You are on page 1of 46

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA LANSIA DENGAN DM


DI KELUARGA

DISUSUN OLEH:
DAVIT WIDIANTO (P1337420715017)
MAULIDINA ALFATH ALAINA (P1337420715021)
NIKEN ANINDYA SARI (P1337420715031)
Pengkajian
1. Anamnesis:
a. identitas pasien: pastikan identitas sesuai dengan catatan medis
b. privasi: dilakukan ditempat tertutup dan rahasia terjaga.
c. pendamping: membantu memperjelas informasi yg dibutuhkan.
d. aseptic dan desinfeksi: mencuci tangan sebelum dan sesudah
memeriksa pasien

2. Pemeriksaan fisik: inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi


Pemeriksaan fisik dilakukan secara head to toe (kepala ke kaki)
dan review of sistem (sistem tubuh).
a.keadaan umum: tingkat kesadaran, GCS, TTV, BB, TB, postur
tubuh tulang belakang lansia: tegap, membungkuk, kifosis, skoliosis dan
lordosis.
b.penilaian tk.kesadaran(kualitatif):
-compos mentis
Lanjutan..
C.penilaian kuantitatif: GCS (glasgoc coma scale): 15
-membuka mata/eye movement (E) 4
-respon verbal (V) 5
-respon motorik (M) 6
D. Head to toe:
-kepala: kebersihan, kerontokan,keluhan
-mata: penglihatan,biasanya klien dengan dm akan
menderita katarak ataupun retinopati
-hidung: biasanya tidak terdapat gangguan karena DM
-mulut, tenggorokan dan telinga:
pada lansia dengan DM biasanya gigi mudah goyah
dan copot
Lanjutan..
-leher: tidak adapembesaran kelenjar tiroid,.
-dada:tidak ada gangguan yang disebabkan oleh DM
-abdomen: bentuk, nyeri tekan,kembung,
supel,bising usus,massa, keluhan
-genetalia:pada lansia laki laki dengan DM akan
menjadi impotensi.
-ekstremitas: ditemukan luka yang tidak sembuh
sembuh pada ekstremitas bawah
-integument: terdapat luka yang biasanya lama tidak
sembuh
Pengkajian Status Fungsional
A.Indeks Katz:
1. kemandirian dalam hal: makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil,
berpakaian dan mandi.
2.Kemandirian dari semua hal kecuali satu dr fs, tsb
3. kemandirian dari semua hal kecuali mandi dan satu fs. Tambahan
4.kemandirian dari semua hal kecuali mandi, berpakaian dan satu fs,
tambahan
5. kemandirian dari semua hal kecuali mandi, berpakaian, kekamar kecil
dan satu fs, tambahan.
6.kemandirian dlm semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil,
berpindah dan satu fs, tambahan
7.ketergantungan pd keenam fs, tsb.
B. Barthel indeks
C. pengkajian posisi dan keseimbangan (Sullivan Indeks Katz)
Pengkajian status Kognitif/Afektif
A. short portable mental status questionnaire
(SPMSQ)
B. mini mental state exam (MMSE)
C. Inventaris depresi beck (IDB)
D. Skala depresi geriatrik yesavage

