You are on page 1of 18

HERPES ZOSTER

OPHTALMICUS
Identitas Penderita

◦ Nama : Ny. Susilowati


◦ Umur : 58 tahun
◦ Jenis kelamin : Perempuan
◦ Alamat : Metro
◦ Pekerjaan :PNS
◦ Agama : Islam
◦ Status : Menikah
◦ Tanggal MRS : 9 Januari 2017
Anamnesis

Keluhan Utama : Muncul bintil-bintil nyeri


Riwayat Penyakit Sekarang :
◦ Muncul bintil-bintil berisi cairan sejak 2 hari yang lalu semakin lama semakin
bertambah banyak pada daerah wajah tepatnya pada daerah sekitar mata kanan
dan di daerah kepala bagian depan. Pasien juga merasa nyeri pada daerah lesi.
Pasien saat datang mata kanan berair dan merah. Penglihatan tidak buram.
Sebelumnya ± 1 hari pasien sudah berobat keklinik dan diberi obat tetes mata
kloramfenikol dan asam mefenamat, namun keluhan tidak berkurang. Sebelum
keluhan bintil-bintil disekitar wajah dan mata, pasien mengeluh demam greges dan
batuk pilek.
Riwayat Alergi :
◦ Tidak ada
Riwayat Penyakit Dahulu :
◦ Pasien mengatakan pernah menderita cacar air
◦ Hipertensi tidak ada
◦ DM Tidak ada
◦ Gastritis ada
Riwayat Kontak :
◦ Tidak ada anggota keluarga, tetangga atau teman kerja yang menderita penyakit
serupa.
Pemeriksaan Fisik

◦ Status Generalis
◦ Keadaan umum : Baik
◦ Kesadaran : Compos Mentis, GCS E4V5M6
◦ Tekanan darah : 130/80 mmHg
◦ Nadi : 88 x/Menit
◦ Pernafasan : 20 x/Menit
◦ Suhu : 37 °C
Head to toe
Mata
◦ Palpebra inferior : vesikel dengan dasar eritematous
◦ Konjungtiva : anemis -/-, Konjungtiva bulbi : injeksi konjuntiva
◦ Sklera : ikterus -/-
◦ Pupil : isokor bulat
◦ Refleks cahaya : +/+
Leher dbn
Thorax dbn
Abdomen : Nyeri tekan epigastrium
Ekstremitas dbn
Status Dermatologis :
◦ Pada regio oftalmik, frontal dan scalp dekstra didapatkan gambaran makula
eritematosa batas tidak jelas, diatasnya terdapat vesikel bergerombol yang tidak
melewati garis tengah tubuh. Juga didapatkan gambaran sebagian vesikel yang
sudah pecah dan krusta kuning.
Diagnosis

