You are on page 1of 45

BATU SALURAN KEMIH

13 Februari 2016
Oleh:
dr. Shanti Fernandez
Pembimbing: DR. dr. Heru Prasetya, Sp. B, Sp.U

BAGIAN UROLOGI SMF ILMU BEDAH


RSUD ULIN BANJARMASIN / FK UNLAM
Februari 2016
Mesir 1901
Batu pada mummi zaman 7000- 3000 SM
Insiden ↑
Indonesia : urutan no 1 di poli Urologi
Umur : Dekade 3-5
Jender : Laki-laki
Kambuh : 50%
ANATOMI DAN FISIOLOGI
• ANATOMI
1. Ginjal :
organ berbentuk kacang , sepasang kiri
dan kanan. Kanan sedikit lebih rendah
(±1cm) dibandingkan yang kiri.
Letak :
• kiri : tepi atas : iga 11(vertebra T12)
tepi bawah: procesus transversus
vertebra L2
kanan :
tepi atas : tepi bawah iga 11 atau iga12.
tepi bawah:pertengahan vertebra L3
Bagian ginjal
Korteks : terdiri dari korpus
renalis/malphigi (glomerulus dan kapsul
Bowman),tubulus kontortus proksimal dan
tubulus kontortus distal.
Medula : terdiri dari 9-14 pyramid. Terdiri
dari tubulus rektus,lengkung Hanle dan
tubulus pengumpul (ductus colligent).
Columna renalis: bagian korteks di antara
pyramid ginjal.
Processus renalis: bagian pyramid/
medula yang menonjol ke arah korteks.
Hilus renalis: satu bagian/area dimana
pembuluh darah,serabut saraf /duktus
memasuki/meninggalkan ginjal.
Papila renalis: bagian yang
menghubungkan antara duktus
pengumpul dan calix minor.
Calix minor: percabangan dari calix mayor
Calix mayor: percabangan dari pelvis
renalis.
Bagian ginjal
Korteks
Medula
Columna renalis
Processus renalis
Hilus renalis papilla renalis
Calix minor
Calix mayor
Pelvis renalis
Ureter
2. ureter
Panjang 25-30cm ;
membawa hasil
peyaringan ginjal
(filtrasi, reabsorbsi,
seksresi) dari pelvis
renalis menuju vesica
urinaria.
Sepasang kiri dan
kanan
Letaknya
retroperitoneal
Adanya katup ureterovesical mencegah
aliran balik urine setelah memasuki
kandung kemih.
mengalami penyempitan di peralihan
pelvis renalis-ureter, fleksura marginalis
serta ureter ke dalam vesica urinaria >
sering terbentuk batu/ kalkulus.
Diperdarai oleh cabang a. renalis, aorta
abdominalis, iliaca communis, a.
testicularis/ovarica dan a. vesicalis inferior.
Persyarafan oleh segmen T10-L1 atau L2
melalui pleksus renalis, pleksus aorticus,
serta pleksus hipogastricus superior dan
inferior
3.Vesica urinaria
Menampung urine
yang akan diteruskan
ke uretra dan external
tubuh melalui
mekanisme relaksasi
sphincter.
Terletak di lantai
pelvis bersama organ
reproduksi, rectum,
usus halus serta
pembuluh darah,
limfatik dan saraf.
Dalam keadaan kosong berbentuk
tetrahedral, tdd : apex, fundus/basis dan
collum.
Mempunyai 3 permukaan : superior,
inferolateral dextra dan sinistra
4 tepi : anterior, posterior, lateral dextra
dan sinistra.
Dinding VU tdd: m. detrusor (otot spiral,
longitudinal,sirkular).
Terdapat trigonum vesicae pd
posterointerior dan collum vesicae ;
merupakan bagianberbentuk mirip segitiga
yg tdd orifisium kedua ureter dan collum
vesicae, berwarna lebih pucat dan tidak
memiliki rugae walaupun dlam keadaan
kosong.
Diperdarai oleh a. vesicalis superior dan
inferior (pd wanita a. vesicalis inferior
digantikan oleh a. vaginalis).
Dipersarafi simpatis dan parasimpatis ;
simpatis oleh n.splanchnicus minor, n.
splanchnicus imus dan splanchnicus L1-
L2, sedangkan parasimpatis oleh n.
splanchnicus pelvicusS2-S4 > berperan
sebagai sensorik dan motorik.
4. Uretra
Membawa urine dari VU menuju
lingkungan luar.
Pada pria : panjang 20cm juga berfungsi
sebagai organ sexual(berhubungan
dengan kelenjar prostat). Memiliki 2 otot
sphincter yaitu : m. sphincter interna ( otot
polos terusan dari m. detrusor dan bersifat
involunter dan m. sphincter externa di
uretra pars membranosa, bersifat volunter.
Pada wanita : panjang 3,5cm.
Hanya memiliki m. sphincter externa
(distal inferior dari kandung kemih dan
besifat volunter).
Pada pria dibagi menjadi :
1. Pars pre-prostatika (1-1.5cm)
bagian dari collum vesicae dan aspek
superior kelenjar prostat. Dikelilingi m.
sphincter urethrae internal yang berlanjut
dengan kapsul kelenjar prostat.
Dipersarafi simpatis.
2. Pars prostatika (3-4cm) menembus
kelenjar prostat. Lebih dapat berdilatasi
dibanding bagian lainnya.
3. Pars membranosa (12-19mm)
paling pendek dan sempit.
Menghubungkan prostat menuju bulbus
penis melintasi diafragma urogenital.
Diliputi otot polos dan diluarnya oleh m.
sphincter urethrae external, bersifat
volunter (somatis).
5. Pars
spongiosa(15cm) :
bagian urethra paling
panjang, dari pars
membranosa –
orifisium di ujung
penis. Dilapisi oleh
corpus spongiosum di
luarnya.
Urethra pada wanita
(3.5cm): bermuara pd
orifisium diantara
clitoris dan
vagina(vagina
opening). Terdapat m.
spchinter urethrae
bersifat volunter
dibawah kendali
somatis,tidak
mempunyai fungsi
reproduksi.
• Fisiologi
Fungsi ginjal :
1. Pengeluaran zat-zat toksis/racun
2. Mempertahankan keseimbangan cairan
3. Mempertahankan keseimbangan kadar
asam basa cairan tubuh
4. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme
akhir dari protein ureum, kreatin dan
amoniak.
Tahap pembentukan urine :
Proses filtrasi :
di gromerulus terjadi penyerapan darah,
yg terserap adalah bagian cairan darah
kecuali protein. Cairan yg tersaring
ditampung oleh simpai bowmen yg tdd
glukosa,air, sodium, klorida, sulfat,
bikarbonat dll. Diteruskan ke tubulus
ginjal. Cairan yg disaring disebut filtrasi
gromerulus.
Proses rearbsobsi :
penyerapan kembali sebagian besar dari
glikosa, sodium, klorida, fospat dan
beberapa ion bikarbornat.
terjadi secara pasif(obligator rearbsorbsi)
di tubulus proximal.
di tubulus distal terjadi kembali
penyerapan sodium dan ion bikarbonat
bila dibutuhkan tubuh.
terjadi secara aktif(rearsorbsi fakultatif)
dan sisanya dialirkan pd papila renalis.
Proses sekresi :
sisa dari penyerapan kembali yg terjadi di
tubulus distal, dialirkan ke papila renalis
diteruskan ke luar.
BATU SALURAN KEMIH
1. Definisi :
adalah massa keras seperti batu yg
berada di ginjal dan salurannya dan
dapat menyebabkan nyeri, perdarahan,
penyumbatan aliran kemih, atau infeksi.
Bisa terbentuk di dalam ginjal(nephrolith)
maupun di dalam kandung
kemih(vesicolith). Prosesnya >
urolithiasis.
2. Etiologi
Diduga ada hubungannya dengan
gangguan aliran urin, gangguan metabolik,
infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan
keadaan lain yang masih belum
terungkap(idiopatik).