Pengkajian seperti diatas diperlukan karena pada


lansia dengan DM yang sudah mengalami luka
menjadi menarik diri dari lingkungan karena luka
yang tidak sembuh sembuh
Pengkajian Aspek Spiritual
Spiritualitas merupakan sesuatu yg
multidimensi:dimensi eksistensial dan agama.
 Dimensi eksistensial berfokus pd tujuan dan arti
kehidupan , imensi agama berfokus pada
hubungan seorang dgn Tuhan yg maha kuasa.
 Spiritual mempunyai 2 dimensi:
-vertikal : hubungan dengan Tuhan yg maha
tinggi
-horizontal : hubungan dengan diri-sendiri,
orang lain ,lingkungan.
Pengkajian terdiri dari:
-data subyektif:konsep ketuhanan, sumber kekuatan dan
harapan, praktik agama dan ritual, hubungan antara keyakinan
spiritual dan kondisi kesehatan.
-data obyektif:
a.afek dan sikap:kesepian,depresi ,
marah,cemas,agitasi, apatis.
b.perilaku:berdoa sebelum makan, membaca kitab
suci,tidak dapat tidur
c.verbalisasi:menyebut Tuhan, rumah
ibadah,doa,minta dikunjungi pemuka agama,membahas topik
agama.
-hubungan interpersonal:respon pasien terhadap pengunjung,
hub. Pasien dgn pasien lain dan dgn perawat.
Pengkajian Fungsi Sosial:
APGAR keluarga (adaptation, partnership, growth, affection,
resolve):
a. Saya puas bisa kembali pada keluarga saya yg ada untuk membantu
pada waktu sesuatu menyusahkan saya (adaptasi)
b.saya puas dgn cara keluarga saya membicarakan sesuatu dan
mengungkapkan masalah dengan saya (hubungan)
c.saya puas bahwa keluarga saya menerima dan mendukung keinginan
saya untuk melakukan aktifitas (pertumbuhan)
d. Saya puas dgn cara keluarga saya mengekspresikan afek dan berespon
terhadap emosi saya : marah, sedih, mencintai (afek)
e.saya puas dengan cara teman saya dan saya menyediakan waktu
bersama-sama.

Penilaian :pertanyaan yg dijawab : selalu (2), kadang-kadang (1), hampir


tidak pernah (0).
DIAGNOSA KEPERAWATAN
DAN INTERVENSI:
1. ketidakseimbangan nutrisi kurang darikebutuhan tubuh b/d
tidak mampu dalam memasukkan, mencerna, mengabsorsi
makanan karena faktor biologis

 NOC: status Nutrisi:


Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam
diharapkan: asupan nutrisi, makanan dan cairan, energi
tidak bermasalah, BB ideal.
 NIC : managemen ketidakteraturan makan (eating disorder
management)
2. Gangguan Pola tidur b/d insomnia dalam waktu lama,
terbangun lebih awal, terlambat bangun, penurunan
kemampuan fisiologis
 NOC:
setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24
jam pasien dapat memperbaiki pola tidur dengan
kriteria:mengatur jumlah jam tidur, tidur rutin,
meningkatkan pola tidur, kualitas tidur, tidak ada
gangguan tidur.
 NIC: peningkatan tidur.
3. Inkontinensia urin fungsional b/d keterbatasan
neuromuskuler
 NOC:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24
jam diharapkan pasien mampu : kontinensia uri,
merespon dengan cepat keinginan BAK, mampu
memcapai toilet dan mengeluarkan urin secara tepat waktu,
mengosongkan bladder dengan lengkap, mampu
memprediksi pengeluaran urin.
 NIC: perawatan inkontinentia urin
4. Gangguan Proses berpikir b/d kemunduran
atau kerusakan memori sekunder.

NOC: setelah dilakukn intervensi


keperwatan selama 2x 24jam pasien dpt
meningkatkan daya ingat dgn kriteria:
mengingat dgn segera informasi yg tepat
,informasi yg baru sj disampaikan,
informasi yg sdh lalu.
NIC: latihan daya ingat.
5. Disfungsi seksual b/d perubahan struktur
tubuh.

