You are on page 1of 36

ANOPHELES

Vivi Anisa Putri


1310211057
Anopheles
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Diptera
Superfamily Culicoidea
Anopheles merupakan vektor dari penyakit :
malaria, spesies yang paling terkenal akibat Family: Culicidae
peranannya sebagai penyebar parasit malaria
(plasmodium falciparum) ialah Anopheles Subfamily: Anophelina
e
gambriae pada kawasan endemik di Afrika Genus: Anopheles
dan Anopheles sundanicus di Asia
Siklus Hidup
• Seperti nyamuk pada umumnya, anopheles memiliki empat fase :
telur, larva, pupa dan dewasa
• 3 fase pertama berlangsung di dalam air selama 5 – 14 hari,
tergantung spesies dan temperatur lingkungan setempat
• Pada fase dewasa nyamuk betina berperan sebagai vektor dan dapat
hidup sampai dengan > 1 bulan, rata – rata sebagian besar hidup 1 – 2
minggu
Telur
• Dewasa betina menghasilkan 50-200 telur.
• Telur diletakkan secara langsung di air dan menetas dalam waktu
2 – 3 hari. (2-3 minggu pada suhu yang lebih dingin)
Larva
• Larva dilengkapi dengan kepala dan bulu bulu dibagian mulutnya,
thorax dan bagian abdomen yang terbagi menjadi beberapa
segmen (segmented abdomen)
• Larva tidak seperti nyamuk lainnya, ia bernafas melalui spiracle
yang terletak di segmen abdomen ke delapan yang biasanya
sering muncul di permukaan air, oleh karna itu larva cenderung
memposisikan dirinya paralel terhadap permukaan air, biasanya
larva menyelam hanya pada saat merasa terancam
• Lava biasanya memakan alga, bacteria dan mikroorganisme lain
yang ada di sekitarnya
(habitat larva : ladang padi, air irigasi, genangan. Kebanyakan
spesies menyukai air yang bersih dan tidak berpolusi)
Pupa
• Berbentuk seperti koma jika dilihat dari arah lateral
• Bagian kepalanya bergabung dengan thorax
(cephalothorax)
• Seperti halnya larva, sering muncul ke permukaan
untuk bernafas dengan menggunakan sepasang
respiratory trumpets
• Dalam beberapa hari setelah menjadi pupa bagian
dorsal sephalothorax berdiferensiasi hingga menjadi
nyamuk dewasa
Dewasa
• Terbagi menjadi 3 : kepala, thorax dan abdomen
• Kepala berfungsi sebagai pengumpul informasi penciuman dan makan,
memiliki sepasang mata, sepasang antenna yang berfungsi untuk
mendeteksi bau host, dan sepasang proboscis yang berfungsi untuk
memberi makan dan sepasang palpi yang sama panjang dengan
proboscisnya
• thorax berfungsi untuk pergerakan dimana terdiri dari 3 pasang kaki dan
sepasang sayap
• Abdomen berfungsi untuk proses pencernaan dan pembentukan telur.
Bagian bersegmen akan menjadi lebar setelah nyamuk betina
mengkonsumsi darah yang digunakan sebagai sumber protein dalam
produksi telurnya
• Nyamuk dewasa memiliki posisi yang khas yaitu cenderung menegakkan
abdomennya ke atas dan membentuk sudut 90 derajat saat menghisap
darah
• Biasanya aktif pada malam hari (nocturnal)
Plasmodium Falciparum
Merupakan parasit protozoa Domain : Eukaryota
penyebab malaria pada manusia. Superphylum : Alveolata
Phylum : Apicomplexa
Plasmodium yang menginfeksi
Class : Aconoidasida
manusia :
• Plasmodium falciparum Order : Haemosporida
• Plasmodium vivax Family : Plasmodiidae
• Plasmodium ovale Genus: Plasmodium
• Plasmodium malariae Species : P. falciparum
Plasmodium vivax
• Menyebabkan malaria vivax atau disebut juga malaria tersiana
Distribusi Geografik
• Ditemukan di daerah subtropik (korea selatan, cina, turki), beberapa
negara eropa pada musim panas (amerika selatan dan utara) dan
daerah tropik (asia timur dan selatan, indonesia, filipina dan wilayah
pasifik)
• Di Indonesia tersebar diseluruh kepulauan, umumnya lebih tinggi di
daerah endemi
Morfologi dan Daur Hidup
• Dengan tusukan nyamuk Anopheles betina sporozoit masuk melalui kulit ke
peredaran darah perifer manusia, setelah ± ½ jam sporozoit masuk dalam sel hati
dan tumbuh menjadi skizon hati dan sebagian menjadi hipnozoit
• Skizon hati berukuran 45 mikron dan membentuk ± 10.000 merozoit
• Skizon hati yang terbentuk ini masih dalam daur praeritrosit atau daur
eksoeritrosit primer yg berkembang biak secara aseksual dan prosesnya disebut
skizogoni hat
• Hipnozoit tetap beristirahat dalam sel hati selama beberapa waktu sampai aktif
kembali dan mulai dengan daur eksoeritrosit sekunder
• Merozoit dari skizon hati masuk ke peredaran dan menginfeksi eritrosit untuk
mulai dengan daur eritrosit ( skizogoni darah )
• Merozoit hati pada eritrosit tumbuh menjadi trofozoit muda yg berbentuk cincin,
besar ± 1/3 eritrosit
• Dengan pulasan giemsa sitoplasmanya berwarna biru, inti merah,
mempunyai vakuol yg besar
• Eritrosit muda atau retikulosit yg dihinggapi parasit P. vivax ukurannya
lebih besar dari pada eritrosit lainnya, berwarna pucat tampak titik
halus berwarna merah, yg bentuk dan besarnya sama disebut ttk
schuffner
• Kemudian trofozoit muda menjadi trofozoit stadium lanjut (tua) yg
sangat aktif
• Pigmen parasit menjadi makin nyata dan berwarna kuning tengguli
• Skizon matang dari daur eritrosit mengandung 12-18 buah merozoit
dan mengisi seluruh eritrosit
• Sebagian merozoit tumbuh menjadi trofozoit yg dapat membentuk sel kelamin, yaitu
makrogametosit dan mikrogametosit (gametogoni) yg bentuknya bulat atau lonjong,
mengisi hampir seluruh eritrosit dan msh tampak titik schuffner di sekitarnya.
• Fase seksual ( sporogoni ) terjadi dalam tubuh nyamuk anopheles betina yg berlangsung selama
16 hari dalam suhu 20 ◦C dan 8-9 hari pada suhu 27 ◦C
• Mikrogamet  4 - 8 flagel  eksflagelase
• Makrogamet menjadi agak lonjong dan membentuk bukit perkawinan