Faktor terbentuknya batu :


• Intrinsik
• Ekstrinsik
Faktor intrinsik :
herediter
umur
jenis kelamin
Faktor ekstrinsik
geografi
Iklim dan temperatur
asupan air
diet
pekerjaan
3. Epidemologi
penelitian :
 seakan – akan ada hubungannya
dengan tingkat kesejahteraan suatu
bangsa.
 1 dari 20 orang menderita batu ginjal
 pria : wanita = 3 : 1
 angka kejadian di usia 30-60th atau 20-
49th
 Batu struvite lebih sering pada wanita.
4. patogenesis
Secara teori dapat terjadi di tempat yang
sering mengalami hambatan aliran
urine(stasis urine) : sistem kalises ginjal
atau buli-buli.
Kelainan bawaan pada pelvikalises(
stenosis urethro-pelvis), divertikel,
obstruksi infravesika kronis seperti pada
BPH, striktur dan buli-buli neuregenik
merupakan keadaan yg mempermudah
terbentuknya batu.
Batu terdiri dari
kristal-kristal yg
tersusun oleh bahan
organik maupun
anorganik yg terlarut
dalam urin.
Kandungan batu kemih kebanyakan tdd :
1. 75% kalsium
2. 15% batu tripe/ batu struvit(magnesium
amonium fosfat).
3. 6% batu asam urat.
4. 1-2% sistin(cystine).
Faktor yg mempengaruhi terbentuknya batu
kandung kemih (vesikolitiasis)