NOC: setelah dilakukan tindakan


keperawatan Selama 2x24 jam pasien
diharapkan dapat memperbaiki fs. Seksual
dengan kriteria:mengekspresikan
kenyamanan dan kepercayaan diri.
NIC: konseling seksual
6. Kelemahan mobilitas fisik b/d kerusakan
musculoskeletal dan neuromuscular
NOC: level mobilitas
setelah dilakukan intervensi keperawatan selama
3x24 jam diharapkan pasien dpt : memposisikan
penampilan tubuh, ambulasi: berjalan,
menggerakkan otot, menyambung gerakan.
 NIC: latihan dgn terapi gerakan.
7. Risiko kerusakan integritas kulit
 NOC: kontrol risiko
setelah dilakukan intervensi keperawatan selama
3x 24 jam pasien dapat: kontrol perubahan status
kesehatan, gunakan support sistem pribadi untuk
mengontrol risiko, mengenal perubahan status
kesehatan, memonitor faktor risiko dari
lingkungan.
 NIC: penjagaan terhadap kulit (skin surveillance)
Diagnosa keperawatan ditinjau
dari aspek psikososial:
1. Coping tidak efektif b/d percaya diri tidak
adekuat dalam kemampuan koping,
dukungan sosial tidak adekuat yang
dibentuk dari karakteristik atau hubungan.
NOC : koping
NIC: peningkatan koping.
2. Isolasi sosial b/d perubahan penampilan fisik,
perubahan keadaan sejahtera , perubahan status
mental.
 NOC: lingkungan keluarga internal
setelah dilakukan intervensi keperawatan selama
3x24 jam pasien secara konsisten mampu:
berpartisipasi dalam aktifitas bersama, menerima
kunjungan dari teman dan anggota keluarga besar,
memberi dukungan satu sama lain,
mengekspresikan perasaan dan masalah kepada
yang lain, mendorong anggota keluarga tidak
ketergantungan, berpartisipasi dalam rekreasi,
memecahkan masalah.
 NIC: keterlibatan keluarga.
3. Gangguan Harga diri b/d ketergantungan
perubahan peran, perubahan citra tubuh dan fs.
Seksual.
 NOC: setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 3x24jam pasien diharapkan bisa
memperbaiki konsep diri dengan
kriteria:mengidentifikasi pola koping terdahulu
yang efektif dan pada saat ini tidak mungkin lagi
digunakan akibat penyakit dan penanganan. Pasien
dan keluarga mengidentifikasi dan
mengungkapkan perasaan dan reaksinya terhadap
penyakit dan perubahan hidup yang diperlukan.
Mencari konseling profesional, melaporkan
kepuasan dengan metoda ekspresi sosial.
 NIC: peningkatan harga diri
4. cemas b/d perubahn dalam status peran , status
kesehatan , pola interaksi, fs. Peran, lingkungan,
status ekonomi,
NOC: anxiety control
setelah dilakukan tindakan keperawatan Selama
3x24jam: Pasien dapat memonitor intensitas cemas,
melaporkan tidur yang adekuat, mengontrol respon
cemas, merencanakan strategi koping dalam situasi
stress.
 NIC: anciety reduction.
5. Resiko kesendirian
 NOC: family coping
setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam pasien dapat:
mendemontrasikan flesibilitas peran, mengatur masalah, menggunakan
strategi pengurangan stress, menghadapi masalah.
 NIC: family support

6. Gangguan Citra tubuh b/d perubahan dan ketergantungan fisik (


ketidakseimbangan mobilitas) serta spikologis yang disebabkan penyakit
atau terapi.
 NOC: stl dilakukan intervensi keperawatan selama 3x 24 jam pasien
diharapkan meningkatkan citra tubuh dengan kriteria:
merasa puas dengan penampilan tubuhnya, dengan fs. anggota
tubuhnya, mendiskripsikan bagian tubuh tambahan.
 NIC: peningkatan citra tubuh.
7. Distress spiritual b/d perubahan hidup, kematian
atau sekarat diri atau orang lain cemas,
mengasingkan diri, kesendirian atau pengasingan
sosial, kurang sosiokultural.
 NOC: pengharapan (hope)
setelah dilakukan intervensi keperawatan selama
3x24 jam pasien secara luas diharapkan:
mengekspresikan orientasi masa depan yang
positif, arti kehidupan, rasa optimis, perasaan
untuk mengontrol diri sendiri, kepercayaan, rasa
percaya pada diri sendiri dan orang lain.
 NIC: penanaman harapan.
Kasus
• Pengkajian
• A. Identitas keluarga
No Nama Jenis kelamin Hubungan keluarga Umur pekerjaan ket

