You are on page 1of 31

PERDARAHAN

UTERUS
ABNORMAL
Disusun Oleh:
dr. yopi dwi muhyi
identitas
• Nama : ny. tri
• No.RM :255583
• Jenis kelamin :perempuan
• Umur :22 tahun
• Alamat :metro
• Status :menikah
• Masuk RS :25-01-2018
ANAMNESIS
• Di ambil dari : Autoanamnesis
• Tanggal 25-01-2018

Keluhan utama
Keluar darah dari kemaluan sejak 1 bulan SMRS.
Riwayat penyakit sekarang
• Os masuk rumah sakit karna perdarahan dari
kemaluan diluar siklus menstruasinya selama
kurang lebih satu bulan, darah berwarna merah
segar sebanyak 1 pembalut, Nyeri haid, nyeri
saat senggama, nyeri menjelang atau sesudah
haid, nyeri saat buang air besar,tidak
menggunakan KB oral maupun suntik, kemudian
pasien berobat ke dokter umum dan di rujuk ke
dokter kandungan, oleh dokter kandungan di
lakukan USG .
• Riwayat keluhan serupa : disangkal
• Riwayat alergi :disangkal

• Riwayat tekanan darah tinggi :disangkal

• Penyakit lainnya :disangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Riwayat DM :disangkal

Riwyat obesitas :disangkal

Riwayat tekanan darah tinggi ; disangkal


Riwayat kontrasepsi
• Pil KB (-)
• Suntik 3 bulan (-)
• Susuk KB (-)
• IUD (-)
Pemeriksaan fisik
• Keadaan umum : compos mentis
• GCS : E4 / V5 / M6
• Tanda vital
• Tensi darah : 100/70 mmHg
• HR :80 x/menit
• Frekuensi nafas : 20 x/menit
• Suhu : 37,8
Perut (abdomen)
• Inspeksi : membuncit,tidak tampak benjolan
didinding abdomen, tidak ada luka bekas
operasi
• Palpasi : supel,teraba masa berbatas
tegas,padat permukaan rata, mobile(-)
• Perkusi : timpani
• Auskultasi :bising usus (+)
ultrasonografi
Pemeriksaan laboratorium
• Leukosit :11,950
• Eritrosit :3,9
• Hemoglobin :7,6
• Hematokrit :25
• MCV :65
• MCH :20
• MCHC :30
• Trombosit :161.000
• Plano test (-)
Pemeriksaan penunjang
DIAGNOSIS
• P1 A0 22 tahun dengan PUA Adenomiosis
penatalaksanaan
• IVFD RL 500cc / 12 jam
• Inj. Asam traneksamat 500 mg/12 jam
• Inj.ranitidin 1 amp/12 jam
• Inj. Cefotaxime 1 gram /12 jam
• Transfusi PRC 1 kolf
• Puasa
• Persiapan kuretase
Pendahuluan

Gangguan Haid atau disebut juga dengan perdarahan uterus abnormal


merupakan keluhan yang sering menyebabkan seorang perempuan datang
berobat ke dokter atau tempat pertolongan pertama

Klasifikasi FIGO menggunakan istilah PALM-COEIN untuk mengelompokan


penyebab Perdarahan Uterus Abnormal yang dikembangkan oleh kelompok
kerja gangguan Haid dari FIGO.

PALM-COEIN : polip, adenomiosis, leiomyoma, keganasan dan hiperplasia,


koagulopati, gangguan ovulasi, endometrium, iatrogenik, dan tidak
diklasifikasikan
• Ada beberapa kondisi atau penyakit yang
gejalany mirip adenomiosis, seperti mioma uteri,
endometriosis dan polyp endometrium.
• Adenomiosis biasanya sembuh sendiri saat
menopouse, sehingga pilihan pengobatan
tergantung lama atau tidaknya menepouse.
Definisi PUA
• Perdarahan uterus abnormal (PUA) meliputi semua kelainan haid baik
dalam hal jumlah maupun lamanya.
Klasifikasi PUA

Munro, FIGO classification system for causes of AUB fertil steril 2011
Polip (PUA-P)
Definisi
Pertumbuhan lesi lunak pada lapisan endometrium uterus, baik
bertangkai maupun tidak, berupa pertumbuhan berlebih dari
stroma dan kelenjar endometrium dan dilapisi oleh epitel
endometrium.

Gejala
• Polip biasanya bersifat asimptomatik
• Gejala paling umum berupa perdarahan banyak dan di luar
siklus atau perdarahan bercak ringan pasca menopause.
• Lesi umumnya jinak, namun sebagian atipik atau ganas.
Diagnosis
• Diagnosis polip ditegakkan berdasarkan pemeriksaan USG dan atau
histeroskopi, dengan atau tanpa hasil histopatologi.
• Histopatologi pertumbuhan eksesif lokal dari kelenjar dan stroma
endometrium yang memiliki vaskularisasi dan dilapisi oleh epitel
endometrium

Terapi
• Eksisi, namun cenderung berulang. Untuk terapi definitif dapat
dilakukan histerektomi, namun jarang dilakukan untuk polip
endometrium yang jinak

Gambaran USG Histopatologi


polip endometrium Polip endometrium
Adenomiosis (PUA-A)
Definisi
Dijumpainya jaringan stroma dan kelenjar endometrium ektopik pada
lapisan miometrium.

