You are on page 1of 40

Upaya Penyuluhan Penyakit

Skabies pada Penderita Skabies Di


Puskesmas Sukamakmur Kabupaten
Aceh Besar

D i su sun Ol eh :
d r . Cu t Mu l i a na

P em b imb i ng :
d r . Fi a D ewi A u l i a ni , Ma r s
Latar Belakang
Angka prevalensi skabies di dunia
mencapai 0,2 - 71,4% dengan prevalensi
tertinggi pada daerah tropis
Skabies
Sebanyak 300 juta penduduk dunia
menderita skabies setiap tahunnya
terutama pada masyarakat miskin dan
negara yang belum berkembang.
Di Indonesia prevalensi skabies masih sangat
tinggi, yaitu sebesar 5,60-12,95 % (2008)

Skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit


kulit. Skabies dapat terjadi pada semua ras, jenis
kelamin, usia, dan semua kelas sosial dan sangat
mudah menular.
Tujuan
Menggali informasi mengenai pengetahuan
penderita skabies terhadap penyakit skabies

Meningkatkan pengetahuan penderita


skabies tentang penyakit skabies
Manfaat
• Sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk
Puskesmas melakukan penyuluhan tentang penularan dan pencegahan

penyakit skabies serta pengadaan obat skabies.

• Sebagai tugas akhir selama internship di


Penulis
Puskesmas Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar.

• Sebagai pengetahuan untuk meningkatkan


Masyarakat pemahaman tentang penyakit skabies sehingga

masyarakat dapat bebas dari penyakit skabies.


TINJAUAN PUSTAKA
Penyebab
Skabies adalah penyakit kulit
yang disebabkan oleh infestasi
dan sensitisasi terhadap tungau
atau kutu Sarcoptes scabiei
varietas hominis.
Diagnosis

Pruritus Menyerang Adanya Ditemukan


secara terowongan tungau
nocturnal/
berkelompok (kunikulus) skabies pada
gatal pada pada lesi pemeriksaan
malam hari mikroskopik
Pencegahan
Gunakan air bersih untuk mandi, cuci, kakus, dan
kepentingan lain.
Menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan.
Menghindari kontak dengan penderita bersentuhan,
Menghindari saling meminjam pakaian, sarung,
selimut, dan handuk.
Gambaran lesi skabies

1 2 3

4 5 6
Tatalaksana
• Krim Permetrin 5%
• Lindane 1% (gamma-benzen
Farmakologi heksaklorida)
• Sulfur presipitatum
• Benzil benzoat 25%
• Menjaga kebersihan diri dan
lingkungan
Non • Mencuci pakaian, handuk dan sprei
Farmakologi yang sebelumnya direndam terlebih
dahulu menggunakan air panas
• Menjemur kasur dan bantal.
Metode Mini Project
Metode Dilakukan dengan cara pengamatan secara
Mini langsung di poliklinik.
Project

Populasi: setiap pasien yang datang berobat ke


poliklinik
Sampel: satu keluarga yang diduga menderita
skabies
No Tanggal Kegiatan Pelaksana
1 4 Desember Perencanaan kegiatan dr. Cut Muliana
2017
3 5 s/d 7 Pengambilan data penderita dr. Cut Muliana
Desember 2017 skabies di poliklinik Puskesmas
Sukamakmur
4 8 Desember - Kunjungan kerumah dr. Cut Muliana
2017 penderita (Home Visite) di beserta bidan
desa Baet Lampuot desa
Kecamatan Sukamakmur
Aceh Besar
- Penyuluhan tentang skabies
Alur Kegiatan
Pasien datang Dilakukan
Pasien kunjungan
berobat ke Dilakukan diduga kerumah
poliklinik anamnesis dan menderita pasien (Home
Puskesmas pemeriksaan fisik skabies Visite)
Sukamakmur

Dilakukan
Diobati pemeriksaan Dilakukan
Ditegakkan
seluruh fisik pada wawancara
diagnosa
anggota seluruh terhadap seluruh
skabies
keluarga anggota anggota keluarga
keluarga

Dilakukan
Dilakukan penyuluhan cross-check Dilakukan
tentang penyebab Dilakukan
dengan pemeriksaan
penyakit skabies, cara penyuluhan
mengulang skabies terhadap
penularan dan kepada
tentang masyarakat di
tatalaksana serta masyarakat
penyuluhan sekitar rumah
pencegahannya. di sekitar
secara ringkas. penderita
Hasil pemeriksaan
Kategori Jumlah (n) Persentase (%)

Diduga menderita 3 20.0


skabies

Normal 12 80.0

Total 15 100
Dari hasil wawancara didapatkan:

Penderita merupakan masyarakat dengan sosial


ekonomi rendah.
Seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama
menderita penyakit skabies.
Setiap anggota keluarga sering berganti-ganti pakaian,
misalnya kain sarung, handuk dan alat shalat, serta
penggunaan alat mandi bersama.
Higienitas perorangan setiap anggota keluarga
masih kurang,
Lingkungan rumah kurang bersih.
Tingkat pengetahuan anggota keluarga terhadap
penyakit skabies masih rendah sehingga
memungkinkan penularannya dengan cepat.
Penderita skabies diduga ditularkan dari anggota
keluarganya yang merupakan seorang santri di
pondok pesantren Montasik dan mengalami keluhan
yang sama sebelumnya dan belum diobati secara
tuntas.
Pembahasan
Salah satu upaya Puskesmas memegang
kesehatan wajib peranan penting pada
puskesmas adalah upaya penyakit skabies, yaitu:
pencegahan dan
pemberantasan penyakit
- Penegakan diagnosis
menular awal
- Terapi yang tepat,

