You are on page 1of 14

AZOOSPERMIA

Organ
Reproduksi
Pria
kondisi medis sesorang laki-laki
yang air maninya tidak
Definisi mengandung sperma.

Jarvi, K; Lo, K; Fischer, A; Grantmyre, J; Zini, A; Chow, V; Mak, V


(2010). "CUA Guideline: The workup of azoospermic males". Canadian
Urological Association Journal. 4 (3): 163–7.
Jenis Azoospermia

obstruktif • Penyumbatan saluran

Azoospermia

Non-
obstruktif • Kerusakan testis
Azoospermia Obstruktif

Obstruksi
Obstruksi pada Obstruksi pada fungsional dari
vas deferens sal. ejakulasi saluran seminal
distal

A.Jungwirth (Chair), T. Diemer, G.R Dohle, A. Giwercman, Z. Kopa, C.Krausz, H. Tournaye


, Guidelines on male infertility, European Association of Urology 2015, 15-17
Azoospermia non-obstruktif

Keadaan dimana ketidakadaan


sperma akibat kerusakan testis

Jarvi, K; Lo, K; Fischer, A; Grantmyre, J; Zini, A; Chow, V; Mak, V (2010). "CUA Guideline: The workup of azoospermic males". Canadian Urological
Association Journal. 4 (3): 163–7.
Etiologi

Non-
Genetik
Genetik

Dikaitkan dengan Dikaitkan dengan


azoospemia non- azoospermia
obstruktif obstruktif
Diagnosis

• Tidak adanya spermatozoa dan sel kuman


Analisis yang belum matang dalam cairan mani
menunjukkan sumbatan saluran mani yang
semen lengkap.

Tingkat • Tingkat FSH normal pada 40% pria dengan


kegagalan spermatogenik primer.
hormon
Diagnosis

• Dapat membantu dalam


menemukan tanda-tanda
USG penyumbatan (misalnya dilatasi testis
rete, epididimis membesar dengan
lesi kistik, atau vas deferens tidak ada)

• untuk menyingkirkan kegagalan


Biopsi Testis spermatogenik.
Terapi
Obstruksi Obstruksi
intratestikular Epididimis

TESE MESA
ICSI
( Intra Cystoplasmic Sperm Injection )
Terapi
Obstruksi Obstruksi
vas vas deferens
proksimal distal

Aspirasi sperma
Vasovastomi vas deferens
proksimal
Terapi

Penyumbatan
saluran ejakulasi

Pengobatan obstruksi saluran ejakulasi


tergantung pada etiologinya.
A.Jungwirth (Chair), T. Diemer, G.R Dohle, A. Giwercman, Z. Kopa, C.Krausz, H. Tournaye.Guidelines on Male Infertility,European Association of Urology
2015