You are on page 1of 20

Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan

Ganggua Sistem Kardiovaskuler Paten


Ductus Arteriosus (PDA)

Dosen pembimbing: Ns. Rika Hartini, M.Kep Sp.An

Disusun Oleh :
1. Ainnurrahmah Kamila (0432950316001)
2. Suci istiqomah (0432950316034)
LATAR BELAKANG

Patent duktus arteriosus (PDA) merupakan salah satu penyakit jantung


bawaan yang sering dijumpai pada anak, yang disebabkan oleh kegagalan
penutupan secara fisiologis dari duktus arteriosus setelah lahir. Angka kejadian
PDA dilaporkan 1 per 2000 kelahiran pada bayi cukup bulan dan kejadiannya
meningkat menjadi 8 per 1000 kelahiran hidup pada bayi kurang bulan terutama
dengan berat lahir rendah (Forsey et al., 2009). PDA merupakan 5% - 10% dari
semua penyakit jantung bawaan, perbandingan antara perempuan dan laki-laki
adalah 2 : 1 (Schneider dan Moore , 2006).
Apa itu Patent Ductus Arteriosus ?

Patent Duktus Arteriosus (PDA) adalah tetap terbukanya


duktus arteriosus setelah lahir, yang menyebabkan dialirkannya
darah secara langsung dari aorta (tekanan lebih tinggi) ke dalam
arteri pulmoner (tekanan lebih rendah). (Betz & Sowden, 2002 ;
375).

Paten duktus arteriosus adalah kegagalan pentupan duktus


arteriosus (pembuluh arteri yang menghubungkan aorta dengan
arteri pulmonalis) pada bayi berusia beberapa minggu pertama.
(Wong, 2009).
ETIOLOGI
Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti,
tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka
kejadian penyakit jantung bawaan :
Ibu alkoholisme

Umur ibu lebih dari 40 tahun

Faktor
Prenatal Ibu menderita penyakit infeksi seperti : Rubella

Ibu menderita penyakit Diabetes Melitus yang


memerlukan insulin

Ibu minum obat-obatan penenang atau jamu


ETIOLOGI

Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit


jantung bawaan

Ayah / ibu menderita penyakit jantung


bawaan Faktor
Genetik
Kelainan kromosom seperti Sindrom Down

Lahir dengan kelainan bawaan yang lain


KLASIFIKASI
Klasifikasi PDA ditentukan berdasarkan perubahan anatomi jantung
bagian kiri, tahanan arteri pulmonal, saturasi oksigen, dan perbandingan
perbandingan sirkulasi pulmonal dan sistemik.

Tekanan Arteri Saturasi Oksigen Perbandingan


Hipertrofi Ventrikel dan
Tingkat Atrium Kiri Pulmonal Sirkulasi Pulmonal-
Sistemik
I Tidak ada Normal Normal <1,5

II Minimal 30-60 mmHg Normal 1,5-2,5


III Signifikan + hipertrofi >60 mmHg, Kadang Sianosis >2,5
ventrikel kanan yang tetapi masih di
bawah tahanan
minimal sistemik
IV Hipertrofi biventrikel + Lebih tinggi Sianosis <1,5
atrium kiri daripada
tahanan sistemik
MANIFESTASI KLINIS

a. Gawat nafas disertai tanda-tanda gagal jantung pada bayi khususnya yang lahir premature

b. Vibrasi (thrill) yang teraba saat meragukan palpasi pada tepi kiri sternum

c. Implus ventrikel kiri yang nyata akibat hipertrofi ventrikel kiri

d. Tekanan nadi yang melebar akibat kenaikan tekanan sistolik

e. Motorik yang lambat akibat gagal jantung

f. Kegagalan tumbuh kembang akibat gagal jantung

g. Keletihan dan disapnea pada saat melakukan kegiatan


PATOFISIOLOGI
Setelah lahir

Duktus arteriosus terbuka

Aliran darah langsung dari


aorta ke arteri pulmonal Resirkulasi darah beroksigenasi
tinggi meningkat mangalir ke paru

Ventrikel kiri berespons Beban jantung kiri meningkat


memenuhi kebutuhan

Pelebaran dan hipertensi pada


atrium kiri

Tekanan vena dan kapiler Edema paru Bila tidak dapat


pulmoner meningkat terapi

Difusi oksigen menurun


Gagal jantung kanan
dan hipoksia
atau hipertensi pulmoner

Konstriksi arteriol paru


PEMERIKSAAN FISIK
1) Pernapasan B1 (Breath)
Nafas cepat, sesak nafas, bunyi tambahan (marchinery murmur), adanya otot bantu nafas saat inspirasi,
reteraksi.
2) Kardiovaskuler B2 (Blood)
Jantung membesar, hipertropi ventrikel kiri, peningkatan tekanan darah sistolik, edema tungkai, clubbing
finger, sianosis.
3) Persyarafan B3 (Brain)
Otot muka tegang, gelisah, menangis, penurunan kesadaran.
4) Perkemihan B4 (Bladder)
Produksi urin menurun (oliguria).
5) Pencernaan B5 (Bowel)
Nafsu makan menurun (anoreksia), porsi makan tidak habis.
6) Musculoskeletal/integument B6 (Bone)
Kemampuan pergerakan sendi terbatas, kelelahan
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