1. hiperkalsiuria : kalsium dalam urine lebih


besar dari 250-300mg/24 jam.
2. Hipositraturia : penurunan ekskresi
inhibitor pembenukan kristal dalam air
kemih.
3. Hiperurikosuria : asam urat yg tinggi
dalam urine memacu pembentukan batu
kalsium karena diet purin yg berlebih
4. Penurunan jumlah urine : intake cairan yg
sedikit.
5. Jenis cairan yg diminum : soda(soft
drink), jus apel dan jus anggur.
6. Hiperoksalouria : kenaikan ekskresi
oksalat diatas normal (45mg/hari), oleh
karena diet rendah kalsium, peningkatan
absorbsi kalsium intestinal, penyakit usus
halus, akibat reseksi pembedahan yg
mengganggu absorbsi garam empedu.
7. Ginjal Spongiosa Medula :
volume urine sedikit, batu kalsium
idiopatik(ntdak dijumpai predeposisi
metabolik).
8. Batu asam urat : banyak disebabkan
karena pH urine rendah dan
hiperurikosuria ( primer dan sekunder).
9. Batu Struvit : infeksi saluran kemih dg
organisme yg memproduksi urease. Batu
dpt menjadi lebih besar > batu staghorn
dan mengisi seluruh pelvis dan kaliks
ginjal.
Kuman-kuman yang termasuk pemecah
urea diantaranya adalah Proteus spp,
Klebsiella, Serratia, Enterobacter,
Pseudomonas, dan Stafilokokus.
Meskipun E.coli banyak menyebabkan
infeksi saluran kemih, namun kuman ini
bukan termasuk bakteri pemecah urea.1
Kuman penyebab infeksi ini adalah
golongan kuman pemecah urea( urea
splitter) yg dapat menghasilkan enzim
urease dan merubah urine menjadi
bersuasana basa melalui hidrolisis urea
menjadi amoniak
Klinis
Batu pada kaliks ginjal memberikan rada
nyeri ringan sampai berat karena distensi
dari kapsul ginjal.
Begitu juga baru pada pelvis renalis, dapat
bermanifestasi tanpa gejala sampai
dengan gejala berat :
akibat obstruksi aliran kemih dan infeksi.
Keluhan tergantung pada posisi atau letak
batu, besar batu, dan penyulit yang telah
terjadi.
Nyeri ini mungkin bisa merupakan nyeri
kolik ataupun bukan kolik.
Nyeri kolik terjadi karena aktivitas
peristaltik otot polos sistem kalises
ataupun ureter meningkat.
Peningkatan peristaltik itu menyebabkan
tekanan intraluminalnya meningkat
sehingga terjadi peregangan dari terminal
saraf yang memberikan sensasi nyeri.
Nyeri non kolik terjadi akibat peregangan
kapsul ginjal karena terjadi hidronefrosis
atau infeksi pada ginjal.
Pada pemeriksaan fisik mungkin
didapatkan nyeri ketok pada daerah kosto-
vertebra, teraba ginjal pada sisi sakit
akibat hidronefrosis, terlihat tanda-tanda
gagal ginjal, retensi urine, dan jika disertai
infeksi didapatkan demam-menggigil.
 AN :
 Nyeri (kolik)
 Hematuri (mikro/makro)
 PEYULIT :
 Bila sudah ada komplikasi
 Ureterolitiasis : Hidronefrosis
 Uretrolitiasis : Retensiourine
 Infeksi
 PGK
 LAB :
 Urinalisis :
Protein uria
Hematuria
Lekosituria
 Radiologi :
BNO /IVP
USG
CT Scan
 Analisis Batu
 Konsertatif :
 Analgetik

 Batu ≤ 5mm

 Urin yang cukup  68% keluar

 Obat-obat :

Ca Chanel Blocker
Spasmolitik
Α Bloker
 Bedah
 ESWL

 URS

 PCNL

 Open
Intake cairan  out put 2-3 L/Hr
Diet rendah protein : protein hewani
Batu urat : rendah purin
Batu kalsium: rendah kalsium
Batu oksalat : rendah oksalat, coklat,
kacang

Prognosis
baik bila tidak ada komplikasi
TERIMAKASIH