You are on page 1of 16

Modul 6

Hambatan listrik
Landasan teori
 Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu
komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang
melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R = V/I
atau di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. Satuan SI untuk
Hambatan adalah Ohm (R).
 Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan
waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik
lainnya.
 Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi
listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt.
Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk
menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada
perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai
ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
 Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya kuat arus yang mengalir diantara
dua titik berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua titik tersebut.
Karena arus yang mengalir berbanding terbalik dengan hambatan listrik
antara dua titik tersebut maka dapat dinyatakan bahwa kuat arus yang
mengalir sama dengan tegangan listrik dibagi hambatan listrik.
ALAT, BAHAN DAN TATA
CARA PRAKTIKUM
 Alat dan bahan
Alat
1. Catu daya
2. Saklar SPST
3. Kabel penghubung
4. Multimeter digital
5. Kawat konstanta diameter 0.2
6. Kawat tembaga

Bahan
7. Resistor 50, 5w
 Tata cara praktikum
Persiapan percobaan I hokum ohm Rangkaian:
1. Dipastikan saklar catu daya dan saklar rangkaian dalam keadaan terbuka
2. Disusun rangkaian
3. Diatur multimeter yang dihubungkan seri dengan resistor menjadi
ammeter dengan batas ukur 10 A DC
4. Diatur multimeter yang dihubungkan parallel dengan resistor menjadi
voltmeter dengan batas ukur 20 A DC
  Percobaan I hukum Ohm
Bagian 1
1. Dipilih 2V tegangan keluaran catu daya ini berarti bahwa tegangan
keluaran catu daya mendekati 2V
2. Dinyalakan catu daya dan tutup saklar rangkaian
3. Dibaca tegangan resistor dan arus yang melalui resistor tersebut
4. Dicatat V dan I pada table
5. Dihitung untuk setiap pasangan V dan I dan catat hasilnya pada table
Bagian II
1. Diganti resistor 50 Ω dengan 100 Ω
2. Dilakukan langkah-langkah seperti pada bagian I dan isi tabel
PENGUMPULAN DAN
PENGOLAHAN DATA
 PENGUMPULAN DATA
Tabel 6.1 dengan menggunakan 50 ohm

No V (volt) I (ampere) V/I

1 0,51 9,95 x 10-3 51,2

2 2,78 47,6 x 10-3 58,4

3 5,86 108,5 x 10-3 54

4 7,87 146,5 x 10-3 53,7

5 9,82 181,1 x 10-3 54,2


Tabel 6.2 dengan menggunakan 100 ohm

No V (volt) I (ampere) V/I

1 0,57 5,85 x 10-3 97,4

2 3,35 33,5 x 10-3 100

3 6,19 61,7 x 10-3 100,3

4 8,97 89,3 x 10-3 100,4

5 11,63 115,5 x 10-3 100,69


  PENGOLAHAN DATA
Grafik 6.1 dengan 50 ohm

.
12

10

6 .
Volt

0
9.95 47.6 108.5 146.5 181.1
Ampere x 10-3
 menghitung resistor percobaan 1( 50 ohm)
 R = V/I
R = 0,51/9x95 x 10-3 = 51,2 ohm
 R = V/I
R = 2,78/47,6 x 10-3 =58,4 ohm
 R = V/I
R = 5,86/108,5 x 10-3 =54 ohm
 R = V/I
R = 7,87/146,5 x 10-3 =53,7 ohm
 R = V/I
R = 9,82/181,1 x 10-3 =54,2 ohm
Grafik 6.2 dengan 100 ohm

14

12

10

8
Volt

6
Series 1

0
5.85 33.5 61.7 89.3 115.5
Ampere X 10-3
 menghitung resistor percobaan 2 (100 ohm )
 R = V/I
R = 0,57/5,85 x 10-3 =97,4 ohm
 R = V/I
R = 3,35/33,5 x 10-3 =100 ohm
 R = V/I
R = 6,19/61,7 x 10-3 =100,3 ohm
 R = V/I
R = 8,97/89,3 x 10-3 =100,4 ohm
 R = V/I
R = 11,63/115,5 x 10-3 =100,69 ohm
ANALISIS
  
Pada percobaan pertama nialai resistor adalah 50Ω. Lalu pada hasil percobaan
didapatkan nilai R yang berbeda. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan nilai V
tegangan dan arus yang telah didapatkan, dengan menggunakan rumus R=
didapatkan nilai R berdasarkan hasil perhitungan. Nilai-nilai R berdasarkan
hasil perhitungan yaitu 51,25 Ω, 58,4 Ω, 53,7 Ω, 54,2 Ω sedangkan pada alat
resistor memiliki nilai 50 Ω .
 pada percobaan kedua dilakukan dengan resistor 100,5 w. percobaan dilakukan
5kali dengan nilai tegangan yang berbeda beda juga sehingga menghasilkan
nilai kuat arus yang berbeda-beda pada setiap percobaannya. Setelah dihitung
melalui rumus niali R pada hasil perhitungan berturut-turut adalah 97,4 Ω, 100
Ω, 100,3 Ω, 100,4 Ω , 100,69 Ω. Selisih terbesar dalm percobaan ini sebesar
0,69. Selisih ini tidak sebesar selisih pada percobaan pertama yang mencapai
8,4
 hasil yang berdasrkan dari seharusnya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang terjadi ketika praktikum berlangsung praktikum berlangsung baik itu
faktor dalam maupun faktor luar. Beberapa faktor yang mempengaruhi ini
diantaranya berupa penggunaaan alat yang kurang tepat, kemungkinan alat
yang digunakan kurang berfungsi baik atau tidak dalam keadaan standar
karna ada pengaruh dari luar. Kesalahan yang terjadi juga dapat berasal dari
praktikan berupa kesalahan dalam membaca alat ukur maupun kesalahan
dalam pengolahan data. Bahkan meskipun alat yang digunakan merupakan
alat yang modern, kesalahan-kesalahan tersebut masih dapat terjadi.
Perbedaan nilai resistor.
KESIMPULAN
 Hubungan antara kuat arus dan tegangan dalam suatu penghantar (hukum
Ohm) dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut :
V =I. R
 
V=tegangan
I=kuat arus
R=hambatan