You are on page 1of 25

FRAKTUR COLLES

ANNISA
• Identitas Penderita
• Nama : Ny. Painten
• Umur : 68 tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Alamat : Metro Barat
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Agama : Islam
• Status : Menikah
• Tanggal MRS : 18 November 2017
Keluhan Utama
• Nyeri pergelangan tangan kanan sejak 30 menit SMRS setelah jatuh
terpeleset.
Primary Survey :
• A: Airway clear, stridor tidak ada
• B: RR = 22 x/menit, napas spontan, pergerakan dada simetris
• C: N= 86 x/menit, kuat, regular, TD : 130/80 mmHg
• D: GCS= 15 (E4M6V5)
• E: regio wrist joint dextra terdapat deformitas dan oedema
Secondary Survey
• Pemeriksaan Fisik
• Status Generalis
• Keadaan umum : Lemah
• Kesadaran : Compos Mentis, GCS 456
• Tekanan darah : 130/80 mmHg
• Nadi : 86 x/Menit
• Pernafasan : 22 x/Menit
• Suhu : 36,5 °C
Head to toe
1. Kepala – Leher
Mata
• Konjungtiva : anemis -/-
• Sklera : ikterus -/-
• Pupil : isokor bulat
• Refleks cahaya : +/+
Hidung
• Epistaksis (-)
• Sekret (-)
Mulut
• Sianosis (-)
Telinga
• Bloody othorea ( - )/( - )
2. Leher
• Deviasi trachea (-)
• Pembesaran KGB (-)
• Stroma (-)
3. Thorax
Dada : simetris
Paru paru :
• Inspeksi : pergerakan dada simetris
• Palpasi : fremitus raba simetris
• Perkusi : sonor
• Auskultasi : vesikuler, wh -/-, rh -/-
Jantung : S1S2 tunggal , murmur ( - ), gallop ( - )
4. Abdomen
• Inspeksi : Tampak datar, distensi dinding abdomen ( - )
• Auskultsi : Bising usus normal.
• Palpasi : defans muskular ( - ), nyeri tekan ( - ).
• Perkusi : Meteorismus ( - ), Nyeri ketuk ( - ).
5. Ekstremitas
• Atas : akral hangat, CRT < 2 det
• Bawah : akral hangat, CRT < 2 det
• Status Lokalis a/r Wrist Joint dextra
• Look : deformitas (+), Oedema (+), Laserasi (-). Vulnus(-),
hiperemi(+)
• Feel : Nyeri tekan (+), Arteri radialis (+) normal,
• akral hangat(+), capillary refill < 2 detik
• Move : ROM aktif dan pasif terbatas
Anamnesis
• Keluhan Utama
Nyeri pergelangan tangan kanan sejak 30 menit SMRS setelah
jatuh terpeleset.
• Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengatakan bahwa pasien terpeleset dan telapak tangan
kanan jatuh terlebih dahulu menopang tubuh. Saat kejadian pasien
sadar, muntah tidak ada, nyeri kepala tidak ada. Pasien merasakan
nyeri pada pergelangan tangan kanan dan tidak bias digerakkan serta
bengkak.
• Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes
mellitus.
• Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat diabetes melitus
dan hipertensi.
• Riwayat alergi :
Tidak ada
• Pemeriksaan radiologi:
1. Terdapat fraktur
transversal radius pada
sambungan
kortikokanselosa.
2. Fragmen distal radius
menuju dorsal
• Diagnosa kerja
Fraktur tertutup Colles dextra
Terapi
Non Farmakologi
• Immobilisasi
• Rujuk ke RS yang memiliki dokter spesialis ortopedi
Farmakologi
• Meloxicam sup II (extra)
• Natrium Diclofenac tab 2 x 1
fraktur
Fraktur adalah terputusnya kontinyuitas dari tulang, lempeng epifisis,
atau tulang rawan sendi. (Sjamsuhidajat & Jong, 2005)
Etiologi :
• Trauma langsung atau tidak langsung
• Kekerasan akibat tarikan otot
• Fraktur karena suatu penyakit (fraktur patologis)
Klasifikasi Fraktur :
• Berdasarkan sifat fraktur (luka yang ditimbulkan)
• Faktur terbuka
• Fraktur tertutup
Proses penyembuhan fraktur
Faktor yang mempercepat penyembuhan fraktur
a.umur
b.Imobilisasi fragmen tulang
c.nutrisi yang baik
d. asupan darah yang memadai
Fraktur Colle’s :
• Fraktur yang terjadi pada bagian metafisis tulang radius bagian distal
ini sering terjadi pada wanita berusia diatas 50 tahun, karena proses
penuaan dan osteoporosis.
Gejala Klinis
• Biasanya fraktur ini terjadi pada saat seseorang jatuh dengan
menumpu pada telapak tangan dengan lengan bawah pada keadaan
pronasi (menghadap ke bawah).
• Pada pemeriksaan fisik, terlihat jelas adanya perubahan bentuk yang
menyerupai garpu, dikenal sebagai “dinner fork deformity”
• Radiologi : Fraktur radius satu inchi dari sendi pergelangan tangan
fragmen distal displacement ke postero lateral, bisa disertai atau tidak
fraktur procecus styloideus ulna. Terjadi “ Dinnerfork – Deformity”
• Penatalaksanaan
- Pada jenis fraktur yang undisplaced, dapat dilakukan imobilisasi
dengan menggunakan ”below- elbow cast” selama 4 minggu
• Komplikasi
• Kekakuan jari
• Kekakuan bahu
• Malunion (salah menyambung)
• Subluksasi residual dari sendi radioulnar
• Sudeck’s reflex sympathetic dystrophy
• Late rupture of the tendon of the extensor pollicis longus