1 Tn. M L Suami 65 th Swasta sehat

2 Ny S P Istri 60 th Ibu RT DM

3 TN. O L Anak 30 th Swasta sehat

4 NY. J P Menantu 27 th Swasta sehat


• Genogram
• Status ekonomi
• A. Keadaan ekonomi
• keluarga Tn. M merupakan keluarga pra
sejahtera,hidup di rumah
kontrakan,menerima dana gakin dan
raskin,penghasilan dari anak dan
menantunya.
• Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
• A. Tahap perkembangan keluarga adalah usia
lanjut
• B. Riwayat keluarga inti
Ny. S menderita DM tipe 2 setelah kontrol ke
puskesma dan di berikan suntikan insulin
C. Riwayat keluarga sebelumnya
Tidak diketahui apakah orang tua ny. Y menderita
DM atau tidak karena tidak di periksa tim medis
Lingkungan
• . Kharakteristik Rumah
• Rumah Tn. M dengan ukuran kurang lebih 100 m2. Termasuk rumah
semi permanent, berdinding tembok dan juga kayu (gedek) lantainya
dari sebagian semen dan sebagian tanah. Mempunyai 1 ruang tamu, 4
kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi dan WC. Ventilasi rumah belum
mencukupi 10% dari total bangunan dan lingkungannya tampak kotor.
• Keluarga mempunyai sendiri dengan bentuk leher angsa dan terletak di
dalam rumah
• Air minum keluarga dari air sumur yang dikelola satu perumahan.
• . Kharakteristik Tetangga dan Komunitas RW
• Tetangga Tn. M termasuk tetangga yang baik, rasa kekeluargaan dan
kegotong royongan tinggi dan selalu siap membantu keluarga Tn. M.
Struktur keluarga
• . Pola komunikasi keluarga
• Antar anggota keluarga terbina hubungan yang harmonis,
dalam menghadapi suatu permasalahan, biasanya
dilakukan musyawarah keluarga sebelum memutuskan
suatu permasalahan. Komunikasi dilakukan dengan sangat
terbuka.
• b. Struktur kekuatan keluarga
• Keluarga merupakan keluarga inti yang terdiri dari suami,
istri dan 2 orang anak dan saling perhatian.
• c. Struktur peran keluarga
• Tn. M sebagai kepala keluarga bertanggung jawab dalam
mengatur rumah tangganya.
• Ny. Ssebagai istri bekerja sebagai ibu rumah tangga.
• Tn. O sebagai anak kedua yang telah menikah dengan Ny.
J.
• d. Nilai dan norma keluarga
• Nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga
menyesuaikan dengan nilai dalam agama Islam yang
dianutnya serta norma masyarakat disekitarnya.
Fungsi keluarga
• a. Fungsi afektif
• Keluarga cukup rukun dan perhatian dalam membina
rumah tangga
• b. Fungsi sosial
• Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku
sosial yang baik. Keluarga juga cukup aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat.
• c. Fungsi perawatan kesehatan
• Keluarga kurang mampu mengenal masalah
kesehatan tentang penyakit DM, hal ini
ditunjukkan dengan keluarga kurang menyadari
dampak masalah kesehatan akibat penyakit DM.
Keluarga juga tidak tahu bahwa penyakitnya bisa
di turunkan kepada anaknya sehingga harus
mendapat pengobatan yang segera dan jangka
waktu yang cukup panjang. Kemampuan keluarga
dalam mengambil keputusan juga terbatas karena
keluarga tidak mengetahui tentang masalah yang
terjadi pada penyakit DM. Keluarga tidak
mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan
dalam menangani penyakitnya
• d. Fungsi reproduksi
• Tn. M berusia 65 tahun dan Ny. S 60 tahun
merupakan usia lansia, keluarga tidak
menggunakan kontrasepsi pil dan suntik.
• e. Fungsi ekonomi
• Tn. M bekerja sebagai buruh pabrik untuk
kehidupan sehari-harinya ia dibantu oleh
anak dan menantunya yang juga bekerja
sebagai buruh pabrik.
Strategi dan koping keluarga
• a. Strategi Koping
• Tn. M merasa apa yang terjadi pada istrinya merupakan
kehendak Tuhan, Tn. M hanya bisa pasrah. Bila ada
masalah tidak dibuat tegang agar tidak stress berusaha
berpikir dengan pikiran dingin dan lebih santai.
• b. Status Emosi
• Tn. M termasuk orang yang tidak mudah untuk stress. Ia
berusaha membesarkan hati istri dan anaknya agar tidak
gampang emosi sehingga pemikiran dan pengambilan
keputusan memang benar-benar di pikirkan matang-
matang.
Pemeriksaan Fisik
• a. Pemeriksaan fisik umum
• Keadaan umum Ny. S nampak lemah dan tidak
bersemangat, badannya agak kurus, banyak makan dan
minum.
• b. Tanda-tanda vital :
• Tekanan darah : 180/100 mmHg
• Nadi : 80 x/menit
• Pernapasan : 30 x/menit
• Suhu : 37oC
• 1) Kepala
• Pada pemeriksaan kepala, tidak ditemukan kelainan,
bentuk kepala normal
• 2) Leher
• Pada leher tidak nampak adanya peningkatan tekanan vena
jugularis dan arteri carotis, tidak teraba adanya pembesaran
kelenjar tiroid (struma).
• 3) Mata
• Konjungtiva tidak terlihat anemis, tidak ada katarak,
penglihatan masih baik.
• 4) Telinga
• Fungsi pendengaran baik
• 5) Hidung
• Tidak ada kelainan yang ditemukan
• 6) Mulut
• Tidak ada kelainan
• 7) Dada
• Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1 dan S2
tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi
(-), wheezing (-), nafas cuping hidung (-)
• 8) Abdomen
• Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya
pembesaran hepar, tidak kembung, pergerakan peristaltik
usus baik, tidak ada bekas luka operasi
• 9) Ekstremitas
• Pada pemeriksaan ekstremitas atas dan
bawah ditemukan luka kecil pada kaki kiri
dan sudah 3 minggu belum sembuh.
Sehingga Ny. S sulit melakukan kegiatan
sehari hari.
• 8. Harapan Keluarga
• Keluarga Tn. M berharap istrinya sembuh
dari penyakitnya sehingga dapat melakukan
aktifitas sehari-hari dengan nyaman.
Analisa Data
NO Data etiologi masalah
1 Data Subjektif : ketidakmampuan Ketidakefektifan
Sering BAK terutama pada malam hari keluarga merawat managemen
Kesemutan atau kram anggota keluarga regimen
Sering lapar / nafsu makan meningkat yang sakit terapeutik
Nafsu makan menurun keluarga
Mual muntah
Berat badan menurun
Lemah
Sering minum
Pengelihatan kabur
Nafas cepat
Kepala terasa ringan / pusing
Data Objektif :
Berat badan : 56 kg, Tinggi badan : 157 cm
Luka gangren
Nampak lesu, lemah
Tampak kurus
Kulit tidak elastis, otot lengan dan kaki
lemah
Data Subjektif : Ketidakmampu Resiko
Kesemutan atau kram an keluarga terjadinya luka
Sulit melakukan ADL untuk pada kakinya
Lemah memelihara
Pengelihatan kabur lingkungan
Kepala terasa ringan /
pusing