Herpes Zoster Ophtalmicus

Differential Diagnosis :
o Dermatitis kontak alergika
o Dermatitis herpetiformis
o Varisela
Penatalaksanaan
Farmakologi
◦ Asiklovir tab 400 mg 5 x 2 tab selama 7 hari
◦ Paracetamol tab 500 mg 4-6 x 1 tab
◦ Tremenza tab 3 x 1
◦ Amitriptilin tab 0-0-1/2
Non Farmakologi
◦ Anjurkan konsultasi ke dr. Spesialis Mata
◦ Edukasi komplikasi ke mata
◦ tidak mengusap-usap mata, menyentuh lesi kulit, dan menggaruk luka untuk menghindari
penyebaran gejala,
◦ Bagi orang sekitar hendaknya menghindari kontak langsung dengan penderita terutama
anak-anak
Pembahasan Herpes Zoster
Ophtalmicus
◦ Herpes Zoster Oftalmikus (HZO) adalah kelainan pada mata
yang merupakan hasil reaktivasi dari Varisela Zoster Virus
(VZV) pada Nervus Trigeminal (N.V). Semua cabang dari
nervus tersebut bisa terpengaruh, dan cabang frontal divisi
pertama N.V merupakan yang paling umum terlibat. Cabang
ini menginervasi hampir semua struktur okular dan periokular.
(PDT, 2005)
◦ Dari identitas pasien didapatkan data perempuan berusia 58
tahun, dan suku bangsa Jawa. Hal ini sesuai menurut data
yang ada, bahwa herpes zoster oftalmikus dapat terjadi
pada semua suku bangsa dan ras. Frekuensiya pada laki-laki
dan perempuan sama, dan biasanya penyakit ini sering
terjadi pada usia dewasa. (Djuanda, 2011)
◦ Dari status dermatologis : Pada regio oftalmik, frontal dan scalp dekstra didapatkan
gambaran makula eritematosa batas tidak jelas, diatasnya terdapat vesikel
bergerombol yang tidak melewati garis tengah tubuh. Juga didapatkan gambaran
sebagian vesikel yang sudah pecah dan krusta kuning. Selain itu juga sifatnya
unilateral sesuai dermatom (Melton, 2007 dan PDT, 2005)
Manifestasi klinis HZO ini, antara lain :
a. Prodormal (didahului ruam sampai beberapa hari)
◦ Gejala-gejala prodormal terjadi pada 5 % penderita, terutama pada anak-anak, dan timbul
1 - 2 hari sebelum terjadi erupsi.
◦ Nyeri lateral sampai mengenai mata
◦ Demam
◦ Malaise
◦ Sakit kepala
◦ Kuduk terasa kaku
b. Dermatitis
c. Nyeri mata
d. Lakrimasi
e. Perubahan visual
f. Mata merah unilateral
Kelainan pada mata

◦ Kelainan mata akut


◦ 1. Keratitis epitelia akut
◦ 2. Konjungtivitis
◦ 3. Episkleritis
◦ 4. Skleritis dan sklerokeratitis
◦ 5. Keratitis numularis
◦ 6. Keratitis stromal (intersisial)
◦ 7. Keratitis Disciform
◦ 8. Uveitis anterior
Kelainan mata kronik
◦ 1. Keratitis neurotropik
◦ 2. Skleritis
◦ 3. Mucous plaque keratitis
◦ 4. Lipid-filled granulomata
◦ 5. Degenerasi lipid
◦ 6. Sikatrik palpebra
◦ Pada pemeriksaan sitologi pada herpes zoster oftalmikus, diharapkan terdapat
gambaran sel datia (se raksasa) yang berinti banyak. (Moon dan Melton, 2007)Serta
sel-sel akantolitik. (Djuanda, 2011)
◦ Pemeriksaan penunjang lain yang bisa dilakukan jika sarana memadai adalah kultur
virus. (Djuanda, 2011 dan PDT, 2005)
Penatalaksanaan
◦ Pasien dengan herpes zoster oftalmikus dapat diterapi dengan Acyclovir (5 x 800 mg
sehari) selama 7-10 hari. Penelitian menunjukkan pemakaian Acyclovir, terutama
dalam 3 hari setelah gejala muncul, dapat mengurangi nyeri pada herpes zoster
oftalmikus. Onset Acyclovir dalam 72 jam pertama menunjukkan mampu
mempercepat penyembuhan lesi kulit, menekan jumlah virus, dan mengurangi
kemungkinan terjadinya dendritis, stromal keratitis, serta uveitis anterior.
◦ Terapi lain dengan menggunakan Valacyclovir dosis 3 x 1000 mg sehari. Untuk
mengurangi nyeri akut pada pasien herpes zoster oftalmikus dapat digunakan
analgetik oral
Prognosis
◦ Umumnya baik, pada herpes zoster oftalmikus prognosis bergantung pada tindakan
perawatan secara dini. Prognosis dari segi visus penderita baik karena asiklovir dapat
mencegah penyakit-penyakit mata yang menurunkan visus. Kesembuhan penyakit ini
umunya baik pada dewasa dan anak-anak dengan perawatan secara dini. Prognosis
ke arah fungsi vital diperkirakan ke arah baik dengan pencegahan paralisis motorik
dan menghindari komplikasi ke mata sampai kehilangan penglihatan. Prognosis
kosmetikam pada mata penderita tersebut baik karena bengkak dan merah pada
mata dapat hilang. Pada kulit dapat menimbulkan makula hiperpigmentasi atau
sikatrik.