Makrogamet + mikrogamet  zigot  berubah jadi


panjang  ookinet  bergerak menembus dinding
lambung  ookista  membulat  sporoblas 
sporozoit bentuk memanjang  kelenjar liur nyamuk
Nyamuk anopheles betina ini sekarang menjadi
infektif, siap menusuk manusia dan siklus terulang
kembali secara skematis.
Plasmodium malariae
• P. malariae adalah penyebab malaria kuartana, karena serangan demam
berulang pada tiap hari keempat
Distribusi Geografik
• Di Afrika barat dan utara
• Di Indonesia dilaporkan di Papua barat, NTT, Sumatra selatan
Daur Hidup
• Daur hidup keseluruhan hampir sama dengan yg lain tapi ada sedikit
perbedaan
• Parasit ini dapat hidup pada simpanse yg merupakan hospes reservoar yg
potensial
Plasmodium ovale
Distribusi Geografik
• Terutama terdapat di daerah tropik Afrika bagian barat dan pasifik
barat
• Di Indonesia parasit ini terdapat di pulai Owi sebelah selatan Biak di
Papua dan di Pulau Timor
Morfologi dan Daur Hidup
• Morfologi P. ovale mempunyai persamaan dengan P. malariae tetapi
perubahan pada eritrosit yang dihinggapi parasit mirip P. vivax
Plasmodium falciparum
• P. falciparum menyebabkan malaria tropika atau malaria tersiana maligna
Distribusi Geografik
• Terutama terdapat di daerah tropik : afrika dan asia tenggara
• Di Indonesia parasit ini tersebar di seluruh kepulauan
Morfologi dan Daur Hidup
• P. Falciparum merupakan spesies yg paling berbahaya karena penyakit yg ditimbulkannya dapat
menjadi berat
• Perkembangan aseksual dalam hati hanya menyangkut fase praeritrosit saja, tidak ada fase
eksoeritrosit
• Adanya skizon muda dan matang dalam sediaan darah tepi berarti keadaan infeksi berat
• Bentuk cincin dan trofozoit tua menghilang dari darah tepi setelah 24 jam dan tertahan di kapiler alat
dalam seperti otak, jantung, plasenta, usus atau sumsung tulang, di tempat ini parasit berkembang
lebih lanjut
Beberapa Sifat Perbandingan dan Diagnostik pada Empat Spesies Plasmodium pada Manusia
Anatomi
Hati / Hepar
• Kelenjar paling besar & organ metabolik utama pada tubuh
• Berat: 1200 -1800 gr
• memiliki trias Glisson di sekitar Lobulus hepaticus ( A. Dan V.
Interlobularis, ductus bilifer interlobularis)
• Dibagi menjadi:
• Lobus dextra
• Lobus Sinistra
• Lobus Caudatus
• Lobus quadratus
HEPAR ( LIVER )
LOCATION :
HYPOCHONDRICA DEXTRA, MOST OF EPIGASTRICA,
OFTEN EXPAND TO HYPOCHONDRICA SINISTRA
TILL LINEA MAMMILLARIA
HEPAR
WEIGHT:♂:1400 – 1600 GR . ♀:1200 – 1400 GR