a. Analisis Gas Darah Arteri


b. Foto thorax
c. Ekhokardiografi
d. Pemeriksaan Ekho 2D dan Doppler berwarna
e. EKG
f. Kateterisasi jantung
g. Pemeriksaan rontogenografis
PENATALAKSANAAN
Pemberian obat-obatan :
a. Furosemid yaitu obat diuretic yang paling sering digunakan pada penderita gagal
jantung. Obat ini diberikan secara intravena atau intramuscular dengan dosis awal 1-2
mg/kg. Efek sampingnya adalah tubuh mungkin akan kekurangan kalium sehingga
penambahan kalium klorida dibutuhkan dan dapat meyebabkan kontraksi diruangan
cairan ekstraseluler.
b. Digoksin digunakan untuk meningkatkan gaya dan kecepatan kontraksi miokardium dan
mengendalikan aritmia jantung
c. Indometacin Merupakan inhibitor prostaglandin yang dapat memudahkan penutupan
duktus. Efek sampingnya adalah perubahan sementara pada fungsi ginjal, pengingkatan
insiden hilangnya darah samar melalui saluran cerna, dan menghambat fungsi trombosit
selama 7-9 hari.
PERAWATAN TERAPI
a. Restraksi cairan dan diet rendah natrium untuk mengurangi beban jantung
b. Bedah, yaitu dengan pemotongan atau pengikatan duktus
c. Kateterisasi jantung
ASUHAN KEPERAWATAN

a. Pengkajian
a) Identitas (Data Biografi)
PDA sering ditemukan pada neonatus, tapi secara fungsional menutup pada 24 jam pertama
setelah kelahiran. Sedangkan secara anatomic menutup dalam 4 minggu pertama. PDA (Paten Ductus
Anteriosus) lebih sering insiden pada bayi perempuan 2 x lebih banyak dari bayi laki-laki sedangkan
pada bayi premature diperkirakan sebesar 15 %. PDA juga bisa diturunkan secara genetik dari orang tua
yang menderita jantung bawaan atau juga bisa karena kelainan kromosom.
b) Keluhan Utama : Pasien dengan PDA biasanya merasa lebih sesak napas.
c) Riwayat penyakit sekarang :
Pada pasien PDA, biasanya akan diawali dengan tanda-tanda respiratory distress, dispnea,
tacipnea, hipertropi ventrikel kiri, reteraksi dada dan hiposekmia.
d) Riwayat penyakit terdahulu
Perlu dinyatakan apakah pasien lahir premature atau ibu menderita infeksi dari rubella.
e) Riwayat penyakit keluarga
Perlu ditanyakan apakah ada keluarga yang menderita penyakit PDA karena PDA juga
bisa diturunkan secara genetik dari orang tua yang menderita penyakit jantung bawaan atau juga
bisa karena kelainan kromosom.
f) Riwayat penyakit psikososial
Meliputi tugas perasaan anak terhadap penyakitnya, bagaimana perilaku anak terhadap
tindakan yang dilakukan terhadap dirinya, perkembangan anak, koping yang digunakan,
kebiasaan anak, respon keluarga terhadap penyakit anak, koping keluarga dan penyesuaian
keluarga terhadap stress.

g) Pemeriksaan fisik (head to toe)


DIAGNOSA & INTERVENSI
DX NOC NIC

Penurunan curah jantung Setelah dilakukan tindakan Cardiac Care


berhubungan dengan perubahan keperawatan selama …x 24 jam • Evaluasi adanya nyeri dada
volume sekuncup diharapkan curah jantung normal. • Catat adanya tanda dan gejala
Kriteria hasil : • monitor/ / melihat monitor
Cardiac Pump Effectiveness untuk melihat adanya
INDIKATOR IR ER perubahan tekanan darah
• Tekanan • Atur periode latihan dan
darah istirahat untuk menghindari
dalam
batas yang kelelahan
diharapkan • Monitor / melihat tolerans
• Tidak
terdapat aktifitas pasien
angina • Monitor / melihat adanya
• kelemahan
ekstermitas dypsnea, patigue, takipnea dan
tidak ada ortopnea
TINJAUAN KASUS