Skabies merupakan - Edukasi komunitas


penyakit kulit yang dalam pencegahan dan
sangat mudah menular penularan penyakit
Penularan penyakit skabies pada kasus yang ditemukan di
Puskesmas Sukamakmur terjadi karena kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang skabies dan didukung oleh
faktor-faktor resiko yang dimiliki sehingga memudahkan
terjadinya penularan

Penyuluhan yang dilakukan pada kasus skabies ini


meliputi pengetahuan tentang penyebab penyakit
skabies, cara penularan dan tatalaksana, serta
pencegahannya.
Hal ini diharapkan agar penyakit skabies dapat
diatasi serta penularannya dapat dicegah dengan
cepat sehingga terwujudlah visi Puskesmas
Sukamakmur “Terwujudnya pelayanan dasar yang
optimal menuju masyarakat Sukamakmur sehat
dan mandiri”
Kesimpulan
Tingkat pengetahuan masyarakat tentang skabies masih
kurang sehingga memudahkan terjadinya penularan.

Faktor yang menyebabkan adanya kasus skabies di puskesmas


Sukamakmur adalah datangnya anggota keluarga dari pondok
pesantren diluar wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur.

Skabies merupakan penyakit kulit yang sangat mudah


menular, sehingga dibutuhkan tanggapan yang cepat
dari puskesmas untuk memberantas penularannya
serta dapat mencegahnya sedini mungkin.
Saran
Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan
penyuluhan tentang penyakit skabies khususnya
mengenai penularan dan pencegahannya pada
masyarakat di wilayah kerja sehingga dapat
meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai
penyakit skabies.
Pengamatan dan penyuluhan yang dilakukan dalam
mini project ini masih sangat terbatas, sehingga
dapat di lakukan pengamatan dan penyuluhan pada
masyarakat yang lebih banyak, misalnya pada
masyarakat dalam satu desa.
Dokumentasi
Laporan kasus
Data Pasien
Nama : Azka Hidayatullah
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur : 9 bulan
Alamat : Baet Lampuot
Anamnesis
Keluhan Utama : Gatal-gatal
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien dibawa ibunya berobat dengan keluhan gatal pada sela-sela jari
tangan, kaki, perut dan bokong. Keluhan ini dialami pasien sejak 2
minggu yang lalu. Ibu pasien mengatakan anaknya sering menggaruk-
garuk tangan, kaki dan perut pada malam hari sehingga pasien tidak
dapat tidur dengan baik. Selain itu, ibu pasien juga mengeluhkan
timbul bintil-bintil berwarna putih sampai keabuan dan berjumlah
banyak pada sela jari-jari tangan, kaki dan perut serta terdapat
beberapa luka akibat garukan.
Riwayat penyakit dahulu:
Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga:


Seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama dengan pasien
juga mengalami keluhan yang sama dengan pasien, yaitu : ibu,
ayah, nenek, dan paman pasien.

Tatalaksana
Chlorfeniramin Maleat 12 mg
Mf la pulv no. x
S 3 dd p 1
Salap 2-4
Nama : Nurdiana
Umur : 21 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Baet Lampuot

Anamnesis
Keluhan Utama : Gatal-gatal
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien datang ke poliklinik dengan keluhan gatal pada sela-sela jari
tangan dan kaki. Keluhan ini dialami pasien sejak 2 minggu yang lalu.
Gatal-gatal dirasakan memberat pada malam hari hingga pasien tidak
dapat tidur. Selain itu, pasien juga mengeluhkan timbul bintil-bintil
berwarna putih sampai keabuan dan berjumlah banyak pada sela jari-
jari tangan dan kaki.
Riwayat penyakit dahulu:
Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga:


Seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama dengan pasien
juga mengalami keluhan yang sama dengan pasien, yaitu : anak,
suami, ibu dan adik nya.

Tatalaksana
Cetirizin 1x10 mg (malam)
Salap 2-4
Nama : Jamilah
Umur : 55 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Baet Lampuot

Anamnesis
Keluhan Utama : Gatal-gatal
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien mengeluhkan gatal pada sela-sela jari tangan dan pergelangan
tangan kedua tangan. Keluhan ini dialami pasien sejak 1 minggu yang
lalu. Keluhan gatal ini memberat pada malam hari. Selain itu, pasien
juga mengeluhkan timbul bintil-bintil berwarna putih pada sela jari-
jari tangan dan pergelangan tangan serta keropeng luka akibat
garukan.
Riwayat penyakit dahulu:
Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga:


Seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama dengan pasien
juga mengalami keluhan yang sama dengan pasien, yaitu : anak,
menantu dan cucu.

Tatalaksana
Cetirizin 1x10 mg
Salap 2-4
Nama : Ruslan
Umur : 30 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Baet Lampuot

Anamnesis
Keluhan Utama : Gatal-gatal
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien mengeluhan gatal pada sela-sela jari dan pergelangan tangan
dan sela-sela jari. Keluhan ini dialami pasien sejak 2 minggu yang lalu.
Keluhan paling berat dirasakan pada malam hari. Selain itu, pasien juga
mengeluhkan timbul bintil-bintil berwarna putih sampai keabuan pada
sela jari-jari tangan dan kaki serta terdapat beberapa luka akibat
garukan.
Riwayat penyakit dahulu:
Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga:


Seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama dengan pasien
juga mengalami keluhan yang sama dengan pasien, yaitu : ibu
mertua, anak dan istri.

Tatalaksana
Cetirizin 1x10 mg (malam)
Salap 2-4