VESICA FELLEA

FACIES INFERIOR ( VISCERALIS )


LOBES :
1. LOBUS SINISTRA

FISSURA SAGITTALIS SINISTRA

2. LOBUS DEXTRA :
2.1 LOBUS CAUDATUS SPIGELI
PORTA HEPATIS
2.2. LOBUS QUADRATUS
PARTS OF HEPAR
FACIES SUPERIOR

= LOBI DEXTRA ET SINISTRA HEPATIS


= LIG. FALCIFORME HEPATIS
= AREA NUDA HEPATIS
1. = LIG. CORONARIA HEPATIS
= V. CAVA INFERIOR
= LOBUS CAUDATUS
= LIG. TRIANGULARE SINISTRA

2.
3. = LIG. FALCIFORME HEPATIS
= LIG. TERES HEPATIS
( V. UMBILICALIS )
VESICA FELLEA
FACIES ANTERIOR
Dibagi menjadi delapan segmen fungsional yang disuplai oleh satu cabang
Trias Porta ( V.porta hepatis, A.hepatica propria, Ductus hepaticus communis)
 fungsional independen
• I: Lobus Caudatus
• II: Segmentum laterale superius
• III: Segmentum laterale inferius
• IVa: Segmentum mediale superius
• IVb: Segmentum mediale inferius
• V: Segmentum anterius inferius
• VI: Segmentum posterius inferius
• VII: Segmentum posterius superius
• VIII: Segmentum anterius superius
Lien / Limpa
• Adalah organ limfoid sekunder dan memunyai peran pada sistem
imun serta filter darah.
• Berat: 150 gr, Panjang: 11 cm, Lebar: 7 cm, Tinggi: 4 cm
• Margo superior: berlekuk-lekuk
• Margo inferior: lebih halus
• Vaskularisasi: A. Dan V. Splenica (lienalis)  hilum splenicum
• Batas:
• Facies diafragmatica = diafragma
• Facies viseralis = menghadap viscera abdomen (t’u ren sinistra)
LIEN ( SPLEEN )
LOCATION’
LEFT UPPER QUADRANT OF ABDOMEN

UNDER COSTAE 9 – 11
PARTS OF SPLEEN

EXTREMITAS SUPERIOR ( T 11 )
MARGO ANTERIOR
MARGO POSTERIOR
PARS GASTRICA

INCISURA LIENALIS

PARS RENALIS
A/V LIENALIS

HILUS LIENALIS

EXTREMITAS INFERIOR
Metabolisme Eritrosit
Regulasi Produksi Eritrosit
Oksigenasi Jaringan
Penurunan transportasi jumlah O2 ke jaringan (apa pun sebabnya)
merangsang sumsum tulang utk memproduksi eritrosit
• Pada orang anemia
• Seseorang pada tempat dgn
• ketinggian yg kadar O2 sangat rendah
• Gagal jantung, dll
Eritropoiesis
Pemecahan Eritrosit
• Jika eritrosit telah berada dalam sistem sirkulasi, maka dalam keadaan
normal umurnya rata-rata 120 hari.
• Eritrosit yang lebih tua menjadi lebih rapuh. Jika dinding selnya sangat
rapuh, maka eritrosit dapat pecah dalam perjalananya melalui
pembuluh darah yang sempit.
• Sebagian besar eritrosit pecah didalam limpa karena terjepit sewaktu
melewati pulpa merah limpa.
• Hemoglobin yang terlepas dari eritrosit difagositosis dan dicernakan
oleh sel-sel makrofag terutama yang terdapat dalam limpa, hati (sel-
sel Kupffer) dan sumsum tulang.
• Besi (Fe) yang lepas diangkut kedalam sumsum tulang untuk
membentuk eritrosit baru, atau disimpan dihati dan jaringan lain
dalam bentuk ferritrin.
• Bagian hem-nya diubah sel-sel retikuloendotelium menjadi bilirubin
(pigmen empedu).
Pemecaha
n Eritrosit
Terima Kasih
• Sobotta edisi 23 jilid 2
• CDC