktif ini dapat menimbulkan
kekebalan dalam kurun waktu yang lama
sehingga penggunaan vaksin aktif lebih
dianjurkan dibanding vaksin inaktif. Vaksin
inaktif dimana ketika tidak habis di gunakan
dapat di simpan lagi di dalam lemari pendingin
untuk di gunakan di kemudian hari.
Selain itu pencegahan dapat di lakukan dengan
1. Melakukan vaksinasi secara teratur
2. menjaga kebersihan kandang dan
3. hanya menggunakan indukan yang tidak
mempunyai sejarah penyakit tetelo
4. Diberikan jamu-jamu tradisional seperti
kunyit, bawang, jahe, dll secara berkala agar
kekuatan dan kekebalan tubuh ayam terjaga.
Pengobatan penyakit tetelo
Penggunaan Antibiotik berspektrum luas
contohnya sulfonamida, ampisilin,
sefalosporin, kloramfenikol, tetrasiklin dan
rifampicin dapat di gunakan untuk mengobati
ayam yang terserang penyakit ND ini, disertai
pemberian suplemen atau vitamin di dalam
air minumnya.