Gejala
• Nyeri haid, nyeri saat senggama, nyeri menjelang atau sesudah
haid, nyeri saat buang air besar, atau nyeri pelvik kronik.
• Gejala nyeri tersebut di atas dapat disertai dengan perdarahan
uterus abnormal berupa perdarahan banyak yang terjadi dalam/di
luar siklus.
Diagnosis
1. Pemeriksaan fisik
• Fundus uteri membesar secara difus.
• Dapat teraba massa kistik pada perut bagian bawah
• Adanya daerah adenomiosis yang melunak, dapat diamati tepat
sebelum atau selama permulaan menstruasi.

2. Kriteria adenomiosis ditentukan berdasarkan kedalam jaringan


endometrium pada hasil histopatologi. Hasil histopatologi
menunjukkan dijumpainya kelenjar dan stroma endometrium
etopik pada jaringan miometrium.

3. Adenomiosis dimasukkan dalam sistem klasifikasi USG.


Pemeriksaan USG cukup untuk mendiagnosis adenomiosis. Hasil
USG menunjukkan jaringan endometrium heteropik pada
miometrium dan sebagian berhubungan dengan adanya hipertrofi
miometrium.
Terapi
1. Terapi simptomatik : (jika masih ingin punya anak)
• NSAID
• Hormonal
2. Terapi Definitif
• Reseksi.
• histerektomi
Leiomyoma (PUA-L)
Definisi
pertumbuhan jinak sel-sel otot polos uterus.
Klasifikasi
Berdasarkan tempat tumbuhnya dapat
diklasifikasikan sebagai :
1. Submukosa
2. Intramural
3. Subserosa
Mioma submukosa dan subserosa ada yang
bertangkai (pedunculated).
Mioma submukosa bertangkai seringkali
sampai keluar melewati ostium uteri
eksternum yang disebut sebagai mioma
lahir (myoma geburt).
Leiomyoma (PUA-L)
Gejala
• Perdarahan uterus abnormal berupa pemanjangan periode,
ditandai oleh perdarahan menstruasi yang banyak dan/atau
menggumpal, dalam dan di luar siklus.
• Pembesaran rahim (bisa simetris ataupun berbenjol-benjol).
• Seringkali membesar saat kehamilan.
• Penekanan terhadap organ sekitar uterus, atau benjolan
pada dinding abdomen. Nyeri dan/atau tekanan di dalam
atau sekitar daerah panggul.
• Peningkatan frekuensi berkemih atau inkontinensia.

Diagnosis
Selain dari anamnesa, tanda dan gejala yang dialami pasien
pemeriksaan lain yang dapat menunjang diagnosa adalah USG
Leiomyoma (PUA-L)
Terapi
1. Observasi : Jika uterus diameternya kurang dari ukuran uterus
pada masa kehamilan 12 minggu tanpa disertai penyulit.
2. Ekstirpasi : Biasanya untuk mioma submukosa bertangkai atau
mioma lahir/geburt, umumnya dilanjutkan dengan tindakan dilatasi
dan kuretase.
3. Laparotomi miomektomi : bila fungsi reproduksi masih diperlukan
dan secara teknis memungkinan untuk dilakukan tidakan tersebut.
Biasanya untuk mioma intramural, subserosa, dan subserosa
bertangkai, tindakan tersebut telah cukup memadai.
4. Laparotomi histerektomi :
Bila fungsi reproduksi tak diperlukan lagi
Pertumbuhan tumor sangat cepat.
Sebagai tindakan hemostatis
Malignancy and hyperplasia (PUA-M)
Definisi
pertumbuhan hiperplastik atau pertumbuhan ganas dari lapisan
endometrium (ca. endometrium)

Gejala
perdarahan uterus abnormal.
Nyeri
Konstipasi
Gangguan Miksi

Diagnosis
Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan pemeriksaan
histopatologi
COEIN
DEFINISI DIAGNOSTIK

13% perempuan dengan


Gangguan hemostatis perdarahan haid banyak memiliki
Coagulopathy sistemik yang berdampak kelainan hemostatis sistemik, yang
terhadap perdarahan uterus. paling sering ditemukan adalah
penyakit von Willebrand.

Gangguan ovulasi dapat


kegagalan ovulasi yang
Ovulatory disebabkan oleh sindrom ovarium
menyebabkan terjadinya
dysfunction polikistik (SOPK),
perdarahan uterus.
hiperprolaktinemia, hipotiroid
Adanya penurunan produksi faktor
Gangguan hemostatis local
yang terkait vasokonstriksi seperti
endometrium yang memiliki
endothelin-1 dan prostaglandin
Endometrial kaitan erat dengan terjadinya
F2α serta peningkatan aktivitas
perdarahan uterus.
fibrinolisis.
COEIN
DEFINISI DIAGNOSTIK

Perdarahan uterus abnormal Perdarahan sela


yang berhubungan dengan terjadi karena
Iartrogenic intervensi medis seperti rendahnya
penggunaan estrogen, konsentrasi estrogen
progesterin, atau AKDR. dalam sirkulasi

Kelainan yang
Kategori ini dibuat untuk termasuk dalam
penyebab lain yang jarang kelompok ini adalah
Not Yet
atau sulit dimasukkan dalam endometritis kronik
Classified
klasifikasi. atau malformasi
arteri-vena.
DIAGNOSA BANDING PUA