Data Objektif :
Luka gangren
Menggunakan alas kaki
Tidak menggunakan
alas kaki
Lingkungan rumah
kotor
Diagnosa keperawatan
• . Ketidakefektifan managemen regimen
terapeutik keluarga berhubungan dengan
Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit,
• . Resiko terjadinya peningkatan ketidaknyamana
berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
merawat anggota yang sakit, ketidakmampuan
keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Rencana Keperawatan
Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana Tindakan

Ketidakefektifan managemen Setelah dilakukan perawatan Keluarga mengerti tentang diet


regimen terapeutik keluarga selama 1 bulan keluarga dapat DM:
berhubungan dengan melakukan perawatan terhadap - Pengertian
ketidakmampuan keluarga anggota keluarga yang sakit - Tujuan dan manfaat
mengenal masalah, dan tidak terjadi komplikasi - Macam-macam yang boleh,
Ketidakmampuan keluarga Setelah dilakukan 5 X segaian atau tidak boleh di
mengambil keputusan kunjungan keluarga dapat: komsumsi
ketidakmampuan keluarga - Mengenal masalah Jelaskan dan diskusikan
merawat anggota keluarga kesehatan yang terjadi tentang DM :
yang sakit, ketidakmampuan - Memahami tentang - Pengertian
keluarga memanfaatkan penyakit DM - Tanda dan gejala
fasilitas kesehatan - Memodifikasi lingkungan - Factor yang mempengaruhi
- Melakukan diet DM - Penatalaksanaan

Lakukan pemeriksaan Gula


darah
Rencana Keperawatan
Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana Tindakan

