You are on page 1of 14

Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan

Gangguan Digestif Tentang Diare

OLEH KELOMPOK 7
Konsep medis
Definisi
 Diare merupakan gejala yang terjadi karena
kelainan yang melibatkan fungsi pencernaan,
penyerapan, dan sekresi.
 Diare di sebabkan oleh transfortasi air dan

elektrolit yang abnormal dalam usus.


Etiologi
1. Faktor Infeksi
2. Faktor Malabsorbsi
3. Faktor Makanan
4. Faktor psikologis
Patofisiologi
1. Gangguan osmotik
Adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan
tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat sehingga terjadi
pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen usus. Isi rongga usus
yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya
sehingga timbul diare (Poorwo, 2003).
2. Gangguan sekresi
Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan
terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit ke dalam lumen usus dan
selanjutnya timbul diare karena peningkatan isi lumen usus.

3. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik akan menyebabkan


berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga
timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan
mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan, selanjutnya dapat
timbuldiare (Poorwo, 2003).
Manifestasi Klinis
Pada Diare akut dapat ditemukan gejala dan tanda-tanda
sebagai berikut :
 BAB lebih cair/encer dari biasanya, frekwensi lebih dari 5

kali sehari
 Apabila disertai darah disebut disentri (diare akut invasif)
 Dapat disertai dengan muntah, nyeri perut dan panas
 Pemeriksaan fisik :
 Pada pemeriksaan fisik harus diperhatikan tanda utama,

yaitu kesadaran, rasa haus, turgor kulit


abdomen.Perhatikan juga tanda tambahan, yaitu ubun-
ubun besar cekung atau tidak, mata cekung atau tidak, ada
atau tidak adanya air mata, kering atau tidaknya mukosa
mulut, bibir dan lidah.Jangan lupa menimbang berat badan
Penatalaksaan
1. Medis
 Pemberian cairan, jenis cairan, cara memberikan
cairan, jumlah pemberiannya.
 Pengobatan dietetik
◦ Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun
dengan berat badan kurang dari 7 kg, jenis makanan:
◦ Susu (ASI, susu formula yang mengandung laktosa
rendah dan lemak tak jenuh
◦ Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat
(nasi tim)
◦ Manfaat Bubur Tempe Untuk Anak
Penatalaksaan
 Keperawatan
Masalah klien diare yang perlu diperhatikan
ialah resiko terjadinya gangguan sirkulasi
darah, kebutuhan nutrisi, resiko komplikasi,
gangguan rasa aman dan nyaman, kurangnya
pengetahuan orang tua mengenai proses
penyakit.
Konsep keperawatan
Pengkajian
A. Anamnesa
 Identitas
 Keluhan utama
 Riwayat kesehatan sekarang
 Riwayat penyakit dahulu
 Riwayat kesehatan keluarga
 Riwayat imunisasi
 Riwayat psikososial
 Lingkungan dan tempat tinggal
Pengkajian
B. Pemeriksaan Fisik
 Antopometri

Pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil,


lingkar kepala, lingkar abdomen membesar,
 Keadaan umum

Klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.


 Kepala

Ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1
tahun lebih.
 Mata

Cekung, kering, sangat cekung


 Sistem pencernaan

Mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic meningkat > 35 x/mnt,


nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus,
minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum.
Sistem Pernafasan
Dispnea, pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis metabolic
(kontraksi otot pernafasan)
Sistem kardiovaskuler

Nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang
.
Sistem integumen
Warna kulit pucat, turgor menurun > 2 dt, suhu meningkat >
375 derajat celsius, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary
refill time memajang > 2 dt, kemerahan pada daerah perianal
Sistem perkemihan

Urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi


berkurang dari sebelum sakit.
Dampak hospitalisasi

Semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa
perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive
respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian
menerima.
C. Pemeriksaan penunjang
 Labolatorium
 Feses Kultur: Bakteri, virus dll
 Serum elektrolit: hiponatremi , hipernatremi,

hipokalemi
 AGD : Asidosis metabolik
 Faal ginjal : UC meningkat
 Radiologi

- Mungkin ditemukan bronchopneumonia


Diagnosa Keperawatan

 Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit


berhubungan dengan output cairan yang
berlebihan melalui diare sekunder terhadap
gangguan osmotic.
 Defisti nutrisi berhubungan dengan
ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien ditandai
dengan berat badan turun
 Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi
 Resiko gangguan integritas jaringan ditandai
dengan kelembapan