Adhika, 18 bulan, dirawat di Ruang Perawatan Anak RSHS dengan keadaan sebagai berikut : Saat ini
berat badan anak 7500 gram dan panjang badan 72 cm (BB lahir 3300 gram dg panjang badan 50 cm), tampak
anak tidak aktif, ekstremitas dingin, HR = 120x/m, respirasi 44 x/menit dangkal, tampak retraksi interkostal, bentuk
dada kiri menonjol (asimetris) , terdapat distensi V.Jugularis, pada auskultasi tedengar bunyi jantung I normal, dan
bunyi jantung II tertutup oleh suara bising kontinyu, pada apeks terdengar murmur mid-diastolik dg derajat 2/6,
terdengar irama Gallop , suara paru rales, pada palpasi dada teraba getaran bising pada parasternal kiri atas,
tekanan darah 90/40 mmHg, palpasi abdomen pada kuadran kanan atas teraba hepar 4 cm. Berdasarkan riwayat
kesehatan dari ibunya perkembangan pada bulan-bulan pertama normal-normal saja bahkan berat badannya sudah
mencapai 4,7 kg, tapi sejak sekitar usia 2 bulan tampak saat menyusu anak terengah-engah, mengisap hanya
sebentar-sebentar, tampak kelelahan dan berkeringat, juga sering mengalami ISPA.
 Pengkajian
1. Keadaan umum

•Keluhan Utama: Sesak nafas

•Riwayat Kesehatan sekarang: Ductus arteriorus tidak menutup

•Riwayat kesehatan masa lalu: Berdasarkan riwayat kesehatan pada ibunya, perkembangan adhika
pada bulan-bulan pertama normal-normal saja, bahkan panjang badan sudah mencapai 4, kg. Tapi
sejak sekitar 2 bulan, tampak saat menyusu anak terengah-engah, menghisap hanya sebentar-
sebentar, tampak kelelahan dan berkeringat, juga sering mengalami ISPA.

•Riwayat kesehatan keluarga: punya kelainan jantung bawaan


•Pola aktivitas kegiata bermain : selama sakit anak menjadi tidak aktif
2. Pemeriksaan fisik (head to toe)
Secara keseluruhan normal tidak ditemukan masalah berarti.
• Pemeriksaan Dada
a. Inspeksi: Tampak anak tidak aktif, tampak retraksi interkostal, bentuk dada kiri menonjol/asimetris,
terdapat distensi vena jugularis.
b. Palpasi: Eksteremitas dingin, palpasi dada teraba getaran bising pada parasternal kiri atas, palpasi
abdomen pada kuadran kanan atas teraba hepar 4 cm.
c. Perkusi: -
d. Auskultasi: S1 normal, S2 tertutup suara bising kontinyu. Pada aveks terdengar murmur mid-diastolik
dengan derajat 2/6 terdengar irama gallop, ada suara paru rales.
3. Pemeriksaan penunjang
EKG: Tampak hipertropi ventrikel kiri dan pembesaran atrium sinistra
Toraks Photo: Tampak cardiomegali, corakan vaskuler paru bertambah.
Therapy: Digoksin, furosemid, diet 120 kcal/kg BB dengan rendah natrium, intake cairan disesuaikan
dengan diuresis, perbaikan kondisi untuk operasi jantung.
Diagnosa & Intervensi
No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
keperawatan

1 Penurunan curah • Curah jantung 1.Auskultasi nadiapikal;kaji 1.Biasanya terjadi takikardi(meskipun pada
jantung b.d tubuh meningkat 5X24 jam frekuensi,irama jantun saat istirahat) untuk mengkompensasi
yang tidak cukup • Curah jantung normal penurunan kontraktilitas ventrikuler.
mendapatkan darah setelah operasi 2.Catat bunyi jantung 2.S1 dan S2 mungkin lemah karena
yang teroksigenasi menurunnya kerja pompa. Irama gallop
umum(S3 dan S4)dihasilkan sebagai aliran
darah kedalam seramb yang distensi.
Murmur dapat menunjukkan
inkompensasi/stenosiskasus.
3.Palpasi nadi perifer 3.Penurunan curah jantung dapat
menunjukkan menurunnya nadi
radikal,popliteal, dorsial pedis, danpostibial.
Nadi mungkin cepat hilang atau
tidak teratur untuk dipalpasi.
4.Pantau tekanandarah 4.Pada GJK dini, sedang atau kronis TD dapat
meningkatkan sehubungan dengan SVR
5.Kaji kulit terhadappucat dan 5.Pucat menunjukkan menurunnya perfusi
sianosis perifer sekunder terhadap tidak adekuatnya
curah jantung,vasokontriksi dan
anemia.Sianosis dapat terjadisebagai
refraktori GJK.
KESIMPULAN

Patent Ductus Arteriosus merupakan saluran yang berasal dari arkus aorta ke VI pada janin yang
menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta desendes. Menutupnya ductus arteriosus pada minggu
pertama kehidupan yang menyebabkan mengalirnya darah dari aorta yang bertekanan tinggi ke
pulmonal yang bertekanan rendah.
Penyebab penyakit bawaan jantung belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapak faktor
yang mempengaruh yaitu faktor prenatal dan faktor grenetik.
Pada bayi premature sering disamarkan oleh masalah-masalah lain dengan premature (misalnya
sindrom gawat nafas) pemberian endome-thac in (inhibitor prostaglandin) untuk mempermudah
penutupan dukstus.