Resiko terjadinya Setelah dilakukan a. Membawa keluarga yang


peningkatan perawatan selama 1 bulan sakit ke pelayanan
ketidaknyamanan keluarga dapat melakukan kesehatan.
berhubungan dengan perawatan terhadap b. Anjurakan untuk
Ketidakmampuan keluarga anggota keluarga yang sakit mengompres dengan air
merawat anggota yang dan tidak terjadi komplikasi hangat minimal 2 kali
sakit, ketidakmampuan Setelah dilakukan 5 X sehari.
keluarga memanfaatkan kunjungan keluarga dapat: c. Anjurkan untuk
fasilitas kesehatan - Mengenal masalah membersihkan luka dengan
kesehatan yang terjadi cairan disinfektan
- Memahami tentang d. Anjurkan untuk
penyakit gatalnya mengkompres dengan
- Menggunkan fasilitas rivanol
kesehatan merawat yang e. Menganjurakan untuk
sakit menggunkan sabun anti
- Melakukan diet untuk septic
mengurangi gatal yang
diderita
Implementasi
Diagnosa Keperawatan Implementasi
Ketidakefektifan managemen 1. Mengkaji kondisi klien
regimen terapeutik keluarga 2. Mengkaji respon klien dengan adanya luka pada
berhubungan dengan kakinya.
ketidakmampuan keluarga 3. Mendiskusikan tentang apa yang membuat
mengenal masalah, gambaran diri klien terganggu
Ketidakmampuan keluarga 4. Memberi penjelasan tentang luka yang terjadi.
mengambil keputusan 5. Memberikan pengertian tentang DM
ketidakmampuan keluarga 6. Menjelasakan efek makanan dan patofisiologi DM
merawat anggota keluarga yang 7. Menganjurkan untuk membatas pemakaian gula
sakit, ketidakmampuan keluarga 8. Menganjurkan untuk di periksakan ke pelayanan
memanfaatkan fasilitas kesehatan kesehatan
9. Menganjurkan untuk jalan hati-hati agar tidak
menimbulkan luka pada kaki.
10. Mengingatkan kembali makanan yang boleh di
komsumsi dan tidak boleh di komsusmsi
Implementasi
Diagnosa Keperawatan Implementasi
Resiko terjadinya peningkatan 1. Mengkaji kondisi klien
ketidaknyamanan berhubungan 2. Memeriksa kakinya yang terasa gatal
dengan Ketidakmampuan 3. Menganjurkan untuk mengkompres dengan air
keluarga merawat anggota yang hangat
sakit, ketidakmampuan keluarga 4. Menganjurkan untuk memilih makanan yang tidak
memanfaatkan fasilitas kesehatan menimbulkan semakin parah lukanya
5. Mengingatkan untuk mengkompres dengan air
hangat
6. Mengingatkan untuk tidak menggaruk lukanya.
7. Mengingatkan untuk mengkompres dengan air
hangat
8. Mengingatkan untuk tidak menggaruk lukanya.
9. Memberikan obat-obatan untuk merawat gatal-
gatalnya.
10. Mengajarkan dan mendemonstrasikan perawatan
gatalnya (mengajarkan pemakaian obatnya)
11. Memberitahu makanan yang boleh di komsumsi
dan yang tidak boleh di komsumsi dengan sakit
gatalnya.
Evaluasi
Diagnosa Keperawatan Evaluasi

Ketidakefektifan managemen S : Ny. S mengatakan kalau kakinya tidak sembuh-


regimen terapeutik keluarga sembuh dan tersa gatal
berhubungan dengan O : Ny. S mengatakan tidak tahu tentang kondisi
ketidakmampuan keluarga kakinya, tidak mau berobat ke pelayanan kesehatan,
mengenal masalah, terdapat luka kering di kaki nya dengan warna
Ketidakmampuan keluarga kehitam-hitaman.
mengambil keputusan A : Masalah belum teratasi
ketidakmampuan keluarga P : Beri penguatan positif, lanjutkan intervensi.
merawat anggota keluarga yang
sakit, ketidakmampuan keluarga
memanfaatkan fasilitas kesehatan
Evaluasi
Diagnosa Keperawatan Evaluasi

Resiko terjadinya peningkatan S : Ny. S mengatakan sudah lama kurang lebih 1


ketidaknyamanan berhubungan bulan menerita gatal-gatal. Ny. S akan mengkompres
dengan Ketidakmampuan kakinya dengan air hangat.
keluarga merawat anggota yang O : Kedua kaki tampak kehitam-hitaman, Ny. S
sakit, ketidakmampuan keluarga menggaruk dan mengelus-elus
memanfaatkan fasilitas kesehatan A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi.