You are on page 1of 12

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA

DENGAN HIPERTENSI

1. Bambang Tri Handoko : 1511114043379

2. Maria Magdalena E. Serla : 1511114043442

3. Maria Magdalena Inuq : 1511114043443

4. V. Lunayunita Pide : 1511114043507


PENDAHULUAN
 Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah
yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target
organ, seperti strok untuk otak, penyakit jantung koroner
untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung

 Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi


terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah
639 juta kasus ditahun 2000, di perkirakan menjadi
1,15milyar kasus di tahun 2025
PENGERTIAN

 Hipertensi dapat didefinisikan sebagaitekanan darah persisten


dimana tekanansistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik
diatas 90 mmHg. Pada populasi lansia,hipertensi didefinisikan
sebagai tekanansistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik
90mmHg. (Smeltzer,2001)

 Menurut WHO ( 1978 ), tekanan darah samadengan atau


diatas 160 / 95 mmHgdinyatakan sebagai hipertensi.
KLASIFIKASI
 Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : (Darmojo, 1999)
Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140
mmHg dan / atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90
mmHg. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih
besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendahdari 90
mmHg.Klasifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat
dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :

1. 1.Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak


diketahui penyebabnya

2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh


penyakit lain
 C:\Users\User\Documents\pathway ht.docx
PENYEBAB
 Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yaitu

1. Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui


penyebabnya disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95%
kasus banyak faktor yang mempengaruhi seperti genetik, lingkungan
hiperaktivitas susunan saraf simpatis. Dalam defekekstesi Na peningkatan
Na dan Ca intra selular dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko
seperti obesitas, alkohol, merokok, serta polisitemia.

2. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5% kasus.


Penyebab spesifiknya diketahui seperti penggunaan esterogen, penyakit
ginjal. Hipertensi vascular renal dan hipertensi yang berhubungan dengan
kehamilan dan lain-lain. (Arif Manjoer. 2001 : h 518)
TANDA DAN GEJALA
 Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan
peningkatan tekanandarah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter
yang memeriksa. Hal ini berartihipertensi arterial tidak akan pernah
terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur.
 Gejala yang lazim sering dikatakan bahwa gejala yang menyertai hipertensi
meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan
gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari
pertolongan medis.
 Menurut Rokhaeni ( 2001)
1. Mengeluhsakitkepala, pusing
2. Lemas, kelelahan
3. Sesaknafas
4. Gelisah
5. Mual
6. Muntah
7. Epistaksis
8. Kesadaran menurun
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Hemoglobin/hematokrit

Untuk mengkaji hubungan dari sel – sel terhadap volume cairan dan dapat
mengindikasikan faktor – faktor resiko seperti hiperkoagulabilitas anemi.

2. Glukosa

Hiperglikemia (diabetes mellitus adalah pencetus hipertensi). dapat di akibatkan


oleh peningkatan katekolamin (meningkatkan hipertensi).

3. Kalium

serum Peningkatan kadar kalsium serum dapat menyebabkan hipertensi

4. Kadar aldostero urin/serum

Untuk mengkaji aldosteronisme primer

5. Urinalisa

Darah, protein, glukosa mengisyaratkan disfungsi ginjal dan atau


adanya diabetes.
6. Asam urat
Hiperuresemia telah menjadi implikasi faktor resiko
hipertensi.
7. Steroid urin
Kenaikan dapat mengidentifikasikan penyebab hipertensi
seperti penyakit parenkim ginjal, batu ginjal/ureter
8. Foto dada
Menunjukan obstruksi klasifikasi pada area katup
pembesaran jantung.
9. CT scan
Untuk mengkaji tumor serebral, ensefalopati
10. EKG
Dapat menunjukan pembesaran jantung, pola regangan.
Gangguan konduksi, peninggian gelombang P adalah
salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi
PENATALAKSANAAN

1. Tujuan deteksi dan penatalaksanaan hipertensi


adalah menurunkan risiko penyakitkardiovaskuler
dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan.
2. Tujuan terapi adalahmencapai dan
mempertahankan tekanan sistolik di bawah 140
mmHg dan tekanan diastolicdi bawah 90 mmHg
dan mengontrol faktor risiko. Hal ini dapat dicapai
melalui modifkasigaya hidup saja, atau dengan obat
antihipertensi.Penatalaksanaan berdasarkan
klasifikasi risiko
C:\Users\User\Documents\Asuhan
Keperawatan Hipertensi.docx